PRIA TAMPAN SEDINGIN ES

PRIA TAMPAN SEDINGIN ES
Bab 20


__ADS_3

Visual Nindy Safitri



Nindy Safitri, usia 19 tahun, rajin, pandai, dan ke ibuan.


Nindy seorang pekerja keras, Nindy adalah anak yatim piatu, sejak usia nya 8 tahun Nindy sudah tinggal di panti, saat remaja Nindy mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.


********


Semakin lama hubungan Mahe dan Diffa menjadi cinta,, hati Mahe terbagi antar Nindy dan Diffa, tapi tetap saja Nindy yang utama untuk Mahe.


"sayang, nanti malam kita Dinner ya"


"Iya mas, dinner di mana?" sahut Nindy.


"Ada deh,, pokoknya kamu ikut aja ya, mas pengen berdua sama kamu"


"Hem, baik lah sayang ku, cinta ku, Nindy juga kangen bangat sama mas" jawab nya sendu.


"maavin mas ya, karna mas telah menduakan kamu, mas janji akan menjadikan kamu yang pertama dan kamu yang mas prioritas kan"


"janji?"


"Iya sayang, janji" sambil kasih jari kelingking nya ke Nindy, dan Nindy dengan senang hati membalas nya.


Malam harinya, Nindy sudah siap untuk berangkat dinner dengan Mahe, tapi ada huru hara yang di ciptakan Diffa untuk menggagalkan acara mereka, secepat nya masalah di atasi, dengan bantuan Mega dan asisten Aji, kalau tidak, bisa gagal acara mereka.


"mas, Nindy ngga tega sama Diffa" ucap Nindy sedih


"jangan seperti itu sayang, mas bisa lihat, Diffa itu egois, dia maunya mas sama dia terus"


"Tapi mas"


"ngga ada tapi tapian,, mas paling tidak suka jika di bantah" sahut Mahe tegas.


"baik lah"


*****


"kurang ajar, berani nya Nindy pergi sama Mahendra, Mahendra hanya milik ku, walaupun aku yang ke dua, tapi aku mau, Mahendara hanya untuk ku, aku akan menyingkirkan Nindy dari Mahendradatta, kalau bisa selamanya" gumam Diffa kesal.


Diffa menelpon seseorang, untuk mengikuti Nindy dan Mahe, agar orang suruhan Diffa bisa mencelakakan Nindy.


"hallo, ikuti Mahendra kemana pun dia pergi, dan kamu buat celaka Nindy, ingat Nindy!! bukan Mahendra?" ucap Diffa.


"......."


"Bagus, kalau bisa lenyap kan!!"


"......"


Diffa langsung mematikan teleponnya sepihak, Difa tersenyum licik dan tertawa sinis, dia berharap Diffa mati saat ini juga.

__ADS_1


sesampainya di restoran bintang 5, Mahe dan Nindy menikmati makan malam yang romantis bersama, tanpa ada yang ganggu.


Mahe dan Nindy tidak tau jika ada bahaya yang sedang menunggu Nindy.


Usia kandungan Nindy menginjak 7 bulan, dengan hati hati Mahe membantu Nindy, untuk berjalan menuju parkiran.


"sayang, kamu tunggu sebentar, kunci mobil mas tertinggal di dalam" ucap Mahe pas sampai parkir mobil, dan Mahe dengan cepat bergegas ke dalam untuk mengambilnya.


"baik mas, Nindy tunggu di sini ya?" sahut Nindy sambil berdiri di samping pintu mobil.


"ok sayang" Mahe berlari masuk ke dalam lagi.


Ada 3 orang pria berbadan kekar, menuju ke arah Nindy.


"wah ada cewek cantik nih?" salah satu pria itu.


"Iya, gilaaaaa cantikk bangat"


"hai cantik" tanya pria yang lain


"mau apa kalian?" sahut Nindy takut dengan pria pria tersebut.


"Dia nanya mau kita apa?" ucap pria itu dengan tersenyum licik


"jangan mendekat" Nindy semakin takut.


Salah satu pria tersebut melihat Mahe yang akan keluar dari dalam resto, langsung memberi kode ke teman teman nya, tanpa banyak omong dan sedikit tindakan, seketika Nindy jatuh tengkurap, karna di dorong ke depan oleh salah satu pria tersebut.


Nindy menjerit kesakitan di are perutnya, merintih dan seketika air mata nya tumpah, sedangkan ke 3 pria tersebut sudah melarikan diri, tapi Mahe melihat kejadian itu semua.


"masss, sakit" ucap Nindy dengan pelan dan langsung pingsan seketika.


"sayang, sayang bangun sayang?" Mahe panik dan histeris, karna ada cairan merah keluar dari pangkal pahanya Nindy.


Tanpa banyak bicara, Mahe mengangkat Nindy ke mobil untuk menuju rumah sakit.


sesampainya di rumah sakit, Mahe menggendong Nindy sambil berteriak kencang menuju IGD.


"Doketer, dokter, tolong istri saya dok?" caps Mahe panik


Nindy masuk ruang IGD dan langsung di tanganin oleh dokter jaga.


15 menit kemudian, dokter keluar dari ruangan IGD.


"dokter, gimana ke ada an istri saya dan anak saya dok?"


"istri tuan pendarahan, dan kondisi janin nya lemah, istri anda harus segera di operasi tuan"


"Apa??, dok, tolong anak dan istri saya dok, apa pun itu, asal bisa menyelamatkan anak dan istri saya, maka lakukan lah dok"


"Baik tuan, silahkan tandatangani prosedur nya"


"Baik dok"

__ADS_1


Setelah menunggu hingga Berjam jam, akhirnya operasi selesai juga, Mahe belum bisa bernafas lega, karna masih menunggu kabar dari dokter yang bertugas.


"Gima dok?"


"Alhamdulillah tuan, oprasi berjalan lancar, anak anda sehat tapi harus di masukan di tabung INCU, di karenakan lahir dengan prematur"


"Alhamdulillah, baik dok, lakukan yang terbaik untuk anak saya, trus bagai mana dengan istri saya?"


"istri anda juga sehat, hanya saja masih belum sadar kan diri, karna pengaruh obat bius"


"Apakah saya bisa melihat istri dan anak saya?"


"Nanti setelah di pindahkan, keruang perawatan istri anda, tuan bisa melihat nya, untuk anak anda silahkan sekarang tuan, dan tolong azankan"


"Baik dok, terimakasih"


"sama sama"


Beberapa hari kemudian, Mahe mendapat kan informasi tentang orang yang mencelakakan Nindy, dari asisten Aji.


flashback on


Setelah oprasi berjalan lancar, Mahe menelpon asisten aji untuk mencari tahu siapa yang mencelakakan Nindy dan calon anak nya.


"Ini tuan, data yang anda minta" ucap Aji


"Hem" Mahe langsung menerima amplop dari asisten aji.


Mahe membelalakkan mata nya, setelah membaca dan melihat hasil rekaman pengakuan pria yang mencelakakan Nindy.


"Kurang ajar Diffa, beraninya dia mencelakakan Nindy, padahal Nindy rela berbagi suami dengan nya"


"Betul tuan, apakah kita bawa ke jalur hukum?" sahut asisten aji.


"Jebloskan ke penjara, termasuk Diffa, kasih semua bukti buktinya ke pengacara saya dan ke pihak berwajib, agar di beri hukuman yang setimpal"


"Baik tuan" aji langsung meninggalkan Mahe


*******"


Di kediaman Mahe, Diffa sedang asik memanjakan diri, sebelum nya dia merasa senang, dapat kabar dari orang suruhannya, jika Nindy celaka.


Tapi, beberapa hari setelah kejadian, Diffa merasa murka, karna Nindy dan anak nya selamat.


Diffa sedang merebah kan diri, karna kehamilannya sudah memasuki bulan ke 5, jadi agak sulit untuk dia beristirahat, karna beban perut nya semakin membesar.


tok tok tok, pintu kamar Diffa di ketuk...


"non, non Diffa" ucap bi Ani


Tanpa menjawab Diffa langsung membukakan pintu kamarnya, dengan raut wajah kesal.


"non Diffa"

__ADS_1


"Hem, ganggu aja sih!!" sahut Diffa kesal.


"maav non, ada tamu yang nyariin non Diffa"


__ADS_2