
" Hmph... Ya sudah.. Ayo kita makan saja dahulu. " Vela mengajak Fran dan Fany untuk makan bersama.
" Fran... ? Kenapa kamu tidak memakannya? " Tanya Vela disaat Fany dan kakaknya mulai memakan makanan yang telah di sajikan.
" Em... Yah.. Selamat makan " Fran mulai memakan makanan itu setelah berhenti memandangi kakaknya untuk sesaat.
" Sepertinya sejak awal ini adalah salahku. " Gumam Fany di saat melihat Fran yang hanya memandangi kakanya.
" Ka, apakah kaka sudah berbicara mengenai masalah yang di hadapi penyihir itu? " Tanya Fran pada Vela yang sedang makan dengan lahap.
" Em...? Yah... Kaka sudah berbicara banyak hal ketika kamu mandi tadi. " Jawab Vela setelah menelan makanan yang ada di mulutnya.
" Seharusnya kamu bertanya namanya dahulu sejak awal Fran. Jadi kamu tidak memanggilnya dengan sebutan penyihir itu. " Nasehat Vela sembari mengacungkan sendoknya.
" Hehe... Maaf. Aku tidak sempat menanyakan namanya karena kemarin.... " Fran memberikan alasan.
" Iya.. Kaka tahu Fran. Maka dari itu, keputusan ada di tanganmu karena kaka tidak tahu harus bagaimana memutuskan hal itu. " Sambung Vela sembari mengingatkan masalah yang sedang mereka hadapi.
" Mengenai masalah itu? Sebenarnya tadi malam pun aku sudah memikirkannya ka. Jika pagi ini kaka bisa kembali sehat. Maka aku akan menerima resiko itu tanpa keraguan. Tapi.. Jika pagi ini kaka justru kehilangan nyawanya... Maka aku akan menghilangkan nyawanya juga ka. " Jawab Fran tanpa keraguan.
Fany sempat tersedak ketika mendengar jawaban seperti itu dari Fran.
" Yah... Karena saat ini kaka sudah sehat. Setidaknya ini adalah tanggung jawabku untuk membalas budi pada dirinya. Sampai anaknya lahir. " Tambah Fran dengan senyuman.
" Akh... Benarkah itu Fran ? Apakah kamu tidak menyesali keputusanmu? " Tanya Fany dengan berkaca kaca.
__ADS_1
" Iya nona penyihir. Aku akan menerima mu sampai anak itu lahir.. Dan setelah anak itu lahir, kamu boleh pergi dari sini atau kehilangan nyawamu disini " Balas Fran dengan aura membunuh.
* splak.... * Vela kembali menampar Fran karena kesal.
" Fran... Jangan berkata seperti itu pada Fany! " Vela marah.
" Jika kamu berkata seperti itu pada Fany, maka sama saja kamu berniat mencelakakan istrimu di masa depan nanti!! " Tambahnya sembari mengambil sebuah kain untuk membersihkan makanan yang tercecer.
" Masa depan nanti ya, ka? Hehe.. Kaka benar. Kaka masih mempunyai masa depan yang cerah. Apalagi setelah kaka bisa berjalan seperti ini. Mungkin saja nanti kaka akan bertemu pahlawan negri ini dan pergi bersama untuk selamanya. " Jawab Fran setelah menghabiskan makanan yang tersisa.
" Fran!! Sebenarnya apa si maumu?" Vela kembali membentak Fran.
" Aku hanya ingin hidup berdua bersama kaka di sini!! Yah.... Hanya itu saja keinginanku " Balas Fran sembari menaruh piring dan sendok kayu tempatnya makan dan mulai pergi ke luar.
" Fany. Kamu tunggulah disini sampai kami kembali " Ucap Vela semberi menasehati.
Fany hanya terdiam sembari menggigit sendoknya karena merasa takut atas apa yang Fran katakan.
" Fran!!! " Vela berteriak mencari Fran yang telah menghilang.
" Akh... Ayolah Fran. Kaka hanya ingin bicara sebentar dengan kamu itu saja. " Teriak Vela sembari menatap ke arah hutan yang cukup lebat.
* dbruk * sesuatu benda yang jatuh terdengar begitu dekat dengan tempatnya berdiri.
" Memang apa yang ingin kaka katakan? " Tanya Fran tidak lama setelah kakaknya berbalik.
__ADS_1
" Kaka hanya ingin kamu merasa bahagia dengan orang lain selain kaka Fran. " Ucap Vela pada Fran yang sedang membungkar muatan dari kereta besi yang nampak tidak asing baginya.
" Emh... " Jawab Fran dengan gumamannya.
" Fran? Apa itu? " Tanya Vela sembari mecoba mengembalikan perasaan normal Fran.
" Emh... Ini? Ini adalah kereta besi yang ingin aku tunjukan untuk kaka hari ini. Sebenarnya aku berniat membawa kaka bersamaku hari ini. Tapi malam itu kaka menolak ajakanku dan justru bersikap egois dan marah marah. " Jawab Fran sembari mencopot bagian roda dari kereta itu.
" Lalu apa yang sekarang kamu lakukan? " Tanya Vela yang merasa bersalah.
" Aku akan melebur kereta ini untuk di jadikan beberapa zirah besi lagi. " Jawab Fran tanpa melihat ke arah Vela.
" Hmph... Sayang sekali ya... Padahal kaka ingin menaikinya. " Vela kembali mencoba.
" Yah... Silahkan kaka menaikinya sesaat sebelum kereta ini berubah menjadi deretan zirah. Lagi pula aku sudah selesai membongkar muatannya. " Jawab Fran sembari membawa sebuah tas besar berisi seluruh muatan dari kereta besi yang ia buat.
" Permisi ka... " Fran melewati kakanya tanpa memandang wajahnya sedikit pun.
" Kamu mau kemana Fran? " Tanya Vela khawatir.
" Aku...? Aku hanya ingin pergi ke kota sebentar dan membeli beberapa pakaian baru. Karena tadi malam kaka menolak untuk membeli baju baru, aku hanya akan membeli beberapa untuk diriku sendiri. Itu saja. " Jawab Fran dengan nada yang marah.
" Baiklah Fran... Kaka akan menunggumu sampai kamu kembali. " Jawab Vela dengan keraguan.
" Hmph... Kaka tidak perlu menunggu ku. Karena aku tidak akan pernah kembali lagi ke sini. " Jawab Franirih sembari berjalan menjauh dari Vela dan rumah kakeknya.
__ADS_1