Prince Of Blacksmith

Prince Of Blacksmith
Fran sang pandai besi


__ADS_3

" Fran....? Patinia Faith Fran..?! Setidaknya itulah yang aku ingat mengenai sosok adik yang selalu menemaniku selama ini. Dia adalah sosok yang sangat luar biasa dimataku dan kakek. " Penyihir wanita itu membaca sebuah halaman buku yang ditandai.


" Mungkin sebaiknya aku tidak membaca buku harian milik kakaknya Fran. " Penyihir itu menutup buku itu lalu dilanjutkan dengan merapikan tempat tidur.


" Hmph.... Aku tidak pernah menyangka bahwa sosok Fran di anggap sebagai seorang penempa rancu merupakan sosok yang berbeda dari apa yang aku pikirkan sebelumnya " Ucapnya sembari berjalan ke arah luar jendela yang lupa di kunci.


Sembari menatap bintang di langit malam kala itu. Penyihir itu merenungkan diri sembari mengingat perkataan yang di ucapkan oleh orang-orang yang menganggap Fran adalah pemempa yang telah kehilangan kewarasannya karena hidup di tengah hutan yang jauh dari desa.


" Fran.... Maafkan aku... Karena mungkin aku akan membawa banyak masalah kepadamu... " Gumamnya sesaat setelah melihat ke arah cahaya yang tidak jauh dari tempatnya berada.


" Aku pikir... Penempa rancu adalah sindiran untuk orang yang sudah kehilangan akal dan pikirannya. Namun... Yang aku dengar saat itu tidaklah sesuai dengan apa yang aku lihat didepan mataku sendiri.... Dia hanyalah sosok laki laki biasa yang bekerja sebagai penempa seperti orang normal pada umumnya dan jika aku ingat perkataannya sebelumnya, dia bahkan rela menyisihkan sebagian penjualan dari toko ini untuk menyembuhkan penyakit misterius yang ada pada kakaknya." Tambahnya sesaat sebelum melangkah ke tempat tidur.


" Jika besok, kakak dari Fran terbangun dan memutuskan untuk mengusirku... Mungkin akan lebih baik jika aku tiada. " lanjut penyihir itu sembari menatap ke langit-langit kamar itu dan sesekali mengusap perutnya.


......................


* scring.... scring... dghm..... dghm.... dghm... * Sebuah kegaduhan tiba-tiba terdengar di saat penyihir wanita itu akan tertidur.


" Eh....? Apa? Suara apa barusan tadi ? " Gumam penyihir itu sembari mencoba mencari tahu asal dari suara gaduh yang terdengar seperti pedang yang saling diadukan.


Di saat melihat ke sekelilingnya, penyihir itu melihat sosok laki laki yang ia kira sebagai Fran sedang berdiri di hadapan sesuatu yang nampak seperti batuan yang sangat besar.


" Sepertinya bahan ini cukup untuk menahan efek asam dari serangan beberapa hewan sejenis poison salamander " Ucap Fran setelah mengalahkan seekor monster sejenis lipan raksaksa.

__ADS_1


* ting!!! ting!!! srtaktaktak.. Gbruls... * Suara dari benturan sebuah pasak yang di tancapkan ke kulit dari lipan raksaksa itu sembari menahan sisi lain dari kulit yang menjumbul agar terlepas.


" Fran...? Apakah itu kamu? " Tanya penyihir wanita pada sosok yang ia kira sebagai Fran.


" Ghm......?! " Fran berbalik karena merasa ada seorang yang memanggil dirinya


" Mo.... Mo... Monster?!!! " Wanita penyihir itu berteriak ketika sosok yang ia kira Fran berbalik dan menampakan sesosok manusia yang memakai pakaian aneh dengan penutup kepala berbentuk kepala lebah.


" Akh.... Nona penyihir? Apa yang nona lakukan di sini? " Tanya Fran sembari melepas penutup kepala berbentuk lebah itu beberapa saat setelah memperpendek jarak diantara keduanya.


" F----Fran?! Syukurlah itu kamu. Aku kira tadi itu adalah monster. " Ucap penyihir itu yang terkejut.


" Apa yang sedang kamu lakukan Fran? " Tanya penyihir itu sembari mengintip sosok besar yang ada di belakang Fran.


" Emh? Mamang harus se malam ini untuk melakukan perburuan seperti ini? " Tanya penyihir itu sembari merapal sebuah bola cahaya kecil.


" Hehehehe... Iya... Tidak juga. Aku hanya melakukan apa yang biasa aku lakukan setiap hari. " Jelas Fran sembari tertawa sesaat.


" Sebenarnya aku tidak terlalu sering malakukan seperti ini di pagi hari. Namun karena kemarin aku sempat membuat kakakku dalam bahaya... Jadi aku memutuskan untuk mencari beberapa barang tambahan untuk di jual di kota nanti. " Tambahnya sembari menepuk tubuh lipan yang tidak lagi utuh.


" Fran....? Apakah kamu tahu seberapa berbahaya monster ini? " Tanya penyihir itu khawatir.


" Ah... Dia? Dia tidak terlalu berbahaya untukku. Selagi aku memakai zirah ini. Selain itupun, beberapa serangannya tadi nampak tidak terlalu berbahaya " Jawab Fran sembari menunjukkan beberapa bagian zirah yang penyok bahkan berlubang dengan sebuah asap yang masih mengepul sesaat.

__ADS_1


" Jadi... Bisa disimpulkan bahwa kamu menganggap dia sebagai monster yang lemah ?" Tanya penyihir itu kembali


" Yah... Tidak begitu juga. Sebenarnya dia cukup sulit di kalahkan apa lagi jika sebelumnya aku tidak memiliki perlengkapan yang memadai. Namun setelah aku menemukan perlengkapan yang memadai seperti ini, aku bisa mengalahkannya dengan mudah " Jawab Fran sembari melanjutkan apa yang sedang ia kerjakan.


" Fran...? Apakah kamu tahu berapa harga semua bagian dari monster yang kamu kalahkan ini? " Tanya Penyihir itu ketika melihat Fran sudah memisahkan beberapa bagian tubuh dari lipan itu.


" Em.... Jika tidak salah... Bagian gigi setara 5 silver dan bagian daging setara dengan 50 copper sedangkan bagian kulitnya akan aku simpan sebagai bahan pembuat zirah yang sama. " Jawab Fran setelah merobek kulit lipan itu dengan perlengkapan penuh nya.


" Fran... Sepertinya kamu salah menilai barang yang akan kamu jual ke kota. " Ucap penyihir itu setelah melihat bagian bagian yang telah dipisahkan.


" Ah... ? Heheh... Yah.. Orang yang biasa memebeli barang dariku pun berkata seperti itu padaku. " Fran hanya tertawa sesaat sebelum akhirnya melanjutkan pemotongan di sisi lainnya.


" Orang yang biasa membeli barang darimu mengatakan hal seperti itu ? " Tanya penyihir itu di saat Fran dengan mudahnya membalikkan tubuh lipan itu.


" Iya. Mereka selalu bilang bahwa potonganku tidak rapi dan terkadang masih ada beberapa bagian yang tidak seharusnya aku potong. Oleh karena itu harga jual yang seharusnya tinggi harus aku trima dengan bayaran yang sedikit " Jawab Fran dengan akhiran tawa kecilnya.


" Em... Fran... Sepertinya kamu sudah tertipu ucapan dari mereka... Dari yang aku lihat, potonganmu sudah bagus dan rapi. Terlebih, kamu bisa membedakan mana bagian yang cukup penting dan mana bagian yang tidak terlalu penting. " Ungkap penyihir itu sembari melihat bagian mata, taring, serta beberapa bagian lipan yang cukup berharga.


" Hehehe... Iya, nona. Aku sudah mengetahui hal itu. Namun... Jika aku mengatakan pada mereka bahwa mereka menipuku, aku akan kehilangan pelangganku. " Sahut Fran setelah membelah bagian perut dari lipan itu.


" Selain itu, aku juga sudah sangat bersyukur bisa memperoleh sedikit koin serta beberapa bahan makanan dan obat obatan. " Tambahnya setelah mengeluarkan sebuah batu orb yang cukup besar.


Penyihir itu hanya terdiam ketika Fran menunjukkan rasa syukurnya terhadap keadaan yang begitu berat.

__ADS_1


__ADS_2