Prince Of Blacksmith

Prince Of Blacksmith
Hal yang membuatnya bahagia


__ADS_3

" Hm... Yah... Sepertinya semua sudah selesai. " Fran mengusap keringat yang ada di wajahnya dengan sebuah kain yang ia ambil dari balik zirah yang ia pakai.


" Nona penyihir...? Nona penyihir? Aku sudah selesai dengan lipan tadi. Maka dari itu, mari kita pulang. "Fran membangunkan penyihir yang sedang terduduk dan memejamkan matanya.


" Akh... Iya.. Maaf Fran aku tertidur. Hehehe.... Iya mari.. mari.. " Penyihir yang semula tertidur itu terbangun dengan sebuah jawaban yang melantur.


Setelah Fran membangunkan penyihir itu, mereka berdua mulai berjalan kembali ke arah rumah yang juga sekaligus toko pandai besi yang Fran miliki.


Penyihir yang semula menemani Fran di pagi buta itu tidak pernah menyadari bahwa Fran telah mempersiapkan semua peralatan sebelum ia bertarung dengan lipan raksaksa itu.


Penyihir itu berfikir demikian, karena ia tidak menyadari bahwa sebelumnya Fran telah membawa sebuah kreta besi aneh dengan berbagai macam botol potion kosong serta benda benda seperti pasak, palu martil, pisau daging serta beberapa kampak besar yang seharusnya digunakan dengan dua tangan.


" Hee....m ? Bau nikmat apa ini.... ? " Ucap Fran setelah mencium bau yang tidak asing baginya.


" Emh? Iya Fran... Baunya cukup nikmat. Apakah biasanya ada orang lain yang memasakkan sesuatu untukmu? " Tanya penyihir itu.

__ADS_1


" Tidak, nona.. Biasanya tidak ada... tapi.... " Fran yang belum selesai menjawab, tiba tiba berlari masuk kedalam rumah setelah menyadari sesuatu.


" Ya ampun, Fran.. Seharusnya kamu melepaskan Zirah Kitin yang kamu pakai " Seorang memarahi Fran dengan mengacungkan sepatula yang terbuat dari kayu.


" Ka... ka... Kaka!!!!! " Fran langsung memeluk sosok yang tidak lain adalah kakaknya sendiri.


* splak!!! * Vela memukulkan spatula yang ada di tangannya ke arah Fran yang tiba-tiba memeluk nya.


" Fran!!!! Lepaskan " Ucap Vela sembari berusaha melepaskan pelukan Fran yang sangat erat itu hingga membuatnya sesak.


" Kaka!!!! Ak-aku sangat senang bisa melihat kaka sehat kembali " Balas Fran sembari mengabaikan setiap pukulan yang Vela daratkan kepada dirinya.


" Ahaha..... Maafkan aku ya ka. Habisnya... Aku sangat senang melihat kaka kembali " Fran melepaskan pelukan nya yang di ganti dengan menggendong tubuh Vela layaknya seorang putri sembari mengusapkan pipinya dengan gemas.


" Selain itu... Aku juga sangat menyesali tindakan dan perkataanku tadi malam. Ja-jadi... Apakah kaka mau memaafkanku? " Tambahnya sembari menjauhkan wajahnya dari wajah Vela.

__ADS_1


" I-iya Fran.... Ka-kakak maafkan " Balas Vela sembari mengusap kedua pipi dari wajah Fran.


Fran dan Vela saling menatap satu sama lain seolah mereka adalah sepasang kekasih yang nampak saling memahami satu sama lain.


" A-ano... Maaf mengganggu momen kebersamaan kalian. Namun... Sepertinya ada sesuatu yang gosong di dalam sana " Ucap penyihir wanita sembari menunjuk ke arah wajan besar di sisi Fran dan Vela.


" Akh.... Ya ampun, Fran!!! Masakan kakak gosong!!! Ini semua salahmu karena mengganggu kakak memasak. * spak!! * " Ucap Vela setelah menyadari masakannya gosong serta melampiaskan amarahnya pada Fran.


" Hehehe... Maaf ya ka... " Ucap Fran sembari menurunkan Vela.


" Untuk sekarang kamu pergilah mandi! Dan jangan lupa mencuci zirah itu dengan bersih!! Mengerti?! " Ucap Vela dengan penuh emosi sembari memeriksa makanan yang nampak gosong itu.


" Iya ka... Iya. Aku akan mengikuti semua yang kaka katakan. " Balas Fran sembari memegangi pipinya yang memerah.


" Dan.... Terima kasih untuk perasaan bahagia ini kaka " Tambah Fran sesaat setelah memeluk Vela kembali sebelum akhirnya ia berlari ke arah kamar mandi.

__ADS_1


" Ya ampun.... Adikku ini...!!! " Gumam Vela sembari meremaskan kedua tangannya karena gemas pada Fran.


" Dan.... Kamu yang di sana.. Duduklah dulu sebentar. Karena ada sesuatu yang harus kita bicarakan setelah ini " Tambah Vela sembari mengacungkan spatulanya ke arah penyihir wanita yang asing baginya.


__ADS_2