Prince Of Blacksmith

Prince Of Blacksmith
Hubungan rumit diantara mereka


__ADS_3

Beberapa tahun berlalu setelah kejadian dimana Fran membuat Vela lumpuh akibat terkena sebuah racun dari peralatan kakeknya yang kotor dan membuat sosok Fran yang dulunya croboh serta egois berubah menjadi sosok yang dingin dalam pandang penduduk desa tempatnya tinggal. Namun dimata Vela, pandangan itu tidak sepenuhnya benar karena Fran adalah sosok pekerja keras, mandiri, rendah hati lagi bertanggung jawab serta perhatian karena hanya itulah yang Vela lihat selama beberapa tahun setelah kakeknya tiada.


Bersama dengan hal itupun sosok Fran yang dulunya lemah kini telah berubah menjadi sosok pria kuat lagi pemberani dengan bentuk tubuh sempurna layaknya pangeran kerajaan negri dongeng.


Sementara Vela yang dalam tubuhnya merupakan sosok Hana pun berubah menjadi sosok gadis desa yang cantik lagi menawan dalam pandangan Hana sendiri.


Dengan rambut panjang berwana hitam, Fran merasa bahwa kakaknya adalah sosok yang berbeda dari beberapa gadis desa yang ada di sekitarnya dan karena hal itupun dalam benaknya sempat timbul sebuah perasaan kepada kakaknya.


* tok... tok... tok... * Fran mengetuk pintu kamar kakaknya setelah mengumpulkan segenap keberaniannya.


" Silahkan masuk Fran. Lagi pula kamu kan tahu bahwa pintu itu selalu terbuka " Ucap Vela sesat setelah menutup sebuah buku yang Fran berikan setiap beberapa kali dalam kurun waktu yang berdekatan.


" Maaf mengganggu kak. Karena sekarang sudah waktunya untuk kakak membersihkan diri, ini aku bawakan perlengkapan mandi serta baju ganti untuk kaka seperti biasanya. " ucap Fran sembari membawa berbagai macam alat mandi seperti ember kayu, busa, sabun dan sebuah sikat punggung.


" Hmph? Sudah sore ya Fran? Maaf ya, kaka tidak menyadari bahwa waktu begitu cepat berlalu..." Balas Vela sembari menyambut Fran dengan senyuman.


Sembari menaruh perlengkapan mandi itu ke atas lantai kayu, Fran membantu Vela untuk berpindah posisi dari tempatnya berada dan membuat Vela terduduk di sebuah kursi kusus buatan kakeknya


" Sekali lagi, Maafkan kakakmu ini yang hanya bisa duduk dan menjadi beban untukmu, ya Fran. " Ucap Vela disaat Fran menggendongnya dari tempa tidur layaknya seorang putri.

__ADS_1


" Tidak ka, kaka bukan lah beban. Terlebih lagi, untuk yang kesekian kalianya aku mohon pada kaka, untuk tidak merasa seperti itu. Karena aku akan sedih ka... " Balas Fran sembari membantu Vela untuk melepas ikatan tali yang ada di bagian belakang baju Vela.


Di saat Fran membalas perkataannya, Hana mengingat isi dari buku harian milik Vela yang mengakibatkan jiwa Hana yang terjebak dalam tubuh Vela tidak mampu mengucapkan apapun sebagai balasan.


" Nah... Sudah terlepas semua ya ka. Aku akan pergi ke dapur dan menyiapkan makanan untuk kaka. Jika kaka sudah selesai, kaka bisa memanggilku seperti biasa " Ucap Fran setelah melepaskan semua ikatan dari baju yang Vela pakai.


" Baik Fran. Terima kasih " Jawab Vela dengan nada sedih.


" Kaka jangan sedih lagi ya? Jika kaka sedih, aku pun akan ikut sedih " Balas Fran sembari mengusapkan tangan kasarnya ke pipi Vela untuk mengusap air mata yang sempat mengalir.


" Baik Fran. Kaka tidak akan sedih lagi. Jadi... Bisakah kamu pergi sekarang ? Karena kakak akan mandi " Balas Vela sembari memukulkan sikat punggung yang di bawa Fran agar Fran pergi.


" Hehehe... Baik ka. " Sahut Fran setelah mencium pipi kakaknya yang tembam menggemaskan.


" Ya ampun... Aku tidak habis pikir dengan kelakuannya yang seperti itu. Terlebih lagi... Jika mengingat bahwa dia adalah pria yang tampan seperti pangeran dari buku fantasi yang sering ku baca di duniaku dulu.... Rasanya sangat... A!!!!!!! Aku tidak bisa berkata kata... " Gumam Vela yang sambil membasuh setiap bagian tubuhnya.


" Ka? Apakah ada sesuatu yang membuat kaka berteriak tadi? " Tanya Fran dari balik pintu kamar Vela.


" Tidak Fran, kaka hanya sedikit terkejut saja dengan laba laba yang tiba tiba berjalan di pegangan ember kayu... " Jawab Vela berbohong.

__ADS_1


" Ya... Baiklah jika kaka tidak apa. Untuk makanan hari ini kaka mau makan apa? Roti panjang dengan salad dan saus kentang atau... Roti pipih dengan isian keju, kubis dan potongan daun bawang? " Tanya Fran setelah mengetahui kakaknya baik baik saja.


" Em.... Roti panjang dengan salad dan saus kentang saja Fran. Lagi pula karena keju saat ini adalah barang yang mahal, setidaknya kita akan memakannya ketika makanan lain sudah tidak bersisa " Jawab Vela atas pertanyaan Fran.


" Baik ka... Akan segera aku siapkan " Jawab Fran setelah memastikan.


" Hm.... Makan malam dengan Fran adalah kepuasan tersendiri untukku setelah duduk dan menunggu Fran datang menemuiku. Setidaknya aku masih bisa bersyukur karena Fran selalu ada untuk seorang kakak yang lemah dan pesimis seperti diriku. Terlebih Kakek sudah berpesan bahwa Fran harus selalu ada dan memperhatikanku. Eghmmmm..... Gemasnya..." Gumam Vela sembari melanjutkan mandinya


" Walaupun sudah hampir sekitar tiga tahun semenjak kakek meninggal, tapi rasanya kakek selalu ada di tempat ini... Terlebih lagi disaat Fran menempa setiap besi dan baja untuk di buat senjata. Keberadaan kakek seolah ada dan selalu melindungi " Tambahnya setelah mengingat Kakek Frosta yang telah tiada.


Disaat Vela yang tidak lain adalah hanah merenungi serta membandingkan antara kehidupan dunianya yang lama dengan dunianya yang sekarang, Fran justru mulai sibuk menyiapkan bahan makanan serta memindahkan beberapa peralatan tempa untuk di ganti dengan peralatan masak.


Fran memindahkan sebuah martil besar beserta beberapa patahan besi dan tang berbagai ukuran ke tempat yang seharusnya lalu mengganti beberapa benda tadi dengan alat-alat masak yang telah ia poles agar terlihat mengkilap.


" Hmph..... Seandainya saja kakak tahu... Aku sangat sangat sedih ketika mendengar kluh kesah kakak setiap malam... " Gumam Fran sembari berjalan menyiapkan makanan untuk mereka berdua.


" Jika saja waktu itu kaka tidak ada di sana.... Mungkin aku sudah tiada... * srengs... srekesrekesrek.... * Walaupun kakak tidak bisa melakukan apapun seperti gadis normal lainnya, kaka memiliki pengetahuan yang luas mengenai bahan makanan yang bahkan para penduduk desa pun tidak tahu bahwa makanan itu ada " Tambah Fran sembari menaburkan sedikit garam untuk rasa gurih dari saus kentang yang sedang ia buat.


" Mau secantik apapun gadis yang akan mendekatiku, aku akan tetap setia pada Kak Vela. Wahahahahaha...!!!!! " Fran mengucap sebuah candaan sembari melanjutkan masakannya.

__ADS_1


" Tapi sayangnya Kak Vela adalah kakakku sendiri. Coba... Saja bahwa dia bukan kakakku. Pastinya aku akan datang dengan gagah berani dan meminta ijin pada kakek untuk melamarnya " Tambah Fran sembari menari bahagia di depan wajan besar berisi masakan.


" Aku harap hari hariku bersama Kak Vela tidak akan pernah berakhir " Tambahnya lagi sembari mengaduk aduk masakan untuk terakhir kali sebelum di hidangkan.


__ADS_2