
" Fran!!! Kaka sudah selesai!!! Bisakah kamu membantu kaka untuk ke ruang makan? " ucap Vela sembari memanggil Fran untuk membantunya.
" Nah... Tepat waktu seperti biasanya. " Gumam Fran sembari memberikan beberapa keping koin tembaga pada penjual roti langganannya.
" Terima kasih untuk hari ini Ka Fran dan titip salam untuk Ka Vela " Ucap si penjual kue langganan Fran sembari berterima kasih.
" Iya, Lela. Akan kaka sampaikan salam kamu pada Ka Vela. Hati hati di jalan !!! " Balas Fran sembari melambaikan tangannya pada Lela.
" Baik ka!!! Sebentar!! Aku akan kesana " Ucap Fran setelah menunda jawaban untuk kakaknya.
Setelah menata meja makan beserta makanannya, Fran melanjutkan langkahnya ke kamar Vela yang berdekatan dengan tempat mandi khusus buatan kakeknya.
" Ka Vela... Aku masuk ya?! " Fran meminta ijin
" Iya, Fran. Masuk lah " Sahut Vela yang sedang menunggu Fran untuk mengikatkan tali-tali pada baju yang akan ia kenakan.
Fran berjalan mendekati Vela yang sedang terduduk sambil mengapit baju yang akan ia guanakan sebagai ganti baju yang telah ia kenakan sebelumnya.
Dengan hati hati, Fran mengikatkan kembali tali-tali dari baju yang Vela kenakan agar ikatan darinya tidak terlalu kencang maupun tidak terlalu longgar.
Fran mengangkat tubuh Vela seperti sebelumnya dan membawanya ke ruang makan untuk makan malam.
" Ka, Lela menitipkan salamnya kepadamu dan berharap bahwa kaka cepat sembuh. " Ucap Fran sembari menggendong Vela.
" Iya Fran, kaka tadi juga mendengarnya. Dan yah... Kaka akan selalu menunggu Lela untuk bermain bersama kaka, ketika kamu sedang bekerja " Jawab Vela dengan senyum manisnya.
__ADS_1
" [Ka Vela memang manis jika terus tersenyum... dan senyuman itu selalu berhasil membuat rasa lelah ku menghilang seketika] " Pikirnya sesaat setelah melihat senyuman dari Vela.
" Nah, ka.... Silahkan dinikmati makanannya " Ucap Fran sembari membuka tutup saji berisi roti panjang yang di taruh di sebuah kranjang kecil yang di kedua sisinya terdapat sebuah salad dengan siraman saus kentang yang menggugah selera.
" [Ya ampun.... Wajah ceria dari Fran yang membuka hidangan itu sangat sangat membuatmu senang walaupun makanannya terlihat sama setiap harinya, tapi dengan wajahnya yang seperti itu, aku tidak akan pernah bosan melihatnya] " Pikir Vela sesaat.
" Selamat makan.....!!!! " Fran dan Vela mengucap sebuah doa sebelum akhirnya mereka mulai mengatakan hal yang sama dan memakan makanan mereka.
" Jadi... Fran.... Bagaimana kondisi toko hari ini? Apakah ada peningkatan atau bagaimana? " Vela membuka topik pembicaraan.
" Seperti biasanya ka. Beberapa petualang datang hanya untuk melihat barang barang yang terpajang tanpa membelinya. " Jawab Fran sembari melanjutkan makan.
" Hm.... Yah... Tidak apa. Lagi pula barang yang kita jual pun adalah barang barang yang memiliki ketahanan berkualitas. Jadi.... Em... " Balas Vela dengan memikirkan sebuah kata untuk tidak menyakiti Fran.
" Iya kak. Berkat ilmu tempa yang diajarkan kakek, aku berhasil membuat beberapa barang yang kualitasnya hampir setara dengan buatan kakek, Namun..." Sahut Fran sembari menawarkan sebuah roti panjang.
" Oh iya ka... Mengenai kebutuhan harian, beberapa sayur dan buah akan segara habis dan kurang layak untuk di makan. Oleh karena itu, mungkin aku akan ke kota untuk menjual beberapa daging yang masih segar beserta beberapa baju kulit dan peralatan lain untuk di titipkan ke kenalan kakek. " Jelas Fran mengenai sebuah niatan untuk pergi ke kota.
" Akh... Begitu ya. Itu berarti besok kamu akan menutup toko dan Lela tidak bisa menemani kaka " Jawab Vela sedih.
" Em... Iya ka, itu mungkin benar. Tapi.... Em... Yah.. Ano... " Fran mencoba mengatakan sesuatu
" Iya, Fran. Ada apa? Apakah kamu ingin mengatakan sesuatu? " Tanya Vela mencoba memperhatikan.
" Hehehe... Iyah... Ano... Sebenarnya aku ingin mengajak kakak ke kota sebentar sekaligus ingin membelikan beberapa buku dan baju untuk kaka " Jawab Fran dengan nada yang ragu ragu.
__ADS_1
" Hem....? Tapi... Kamu kan tahu kaka tidak bisa berjalan. Terlebih lagi jarak kota dan desa kita lumayan jauh. Lalu... Kaka rasa, akan lebih baik jika kaka memakai baju bekas dari nenek yang masih terlihat bagus. Lagi pula kan, kaka selalu ada di sini. Jadi.. Kamu tidak perlu menghawatirkan kakak " Jawab Vela sembari menyarankan.
"[ Walaupun aku sangat ingin menerima ajakan berkencan dengan adik angkatku... Tapi aku tidak mau membuat reputasi dari dirinya hancur akibat kekeberadaanku] " Renungnya sembari menatap ke arah makanan yang tersisa.
" Em... Iya.. Ba.. Baiklah jika itu kemauan kaka " Sahut Fran dengan nada yang sedih.
"[ Padahal aku sangat ingin menunjukkan kereta besi yang selalu kaka inginkan. Supaya kaka bisa pergi bersamaku ke kota dan membeli beberapa baju baru agar kaka terlihat semakin cantik] " Pikirnya sembari menatap sebentar makanannya sebelum akhirnya melanjutkan makanannya.
Kedua orang itu saling terdiam dalam kecanggungan sampai makanan yang ada dihadapan mereka habis tak bersisa.
" Fran... Maafkan kaka ya? Jika perkataan kaka tadi menyakitimu... " Kata Vela disaat Fran mulai mengangkatnya kembali ke tempat tidur.
" Iya ka... Tidak apa. Seharusnya aku juga lebih memperhatika keadaan kita berdua sebelum memutuskan untuk membeli barang yang tidak perlu. " Balas Fran tanpa melihat ke arah Vela
" Padahal, aku sangat ingin melihat kaka memakai pakaian yang bagus seperti gadis gadis lain di desa. " Tambah Fran sembari mengalihkan pandangannya ke arah wajah Vela yang menatap nya.
" He...eh ? Siapa sangka, satu satunya adik kecil kaka ini mulai tertarik dengan beberapa gadis desa " Sebuah tawa kecil terdengar setelah Vela menggoda Fran.
" Akh... Bukan itu maksudku ka.... Aku hanya ingin melihat kaka lebih cantik dari sebelumnya. " Balas Fran spontan.
" Heheh... Iyah... Maaf saja jika kaka tidak cukup cantik dan sesuai harapan kamu ya Fran." Vela membalas Fran dengan sebuah sentilan di bagian hidungnya.
" Tidak... tidak... tidak... Bukan itu maksudku ka.... " Fran panik ketika Vela salah menangkap apa maksud dari Fran.
" Ya sudah... Kaka memang tidak cantik dan sempurna seperti gadis lain di desa. Oleh karena itu, kamu boleh menurunkan kaka sekarang dan kaka akan pergi ke tempat tidur kakak sendiri. Jadi, Fran.... " Ucap Vela sembari memotong penjelasan dari Fran yang sedang mencoba menjelaskan
__ADS_1
" Kaka....? Kaka jangan marah seperti itu dulu... Dengarkan penjelasanku dulu ka... Ka?! " Fran mencoba mengangkat Vela kembali setelah sebelumnya Vela memaksa untuk turun.
" Selamat malam Fran " * gbred!!!! * Vela membanting pintu kamarnya setelah sebelumnya ia sempat merangkak untuk sampai ke kamarnya sesaat.