
* Swught.... Dam.... dam... dam... * Sebuah pelindung yang terbuat dari sihir tanah menghalangi beberapa bola api yang melesat ke arah kereta karavan.
" Gha!!!! beraninya kalian ingin merusak kerya yang telah Fran buat!!!! " Ucap Vela dengan nada marah.
" Dimaginasion of Gatling stone!!!! " Vela merapal sebuah mantra sembari menebaskan tangan kosongnya ke area di depan penghalang tanah yang telah Vela ciptakan sebelumnya.
* swusung..... Gradardardardardardar!!!!! * sederet gatling canon dengan elemen dasar tanah tercipta tidak lama setelah Vela mengucapkan mantra penciptaan dengan membayangkan deretan gatling gun.
* spasplasplasplas..... * Lesatan dari serangan gatling stone menerjang segerombolan orang berpakaian bandit.
" A!!!!! " teriakan beberapa bandit yang terluka parah akibat dari serangan batu yang melesat dengan cepat hingga mampu melubangi sebuah pohon yang begitu besar.
" Deminista sentral light. " Luna merapal sebuah mantra cahaya dan setelahnya cahaya mirip suar pertilongan berwarna kuning muncul dan menerangi jalan hutan yang begitu gelap.
" Terima kasih Luna!!! Dengan ini aku bisa melihat mereka!!! Dan untuk kaka!!! Tolong lindungi kereta besi ini ketika aku membereskan mereka ?!! " Ucap Fran yang setelah mengalahkan beberapa bandit yang mengepung dirinya.
* Cstar..... swught.... dham..... * Suara cambukan dari rantai yang ada di tangan kanan Fran mencambum dan mencekik salah satu bansit yang sedang berusaha masuk kedalam huta.
Bersamaan dengan terikatnya leher bandit itu, Fran menarik tunubuh malang itu dan menghantamkan perisai kecil di tangan kirinya untuk memisahkan jiwa dari raga bandit itu.
* Sught.... swught... swught.... Srasang!!! splash... splash.... splash... * Fran menggunakan kampak besar dua tangan untuk memotong deretan pohon yang menghalangi jalannya sembari mengejar beberapa bandit yang melarikan diri.
__ADS_1
Dengan sebuah putaran dari kampak dua tangan yang ia putarkan, Fran berhasil memotong beberapa anak panah besi yang di tembakkan secara bergiliran oleh bandit yang berusaha kabur dari Fran.
Semua usaha dari bandit bandit it akhirnya sia sia ketika Fran berhasil melesatkan serangan balasan berupa hantaman langsung kampak besar dua tangan itu yang langsung memebelah raga dari bandit bandit yang tersisa.
" Fyuhuhu.... Sungguh malam yang luar biasa menakutkan. aku kira tadi kita tidak berhasil selamat dari serangan para bandit itu. " Ucap Fran sembari mengangkut beberapa peti berisi harta jarahan para bandit ke kereta karavan.
" Yah... jika saja Ka Vela tidak menggunakan kekuatan elemental miliknya, mungkin kitalah yang berada di posisi para bandit tadi. " Sahut Luna sembari memotong beberapa sayuran untuk di campurkan ke dalam air yang mendidih.
" Tidak usah melebih lebihkan kekuatan yang berasal dari elemental yang kaka kuasai. Kaka hanya beruntung bisa karena bisa ngenadilkan kekuatan itu dan membuat kita selamat. " Ucap Vela sembari mencicipi air mendidih yang telah di berikan sedikit bumbu.
" Jangan merendah seperti itu ka. Karena kaka memang seorang penyelamat di mata kami berdua tadi malam. " Sahut Fran setelah menaruh kotak harta yang dia bawa sebelumnya.
" Walaupun aku memiliki elemen yang hampir sama dengan kaka, sampai saat ini pun aku belum bisa menciptakan pertahanan hebat seperti yang kaka lakukan tadi malam " Luna memuji Vela sembari menaruh beberapa sayur yang telah selesai di potong.
" Kami senang mendengarnya ka " Ucap Fran setelah sebelumnya tersenyum bersamaan dengan Luna yang ada di hadapannya.
" Em... yah... * clapt... clapt... clapt. * kaka juga senang ketika melihat kalian berdua senang. Jadi, untuk sekarang kita beristirahat sebentar di sini sembari memulihkan tenaga kita sebentar. " Sahut Vela setelah mencicipi sayur sup yang dibuatnya.
" Baik ka... " Fran dan Luna menjawab dengan waktu yang hampir bersamaan.
Sambil terduduk dalam sebuah area terbuka di dekat sungai dalam hutan itu, Fran, Vela dan Luna sedang menikmati suasana tenang itu setelah di malam sebelumnya mereka sempat beradu nyawa dengan sekelompok bandit hutan.
__ADS_1
" Nah... sekarang bisakah kamu jelaskan bagaimana kamu bisa ahli mengenai serangan dan pertahanan yang kamu lakukan tadi malam? " Tanya Vela pada Fran setelah makanan mereka habis tak bersisa.
" Yah... mengenai itu, ka. Di saat kaka masih dalam kondisi tidak bisa berjalan, beberapa petualangan jahat dan orang orang berpakaian seperti bandit tadi malam terkadang datang dan menyelinap ke kamar kaka untuk melakukan hal yang kejam. Jadi, dengan kemampuan sederhana yang dulunya aku miliki, aku berhasil melindungi kaka hingga kaka tidak menyadari apa yang telah terjadi di pagi harinya. " Jelas Fran pada Vela mengenai teknik yang dia gunakan untuk menyerang dan bertahan.
" Apa yang kamu katakan Fran? cobalah ulangi penjelasan itu dengan pelan. " Vela meminta penjelasan ulang.
" Yah... ano... itu dimulai ketika aku mendengar suara keributan di kamar kaka. Karena aku merasa ada ke anehan, pada akhirnya aku masuk ke kamar kaka dan mencoba melihat apa yang terjadi..." Fran mulai menjelaskan dengan pelan.
" Di saat pertama itulah, aku hanya bisa melindungi tubuh kaka dengan mengorbankan punggunggu di serang oleh beberapa orang yang ingin memasukan kaka ke dalam sebuah karung kain hingga akhirnya kakek datang dan menolong diriku dan kaka. " Jelas Fran di saat Kakek Frost masih hidup.
" Karena merasa bahwa aku adalah harapan kakek kala itu, pada akhirnya kakek mengajarkanku beberapa teknik menyerang dan bertahan dengan sebuah perisai kecil " lanjutnya dengan mengusap sebuah perisai kecil yang ada di lengan kirinya.
" Dan... yah... setelah Kakek meninggal, aku selalu memindahkan tubuh kaka ke ruang bawah tanah untuk sesaat dan sebagai ganti dari tubuh kaka, Aku pun tidur di kamar kaka untuk mengamati apa yang akan terjadi. Tidak lama setelah nya, Aku dibawa dalam karung kain dan langsung menyerang sosok yang membawaku dengan penuh amarah. " Lanjutnya sembari menundukan kepalanya sesaat dan meremas hancur sebuah batu yang ukurannya hampir sama dengan kepalan tangannya.
" Hehehe.... Lalu karena kejadian kejadian itu selalu berulang dengan sosok yang lebih kuat setiap harinya dan secara tidak langsung membuat tubuh ini merasa semakin ringan untuk mendaratkan setiap pukulan mematikan ke arah para penjahat yang berniat melukai tubuh kaka " Jelas Fran yang diakhiri oleh pelukan dari Kakaknya.
" Fran.... kaka sangat berterima kasih atas semua usaha yang telah kamu lakukan untuk kaka. " Vela memeluk Fran dengan terus mengusapkan air matanya.
" Oleh karena itu biarkan kak memelukmu sesaat sampai kaka merasa lebih tenang. " Tambah Vela ketika Fran berusaha melepaskan pelukannya.
Luna hanya bisa melihat kedua orang yang ada di hadapannya saling menberikan kasih sayang mereka lewat sebuah pelukan.
__ADS_1
Walaupun sempat merasa kagum sekaligus kasihan terhadap hidup yang di jalani keduanya. Entah karena dirinya tidak berhak untuk menganggu kebersamaan mereka atau karena sesuatu yang lain, Luna pun akhirnya mengalihkan pandangannya dengan menbersihkan peralatan makan yang telah di gunakan.