
" Baiklah Fran. Kaka sudah merasa lebih teng sekarang " Ucap Vela sembari meminta Fran untuk melepaskan pelukannya.
" *Hmph* Iya ka, maaf telah membuat kaka bersedih " Sahut Fran setelah mempereat pelukannya sesaat sebelum akhirnya melepaskan Vela.
" Jadi~, em. Yah, kaka harus pergi sebentar untuk membersihkan diri. Jadi~, yah. Kamu juga harus membersihkan peralatan yang penuh darah itu ya. " Ucap Vela sembari membersihkan sisa sisa air mata yang ada di matanya.
" Emh, iya ka. A-aku akan segera membersihkan nya. " Balas Fran dengan suasana yang berubah menjadi canggung.
" A--apakah kaka mau aku temani? " taya Fran khawatir.
" Itu tidak perlu, Fran. Karena kaka tidak ingin membuatmu terbebani, kaka akan menciptakan perlindungan untuk pengamanan kaka sendiri. " Balas Vela sembari membawa beberapa perlengkapan mandi dari kereta karavan.
" Jika kamu tidak yakin dengan pengamanan yang kaka ciptakan, kamu bisa mengujinya sekarang. " Tambah Vela sesaat setelah membuat sebuah bunker dengan setiap sisinya dilapisi oleh gatling stone.
" Hehehe, iya ka. Terima kasih atas tawarannya. Setelah ini pun aku akan membersihkan beberapa peralatan sebelum nanti akan kembali aku tempa di kota. " Ucap Fran setelah melihat bangunan yang aneh tiba di ciptakan oleh kakaknya.
" Iya, sudah. Jangan terlalu memaksakan dirimu ya Fran. " Balas Vela dengan memeluk erat baju gantinya yang membuat senyumannya semakin menggemaskan.
" Luan? apakah kamu juga mau ikut mandi bersama kaka? " Vela mengajak Luna yang sedang meracik beberapa ramuan dengan peralatan alcemi sederhana.
* kabumss!!!* sebuah ledakan kecil muncul ketika kendi kayu berisi ramuan meledak.
" Sebentar ka, aku akan ke sana. " Luna berlari secara terburu buru setelah percobaannya gagal.
" Ya ampun Luna! Maafkan kaka ya! Karena kakak mengganggu konsentrasi mu tadi." Ucap Vela sembari menyambut Luna.
" Iya ka, tidak apa. Lagi pula juga aku perlu sedikit memperhatikan penampilanku. " Balas Luna sembari mengusap wajahnya yang terkena noda dari ledakan ramuan tadi.
Vela dan Luna saling mengakrabkan diri sembari berjalan menuju bunker yang telah Vela ciptakan.
__ADS_1
Sementara itu, Fran hanya bisa melihat senang kebersamaan mereka berdua dan menganggap bahwa masalah yang ada telah lenyap oleh kebersamaan mereka.
" Hem... hehem... Hm... Hm... " Gumam Fran sembari menikmati waktu santainya dengan mengasah beberapa alat tempa dan alat ukir yang terlihat kusam.
" Waha! Kampak yang mengkilap!!Pasti ini harganya mahal " Gumam seorang dari balik semak-semak dekat area terbuka di sisi sungai.
" Lalu~ waha!! Di sana juga ada beberapa zirah yang terlihat sangat langka!! " sosok dari balik semak itu mengalihkan pandangannya.
" Jadi ? Apa yang kalian tunggu? Mari kita habisi saja dia dan ambil seluruh barang bawaannya beserta monster yang terikat dengan kereta aneh itu! " Ucap sosok laki-laki berpakaian petualang.
" Tapi, ketua. Bukankah berbahaya bagi kita untuk menyerang pedagang seperti dirinya? " Gumam sosok berpakaian ninja dibelakang sosok yang di panggil ketua.
" Selama kita berhasil melenyapkannya, itu tidak akan menimbulkan masalah bagi kita. " Balas sosok yang di panggil ketua.
" Kamu bilang bahwa kamu ingin merasakan sensasi bermain dengan para pelayan di bar yang terkenal itu. Jadi setidaknya dengan menjual barang barang itu, kita bisa mewujudkan impian itu bersama. " Tambah sosok ketua itu sembari menyemangati.
" Kalian benar benar sosok yang menjijihkan " Ucap seorang berpakaian penyihir berwarna merah kehitaman.
" Tapi yah, apa boleh buat. Aku pun kekurangan uang untuk membeli sedikit potion pelembutan kulit. " Tambah sosok penyihir wanita itu sembari mengusapkan kulitnya yang putih dan halus.
" Jadi, Nak. Apakah kamu mau ikut membantu kami lagi? " Ucap sosok penyihir wanita itu sembari mencengramkan tangannya ke arah leher dari perempuan muda dengan pakaian priest yang telah rusak.
" B----baiklah. ak--aku akan membantu kalian lagi. Tapi setidaknya berilah sedikit uang untukku supaya aku bisa memakai pakaian yang layak.
" Baiklah, baiklah. Terserah padamu. " ucap sosok penyihir itu setelah berbalik dan pergi menuju posisi yang telah direncanakan.
" Kalau begitu mari kita serang dia segera. " perintah sosok ketua dari kelompok itu.
" Barierl " Sosok Priest merapalkan sebuah mantra perlindungan berganda pada ketua, penyihir dan sosok ninja.
__ADS_1
" Jainjutsu anthor jails " ucap sosok ninja itu sembari menggerakan jari jemarinya untuk mewujudkan sesuatu.
* Brush.... Slaps... * sebuah rantai berduri tiba tiba muncul dan mengikat seluruh tubuh Fran yang sedang berada di tepi sungai.
* Dbragh.... * Sosok ketua dari kelompok itu nenghantamkan sebuah gada yang ia pegang tepat ke arah kepala Fran yang sedng terikat dan mementakannya cukup jauh hingga ke sisi lain dari sungai.
" Windsaisi Slash " rapal sosok penyihir berbaju merah disaat Fran berada tepat di sisi lain sungai.
" Hehehe, yah. Sepertinya dia tidaklah terlalu kuat untuk kita " Ucap sosok ketua itu sambil memanggul gada besi yang berduri.
" Nah, sekarang. Mari kita pergi dari sini! " Ajak sosok ketua itu sembari berdiri di hadapan erth golem buatan Vela.
* Spenduuuuuum * Sebuah ledakan tiba tiba terdengar dari arah depan sosok erth golem yang telah menghancurkan tubuh dari ketua kelompok itu.
" A----apa yang telah terjadi!!! " Tanya sosok penyihir sembari mencekik tubuh Priest yang tidak berdaya.
" A--aku tidak tahu! A--aku benar benar tidak tahu mengenai apa yang telah terjadi!!! seharusnya pelindung barierl masih aktif dan memantulkan apapun jenis serangan dari musuh yang menyerang!!! " Jawab Sosok Priest itu sembari mencoba untuk bernafas.
" Tidak berguna.!!! Hancurlah!!! Pavilium erth!!! " Ucap sosok penyihir wanita itu dengan nada marah setelah melemparkan sosok Priest sembari menyerang erth golem.
* Byaaarrr * Vela dan Lela saling menyerang satu sama lain menggunakan cipratan air sungai yang masih mengalir diantara bunker tanah itu tanpa menyadari adanya sekelompok orang yang telah menyerang Fran.
" Hahahahahaha!! Hancurlah !!! " Ucap sosok penyihir merah itu dengan begitu bangga yang bersamaan dengan ucapan Fran yang melesatkan pukulannya ke arah sosok ninja.
* Dhk! Swusung!!!!! Brak!! Brak!!Brakk!!! brsusususush!!!* Sosok ninja yang di pukul oleh Fran melesat jauh dan melubangi beberapa pohon sebelum akhirnya tubuh dari sosok ninja itu terhenti di sebuah pohon sesaat sebelum pohon itu tumbang ke arah sebaliknya
" Fyu~ huhuhu. Segarnya bisa kembali membasuh diri setelah lama tidak mandi, hehe. " Ucap Vela sembari merenggangkan tubuhnya.
" A---aku mohon ampuni a--ku " ucap sosok penyihir wanita yang memiliki banyak luka lebam akibat pukulan Fran.
__ADS_1
* Gltuk * Fran mematahkan tulang leher dari sosok penyihir wanita itu tepat ketika Vela dan Luna melihat ke arah dirinya.
" F---Fran!!!!!! apa yang telah kamu lakukan!!! " Teriak Vela disaat Fran dengan mudahnya mencabut nyawa seseorang.