Prince Of Blacksmith

Prince Of Blacksmith
Keputusan Fran


__ADS_3

" Jadi, kamu adalah sosok yang menolong kedua keponakanku? " tanya bibi Silya dengan tatapan menakutkan.


" I-iya, bi. A--aku yang menolong mereka. La-lalu sebagai ganti menolong mereka, mereka mengijinkan ku untuk tinggal bersama mereka " Jawab Fany sembari menundukkan kepalanya.


" Hey, nak. Jika kamu sedang berbicara, tataplah wajah dari orang yang sedang kamu ajak bicara " Tanya Bibi Silya dengan meninggikan nada bicaranya.


" M----maaf. " Jawab Fany ketakutan.


Mlihat situasi Fany yang terlihat di tekan oleh bibi Silya, Fran dan Vela memutuskan untuk membantu Fany agar tekanan yang diberikan dari Bibi Silya menjadi lebih ringan.


" Tenanglah kalian berdua. Bibi tidak akan menyakiti penyelamat kalian. " Ucap Bibi Silya disaat Fran dan Vela mulai mendekat khawatir.


" Lagi pula, Bibi hanya ingin tahu kebenaran itu lewat ucapan dari penolong kalian ini secara langsung. " Tambah Bibi Silya sembari menepuk pundak dari Fany agar lebih rileks.


Fany yang semula merasa ketakutan mulai memberanikan diri untuk mengalihkan pandangannya ke arah Bibi Silya setelah mendengar ucapan itu.


" Dan... yah... sepertinya dimata bibi pun, dia bukanlah orang jahat. " Bibi Silya menyentil hidung Fany.


Fany hanya menutupi hidungnya yang di sentil itu tanpa adanya suara baik itu rasa sakit maupun rasa senang atas apa yang telah ia alami.


" Nak, Fany. Bibi merasa sangat berterima kasih atas pertolongan yang kamu berikan pada keponakan bibi. Oleh karena itu, dengan sengang hati, bibi akan memperbolehkanmu tinggal bersama mereka " Ucap Bibi Silya setelah merangkul kedua keponakannya.


" Te---terima kasih " Ucap Fany sembari mensujudkan dirinya di hadapan Bibi Silya, Fran dan Vela.


Setelah mengangkwn tubuh Fany yang semula berada dalam posisi sujud, Bibi Silya merapalkan sebuah mantra untuk membuka sebuah gerbang dimana salah satu sisi dari gerbang itu adalah rumah yang akan Vela dan Fran tinggali.

__ADS_1


Fran dan Vela memutuskan untuk menunda sebentar kepergian mereka karena masih ada beberapa hal yang harus mereka lakukan dan salah satunya adalah mengucapkan salam perpisahan pada orang orang yang telah membantu mereka.


Bibi Silya menyentuh dadanya dengan kedua tangannya karena merasa bahwa kedua keponakannya itu memiliki rasa kepedulian yang pantas untuk dibanggakan.


Dengan sebuah senyuman yang menandakan akhir dari percakapan ketiganya, Bibi Silya menerima permintaan itu dan meninggalkan mereka untuk menyelesaikan urusan yang mereka maksudkan.


" Fran.... Fany, mari kita rapikan rumah ini sebentar sebelum kita meninggalkan rumah milik kakek Frost " Ucap Vela sembari menyatukan kedua telapak tangannya memohon.


" Baik ka !! " Jawab Fran dan Fany bersamaan.


Fran, Vela dan Fany mulai merapikan dan barang barang yang ada di rumah itu. Fran memilah beberapa peralatan yang masih dia anggap berharga untuk di bawa kerumah baru yang akan mereka tuju. sementara Fany, membantu Vela untuk menata beberapa baju yang layak pakai serta beberapa buku yang berisi kenangan sosok Vela kecil agar Hanah yang berada dalam tubuh Vela mengingat bahwa tubuhnya saat ini adalah titipan yang mungkin di suatu saat nanti akan kembali dimiliki oleh sosok Vela.


* Dung.... Dung... Dung... * Gema dari sesuatu yang terbuat dari besi sedang di diadukan dengan sesuatu yang cukup keras.


" Owah... kaka. Hehehe.... maafkan akau karena menganggumu. Seperti yang kaka lihat saat ini. Aku sedang memperbaiki kereta besi ini " Jawab Fran sembari menunjuk ke arah kereta besi yang nampak seperti dua buah kereta tambang yang disatukan dengan bagian depan dari kereta itu dibentuk layaknya kursi roda.


" Wah!!! syukurlah kamu memperbaiki kereta itu Fran. Kaka sangat senang karena pada akhirnya kaka bisa menaiki kereta buatanmu. " Ucap Vela dengan wajah yang bahagia.


" Syukurlah kaka senang akan hal ini... dan... yah... walaupun dengan semua masalah yang telah terjadi, pada akhirnya aku bisa menaiki kereta ini dengan kaka " Gumamnya sesaat setelah Vela melambaikan tangannya.


" Sepertinya rune bumi sudah terpasang ke seluruh sisi dari pengait roda ini. Lalu.... Bagian atap untuk melindungi kaka dan kotak penyimpanan pun sepertinya sudah bagus. " Ucap Fran sembari melihat setiap sisi dari Kereta besi yang telah diubah menjadi sebuah kereta karavan.


" Jadi... sisanya adalah monster untuk menarik kereta ini. " Tambahnya sembari mengusap kan dagunya.


" Fran!!! kami sudah selesai mengemas barang barang kami. " Vela menyapa Fran dengan senyuman.

__ADS_1


" Iya ka!! kalau begitu, sini aku bawakan barang barang kaka " Fran menawarkan bantuannya.


" Itu tidak perlu Fran. kaka bisa mengatasinya sendiri. tapi jika kamu memaksa, kamu bisa membantu membawakan beberapa barang yang di bawa Fany " Jawab Vela yeng menolak tawaran Fran.


" Iya, baiklah ka " Balas Fran di saat Vela melewatinya dengan membawa sebuah tas besar dengan beberapa ikat buku yang di angkat di kedua tangannya.


" Maaf ya Fran. " Ucap Fany yang sedang membawa beberapa kotak berisi baju dan peralatan alkimia.


" Iya Fany, Tidak apa. " Sahut Fran dengan senyuman.


" Aku tidak menyangka bahwa kakak mu adalah sosok yang memiliki stamina yang luar biasa. " Ucap Fany sembari mencoba mengakrabkan diri.


" Hehehe.... iya, aku pun tidak menyangka bahwa kaka memiliki stamina yang luar biasa seperti itu. " Jawab Fran dengan senyuman yang sama seperi sebelumnya.


" Ne... Fran. aku sangat berterima kasih atas hal yang telah terjadi. Oleh karena itu.. kamu boleh mengabaikan permintaan egoisku yang sebelumnya. Namun... sebagai gantinya, aku ingin anak ini hidup bahagia dengan kamu dan kakakmu dan disaat itu terjadi, kamu boleh mengusir ku atau apapun yang ingin kamu lakukan kepadaku " Ucap Fany dengan nada yang pelan.


" Kamu tidak perlu memikirkan hal berat seperti itu Fany. Lagi pula aku tidak ingin anak yang mungkin akan lahir ini menjalani kehidupan nyata tanpa adanya sosok ibu dan ayah. " Jawab Fran sembari menaruh peralatan Alcemi itu di bagian belakang kereta karavan itu.


" Tapi aku merasa bahwa itu adalah pilihan yang masuk akal bagiku untuk kalian. " Jawab Fany selagi dibantu Fran untuk menaruh beberpa kota kayu berisi beberaoa baju dan potion sihir.


" Sesuatu yang baik menurutmu belum tentu baik di mata orang lain. Oleh karena itu, tetaplah bersama kami hingga saat dimana takdir memisahkan kita. " Balas Fran sembari memeluk Fany yang hampir terjatuh karena terpeleset pembatas besi di atas kereta karavan.


" Terlebih lagi... karena kami berdua hidup dalam keadaan dimana kami tidak mengetahui siapa orang tua kami. " Tambah nya sesaat setelah melepas Fany.


" Jadi... Fany. Jangan bersedih lagi ya. Karena kami dengan senang hati menemanimu sampai takdir mengisahkan kita " Ucap Vela yang mengejutkan Fran dan Fany yang sedang ada di dalam karavan.

__ADS_1


__ADS_2