Princess Of Darkness

Princess Of Darkness
Heart half sleep


__ADS_3

hai all jangan lupa tinggalkan jejak vote,like dan komentar ya guys.......


ok cekidot.


πŸƒπŸƒπŸƒPrincess of darknessπŸƒπŸƒπŸƒ


malam ini terjadi keributan besar dikediaman Alexander,Fani menuduh Naya merebut kekasihnya dan William begitu emosi tanpa mau bertanya dulu,pria itu langsung membentak dan menuduh Naya atas kesedihan Fani.


"NAYA,APA KAMU TIDAK PUNYA MALU MEREBUT KEKASIH KAKAK TIRIMU HAH"maki William berang.


Naya diam hatinya lelah.


"NAYA!!"bentak William emosi.


Naya tersenyum miris.


"see?bahkan papa kandungku sendiri lebih mempercayai anak tirinya dibanding anak kandungnya "ucap Naya lelah.


"NAYA!!MASUK KEKAMARMU DAN RENUNGKAN KESALAHANMU SEKARANG"bentak william dengan nada tinggi.


"papa tidak perlu membentakku,naya suatu hari akan pergi dari neraka ini"ucap naya dingin.


Plak................


tamparan keras mendarat di pipi halus Naya,gadis itu terdiam mematung.william,ayah kandungnya sendiri menamparnya didepan semua keluarga dan para Art dirumahnya.


Deg.......


Naya meremas dadanya kuat,sakit kembali hatinya tersakiti.tubuh gadis itu melemas jatuh untuk kesekian kalinya,mereka membuat hatinya hancur berkali kali.orang yang dia sayangi selalu menyakitinya hanya karna mereka lebih memandang saudari serta ibu tirinya dari pada Naya sendiri meski ia anak kandung sekalipun.


Naya mengepalkan tangannya begitu kuat hingga buku jarinya memutih.marah,sedih,kecewa,terhianati dan ditinggalkan semua itu telah Naya rasakan dan kini apa lagi yang akan diperlihatkan Tuhan padanya.


"terima kasih pa,selama ini telah memberiku luka yang sangat dalam dihati saya,dan ini akan menjadi memori terindah hubungan kita sebagai ayah dan anak.dan terima kasih karna papa sudah membuat seumur hidup saya selalu diisi dengan air mata penderitaan,bahkan saya lupa seperti apa rasanya bahagia"ucap Naya tanpa mau menyebut Namanya,dan menggantinya dengan bahasa formal saya.


Semua orang terdiam dan William pria itu mematung kosong menyesali perbuatan ya.


"kalau saya bisa memilih,lebih baik tidak memiliki seorang ayah dari pada memiliki tapi diperlakukan seperti ini,dan mungkin rasa hormat saya kepada papa akan hilang suatu saat nanti berganti rasa benci yang tidak akan pernah hilang sepanjang hidup saya"tambah Naya tersenyum miris.


Naya benar benar sudah muak!sudah cukup semua ini diterimanya disini,ditempat ini gadis itu sudah tidak tahan lagi!harus berapa banyak kesabaran yang ia berikan?rasanya seperti mati meski bernafas,ketika tidak ada seorangpun yang berada di sisi nya membela dirinya.yang ada di benak mereka hanya kebahagiaan Fani dan juga Monika bukan Dirinya,seorang Naya gadis yang tidak dianggap.


setelah puas mengeluarkan isi hatinya,naya pergi menjauh dari kediaman keluarganya.mencoba menenangkan sedikit hatinya ,bahkan setelah keluarganga,kini dia tahu kekasihnya pun sama saja.pria itu mencintai saudari tirinya.


Nafas William tercekat,jantungnya seperti tercabut paksa dari tubuhnya.perih seakan ribuan jarum kini menghujani jantungnya.


sekelebat ingatan bagaimana perlakuan ya pada putri kandungnya sendiri menari nari seperti sebuah tayangan penguras emosi .


"Naya,maafkan papa"lirih Pria itu kala tak lagi melihat bayangan putrinya.


Naya tertawa hampa,hatinya kosong jiwanya seperti tersesat mencari arti sebenarnya dari sebuah hubungan.


"AAAAARRRRGGGHHH...MENGAPA?KENAPA TUHAN,KENAPA DIDUNIA INI SAMA SEKALI TIDAK MELIHAT DIRIKU?APA MASIH KURANG SEMUA PENDERITAANKU?APA LAGI YANG AKAN DIAMBIL FANI DARIKU,APA?JAWAB AKU HIKS....."teriak Naya emosi sambil menatap langit malam di area pemakaman sang ibu.


***************

__ADS_1


sementara itu dibelahan bumi yang lainya.


"Math,kau harus segera menjemput cucuku.jika aku tiada tolong rawat dan jaga dia beri dia kasih sayang yang tulus,kau sudah ku anggap seperti cucuku sendiri,jadi ku harap kau bisa membawa pulang Gadis itu"seorang pria tua nampak terbaring lemah diatas ranjang.


semenjak kematian putri kesayangannya,semangat hidup seorang Fredrick Benedict meredup.dan sebelum meninggalkan dunia,ia berharap masih bisa membawa kembali cucunya dan memberikan semua harta keluarganya pada cucu satu satunya itu.


"kakek tenang saja,Mathew akan melaksanakan keinginan kakek apapun caranya"lirih Mathew,pria muda yang telah diangkat oleh fredrick sebagai cucunya sendiri.


"ya,lakukan itu dan aku akan tenang"


***************


pagi hari diwarnai awan mendung kelabu,nampak William bwrsama istri dan kedua anaknya telah duduk dimeja makan minus Naya.


"bi Asih,dimana Naya?suruh dia turun sarapan"ucap william sembari meneguk segelas cofee hitam.


"maaf tuan,non Naya sudah berangkat sejak tadi"jawab Art itu sopan.


Monika dan Stefani memandang tak suka .


"papa,untuk apa menanyakan anak tidak tau diri itu?"kesal Fani.


"untuk apa mas masih menanyakan anak pembuat malu itu"tambah Monika jengkel.


"kak,ma.kak Naya itu juga anak papa jadi wajar jika papa bertanya tentangnya"ucap lukas tak habis fikir dari mana datangnya kebencian ibu dan kakaknya itu pada naya.


"sudah,bukan apa apa dan lanjutkan sarapan kalian"ucap william tersenyum.


william tanpa sadar kembali teringat perkataan Holland dahulu tentang putrinya Naya.penyesalan kembali menghantam jiwanya.itu benar,selama ini tak pernah sekalipun pria itu memperhatikan tumbuh kembang Naya,dalam diam William melanjutkan sarapan bersama istri dan anak anaknya seakan tidak pernah terjadi apapun.


Naya berjalan lunglai dan berhenti di depan gerbang sekolahnya tanpa berniat masuk sedikitpun.


sebuah mobil sport nampak terlihat tidak jauh dari area sekolah dan Naya tau milik siapa itu,hari ini Robert,Beni dan seno merasa malas membawa mobil sendiri jadi mereka menginap di rumah steven dan menumpang dengan mobilnya untuk berangkat bersama.


Ckittt.......


Steven yang terkejut akan keberadaan naua yang datang tiba tiba langsung mengerem mendadak,emosinya langsung merangkak naik saat melihat naya berdiri diam menghadang mobilnya.


"SIALAN,APA KAU MAU MATI HAH.KALAU MAU BUNUH DIRI JANGAN DIDEPAN MOBILKU DIJALANAN SANA.DASAR GILA"teriak steven emosi.


Robert,Beni dan Seno sudah menahan nafas melihat hampir saja mobil Steven menabrak tubuh Naya.mereka segera keluar dan menghampiri dua orang yang sedang berperang dingin itu.


"kau gila cupu"ucap Beni tak habis fikir.


"ada apa denganmu nay?"tanya Seno.


"naya kau tidak apa apakan?"pertanyaan khawatir Robert membuat mata ke 3 kawannya menelisik penuh tanya.


Naya hanya diam tak bergeming.matanya kosong dan entah mengapa wajah dinginya membuat Steven,Robert,Beni dan Seno sedikit terkejut.


"steven,ayo antar aku bermain di taman hiburan"ucap Naya dingin.


ke 4 pemuda itu tersentak,gadis cerdas itu mengajak membolos suatu hal yang langka.Steven melihat tatapan naya begitu dalam penuh keseriusan dan tidak gentar meski Steven sedari tadi membentaknya.Steven mengangguk dan mengkode para sahabatnya.mungkin ini hadiah terakhir sebelum ia memutuskan gadis malang itu.

__ADS_1


"lihat apa kalian bubar sana"ketus seno .para murid segera masuk karna takut melihat wajah dingin robert,seno dan beni.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟



"APA KAU GILA MENGAJAKKU KEMARI HAH"geram steven saat melihat dimana mobilnya berhenti.


Naya hanya melirik sekilas dan tetap bungkam,Steven mengusap wajahnya frustasi,ada apa dengan wajah gadis ini?.


"kali ini tolong turuti keinginanku,setelah itu aku janji tidak akan mengganggu mu"Naya berucap pelan dengan sorot mata dingin membuat Steven tersentak.


"baiklah terserahmu"putus steven heran.


"pakai ini,tidak mungkin kita masuk dengan baju seragam sekolah seperti ini"Naya menyerahkan sebuah paper bag berisi kaos dan celana levis untuk Steven,sedang dia sendiri sudah memakai kaos dibalik seragam sekolahnya.



"kau yang benar mau naik ini?"ucap Steven grogi.


"ya"jawab Naya singkat.


beberapa saat kemudian..........


"hoekkk......hoekkk...."steven muntah hebat,isi perutnya seperti dikocok dan mual ,sungguh ia memang tak bisa menaiki wahana ini namun gengsi menahan dirinya.


"harusnya jika tidak bisa naik katakan saja jangan sok berani"sindir Naya pedas.


"apa kau bilang,sudah berani menyindirku?"ucap Steven tajam.


"lupakan,ini sudah mulai sore.mari naik biang lala menunggu sunset"ucap Naya .


sedari puas bermain semua wahana yang ada,kini steven dan Naya berada diatas sebuah biang lala.



tanpa naya sadari,sebenarnya Steven ikut menikmati semua kegiatan mereka.baru pertama kali pemuda itu merasakan tempat seperti ini selain taman bermain mewah seperti universitas studio.Steven tanpa sadar telah jatuh dalam pesona seorang Quennaya.haruskah ia batalakan semuanya,janji pada fani dan teman temanya?


"semua wahana sudah kita coba,aku lelah "ucap steven smbil meneguk sehelas ice tea yang mereka beli.


"steven,mari akhiri semua ini dan kau bebas dariku"ucap Naya pelan .


steven terkejut,rasa tidak terima menghantam hatinya.harusnya ia yang memutuskan gadis ini!kenapa malah dia yang diputuskan?setelah semua suka cita ini mereka berpisah.


"APA.MAKSUDMU HAH,KAU MEMPERMAINKANKU?"teriak Steven emosi.


"tidak usah berpura pura lagi,akhiri taruhanmu dan kau menang"ucap Naya dingin,tiada keraguan disetiap kata katanya.Steven menggeleng tak percaya gadis itu tahu?


"selamat tinggal dan semoga kau bahagia"naya berlalu meninggalkan steven yang terpaku didalam keterkejutannya.hingga punggung naya tidak terlihat lagi ,Steven jatuh luruh menangis untuk pertama kalinya.


"Nay,maaf...maafkan aku"lirih Steven


TBC.......

__ADS_1


penyesalan akan selalu datang terlambat.


__ADS_2