
hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote,like dan komentar ya ........
selamat membaca.....๐
๐๐๐Princess of darkness๐๐๐
Naya memasukkan beberapa potong pakaian kedalam sebuah koper tidak terlalu besar,karna memang pakaiannya tidak terlalu banyak.beberapa dokumen penting,sebuah laptop dan handphone hadiah dari sahabatnya Jessy karna memenangkan olimpiade.naya hanya memasukkan barang berharga yang ia miliki,uang hasil bekerja dan kemenangan olimpiade dan tabungan dari mendiang ibunya Alisya,naya meletakkan kartu credit yang diberikan oleh william dulu diatas meja belajar.meskipun hanya diisi beberapa kali oleh ayahnya,akan tetapi naya tidak pernah sekalipun menggunakan uang dari william,Naya lebih sering membawa bekal dari pada jajan dikantin sekolahnya.
yang selalu diinginkan hanyalah pengakuan dan kasih sayang dari keluarganya.namun mengingat pembicaraan monika dan Stefani dulu menimbulkan kebencian besar di hatinya.
#flasback on#
Naya baru saja pulang dari bekerja di cafe milik Jason,kakak dari sahabatnya Jessy.
"Naya pulang"
hening.....
seperti biasa tiada satupun yang menjawab salam darinya,begitu melewati tangga lantai dua.tepat dari dalam sebuah kamar sayup sayup terdengar suara percakapan dua orang wanita.
"ma,mama harus secepatnya menyingkirkan naya.karna dia steven memutuskan ku,jika dia tidak ada maka fani yakin cinta stev akan kembali padaku"suara kekesalan fani terdengar jelas ditelinga naya.
"kamu tenang saja sayang,ibunya saja bisa mama singkirkan apalagi dia yang hanya anak kemarin sore"jawab monika dengan entengnya,naya menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan ya.sakit,kecewa,marah semua perasaan itu menjadi satu.jadi semua kemalangan ibunya sudah direncanakan oleh monika,dan karna wanita licik itu kehidupan keluarganya berantakan hingga kematian alisya.
"kamu tenang saja fani,mama janji semua ini akan menjadi milikmu dan naya itu akan semakin dibenci oleh papanya.hanya kamu,lukas,mama dan papa tanpa naya si anak sial itu"ucap monika tersenyum iblis.
"hahah makasih mama,mama memang hebat"senang Stefani sambil memeluk ibunya.
dengan wajah penuh amarah dan tangan terkepal kuat,naya berlalu dari depan kamar monika.dalam hatinya sudah terbakar akan kebencian yang tak terpatri.
"kalian membunuh ibuku,tunggu saja suatu hari nanti pembalasan dariku"
maka dari hari itu,sikap naya mulai berubah dingin bahkan telah kehilangan rasa hormatnya kepada sang ayah.william seakan menutup mata atas penderitaan istrinya dan itu semua akibat ulah monika,naya gadis itu telah tenggelam dalam kegelapan yang menghancurkan jiwa.
#flasback off#
"AAAAAA"
Prank.............
suara teriakan serta pecahan barang mengagetkan seluruh penghuni rumah,bahkan Mathew yang menunggu naya dilantai bawah sedikit terkejut.
naya tidak tahu jika Stefani akan muncul dari persimpangan kamarnya,alhasil mereka berdua bertabrakan hingga susu panas yang dibawa Stefani jatuh mengenai kaki gadis licik itu.
"PANAS!!DIMANA KAU LETAKKAN MATAMU ITU DASAR ANAK PEMBAWA SIAL"pekik Stefani sambil berjongkok mengipasi kakinya dengan kedua telapak tangan ya.
naya memandang datar tanpa ekspresi wajah kesakitan Stefani.
"yang kau dan ibumu lakukan pada keluargaku jauh lebih dari ini"batin naya berteriak ingin memaki Stefani,namun wajah dinginnya tidak menampilkan reaksi apapun.
"astaga Stefani putriku,kau tidak apa apa sayang?"monika datang bersama william dengan tergesa gesa setelah mendengar teriakan Stefani ,Aiden dan Mathew yang hendak mendekati naya terhenti setelah melihat reaksi gadis itu.Mathew memutuskan diam dan melihat saja apa yang akan dilakukan adiknya itu.
"hiks...mama kaki fani sakit ma"adu Stefani yang melihat kakinya mulai memerah.
monika yang diliputi amarah langsung mendorong menjauh naya dari putrinya Stefani.
"DASAR !!ANAK PEMBAWA SIAL KAU SAMPAH TIDAK BERGUNA KAU DAN IBUMU SAMA SAJA HANYA MENYUSAHKANKU!!"murka william,naya meringis tanpa sadar menitikkan air matanya,sungguh kata kata ayahnya sangat menyakitkan .tidak masalah jika william memaki dirinya,namun jangan pernah membawa bawa ibunya.
naya mengigit bibirnya menahan isakanya.Mathew menggeram pelan ingin sekali ia membunuh william dan keluarganya yang telah berani menyakiti adiknya,namun Mathew tetap diam menunggu adiknya itu meminta darinya.
__ADS_1
"KAU ANAK TIDAK BERGUNA,SAMPAH KAU DAN IBUMU HANYA MENYEBABKAN PENDERITAAN UNTUK DIRIKU DAN PUTRIKU"teriak monika sambil mengguncang keras bahu naya.
Naya hanya diam dan membiarkan ayah dan ibu tirinya berbuat sesuka hati mereka,tapi sungguh.ini untuk yang terakhir kalinya.
"sudah ma,sudah ayo kita obati Stefani dulu"akhirnya william tersadar dan mencoba melerai kemarahan istrinya itu.
Monika memandang benci pada naya,naya balas memandang wanita itu dingin.
satu kalimat bernada dingin naya menghentikan langkah william dan monika.
"kenapa tidak kalian bunuh saja aku?aku benci keluarga ini,keluarga yang telah merenggut nyawa ibuku"ucap Naya membuat tubuh william mematung dan monika menegang kaku.
"kau tuan william yang terhormat.katakan dimana salahku,apakah aku benar memang putri kandungmu?"naya berucap miris,hatinya sakit dengan semua masalah yang terpendam lama dihatinya.
tes.......
tes......
tes......
"sakit sekali papa hiks....kau menghancurkan hati putrimu"satu isakan berhasil lolos dari bibir mungil naya,kedua telapak tangan gadis itu memukul dadanya yang serasa terhimpit batu besar.
william mematung penuh rasa penyesalan mendengar kata kata pedih dari putrinya itu,hati gadis itu jauh lebih sakit dibanding luka fisik yang selama ini mereka torehkan.
"selamat tuan Alexander,kau membuat keinginanku membawa adikku semakin besar"sinis Mathew penuh kebencian.
"Aiden perintahkan para bodyguard kita angkat koper koper Queen bawa ke mobil"ucap Mathew dingin.
"TIDAK....TIDAK NAYA ,TOLONG....TOLONG MAAFKAN PAPAMU INI,MAAF...MAAF sungguh papa menyesal jangan tinggalkan papa"suara tinggi william akhirnya melemah,pria itu jatuh terduduk memandang penuh penyesalan pada wajah sembab putri kandungnya itu.
"berapa kali?"tanya naya miris menatap sendu wajah panik ayahnya.
"apa maksudmu sayang?"tanya william tidak mengerti,sayang?ah sudah berapa waktu yang naya lewati demi mendengar panggilan lembut ayahnya.mungkin dulu gadis itu akan berlari dan memeluk ayahnya saat william memanggilnya sayang,namun kini panggilan itu terasa menyakitkan.
"maaf papa,sudah berapa kali kau lewatkan kesempatan untuk menyayangiku layaknya ayah dan anak yang bahagia.kau sudah membuang kesempatan itu dan sungguh Naya minta maaf,hati ini sudah tidak sanggup lagi"ucap naya sambil menepuk bahu william yang sudah terjatuh bersimpuh lemah.
"ayo kak,Naya sudah siap ikut kakak"ucap Naya memandang Mathew yang tersenyum hangat padanya,sementara Aiden sudah menunggu dimobil terlebih dahulu.
mereka telah pergi meninggalkan william dengan sejuta penyesalan.
"AAARRGGGHHHH KENAPA TUHAN? MENGAPA AKU BEGITU BODOH MENYIA NYIAKAN PUTRIKU SENDIRI"teriak william frustasi.air matanya jatuh setelah begitu lama tidak pernah menangis setelah kepergian Alisya.
**************
"Queen,sudahlah jangan sedih begitu kau membuat kakak merasa tidak becus menjagamu"ucap Mathew miris menatap wajah berantakan adik angkatnya itu.mata bengkak, hidung memerah serta sorot mata memandang kosong.
"maaf kak,Nay-"
"sudah kakak katakan tadi,namamu sekarang Liora Queensia Benedict jadi berhenti memanggil dirimu naya.mulai sekarang kakak akan memanggil mu Queen dan untuk orang lain mereka bisa memanggilmu Liora paham sayang"ucap Mathew lembut dan tegas sekaligus.
"baiklah kak,oh ia bagaimana kakek?"tanya Naya teringat akan kakeknya itu.
Aiden terdiam seketika dan Mathew kini terlihat sedih dan menatap kosong kedepan.
"maaf Queen,kakek sudah tiada sebulan sebelum kakak menjemputmu.maka dari itu kakak lah yang kini bertanggung jawab atas dirimu"ucap Mathew memandang sedih wajah naya.
Naya memandang tak percaya atas ucapan Mathew,gelengan keras kepalanya membuktikan itu.matanya kembali berkaca kaca,tanganya meremas kuat telapak tangan Mathew demi memberi kekuatan menegarkan hati.
"tak apa kak,jika kakek sudah mempercayakan kakak.maka aku percaya kakak memang mampu"ucap Naya tersenyum teduh.
"terima kasih sayang,kakak berjanji tidak akan mengecewakanmu"senyum hangat Mathew sembari mengelus sayang pucuk rambut adiknya.Aiden tersenyum bahagia melihat keharmonisan kakak beradik itu,meski tidak sedarah namun kelembutan hati siapa yang tahu.
__ADS_1
"kita akan kemana kak Aiden?"tanya Naya memandang Aiden yang kini telah sibuk dengan laptop dipangkuannya.
"kakak sudah memesan hotel dan kau bisa tinggal disana selama menunggu masa sekolahmu berakhir,sedang kami harus segera kembali ke New York terlebih dahulu"terang Aiden menjelaskan.
"jadi kakak akan pergi meninggalkanku sendiri?"ucap Naya sendu.
"bukan sayang,pekerjaan kakak tidak bisa ditinggal terlalu lama.lagi pula separuh barangmu akan kami bawa terlebih dahulu dan kau cukup membawa yang kau anggap penting.setelah itu Aiden akan memesankan tiket pesawat untukmu nanti"jelas Mathew lembut.
"baiklah kak,lagipula Queen belum berpamitan pada teman teman"putus Naya mengerti.
"maaf ya sayang"ucap Mathew penuh sesal.
"tidak masalah kak,lagipula kita nanti akan bertemu lagi"senyum cerah Naya membuat sudut bibir Mathew tertarik lebar.
***************
sementara itu.....
disebuah gudang yang nampak tidak terpakai,seorang pria tengah disiksa menggunakan cambuk yang setiap bagiannya terdapat besi tipis nan runcing.
Ctar.........Ctar.......
teriakan yang dikeluarkan pria itu tak membuat seorang pria tampan yang sedang duduk tenang sambil menyesap segelas wine itu merasa iba.
mata setajam elang itu menyaksikan bagaimana bawahannya melaksanakan tugas mereka menyiksa korban dengan tenang layaknya sebuah permainan.
dengan satu jentikan jari,semua siksaan itu berhenti.
"hei,cepat bicara bedeb*h kau membuang waktu kami"seru Axel jengkel.
"kau terlalu lembut Xel,harusnya beri sedikit garam atau perasan jeruk lemon setelah kau menyiksanya"ucap Ryu memandang Axel dengan wajah malas nya.
"untuk siapa kau bekerja?kau sudah menghabiskan kesabaranku.jika kau masih bungkam,jangan salahkan aku jika anggotaku menguliti dan mengelurakan organmu"ucap pria bermata tajam itu santai,namun percayalah nada suaranya terdengar mengerikan layaknya melody kematian.
pria malang itu menggeleng lemah.Sang bos semakin murka.
"sudah cukup habisi dia dan kirim kepalanya ke keluarganya"putus sang bos mulai bengkit dan berlalu pergi.
"jangan tinggalkan jejak Axel bereskan hingga bersih"ucap Sang bos dingin.
api membumbung tinggi melahap segala yang ada,Ketika pria tampan itu pergi dengan tangan bersih layaknya tak pernah terjadi apapun.
**********
"hei Axel,apa yang sedang kau lakukan?"tanya Ryu saat mereka sudah berada di mansion Rafendra yang kini telah ditempati Bagas dan maya.
"kau buta,aku sedang memakan kue buatan oma Maya"sinis Axel jengkel kala Ryu dengan tidak sopan nya menoyor kepalanya membuat pria pirang itu kaget.
"gaya mu Axel,perut biasa dimasukin telor sama kecap aja pake gaya gayaan makan kue.perutmu tidak pantas"ucap Ryu dengan senyum penuh ejekan dan kekehan geli yang membuat Arkansan,Bagas dan Maya terkekeh geli.
"ini lagi mie,kenapa kamu goreng Axel?"tanya Maya heran.
"aduh oma,jangan heran sama Axel.walaupun dia ini ahli IT,tapi otaknya itu sedikit error.oma lihat saja mi goreng sama dia beneran digoreng masaknya,ck punya temen kok ****"Tawa ejekan Ryu menatap mi yang sedang di goreng Axel.
"ya habis dibungkusnya bilang mi goreng,ya aku goreng lah.salahkan aja pabriknya **** kenapa tidak bilang saja mi tanpa kuah?coba bilang mi rebus pasti aku rebus.mana kalau harus direbus dulu kenapa dinamakan mi goreng?di Inggris mana ada mi kayak begini"protes Axel melihat mi gorengnya diangkat oleh Maya karna gosong,sunggu Axel tidak terima ini namanya penipuan konsumen,mi goreng ya digoreng bukan direbus.sungguh kebodohan yang hakiki.
"terserah kamulah ,ngomong sama kamu tidak ada benarnya"putus Ryu jengkel.
"ya memang Axel selalu benar"balas Axel tidak mau kalah.
"oma binggung ,putra lingga itu Ryu apa kamu Axel?"ucap Maya terkekeh geli.
__ADS_1
TBC...........
jejak ok๐