Princess Of Darkness

Princess Of Darkness
plain


__ADS_3

hai all jangan lupa tinggalkan jejak vote,like dan komentar ya......


ok selamat membaca..........



🌿🌿🌿Princess of darkness🌿🌿🌿


di dalam sebuah mobil van berwarna hitam ,terlihat suasana nampak tegang dan penuh aura yang dapat membuat keringat dingin mulai bercucuran.


"ya Q kau yakin akan menyusup disini?"pertanyaan penuh kecemasan terdengar jelas dari seorang gadis yang sedang merapikan sesuatu kedalam sebuah tas ransel.


Queen,gadis itu mendongak dan menatap jengah pada pertanyaan sahabatnya itu.selembar cetak biru akan bangunan sebuah rumah mewah bertingkat tiga telah terpampang jelas dihadapan ketiganya.


"dengar,aku hanya tinggal menyelinap masuk kedalam ruang kerja si Salvador itu kemudian keluar diam diam dan tidak terdeteksi lalu selamat"ucap Queen santai.


"kita ini bukan masuk ke rumah petinggi perusahaan korup,tapi kita ini sedang menyusup kerumah ketua Gangster berotak picik"protes Amber kesal.yah mereka bertiga kini telah siap didepan sebuah gang sempit disamping rumah mewah Salvador.


Sedang Nixon,pria itu tetap tenang mengakses jaringan keamanan melalui program komputer nya.


"kau punya waktu 20 menit Q,aku hanya bisa menahan ya selama itu.jika terlalu lama alarm mereka akan mendeteksi bahaya penyusup dan kau akan tamat"pringat Nixon dengan wajah serius tak mampu ditutup tutupi.


Queen mengangguk dan mulai menyiapkan peralatan nya sendiri,malam ini dia akan menjalankan tugasnya menghapuskan hama tikus yang menggerogoti perusahaannya.


"kau cukup buat keributan di lantai bawah,sementara aku akan langsung naik ke lantai 3.dan Nixon akan mengawasi keadaan melalui cctv yang ia sadap.kau paham Amber?"ucap Queen menjelaskan.


kini Queen dan Amber sudah berpakaian serba hitam layaknya ninja,sementara Nixon sudah mulai menjalankan tugasnya.


"kami pergi"


Rumah besar Gangster Salvador pukul 00.00 dini hari........


Trank..............


suara ribut pecahan barang terdengar jelas dari arah ruang makan samping dapur,para penjaga yang berpatroli disekitar rumah segera berlari memeriksa keadaan,bagian belakang rumah kosong.


"Q sudah beres,cepat naik"Amber berbicara pelan namun cepat melalui HT di telinga nya.


"ok aku naik"sambungan terputus ,Queen menekan off pada HT di telinga nya.


Amber segera berlari menuju mobil Nixon menunggu dan kini tinggal melihat hasil kerja dari Queen.


Queen menembakkan sebuah panah dengan tali serat padat dibelakangnya.ujung panah itu menancap sempurna pada pegangan balkon dan sekejap mata tubuh mungilnya sudah melesat naik dan sampai dengan tenang tanpa menimbulkan keributan.


semua kamera pengawas sudah dimanipulasi oleh Nixon hingga Queen bisa bergerak leluasa,keberuntungan sedang berpihak pada mereka dimana sang ketua salvador sedang tidak berada ditempat.


Trak........


pintu Brangkas dibukanya perlahan,perlahan mata bulat beningnya mencari berkas file yang sudah dimanipulasi oleh musuh kakaknya,file yang sudah membuat GLJ merugi ratusan juta dollar.


"dapat"perlahan dimasukkan nya map coklat itu kedalam tas hitam yang ia bawa,kemudian mata jernihnya menatap komputer diruangan itu.senyum licik terpatri di wajah manis itu.


"kuberi kalian hadiah yang tak akan pernah terlupakan"gumam Queen tersenyum dingin.jari jemarinya menari dengan indah diatas keyboard komputer milik Salvador,sebuah USB terpasang sempurna disana.sebuah layar menampilkan gambar kepala tengkorak dengan mengapit sebuah mawar hitam di mulut.


"virus ini cukup membuatmu kehilangan beberapa juta dollar hahahha....kau bermain dengan orang yang salah Rudolf "ucap Queen sinis.Rudolf,pria saingan sang kakak Mathew.pria licik yang menghalalkan segala cara demi menjatuhkan Mathew ,kini pria itu akan berhadapan dengan the Dark,para kumpulan hacker jenius yang tak diketahui namun membawa malapetaka bagi siapapun.


"Q cepat keluar Salvador kembali"suara panik Amber terdengar nyaring ditelinga gadis itu.


"ck tunggu aku keluar "Queen berdecak,virus yang ia tanam belum completed namun si ketua Gangster itu sudah kembali,terkutuklah pria picik itu.


"SIAPA KAU,BERANINYA MEMASUKI RUANGANKU"suara bentakkan keras mengagetkan Queen yang masih sibuk mencabut USB miliknya.

__ADS_1


"******"Queen merutuki kecerobohanya yang lupa mengunci pintu,tak mau berfikir panjang.gadis berpakaian serba hitam itu langsung melempar kursi ke arah Salvador dan para anak buahnya.


Brak........


Wush.........


secepat yang ia bisa,Queen berlari menerobos jendela balkon dan melompat turun dari lantai 3 mendarat keras diatas tumpukan bunga tulip yang dirawat istri sang ketua salvador.


"BRENG*EK TANGKAP WANITA ITU JANGAN BIARKAN DIA LOLOS"terdengar teriakan nyaring penuh amarah dari lantai atas.


Dor.........Dor.......dor.......


hujan tembakan terus mengintai siap menembus kulit dan daging.Queen masa bodoh dan berlari memanjat tembok dengan tali yang ia pakai sejak awal.


"CEPAT BODOH KAU AKAN MEMBUAT KAMI SUSAH JIKA TERTANGKAP"teriak Amber kesal saat Nixon tanpa rasa bersalah menghidupkan mobilnya dan bersiap melarikan diri .


dengan kesal Queen berlari dan melompat naik memasuki mobil ,tubuhnya menghantam tubuh Amber saat Nixon dengan teganya memacu mobilnya dengan kecepatan maksimal saat peluru anak buah salvador mulai menembaki mobil mereka.


"gadis gila"maki Nixon dengan keringat dingin membasahi wajahnya.


"kalau mau mati,mati saja sendiri jangan mengajak kami"tambah Amber geram.


HAHAHAHA


tak lama suara tawa pecah dari ketiganya.


"gila,seru spot jantung"tawa Nixon menggeleng kepala geli.


"kau dapat file kerja sama itu?"tanya Amber memaksa.


"tentu saja,sekalian kutanamkan virus R 12 pada komputer mereka"ucap Queen bangga.


"pantas saja kau lama,R 12 virus perusak sistem kerja protokol.ku yakin semua data data disana pasti sudah hancur berantakan"ucap Nixon tertawa melihat sifat pendendam sahabatnya itu.


"as you wish my Q"ucap Nixon.


"hm aku mengantuk"timpal Amber menguap malas.


malam ini rencana mereka sukses dan pulang membawa hasil yang memuaskan.


sementara itu di tempat Salvador sedang terjadi keributan besar akibat amukan ketua mereka yang tengah murka akibat komputer berisi kegiatan pemasukan ekspor impor dan kegiatan gelap mereka telah tersebar dipasar gelap akibat terbobol virus yang ditanamakan The Dark,si mawar hitam beracun.


"aku bersumpah ,jika kudapatkan gadis itu .akan kubunuh dia"desis Salvador penuh dendam.


********🍁🍁🍁********


matahari bersinar cerah menghantarkan ribuan semangat baru menyingsing mentari.


Queen kini telah duduk disebuah ruangan yang penuh dengan komputer dan segala perangkatnya.mata indahnya menatap layar layar yang tengah menampilkan deretan kode serta angka yang terlalu rumit untuk dipahami orang awam.



jika diperhatikan,ruangan ini terlihat sebagai tempat seorang hancker bekerja.namun nyatanya ia bukan Hacker,namun hanya seorang gadis yang mencintai teknologi.


Liora Queensia Benedict,seorang gadis cantik namun lebih kecendrung manis dengan kulit putih mulus begitu lembut tanpa noda,alis hitam sedikit coklat senada dengan rambut halus panjangnya,mata bulat bening yang teduh,hidung mungil dan bibir semerah cerry tanpa tambahan polesan make up.tubuhnya yang mungil terlihat begitu manis dan memikat hati kaum adam yang menatap dirinya.


gadis berusia 20 tahun ini adalah seorang dengan pemikiran yang matang dan ahli mengatur rencana.memiliki 2 orang sahabat.


Amber Kimberly,gadis pemarah dengan wajah manis khas gadis turki.ahli menyamar dan seorang prias yang handal.


Nixon Algarian,pemuda tampan berdarah inggris ini memiliki kemampuan Hacker yang hebat.pembawaan tenang dan bijaknya sering kali dianggap pemimpin yang terpercaya.

__ADS_1


yah,mereka ber 3 adalah the Dark.sindikat perusak sistem saham dan terkenal dengan banyaknya desas desus tentang mereka.ada yang berkata mereka adalah orang orang dengan wajah sempurna dengan kemampuan yang mumpuni,namun tidak pernah ada satupun yang pernah melihat wajah asli mereka saat beraksi,sebab topeng perak,emas dan hitam selalu mereka pakai menutupi identitas mereka.


"sedikit lagi,sedikit lagi aku bisa kembali merebut hakku mama"gumam Queen sembari menatap serius pada layar komputer didepannya.wajah serius serta tatapan mata tajamnya begitu memikat jika ada seorang saja pria yang melihatnya ,percayalah itu cukup membuat mereka menoleh lebih dari sekali.tak lama,wajah tegang itu berganti dengan senyum cerah penuh kelegaan.


"apa kau yakin akan keputusan mu sayang,kakak sangat berat mengizinkanmu kembali"Mathew yang tiba tiba masuk berucap dengan nada sedih menatap lembut wajah cantik adik angkatnya itu.


"kak,kakak tenang saja.beri aku waktu beberapa bulan menyelesaikan tugasku,setelah itu aku janji akan kembali dan melepaskan semuanya"ucap Queen menatap lembut wajah Mathew,gadis itu sangat menyayangi kakaknya.


"huft...bahkan pengenalan mu sebagai pewaris GLJ saja belum terlaksana karna kau terus menunda hal itu.jangan membuat hati kakakmu ini gelisah sayang,kapan adikku yang polos dan manis ini bisa berubah seperti ini?"tanya Mathew sendu.


Queen terdiam kelu,hatinya mencelos sebegitu besarnya kasih sayang kakak angkatnya itu ,namun yang ia lakukan hanya membuat kakaknya itu khawatir dan cemas .


"aku janji kak,ini yang terakhir.PT TIRTA BUANA milik Alexander"ucapan Queen berhenti,terlalu sakit mengucapkan nama ayah kandungnya sendiri.


"lanjutkan"ucap Mathew lembut.


"perusahaan itu sebentar lagi berhasil Queen akusisi semua sudah jatuh,selama 5 tahun aku menunggu kak.dan tidak akan aku lepaskan,besok Aku,amber dan Nixon akan berangkat mengambil apa yang menjadi hak mama"tegas Queen tak bisa lagi melihat kebelakang,tekadnya bulat dan hatinya tidak bisa lagi meragu.


"baiklah kakak percaya padamu,jika ada masalah segera mundur dan biarkan kakakmu ini mengambil alih paham"Mathew mengecup lembut kening Queen sebelum beranjak keluar kamar sang adik.


Cup.......


"enjoys your day my princess"


"thanks my prince"


kembali berkutat pada layar monitor nya.


"i got it"data tersimpan ,tak lama diraihnya sebuah benda pipih dilaci mejanya.sebuah ponsel berwarna gold dengan hiasan mawar hitam cantik pada cassing nya.


"hallo,Amber aku dapat datanya.besok kita terbang ke indonesia,minta kak Starla untuk ikut.besok posisi baru akan dia tempati "ucap Queen tersenyum dalam.


"got it,you are so amazing"suara riang penuh antusias terdengar nyaring.


"i'm Queensia if you forget"jawab Queen bangga.


disana,Amber memutar bola mata malas .sungguh kesombongan Queen entah dari mana datangnya.


"*yeah what ever "


tut*...........


besok semua akan berbalik,dan dia.dia,gadis terabaikan akan kembali mengambil haknya.cara halus atau kejam,apa yang kau tanam itu yang akan kau tuai.


************


"APA APAAN KALIAN SEMUA.BAGAIMANA BISA KALIAN MEMINTAKU MELEPAS PERUSAHAAN YANG AKU BANGUN DENGAN SUSAH PAYAH?"william berteriak murka pada para petinggi Perusahaan nya.


"tenang lah William,perusahaan ini hampir kolaps.tagihan bank sudah semakin mepet,dan kau jangan egois jika begini terus maka para pemegang saham akan mengamuk jika merugi"ucap Manuel Rush,salah satu kolega serta rekan bisnis William.


kini mereka tengah mengadakan rapat pemegang saham darurat ,informasi mengenai sebuah perusahaan Amerika yang sudah mengakuisisi PT Tirta Buana membuat harga saham anjlok dan william terancam bangkrut.


"papa,apa yang harus kita lakukan.jika begini terus keluarga kita akan jatuh"panik Stefani yang kini bekerja sebagai wakil Dirut perencanaan.


"maaf Paman,jika krisis ini tidak bisa Tirta buana tangani,maka saya steven Rush sebagai CEO Rush.inc akan menarik investasi"Steven berucap dingin tak perduli delikan tajam sang ayah.


"proyek besar ini sudah menarik Rush inc,ALR Corp,S.J Corp,Dpt Grup dan HLL Corp.semua sudah menaruh investasi besar dalam mega proyek ini will,jika kau tidak bisa menemukan solusi semua akan merugi besar"ucap Sanjaya meredam emosinya.


"biarkan wakil perusahaan Amerika itu datang,jika mereka bisa membantu kita.maka aku akan mundur"ucap william pasrah.


"bagus,Beni akan menjemput wakil dari Dark Corp dan kita lihat apa solusi mereka"putus Robert tenang.

__ADS_1


Sadar atau tidak ,Tuhan sedang mempermainkan takdir mereka dengan rencananya.


TBC..........


__ADS_2