Princess Of Darkness

Princess Of Darkness
With no places


__ADS_3

hai all jangan lupa tinggalkan jejak vote,like dan komentar ya guys.....mampir juga ke #Cindrella step sister#.......thanks😉


ok cekidot..........


🍃🍃🍃Princess of darkness🍃🍃🍃**


pagi ini Stefani terburu buru harus menghadiri sebuah kontes fashion show di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota Jogja,perjalanan dari ibu kota jakarta ke kota Jogja lumayan memakan waktu dan ia malah bangun kesiangan.


Brukh...........


"DIMANA MATAMU HAH,KAU TIDAK LIHAT AKU SEDANG TERBURU BURU DASAR BODOH"maki Stefani saat jus kiwi dalam gelas seseorang yang menabraknya tumpah mengotori bajunya.


"ma...maaf Kak,Naya gak sengaja "sesal gadis itu,yah.Naya baru saja berjalan menuju kamarnya dengan membawa segelas jus buah kesukaannya ,karna tidak ingin sarapan bersama Ayah dan juga ibu tirinya.Naya tidak tahu jika Stefani akan mendadak muncul dari ujung koridor lantai 2 .


"ALASAN,KAU MEMANG ANAK PEMBAWA SIAL.LIHAT KARNA DIRIMU AKU AKAN TERLAMBAT KAU PENGACAU MENJAUH DARIKU.JIKA SAMPAI AKU GAGAL MEMENANGKAN LOMBA FASHION ITU KU HABISI KAU"maki Stefani emosi.


"sungguh kak,Naya tidak bermaksud kotorin baju kakak"Naya berusaha dengan sabar meminta maaf dari kakak tirinya itu.


Fani melepas blezer nya dan melempar baju itu kearah wajah Naya kasar.kini Stefani hanya menggunakan kaos hitam yang dia lapisi dengan sebuah jaket denim.


"BERSIHKAN BAJU INI SEKARANG,JIKA SAMPAI AKU KEMBALI KERJAANMU TIDAK BERES,LIHAT SAJA KAU"teriak Fani kesal.


"ta...tapi kak,hari ini Naya ada ulangan pak Gibran.Naya tidak bisa mencuci baju kak Fani sekarang,pulang sekolah saja Naya kerjakan ya "ucap Naya memelas.


"aku tidak perduli itu urusanmu,jika kau berani berangkat sebelum baju ini bersih.tunggu saja hukuman apa yang akan menimpamu"tekan Fani dengan senyum licik nya.


Fani sudah pergi dan meninggalkan kegelisahan di hati Naya,dengan kalut Naya berlari menuju kamar mandi dan membasuh noda jus di blezer milik Fani.


"bagaimana ini 20 menit lagi akan bel masuk.nodanya belum juga hilang,ya Tuhan bantu Naya"gumam Naya lirih.seberapapun ia berusaha bahkan hingga telapak tanganya memerah namun noda itu belum hilang juga.Naya frustasi dan meletakkan blezer itu didalam bak dengan rendaman sabun detergen.


"maaf kak,ulangan ini lebih penting,lebih baik aku bergegas sebelum terlambat"monolog Naya pasrah.lagipula siksaan apapun dari ibu tirinya dan Fani sudah biasa ia rasakan.biarlah Naya menerima hukumanya nanti asalkan nilainya tidak terancam dan beasiawanya tetap aman.


meski berasal dari keluarga berada,Naya tidak pernah mengharapkan biaya sedikitpun dari William ayahnya,biarlah ia berusaha sendiri asalkan tidak menambah beban dan kebencian keluarganya padanya.meski semua usahanya tidak pernah terlihat sedikitpun dimata mereka namun naya berjanji asal mendiang Ibunya selalu melihatnya dari surga dengan senyum penuh kebanggaan.


*****************


Naya memandang pintu kelasnya yang tertutup dengan mata sendu dan getir.


Tok.....Tok....Tok.......


Ceklek.......

__ADS_1


"ma...maaf pak,ap...apa Naya boleh masuk.saya minta maaf karna da...datang terlambat"ucap Naya gelisah.


wali kelasnya menatap tubuh tegang gadis itu iba,Gibran sebagai wali kelas Naya sudah tahu seperti apa sosok Naya.Murid teladan yang tidak pernah terlambat dan berprestasi.Guru itu tersenyum ramah,jika siswa lain mungkin ia akan memarahi mereka dengan kata kata tajam dan sinis predikatnya sebagai guru killer di SMA Rajawali.namun untuk siswi seperti naya itu sebuah pengecualian.


"tidak apa,lain kali jangan terlambat lagi sekarang kamu boleh masuk"ucap Pak Gibran ramah.


"terima kasih pak Gibran"senyum cerah Naya membuat seisi kelas mendadak takjub.manisnya batin semua orang,Naya hari ini tidak mengepang 2 rambutnya seperti biasa,karna terburu buru akhirnya rambut indahnya tergerai bebas membingkai wajah manis dengan kaca mata bulat bertengger cantik disana.


"sejak kapan si cupu ini terlihat manis"


"ini beneran Naya si cupu"


"ternyata manis juga ni anak"


"astaga rambutnya kok bagus banget sih"


"bla bla bla"


bisik bisik heboh para penghuni kelas membuat kuping Pak Gibran menjadi panas.


"kalian kalau mau ribut keluar sekarang"suara penuh ancaman itu membuat seisi kelas terdiam seketika.


"baik,masukkan semua buku dan kita ulangan sekarang.jangan menyontek dan jangan ribut,jika kalian ketahuan saya jamin jangan harap lulus mata pelajaran saya .paham"hardik Pak Gibran sadis.


"kamu telat Naya?"tanya Angel heran.


"kok tau aku telat gel?"tanya Naya heran.


"tadi aku gak sengaja liat kamu lari lari pas mau ke ruang guru anter buku absensi"jawab angel .


"jelasin Nay,apa lampir dan nenek sihir itu nyiksa kamu lagi?"tanya Daisy kesal.


"tidak apa kok,cuman tadi pagi tidak sengaja bikin baju kak Fani kotor ke tumpahan jus kiwi aku,padahal dia mau ke jogja fasion show"terang Naya sambil menghela nafas berat.


"wow serius,kenapa bajunya saja.harusnya kamu siram sekalian ke muka tante tante girang itu"kekehan geli Jessy menatap Naya takjub.


Angel mendengus jengkel pada kata-kata bodoh ke dua kawanya itu,terutama Jessy.apa gadis itu tidak tau berurusan dengan Fani dan ibunya itu merepotkan,dan imbasnya nanti Naya akan tersiksa lagi oleh mereka.entah apa nanti yang akan dilakukan oleh Fani jika ia pulang .


"tidak apa aku sudah biasa,lagipula bukan sekali ini saja mereka menindasku jadi jangan khawatir"ucap Naya riang,meski begitu ke 3 gadis itu tetap saja cemas akan keadaan Naya nantinya.


saat akan kembali ke kelas,sayup sayup dari dalam kelas musik Naya mendengar seseorang menyebut nama Steven dan itu memancing keingintahuan naya.

__ADS_1


"eh aku dengar Steven pacaran sama si cupu ,dan emang bener udah 2 bulan. bukan ya Stefani sama Steven deket?kok bisa pacaran sama cupu"


"pake pelet kali si Naya,diakan anak pembawa sial kata Fani.bahkan ayahnya tidak anggap dia"


"alah,paling Steven kasian saja sama tuh cupu,kalian tau tidak aku pernah liat Steven dan Fani ciumana di cafe dekat sekolah"


"kasian banget tuh si Naya tidak tau diri sih beraninya ngarepin most wanted sekolah kita"


Hahahahahahah.........


naya memejamkan matanya yang memanas menahan tangis,apa sebegitu buruknya dirinya dimata semua orang.


Steven memang terlihat tidak perduli dengan hubungan mereka.pemuda itu memang mengatakan mereka sepasang kekasih,namun sikap dan prilakunya selama ini begitu dingin dan acuh,seakan semua hanya permainan di mata nya.


Naya kembali ke kelas dengan perasaan kacau dan mood yang buruk.


***********


"Naya pulang"ucap Naya saat tiba dirumah.


Grep.........


Plak.......


"BERANI SEKALI KAU MENGABAIKAN PERINGATAN FANI,JIKA TADI AKU TIDAK MENGANTAR FANI,SUDAH KU HUKUM ANAK TIDAK TAU DIRI SEPERTI MU QUEENAYA BENEDICT"maki Monika setelah puas menjambak dan menampar pipi gadis itu kalap.wanita itu bahkan tidak sudi menyebut nama besar suaminya saat memanggil Naya dan hanya memakai nama marga mendiang mantan istri William ibu Naya.


"sa...sakit ma"lirih Naya .


"AKU BUKAN IBU KAMU,AKU TIDAK SUDI MENDENGAR ANAK DARI WANITA JAL*NG ITU MEMANGGILKU MAMA,CAMKAN ITU "maki Monika tajam.


"jangan keluar dari kamarmu dan jangan berharap kau mendapatkan makan malam dan bersihkan seluruh rumah ini jika kau berani mengelak akan ku cambuk tubuhmu itu "ancam Monika kejam.


"ta...tapi Naya tidak enak badan ma"lirih Naya .


"PANGGIL AKU NYONYA SAAT SUAMIKU TIDAK ADA,AKU TIDAK SUDI KAU PANGGIL MAMA"teriak wanita itu kejam.


"i...ia nyonya"Ucap Naya meringis menahan sakitnya tarikan pada rambutnya.


"bagus"Monika berlalu pergi begitu saja tanpa perduli tubuh naya yang jatuh lemas karna terlihat beberapa helaian rambutnya rontok.saat ini hati dan fisiknya benar benar lelah.tanpa siapapun tahu,sepulang sekolah tadi ,Lusi dan Helena sempat membulli Naya karna berani bersaing dengan Fani dalam berhubungan dengan Steven.namun pria itu bukan hanya tidak perduli namun menutup mata atas semua penderitaan Naya .


TBC..........

__ADS_1


maaf pendek........see you next


__ADS_2