Princess Of Darkness

Princess Of Darkness
step one


__ADS_3

hai all jangan lupa tinggalkan jejak vote,like dan komentar ya........


ok selamat membaca...😁


πŸƒπŸƒπŸƒPrincess of darknessπŸƒπŸƒπŸƒ


memegang tetes waktu dengan kedua tangan.........


diam diam menjaga kenangan yang terlupakan ,kata kata yang hilang ......


saat ingatan peristiwa satu persatu yang kaukira telah kau pahami,namun ternyata semua telah memudar pergi meninggalkan raga......


dimalam tanpa jawaban,tetesan kehangatan akan kerinduan akan kenangan yang mulai memudar semua menjauh......


habiskan waktu mengulang kenangan yang berputar sama tak ingin kepingan terakhir menghilang.......


genggam dan jangan lepaskan ......


sementara kita manusia pada dasarnya tak mampu untuk berbagi ......


kata kata cinta adalah perasaan yang tidak memiliki jawaban.....


kuncinya melihat satu sama lain apakah itu pantas?.....


Β 


\**🍁🍁🍁**\\


Β 


Seorang gadis cantik berwajah manis nampak tersenyum sangat lebar sembari melambaikan tanganya pada seorang pria tampan yang nampak sudah menunggunya dengan lemparan senyum penuh kehangatan.


riuh ramai suasana bandara internasional JF.KENEDY INTERNASIONAL AIRPORT.


gadis manis itu berlari riang meninggalkan semua koper bawaannya menumbruk tubuh tetap pria dewasa yang menyambut pelukan hangatnya.


"kakak Queen merindukan kakak"yah gadis manis itu adalah Quennaya Alexander Benedict yang kini telah resmi berganti nama menjadi Liora Queensia Benedict.


"kau tega sekali hanya merindukan si Mathew,kau tidak merindukan kakak juga"seorang pria berwajah ramah nampak sedikit kesal melihat tingkah dua kakak beradik yang seakan melupakan keberadaanya.


"hehe maaf kak Aiden,Queen lupa"ucap Queen terkekeh geli.


"sudahlah kau jangan seperti anak kecil Aiden,cepat bawa ke mobil koper koper itu"printah Mathew seenak jidat.


"hei,anak buahmu banyak. untuk apa kau pekerjakan mereka jika hal sepele saja aku juga yang harus turun tangan"kesal Aiden menatap nyalang wajah Mathew yang terlihat masa bodoh.


"kak Aiden jangan marah marah nanti cepat tua"kekeh Queen sambil menarik tubuh Aiden agar bisa ia peluk.


"miss you so much kak Aiden"gumam Queen sambil memeluk erat tubuh Aiden.Aiden laki laki ramah yang sangat baik dan Queen sangat menyayangi ke dua pria itu sebagai figure seorang kakak yang sangat diimpikan nya selama ini.


"miss you to my little sister"ucap Aiden tak kalah bahagia,jadi begini rasanya memiliki seorang adik?.


tanpa mereka sadari begitu banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka,siapa yang tidak kenal Mathew Anderson dan Aiden Winston.2 pria bujangan paling diincar di kota Now York ,pengusaha perhiasan dan fashion ini merupakan lambang dari pria kaya,mapan dan sukses.tapi satu yang menjadi tanda tanya besar dibenak semua orang,siapakah gadis belia berwajah manis yang tengah ke dua pria tampan itu peluk?yah siapa yang tahu.


"sayang kita pulang sekarang,Queen pasti lelah butuh istirahat"ucap Mathew membelai sayang surai panjang Queen.


"apa kerumah kakak?"tanya Queen yang kini berjalan bersisian bersama Mathew dan Aiden keluar dari Bandara menuju sebuah mobil mewah toyota Alphard berwarna putih sudah menunggu untuk menjemput sang cucu mendiang Benedict.

__ADS_1



"bukan sayang,kita semua akan tinggal dimansion kakek"ucap Mathew lembut sementara Aiden sudah siap dibalik kemudi,jangan tanya kemana barang barang Queen.para bawahan Mathew sudah mengantarnya ke mansion Benedict dengan kendaraan lain.


perjalanan diisi dengan canda tawa kelakar Aiden dan jawaban ngawur Queen


"Queen kenapa apartemen dinamakan Apartemen bukanya Apartmusuh begitu?"tanya Aiden berkelakar.


"kau gila Aiden?"ucap Mathew ditengah perjalanan mereka,bahkan Queen melongo heran mendengar pertanyaan tidak bermutu kakak angkatnya itu.


"tidak tahu"jawab Queen menatap polos wajah tampan Aiden.pria itu terkekeh dan Mathew mendengus,bisa saja mencari muka?.


"jawabanya ialah......KAKAK JUGA TIDAK TAHU HAHAHAH"tawa heboh Aiden menggema memenuhi seluruh bagian dalam mobil,Mathew sungguh takjub akan kelakuan tidak mengingat umur sahabat nya itu,Queen kini bahkan ikut terbahak meski ia sendiri tidak tahu apa yang lucu.


mobil berhenti disebuah mansion mewah dengan cat dominan berwarna putih.



"wow"gumam Queen takjub menatap mansion peninggalan sang kakek.


"Queen awas itu air liur jatuh"kekeh Aiden melihat wajah takjub Queen geli,sungguh gadis ini manis sekali.


"gimana kamu suka sayang?"tanya Mathew lembut.


"ini beneran mansion kakek?besar sekali kak.Queen pasti suka"antusias Queen sambil memandang takjub bangunan besar dihadapannya.


"selamat datang tuan muda dan nona muda"


Queen tersentak kaget saat pintu terbuka lebar dan terlihat beberapa orang berpakaian sama menyambut mereka.


"Queen,dia adalah Maria kepala pelayan dimansion kakek.kamu ikutlah dengannya sementara kakak harus kembali ke kantor ,jika butuh sesuatu mintalah pada Maria"ucap Mathew lembut.


"emmm,baiklah kak Queen mengerti"ucap Queen dengan semangat.


"Maria tolong urus adikku dan perhatikan segala keperluannya"tegas Mathew menatap semua para maid yang bekerja di kediaman Benedict.


"baik tuan muda saya mengerti"angguk Paham Maria .


maka dari hari itu kehidupan Queen berubah,semua kebutuhan dan keinginan ya selalu diberikan tanpa bertanya oleh Mathew.bahkan Queen mulai belajar IT dan bela diri demi merebut kembali hak ibunya dari tangan Monika.


****************


5 year.................


2 orang gadis dan seorang pria berwajah kalem tengah berkumpul mengelilingi sebuah meja bundar dengan sebuah kertas besar diatasnya


"kau yakin akan mencuri data dish itu Q"tanya seorang gadis berambut panjang dikuncir kuda pada gadis manis yang nampak serius menatap kertas besar dihadapannya.


"tentu saja Amber,kau fikir aku main main dengan ini"ucap gadis yang dipanggil Q itu tegas.


"tenanglah Amber,aku sudah memastikan semua aman saat kita beraksi nanti malam"ucap seorang pria tampan dengan kaca mata bening membingkai manik biru matanya.


"dengar,ini satu satunya kesempatan kita menerobos masuk dan mengambil bukti penyelewengan dana tender besar kakakku.berani sekali gajah gendut itu menusuk kakakku dari belakang"ucap Q emosi.yah,mereka bertiga adalah sahabat Queen yang ber IQ tinggi.Queen,Amber dan Nixon.


"akan ku buat siapapun yang mengusik GARDEN LUXURIUS JEWELRY akan tamat"smirk Queen sangat tidak cocok sekali dengan wajah baby facenya.


"jadi kita menyelinap di markas Gangster Salfader malam ini?"tanya Amber menyelidik.

__ADS_1


Queen menarik sebuah cetak biru rumah Salvador,jari lentiknya menunjuk sebuah sketsa ruangan yang nampak terlihat lebih besar dari ruangan lainya.


"Nixon,kau kacaukan sistem alarm Cctv,Amber pastikan lumpuhkan para penjaga dan aku akan menyusup"jelas Queen mantap.


"bagaimana dengan kak Mathew,dia akan marah jika tahu kita berulah lagi?"ucap Amber mengingatkan terakhir kali mereka beraksi,hampir saja Queen tertembak dan Nixon tertangkap.jika Aiden tidak cepat datang menjemput maka habislah riwayat mereka ditangan musuh musuh The Dark,yah mereka bertiga adalah pengacau jaringan perusahaan saingan GLJ untung saja tidak ada satupun yang tahu identitas ketiganya.


"ya jangan sampai tahu lah nona Amber"gemas Nixon kesal juga.


"ok malam ini jangan buat kesalahan dan kita jual informasi Salvador ke pasar gelap ,lumayan debit kita bertambah"kekeh Queen bertos ria dengan sahabatnya Nixon.


"kau seperti orang susah saja Q"kesal Amber,oh ayolah mereka ini sedang berurusan dengan sekelompok Gangster.dan Amber masih sayang dengan nyawanya.


"pengecut"ejek Nixon dengan wajah sangat menjengkelkan dimata Amber.


"pussy cat"tambah Queen terkekeh semakin membuat Amber jengkel.


"kalau kalian mati jangan salahkan aku"amber mendelik dan berlalu mempersiapkan penyamaran dan alat alat mereka.


"sudah ayo bersiap"ucap Queen mulai serius.


Nixon mengangguk dan berlalu menyusul Amber mempersiapkan laptop dan segala perangkatnya.


***********🌺🌺🌺************


"bos senjata sudah siap di pelabuhan"seorang pria tampan berwajah blasteran jepang memberi laporan pada pria tampan yang tengah berdiri menatap suasana malam kota London dari balik kaca tebal ruang kerjanya.



"apa uangnya sudah dikirim?"tanya pria tampan berbadan tegap itu tanpa berbalik.


"sudah,Axel sudah memastikan semua sesuai perjanjian.dan Arion sudah disana bersama james"ucap pria berwajah jepang itu tegas.


"bagus Ryu,senjata itu kirim dengan benar dan jangan tertipu oleh Salvador"ucap pria itu dingin.


"baik"pria bernama Ryu itu berbalik dan pergi.


pria bertubuh atletis itu menghela nafas sejenak dan memejamkan mata .


"sudah 5 tahun,namun mengapa aku tidak bisa melupakan mu.siapa kamu sebenarnya?dan ada apa dengan hatiku ini?"gumam pria berwajah tampan dengan segala kesempurnaan fisik dan parasnya.ditanganya sebuah sapu tangan lembut berwarna biru digenggamnya erat seakan sebuah benda tak bernilai.


************


"ck,lihatlah si ******** Salvador itu.memang berbisnis denganya sungguh menguntungkan bos"ucap Gabril yang tengah membuka pintu sebuah mobil box bersama Axel.



"kau lihat uang ini ,kurasa aku bisa membeli sebuah perangkat teknologi terbaru,atau sebuah kapal pesiar"ucap Axel terkekeh .


"sudah Xel,jangan banyak omong cepat bereskan atau si tembok es itu mengamuk nanti"ucap Arion jengah.


"itu saudara kembarmu bodoh"ucap Axel menatap Arion layaknya orang bodoh.


"cepat bereskan dan kita segera pergi dari sini ,aku mengantuk dan butuh tidur sekarang"Gabriel segera menutup pintu mobil box dan segera menuju kursi kemudi membawa mobil ke markas BE diikuti mobil para anggota mereka.Axel dan Rion mengikuti dari belakang dengan mobil sport Bugatti berwarna hitam dan james,putra Jeremi itu bersama Gabriel di satu mobil.


"semoga mereka tidak sadar sebagian isi mobil itu palsu"


Tbc..........

__ADS_1


__ADS_2