
hai all jangan lupa tinggalkan jejak vote,like dan komentar ya......
selamat membaca..
๐ฟ๐ฟ๐ฟPrincess of darkness๐ฟ๐ฟ๐ฟ
"pa,bagaimana ini ?Fani tidak menyangka naya begitu kejam merebut perusahaan ini dari papa,dia bahkan sangat kurang ajar mempermalukan papa didepan semua rekan bisnis dan para pemegang saham.hanya karna sekarang dia telah berubah lebih berkuasa ,dengan seenak hatinya menghina jerih payah papa pada perusahaan ini"ucap Stefani sembari memeluk tubuh william yang mulai menua termakan usia.
senyum jahat terukir dibalik pelukan Stefani pada ayah tirinya itu,sampai kapan pun Stefani akan membuat william selalu memandang buruk pada naya.
kini ruangan CEO itu terasa hening dengan hanya terdengar suara tangis penuh kepalsuan Stefani.sementara william menghela nafas berat hanya bisa memeluk sembari menepuk lembut punggung putri tirinya itu.
"papa juga tidak bisa berbuat banyak sayang,nyatanya perusahaan ini memang sedang mengalami krisis.bank sudah tidak bisa lagi memberikan suntikan dana,dan para investor sudah banyak menarik investasinya.jadi hanya ini satu-satunya cara menyelamatkan perusahaan ini,membiarkan Dark Corp mengambil alih dan memberi suntikan dana"terang William dengan sabar,sebenarnya ia berat melepas posisinya.namun setelah tahu bahwa putri kandung nya lah yang mengambil alih,setidaknya hatinya sedikit merasa lega.
berjalan pelan mendudukkan Stefani disalah satu sofa ruang kantornya,perlahan tangan senjanya membelai rambut Stefani penuh kelembutan seorang ayah.
"tapi papa,apa harus membiarkan naya menginjak harga diri papa?perusahaan ini papa bangun susah payah dan naya justru menyuruh orang lain memimpin ya"ucap Stefani jengkel,manik mata hitamnya menyorot ketidak terimaan atas sikap pasrah menerima keadaan william.Stefani berani menjamin ,semua ini terjadi akibat hati william yang masih menyayangi naya,gadis sial*n itu merusak hidupnya.
"tidak apa sayang,percaya pada papa.setidaknya papa masih bisa menjalankan perusahaan ini meski sedikit turun jabatan"william berucap tenang mencoba menenangkan kemarahan Stefani.walau bagaimanapun naya adalah putrinya,meski berubah dan terlihat sangat jauh di mata nya.William sadar anggap ini suatu penebusan dosanya dimasa lalu.
dibalik pintu,Queen memandang interaksi ayah dan anak itu datar.sorot matanya semakin dingin dan dalam penuh arti.
"bahkan kau tidak pernah memeluk dan memperlakukan ku seperti itu tuan William.pelukan,usapan,kata-kata manis penuh ketenangan tidak pernah kudapat darimu "gumam Queen menyorot dingin,tangannya terkepal kuat menahan gemuruh hebat didalam dirinya.
berbalik dan menatap Amber yang setia berdiri disampingnya menatap penuh arti.
"percepat proses pemindahan nama ini,minta pada Nixon bekerja cepat dan pastikan kak starla siap"suara Queen terdengar dingin,lebih dingin dari biasanya.hati gadis itu telah penuh dengan amarah dan kekecewaan yang tidak berujung.meski kemarahan ya sangat besar,ia sadar bahwa William tetaplah seorang Ayah baginya meski itu hanya sebuah fakta diatas kertas.
Amber mengangguk dan berjalan pergi.gadis itu membiarkan Queen sejenak untuk menenangkan diri dan memikirian apa yang ingin dilakukan.
"Q,kak Mathew menelfon.dia ingin kita segera kembali dan pulang sebelum ulang tahunmu yang genap ke 20"ucap amber saat akan memasuki lift dan Queen hanya mengangguk samar.
Queen berbalik dan kembali menatap ruang kerja william yang sudah tertutup tidak jadi ia masuki,mengambil nafas berat dan berbalik pergi.
"malam ini akan kutunjukkan seberapa besar keinginanku pada kalian Stefani"tekan Queen saat menyebut nama kakak tirinya itu,bahkan para karyawan yang lewat dan melihat sorot matanya akan menelan ludah gugup dan takut.mata bening itu kini begitu gelap dengan aura dingin tidak bersahabat.
****๐๐๐****
kediaman Alexander...........
aura dingin mencekam terlihat jelas diruang tamu kediaman William.nampak jelas monika dan Stefani menatap penuh permusuhan pada seorang gadis yang duduk dengan tenang pada sebuah sofa single sambil menyilangkan kedua kaki jenjangnya.
bersidekap dada dan memandang dingin pada semua orang.aura Queen kini benar-benar dingin tidak tersentuh.
"mau apa kau kemari anak kurang ajar"ucap monika sarkas penuh kebencian.wajahnya terangkat angkuh tidak sudi menunduk pada anak tirinya itu.
Queen memandang remeh sembari menatap memindai rumah yang dulu pernah menjadi surga sekaligus neraka baginya.maniknya berhenti pada sebuah bingkai sebuah pernikahan besar yang terpasang di dinding ruang tamu,disana foto ibunya telah terganti dengan foto wanita perusak keluarganya.menghancurkan hati ibunya dan meninggalkan kepedihan selamanya.
Queen terus memandang foto itu dalam dengan ekspresi yang sulit diartikan.William melihat itu semua ,tanpa pria paruh baya itu sadari kembali rasa bersalah menghantam hatinya.
__ADS_1
Nixon sedari tadi terus memandang miris sorot mata Queen,pria itu tahu kini sahabatnya tengah kembali terluka.
Puk.......
dengan senyum hangat,Nixon menepuk bahu mungil Queen.gadis itu menoleh dan tersenyum paksa pada sahabatnya itu.
"urusan kita masih banyak Q,jadi cepat selesaikan dan kita pergi"Nixon berucap lembut namun sorot matanya terlihat tegas memberi tahu seakan semua akan baik-baik saja .
Queen mengangguk dan memejamkan mata sejenak ,tidak lama mata indah itu kembali terbuka dengan sorot mata penuh kedinginan dalam.
"langsung saja,aku akan katakan mulai hari ini.Starla akan tinggal disini sebagai tuan rumah"ucap Queen tegas tidak terbantahkan.Monika dan Stefani langsung melotot tidak terima,sedang william hanya menatap sendu perkataan Queen.
"APA MAKSUDMU HAH?JANGAN SEENAKNYA BERLAKU DIRUMAHKU"geram Stefani sembari menunjuk tepat di wajah Queen yang terlihat tenang acuh.
"siapa kau mengatakan ini rumahmu?"balas Queen santai.
"Naya maksudmu apa nak?papa tidak masalah jika nona Starla kau minta tinggal disini.namun bisakah kau lebih menghormati mama dan Stefani ,bisakah tanya pendapat kami dulu?"william berucap dengan sabar berusaha mengerti keputusan putrinya itu.entahlah,apa masih pantas ia mengakui Queen sebagai putrinya.
"tidak!!apa perlu ku ingatkan tuan william,rumah ini 50%adalah hak ibuku.dan kau membawa wanita selingkuhanmu tinggal disini selama 15 tahun?dimana kau taruh fikiran mu itu"tanya Queen tajam,emosinya kembali naik.namun wajah dingin yang sudah memerah itu bisa menutupinya.
"tap-"william seketika bungkam saat melihat sorot mata tajam dan penuh amarah dari Queen.
"KAU TIDAK BERHAK MEMPERTANYAKAN MILIK IBUMU 15 TAHUN LALU.KAU FIKIR SIAPA DIRIMU"pekik murka Monika,hatinya panas seketika saat Queen menyebut dirinya sebagai selingkuhan.
Queen tersenyum miring,satu tanganya memilin ujung rambut dark brown nya lembut.
"bersyukurlah aku tidak mengusirmu dari rumah ini nyonya Monika.mulai saat ini semua properti dan aset milik ibuku akan kuambil kembali.dan sekarang tanda tangani berkas itu"tunjuk Queen pada sebuah map berwarna biru diatas meja.
"berkas pengalihan saham,aset dan seluruh properti atas nama Alisya Benedict yang selama ini kalian kuasai.20% saham tirta buana adalah milik mendiang ibuku dan kau dengan seenak nya memberikan istri dan juga putrimu masing-masing 10% .kembalikan milik ibuku dan kau kuizinkan tetap tinggal sebagai wakil Starla"putus Queen mutlak.monika dan putrinya tersentak kaget,sedang william membatu.Queen ,gadis itu tahu semua milik Alisya?william bungkam.
"tidak!semua milikku dan ibuku,kau tidak berhak meminta lagi"tolak Stefani panik.
"kami bisa memperkarakan ini di pengadilan.semua bisa kuatur jika kalian menolak keinginan nona kami"Nixon bersuara dengan nada penuh kemalasan akan drama receh yang ia lihat.
"tu..tunggu dulu naya,papa minta kamu tenang dulu"William terlihat serba salah disini.
"naya? namaku Liora bukan naya.buang nama sampah itu dariku"ucap Queen dingin.dengan anggun ia meletakkan sebuah bolpoin mahal diatas meja,sebuah pena dengan serpihan emas pada gagangnya.
"tanda tangan cepat,atau angkat kaki dari rumah ini"telak,Queen benar-benar tidak ingin dibantah.
dengan berat hati,monika dan Stefani menandatangani berkas perintah dari Queen.senyum miring tercetak jelas di wajah cantik gadis itu.
"terima kasih dan selamat menikmati hidup baru kalian tuan dan nyonya"ucap Queen puas.
Stefani berdiri murka dan mengangkat sebelah tanganya hendak menampar Queen.namun sebuah tangan kekar memegang erat tangan gadis itu dan menghempaskannya kasar.
Nixon menatap geram pada gadis kurang ajar yang sudah berani menyakiti sahabatnya itu.pria itu sudah berdiri tegak didepan tubuh Queen yang masih duduk tenang sambil meneguk gelas teh nya.
"berani kau sentuh nonaku,akan kupatahkan tanganmu"ucap Nixon datar.
"breng*ek "maki Stefani emosi.
__ADS_1
"hentikan Stefani ,jangan menambah masalah"tegur william gusar.pria itu menarik tubuh Stefani menjauhi Queen.
"perhatikan sikap putrimu itu tuan william,jika tidak.aku pastikan kalian menjadi gelandangan"tekan Queen bangkit berlalu pergi.
"persiapkan segalanya,minggu depan akan diadakan pesta serah terima kepemilikan Tirta Buana dan aku harap kalian jangan mengacau"ucap Queen sebelum keluar dari pintu masuk kediaman Alexander.
****๐๐๐****
"kau sangat hebat Q,apa kau tidak iba pada papamu?"tanya nixon heran.kini mereka tengah berjalan keluar menuju mobil Audi yang terparkir apik disebrang pagar besar kediaman Alexander.
"aku tidak ta-"
"NAYAAAAAA" suara teriakan keras menghentikan ucapan Queen pada Nixon,3 orang gadis berlari keluar dari sebuah mobil sedan hitam, berlari kearahnya.
Grep..........
tubuh Queen langsung ditubruk pelukan hangat dari tiga gadis yang kini nampak berlinang air mata.
"Angel,Daisy,Jessy hiks......"lirih Queen yang kini tanpa sadar sudah menangis terisak.
"hiks...kau...kau meninggalkan kami,kau jahat hiks..."Angel menangis pelan sembari memeluk erat tubuh Queen dari kiri.
"hiks...tega sekali kau pergi hiks...seperti ini"suara Daisy terdengar marah meski tangisnya tidak kalah keras dari angel.gadis itu menubruk tubuh Queen sebelah kanan.
"kau hiks...bukan sahabatku hiks..."suara lirih Jessy nampak mencubit hati Queen,gadis itu berdiri tegak dihadapannya memandang Queen sendu.terlihat Jessy nampak lebih feminin dari 5 tahun yang lalu.
"hiks...maaf aku terpaksa"ucap Queen penuh sesal,mereka ber 4 terus berpelukan erat seakan tidak ada hari esok.
"hiks....sebagai permintaan maaf,bagaimana kalau besok kita jalan-jalan dan makan ,aku traktir please"bujuk Queen menatap wajah-wajah sahabatnya itu,Nixon tersenyum lembut menatap wajah penuh kerinduan ke 4 gadis dihadapannya.
"khem...."terlalu lama berdiri,Nixon mulai merasa terlupakan hingga pria itu berdehem cukup keras.
"kau melupakanmu Q,apa tidak mau memperkenalkan ku pada para gadis cantik ini?"ucap Nixon menggoda.Queen tersenyum canggung melupakan sahabatnya itu.
angel,Daisy dan Jessy menatap Nixon penuh tanda tanya.
maka terjadilah sesi perkenalan singkat sahabat-sahabat queen itu.malam itu tanpa sadar senyum tulus kembali hadir di wajah cantik Queen,bertemu dengan sahabat lamanya membuat sedikit masalah terlupakan.
*******๐บ********
sebuah ruangan dengan pencahayaan minim,terdengar suara jeritan pilu seorang pria dimana ia tengah didudukkan disebuah kursi dengan tangan dan kaki terikat kuat.
pria itu adalah ketua gangster Salvador dan istrinya yang kini terduduk lemas diatas lantai yang sudah penuh dengan bercak darah.tubuh penuh lebam dan luka sayatan di hampir seluruh tubuh mereka.
pria tampan itu duduk angkuh sembari menyecap segelas wine sambil memandang Salvador dan istrinya tanpa iba.bukan,bukan pria tampan itu yang turun tangan menyiksa pasangan dihadapannya.namun dua orang kaki tanganya yang dengan bengis menyiksa Salvador dan istrinya.
di rumah mewahnya sendiri,diruang bawah tanah tempat salvador menyimpan senjata-senjata yang ia beli.kini tempat itu dijadikan pangeran iblis itu sebagai tempat menyiksa ia dan juga istrinya .salvador menyesal,kini pria itu menyesal telah bermain main dengan pria berhati iblis yang sayangnya begitu sempurna layaknya seorang malaikat.
pria tampan itu menyerigai dingin,sorot matanya menajam dan seketika salvador tahu.ini akhir hidupnya.
"kau salah mengusik lawan salvador"Salvador seketika kehilangan akal sehatnya dan sang istri hanya bisa menangis memohon pengampunan atas sesuatu yang kini mulai mencengkram jantungnya dengan rasa takut tidak berujung.
__ADS_1
TBC.........