
hai all jangan lupa tinggalkan jejak vote,like dan komentar ya guys.......
ok cekidot........
๐๐๐Princess of darkness๐๐๐
"Math,kapan kau akan menjemput cucu tuan besar Fredrick?"seorang pria bertanya pada seorang pria tampan yang sedang menatap pemandangan kota New York dari balik kaca tebal gedung kantornya.
"soon,setelah masa berkabung ini berakhir.aku akan menjemput adikku,cucu satu satunya Tuan besar Benedict"jawab pria itu tegas.manik matanya terlihat sendu dan menyimpan kesedihan.
Mathew Anderson.seorang pria berusia 22 tahun,cucu dari sahabat Fredrick Benedick yang sudah lama tiada,keluarga Mathew telah tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat .maka dari itu Fredrick mengangkat Mathew sebagai cucu angkatnya.meski keluarga Anderson memiliki bisnis sendiri,namun Mathew justru menggabungkan aset keluarganya dengan keluarga Benedick.hidup dengan segala kemurahan hati pria tua itu menjadikan Mathew bertekad membalas semua kebaikan itu dengan menyayangi dan melindungi cucu kandung dari Frederick.
"baiklah,kau jangan khawatir.anak buah kita sudah mulai memantau kehidupan gadis itu,dan mereka akan segera mengirim laporan nanti"jawabnya tegas.
"hm,terima kasih Aiden"
*****************
Wiliam sudah beberapa hari menghadiri beberapa acara pelelangan dan makan malam bersama para pebisnis lainya di negri jepang bersama anak dan juga istrinya minus naya.
seperti saat ini ada beberapa keluarga pengusaha yang tengah berkumpul sebagai salah satu tamu undangan.
"selamat malam Tuan Alexander.kudengar putrimu kembali mendapat piala penghargaan"Nyonya Rush tiba tiba memulai pembicaraan ditengah makan malam bersama.
monika merangkul Stefani dengan senyum kebanggaan mengingat terakhir kali putrinya itu memang menjadi Runner up fasion show di Singapura tempo hari.
"ya,terima kasih nyonya rush.Stefani memang membuatku bangga sebagai ayahnya"ucap William bangga.
Sandra Luwis Rush menggeleng cepat,jelas sekali wanita paruh baya itu menyanggah ucapan william membuat pasangan alexander itu mengeryit binggung.
"bukan tuan william,maksudku putrimu Queennaya.kudengar putraku dan para sahabatnya membicarakan gadis manis itu saat mereka bermain ke mansion kami"jelas Sandra memuji tulus.
"kau benar nyonya sandra,bahkan putraku Robert kalah jauh dari prestasi putri mu itu william"ucap tuan Albert ikut bersuara.
"astaga,kau yang benar Albert.ternyata si william ini menyembunyikan permata"ucap Tuan Sanjaya ikut bersuara.
"para putra kita ini bersahabat ,sayangnya mereka tidak sekelas dengan gadis cerdas itu"tambah nyonya Pradipta ikut bersuara.
"bagaimana mau sekelas.putri kami saja yang bersahabat dengan Naya masih kelas 1 kalian tau gadis itu ternyata akselerasi"tiba tiba suara jenaka tuan Holland terdengar jelas.
"wah,pantas saja"puji Tuan Dwikarta ayah dari Daisy sahabat naya.
William terdiam kaku,sedang monika dan Fani menahan amarah dengan kuping mulai terasa panas.
"kalian tahu,bahkan putriku Jia meminta agar Naya mau jadi guru les privatnya"puji tuan Atmaja ayah dari Jessy.
__ADS_1
"wah,ternyata selain fani dan lukas.kau memiliki anak emas berbakti will"imbuh Holland tertawa.
"tapi ngomong-ngomong,aku tdak pernah melihat naya ikut bersamamu dalam acara apapun William?"tanya Nyonya Albert heran.
Monika terdiam kaku dan hanya bisa tersenyum palsu mendengar ucapan pujiaan para kolega bisnis suaminya itu.sedang william sendiri terbungkam tak bisa berkata apaapa dia saja tidak tau seperti apa kehidupan putri kandungnya itu.Stefani dalam hati sudah menyumpah serapah Naya.kenapa selalu gadis itu yang menjadi perhatian diatas semua usaha Stefani .
"aku jadi penasaran akan sosok putrimu itu Will,bahkan putraku sering kali kudengar memuji dirinya.kau tau putraku itu adalah anak yang paling anti memperdulikan orang lain"ucap Albert sambil tertawa pelan.
"dia gadis yang baik,cantik dan juga sopan paman"imbuh Jason ,kakak laki laki Jessy yang tiba tiba sudah berdiri dibelakang kursi sang ibu.
"kau pernah bertemu denganya Jason?"antusias Nyonya rush.
"benar tante,naya itu sahabat Jessy adikku.mereka sering belajar bersama dan naya itu bekerja di cafe milikku"terang Jason memandang sinis pada keluarga Alexander.
nampak raut terkejut dari semua orang.bagaimana bisa seorang putri pengusaha bekerja sebagai seorang pelayan di cafe?sungguh ironi.
"apa maksudnya ini william?kau tidak memperhatikan putrimu"ucap Nyonya Albert syok.
"bu...bukan begitu tante,naya katanya bosan dirumah.jadi dia memilih bekerja mencari teman katanya"ucap Fani menyanggah cepat pandangan buruk semua orang saat ini.
"sungguh?wah aku jadi semakin penasaran dengan sosok seperti apa putrimu itu Will,mungkin kalian bisa mengajaknya saat ada pertemuan lainya.siapa tau steven bisa berjodoh dengan gadis seperti naya"antusias sandra.
"mereka bukan hanya tidak akan pernah berjodoh,bahkan kini mereka sudah selesai"batin fani sinis.
keluarga Alexander bahkan tak sadar bahwa belakangan ini mereka hampir tidak pernah melihat Naya berada dirumah.tidak bernah bertegur sapa layaknya keluarga pada umumnya.Monika dan fani hanya tau kebencian dan william justru tenggelam dalam perbuatan acuhnya sendiri.
*************
"lho,kok pulang sih nay?"ucap Angel sedih.
"maaf angel,bi asih bilang papa sudah akan sampai rumah.jika aku tidak ada dirumah mereka akan memarahiku"terang Naya sendu.
"ya sudah aku antar ya nay"ucap Jessy pasrah.
"gak usah aku naik taksi saja"tolak naya halus.
"ok kamu pulang hati hati ya,kalau ada masalah kasih tau kami"putus Daisy .
"ia,ya sudah aku pulang dulu semua"pamit naya berlalu memasuki taksi yang sudah di pesan ya sebelumnya.
***************
waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam,dengan perlahan naya memasuki rumah dan berucap salam.
"bi asih naya pulang"ucap naya pelan.
__ADS_1
naya menghela nafas sedih,selalu seperti ini tiada seorangpun yang membalas salamnya.
"darimana saja kau Quennaya?masih ingat kau jalan pulang?"suara dingin William membuat Naya yang baru sampai terjengkit kaget.
"pa....papa"gugup Naya.
William duduk disudut kursi ruang tamu dengan raut wajah marah,menatap nyalang putrinya itu.
"KAMU FIKIR RUMAH PAPA TEMPAT APA HAH?KAU KELAYAPAN TIDAK JELAS MAU JADI APA KAMU NAYA"ucap William dengan suara tinggi penuh amarah.
Naya hanya bisa menunduk sedih tidak berani menatap wajah William,bahkan monika dan Stefani terlihat tersenyum culas.
"JADI BEGINI KELAKUANMU JIKA PAPA TIDAK DIRUMAH,SEMALAMAN TIDAK PULANG DAN PULANG SESUKA HATI"william berteriak murka menunjuk wajah putrinya itu geram.
"pa...papa ,naya minta maaf kem-"
Plak............
belum sempat naya menjelaskan apapun,william sudah mendaratkan tamparan keras pada pipi putrinya itu,semua itu disaksikan oleh monika,fani dan juga lukas sedang para Art hanya bisa diam menunduk takut.
pandangan Naya berubah kosong,menatap satu persatu anggota keluarganya.william jelas melihat perubahan itu,tidak ada lagi air mata yang biasanya naya tumpahkan saat mendengar bentakan ayahnya.tanpa sadar,william menyembunyikan tangan ya yang bergetar akibat sudah menampar putri kandungnya sendiri.karna dulu semarah apapun william tak pernah sekalipun ia menyentuh wajah putrinya itu .seketika itu rasa bersalah menghantam dadanya.
Naya yang dulu hanya bisa menangis dan meminta maaf,kini hanya melihatnya dengan tatapan kosong dan sulit diartikan..
bukan hanya william.monika,fani,lukas dan semua art dirumah william juga merasakan perubahan itu.kini bahkan monika baru menyadari bahwa Naya sudah tidak lagi berpenampilan cupu.yang terlihat hanya gadis cantik dengan wajah manis bak seorang peri.
menghela nafas pasrah dan menunduk sejenak menormalkan sakit hatinya.pipinya memerah dan sedikit bengkak akibat tamparan dari ayah ya.
naya membungkukkan badan ,dengan suara dingin ia berucap.
"papa tidak usah marah-marah lagi,katakan saja apa hukumanku"
lukas dan Stefani tersentak kaget,naya sudah berani memandang dingin pada william.william terdiam kaku dan tak mau menambah masalah lagi,pria itu langsung menyuruh naya kembali ke kamar nya.
"masuk ke kamarmu,hari ini tidak usah makan malam.besok akan papa berikan hukumanmu"ucap william sambil menatap sesal wajah putrinya.
Naya berjalan tegap menuju kamarnya,sebelum itu ia memandang nanar pada sang ayah,wajah dingin tanpa ekspresi itu membuat semua orang tersentak.tak lama sebuah kalimat membuat dunia William runtah seketika.
"pa,apa arti diriku untuk papa?"
naya masuk kekamarnya dengan tubuh luruh dibalik pintu,menangis terisak pelan.sayang meski menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangan.air mata naya semakin deras mengalir di kesunyian malam.
"hiks....hiks....hiks....Ma,apa yang harus naya lakukan? hiks....naya sudah tidak sanggup lagi ma.naya menyerah"isaknya pilu memandang kalung bermata hati rubi.
__ADS_1
TBC.......
jangan pelit jejak guys.....๐๐