Princess Of Darkness

Princess Of Darkness
First meet


__ADS_3

hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote,like dan komentar ya😀


selamat membaca😉


🍃🍃🍃Princess of darkness🍃🍃🍃


disebuah bandara terlihat seorang pria tampan kira kira berusia 20 tahun baru saja turun dari jet pribadinya.



dengan kawalan beberapa pengawal berwajah kaku dan bertubuh besar,pria itu berjalan angkuh ditemani dua orang pria yang tidak kalah tampan,meski jauh lebih tampan dirinya.


"wah bos,tidak kusangka Indonesia ternyata seperti ini?"ucap seorang pria berwajah blasteran jepang Inggris.


"hm"gumam pria tampan itu tidak jelas.angkuh,dan sangat dingin menatap lurus kedepan.


tak lama pria itu menatap orang kepercayaannya sekaligus sahabat baiknya yang sedang berjalan sambil memeriksa sesuatu dari dalam tablet yang sedang ia bawa.


"apa bos?"tanya pria ber-rambut pirang itu mengeryit heran melihat raut wajah tajam sang bos.


"bagaimana hasil pemeriksaan mu? apa uncle Gabriel mengelolah aset keluargaku dengan baik tidak?"tanya sang bos jengah.


"hehehe aman itu bos,bahkan perusahaan anak cabang WJC di indonesia sudah berkembang pesat,sungguh uncle Gabriel sangat luar biasa"jawab pria pirang itu senang.


"hay Ryu,kau sudah menelfon Paman Gabriel untuk menjemput kedatangan kita"tanya pria pirang itu menyelidik.


pria yang dipanggil Ryu itu memutar bola matanya malas,sungguh ia tidak bodoh untuk hal sepele seperti ini.


"sudah Axel kau tenang saja"ucap Ryu jengah.


"bagus...bagus kau ternyata tidak bodoh juga"ucap pria yang dipanggil Axel itu sembari terkekeh geli.


"aku tidak bodoh seperti mu"jawab Ryu jengkel.


tanpa mereka sadari,perhatian semua pengunjung bandara kini terpusat pada 3 pria tampan yang berjalan berdampingan dimana seorang pria yang berada ditengah tengah menjadi pusat pekikan kagum dari para wanita yang melihatnya.


bagaimana tidak,pria itu memiliki wajah teramat sempurna dengan alis hitam tebal,sorot mata setajam elang,hidung mancung serta bibir tebal yang sungguh memikat.belum lagi aura dingin yang dipancarkannya teramat menusuk namun memikat bagi setiap pasang mata wanita yang melihatnya.


"bos itu paman Gabriel"ucap Ryu saat matanya melihat seorang pria paruh baya melambai hangat pada mereka.


"HAI PAMAN GABRIEL AXEL YANG TAMPAN DATANG"pekikan keras Axel membuat Ryu mendelik jengkel,dan para pengunjung bandara terkekeh pelan,ganteng ganteng kok gila.


"shut up"suara dingin sang bos menghentikan aksi tidak tau malu seorang Axel.pria pirang itu hanya menyengir bodoh.


"selamat datang di indonesia tuan muda Arkansas Dimitri Leander Wiguna"sambut hangat pria paruh baya yang dipanggil Gabriel itu.


"ck,paman apa hanya Si bos saja yang disambut.kami tidak disambut juga"ucap Axel menatap jengkel pamanya itu.


"kau tidak pantas disambut"ucap Ryu malas.


"hm"hanya dua huruf dan terdengar sangat datar yang dikeluarkan oleh pria tampan yang di panggil bos oleh ke dua bawahanya itu.


sampai mereka keluar dari bandara,semua mata para wanita terus saja melihat mereka tanpa berkedip.


"seminggu dari sekarang akan diadakan rapat pemegang saham di ibukota,acara akan diadakan di Crown Hotel milik WJC pusat"terang Gabriel yang sedang sibuk membaca sebuah berkas disamping Arkansas.


"paman siapkan saja semua,minta bantuan Axel dan Ryu bila dibutuhkan.aku tidak ingin ada masalah sekecil apapun"tegas pria tampan yang dipanggil bos itu.


"baiklah tuan muda"jawab Gabriel mantap.


Arkansas Dimitri Leander Wiguna,pria tampan seorang CEO yang baru saja menjabat menggantikan sang Ayah Rafendra Wiguna dalam kerajaan bisnis Wiguna Jaya Coorporation (WJC Grup).pria yang juga memiliki kekuasaan mutlak dalam sebuah organisasi mafia paling berkuasa di tanah ratu Elizabeth,meski jabatan ketua dipegang oleh saudara kembarnya namun semua keputusan akan menunggu titah mutlak dari seorang Arkansas.

__ADS_1


Arkansas,pria tampan yang memiliki perawakan tinggi 180 cm dengan rambut hitam,tubuh atletis,kulit putih bersih dan pahatan wajah yang sangat sempurna.banyak wanita dari berbagai kalangan sosial akan bertekuk lutut dibawah kekuasaanya.perusahaan maupun organisasinya menguasai hampir 80% perekinomian Britania raya dalam berbagai bidang.mulai dari pendidikan,pangan,industri pabrik senjata bahkan bubuk mesiu yang sudah terkenal di seluruh benua Eropa hingga amerika.


saat mobil limosin miliknya melaju perlahan membelah kepadatan ibukota,manik mata tajam nya menangkap siluet seorang gadis remaja berwajah manis yang tengah duduk termenung sendirian disebuah taman kota,wajah cantik itu terlihat sendu dan itu cukup menarik perhatian seorang Arkansas.


"berhenti sebentar"ucap Arkansas dingin tanpa menatap semua orang yang terlihat menatapnya binggung.


angin sore terlihat menerbangkan helain helaian rambut panjang berwarna coklat gelap itu lembut,gadis itu terlihat amat cantik dan lembut dimata Arkansas.tanpa sadar pria tampan itu terus menatap gadis itu dalam.


*mempesona.........


cantik..........


tenang bagai seorang peri*.......


Arkansas terdiam dengan jantung yang entah mengapa berdetak lebih cepat,manik mata tajamnya tak sedetikpun ingin berpaling.sungguh baru pertama kali ini ia melihat seorang gadis yang mampu menarik hatinya,dan Arkansas tidak tahu ada apa dengan dirinya.darahnya berdesir dan seakan dunia berhenti berputar.cukup lama Arkansas memperhatikan gadis itu hingga tepukan tangan Axel menyadarkan nya.


"bos,ada apa?kau menyuruh kami berhenti dan sekarang kau justru melamun seperti orang bodoh"ucap Axel tidak tahu diri,sungguh Arkansas ingin sekali menembak sahabat gilanya ini.namun mengingat mereka sudah berteman sejak kecil membuat Arkansas hanya bisa mendengus jengkel.


sebelum ia menjawab,terlihat seorang pria dewasa berwajah cukup tampan menghampiri gadis itu dan mereka nampak berbincang meski terlihat canggung.namun terlihat gadis itu sedikit tersenyum lembut sebelum pria itu menyentuh rambutnya dan berlalu pergi meninggalkan gadis yang sudah menarik hati seorang Arkansas sendiri.


Arkansas,entah mengapa hatinya panas dan jiwanya tidak terima gadis itu dekat dengan pria lain.Arkansas menggeleng cepat dan segera memerintahkan untuk melanjutkan kembali perjalanan mereka meninggalkan rasa penasaran hatinya dan pikiranya di taman itu tempat gadis manis berwajah sendu itu berada.


"paman pulang saja,kami masih ada sedikit urusan disuatu tempat"ucap Ryu mengkode sang bos cepat.


"baiklah,jika urusan kalian sudah beres.maka datanglah temui kakek Bagas dan istrinya ,mereka menunggu kedatangan cucunya"kekeh Gabriel hangat.


"baiklah paman kami mengerti"ucap Axel menyengir lebar.


"tentu paman"tambah Arkansas dengan wajah datarnya.Gabriel tidak tersinggung ,karna ia sudah tahu seperti apa kepribadian putra Rafendra itu.


*****************


naya diam,terlalu malas meladeni kemarahan tidak berdasar ayahnya itu.


"cepat kemari,ada yang papa ingin bicarakan"ucap william kembali tenang.


naya menurut dan dengan wajah datarnya duduk dihadapan william tanpa ekspresi,gadis itu membeku dan sudah mati rasa.


"kakekmu,ayah dari mamamu datang kemari ingin menemui.maksud papa utusan kakekmu mereka datang"terang william berusaha mencari perubahan ekspresi dari wajah putrinya.bahkan kini baru ia sadar putrinya begitu cantik tanpa kacamata besar dan rambut kepang dua seperti dulu.


naya diam meski dalam hati ia menangis haru,akhirnya.akhirnya kakeknya datang mencarinya,hatinya bahagia meski wajahnya tetap terlihat dingin.


"lalu?"tanya naya tanpa ekspresi.


"kamu jangan kurang ajar ya sama papa"sindir Fani.


"jadi anak tidak tahu diri sekali kamu naya,jangan jangan mamamu itu tidak pernah mengajarimu menghargai orang yang lebih tua?"sinis Monika tajam.


"apa hak anda mempertanyakan ajaran ibu saya?anda bukan siapa siapa bagi saya.hanya wanita asing yang beruntung menjadi istri kedua papa saya"balas naya pedas.


"diam kamu,dengar papa baik baik.papa tidak akan mengizinkanmu ikut dengan mereka meski papa harus merantaimu"putus william tegas.


"terserah naya tidak perduli.lakukan apapun yang papa mau"Naya beranjak meninggalkan keluarganya yang memandang geram,namun naya sudah tidak perduli.


hari beranjak malam dan saat keluarga william tengah makan malam tanpa naya.gadis itu lebih memilih makan sendirian di kamarnya seorang diri. terdengar suara bel pintu mengintrupsi kegiatan mereka.


asisten rumah tangga william membuka pintu dengan cepat saat majikan ya memberi perintah.


begitu pintu terbuka,terlihat seorang pria tampan yang kemarin datang kembali berdiri tegap didepan pintu ,Aiden memandang Art itu geli.bagaimana tidak,Art yang terlihat masih muda itu memandangnya tak berkedip.


"khem,boleh kami masuk"Aiden berdehem keras menyadarkan Art itu cepat.Mathew berdiri dibelakanganya dengan wajah datar.

__ADS_1


"eehhh...aduh maaf tuan mari silahkan masuk saya akan memberi tahu tuan william dulu"ucap Art itu malu.


setelah masuk dan menunggu di ruang tamu kediaman Alexander,tak berapa lama william dan keluarganya keluar dengan raut wajah gelap.


namun ada satu sosok pria yang cukup menarik perhatian william dan istrinya.bahkan Stefani menatap pria itu tak berkedip.


"tampan sekali pria ini,bahkan steven kalah jauh"batin Stefani takjub.


"ada apa lagi kau kemari?"sinis william menatap Aiden.


"dan siapa yang kau bawa kali ini tuan Aiden ?"tanya monika yang menatap Mathew kagum.wanita licik ini berfikir akan cocok jika pria tampan itu bersama putrinya Stefani.


Aiden menyerigai menatap wajah dingin atasanya itu penuh arti.


"selamat malam tuan Alexander.perkenalkan pria disamping saya ini adalah Mathew Anderson,orang yang bertanggung jawab menjemput nona naya"terang Aiden puas menatap raut syok william dan keluarganya.


"omong kosong,aku tidak akan mengizinkan siapapun membawa putriku"desis william mulai emosi.


Mathew menyerigai dingin,wajah tampan ya menarik keterkaguman Fania dan Monika.kedua wanita itu bahkan lupa niat Aiden dan Mathew yang datang ingin membawa pergi naya.


"hahaha......apa aku bertanya padamu tuan william?aku tidak butuh persetujuanmu membawa adikku"tawa angkuh Mathew membuat emosi william membara.


"BAJING*N AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KALIAN BERBUAT SESUKA HATI DIRUMAHKU.PERGI DARI SINI"teriak william murka,bahkan suaranya sampai terdengar hingga kamar Naya.


"tentu saja kami akan pergi,tapi bersama nona muda kami Quennaya"ucap Aiden tenang.


"KALIAN FIKIR SIAPA KALIAN HAH!!JANGAN MIMPI MEMBAWA PUTRIKU"geram william emosi.


"Aiden jangan membuang waktu dan berikan dia dokumen sah pengambil alihan hak asuh atas naya pada tuan william"ucap Mathew jengah.


William dengan cepat membaca sebuah berkas yang terbungkus rapi dalam sebuah amplop coklat pemberian Aiden.


"ti.....tidak mungkin.kalian pasti menipuku"lirih william terduduk lemas.


"Tuan william Alexander selaku ayah kandung dari seorang putri bernama Queenaya Alexander Benedict .selama ini telah mengabaikan kewajibanmu atas putrimu.menyiksanya lahir batin sengaja maupun tidak disengaja,membiarkan putrimu diperlakukan buruk oleh keluarga mu sendiri.maka dari itu,tuan Fredrick Benedict telah mengajukan tuntutan dan permohonan hak asuh atas Queennaya darimu.maka dari itu mulai sekarang dan selamanya pemerintahan melalui mentri perlindungan anak akan mencabut hak dirimu atas Queennaya dan menyerahkan hak itu kepada Mathew Anderson selaku wali sah yang ditunjuk oleh tuan Fredrick Benedick .saat surat ini ditandatangani oleh Queennaya maka hak anda sebagai ayahnya akan dicabut selamanya dan nama anda akan dilepaskan dari nama putri anda selamanya"suara Lukas membaca dengan nada tidak percaya atas apa yang dibawa oleh CEO Garden Luxurius Jewelri itu.


Naya melihat dan mendengar dari lantai atas tangga dengan perasaan lega.hatinya membuncah,meski sempat terkejut mendapati pria yang baru saja ditemuinya kemarin di taman.


"kesempatan anda sudah habis tuan william,dan sekarang adalah giliran tuan Mathew.saya akan memberi tahu,sebelum surat kuasa ini ditandatangani oleh nona Queen,tuan Frederick sudah memberi amanat untuk merubah nama putri anda dan membawanya kembali ke negara asal ibunya.sebulan setelah ujian berakhir,maka kewarganegaraan Queenaya akan berubah"jelas Aiden .


"TIDAK....TIDAK MUNGKIN ,KALIAN PASTI BERMAIN KOTOR DISINI"pekik william tidak terima.


"terserah anda mau percaya atau tidak.itu bukan urusan saya"ucap Mathew tidak perduli,matanya menatap kehadiran naya diatas tangga,wajah tampan itu tersenyum lembut dan memberi isyarat agar naya mendekat dengan tangan ya.


"Queen kemari lah adikku"ucap Mathew lembut.semua mata menoleh menatap naya yang berdiri terpaku diatas tangga.william menatap sendu putrinya itu,apa naya akan pergi?meninggalkan dirinya seperti Alisya dulu,batin William menangis .


"anda siapa sebenarnya?"tanya Naya penuh keingintahuan.


"aku kakakmu,mulai sekarang kau bukan lagi Queennaya Alexander Benedict tapi Liora Queensia Benedick putri tunggal mendiang nona besar Alisya Benedict dan cucu kesayangan Tuan besar Frederick benedick.ingat sekarang itulah namamu adikku"jelas Mathew tersenyum sangat lembut.


"TIDAK........KAU BEDEB*H SIAL BERANINYA KAU MENGGANTI NAMA PUTRIKU"teriak william tidak terima.


"kau tidak berhak lagi menolak keputusanku tuan william,bahkan semua sudah legal"ucap Mathew tenang.


"bersiaplah adikku,kita akan pindah dari sini sebelum kembali ke Amerika"ucap Mathew lembut,seakan tersihir naya mengangguk patuh dan berlalu ke kamar nya bersiap diri.


"waktumu habis Alexander"ucap Aiden terdengar penuh ejekan.


william tertohok,monika dan Stefani menggeram marah,lukas menatap miris pada ayahnya.dan Mathew tersenyum sinis.


TBC......

__ADS_1


__ADS_2