Princess Of Darkness

Princess Of Darkness
Regret


__ADS_3

hai all jangan lupa tinggalkan jejak vote,like dan komentar ya..............


ok selamat membaca😁



πŸƒπŸƒπŸƒPrincess of darknessπŸƒπŸƒπŸƒ


pagi hari telah tiba,meski waktu masih menunjukkan pukup 6 pagi.namun semburat sinar sang surya telah nampak menghantarkan rasa hangat sinar mentari,suara kicauan burung menyambut datangnya semangat baru seorang gadis manis yang kini telah siap dengan jejeran koper berisi barang barang yang akan ia bawa meninggalkan tempat ia lahir dan tumbuh.


Naya menatap pantulan dirinya pada sebuah cermin besar.terlihat seorang gadis cantik dengan balutan short dress baby blue lengkap dengan sebuah hiasan pita yang menambah kesan manis pada dirinya,melihat kembali jam yang melingkar manis dipergelangan tangan ya.


"tidak masalahkan aku menunggu 2 jam dibandara sebelum pesawat take off.lagipula sekalian mencari sarapan dari pada menunggu disini dan entahlah?"tanya naya pada dirinya sendiri.



"baiklah semua sudah siap,waktunya menuju bandara"monolog Naya sembari menatap kembali dirinya didepan cermin,jangan katakan ini terlalu pagi.mimpi buruk kenangan hidup bersama keluarganya membuat Naya sulit memejamkan mata,terlebih menginggat ia akan pergi begitu lama dan tidak tahu kapan akan kembali.


begitu keluar menuju lobby hotel,sebuah taksi sudah menunggu untuk mengantarnya ketempat tujuan.


"pak,bisakah kita mampir sebentar ke SMA Rajawali?"tanya naya pada supir taksi yang terlihat menyetir taksinya dengan tenang.


"baiklah nona"


tak butuh waktu lama,dari jauh naya dapat melihat betapa ramainya anak kelas 12 menunggu pengumuman kelulusan mereka.tak sengaja matanya menatap ke arah Stefani yang tengah menempel manja pada Steven.bahkan terlihat Daisy,angel dan Jessy yang tengah bersiap pulang.


pandangan Steven tak sengaja menatap kearah sosok naya,ia terpaku.gadis itu terlihat sangat cantik berdiri anggun menatap kearah sekolahnya.


"Naya"lirih pemuda itu sendu.


"mau kemana kamu naya,mengapa hatiku tidak sedetikpun bisa melupakanmu"batin steven yang melihat naya kembali memasuki taksi dan berlalu pergi.


"mungkin ini yang terbaik,aku tidak sanggup melihat wajah mereka.selamat tinggal Daisy,angel,Jessy.suatu saat aku akan kembali"gumam naya dengan sorot mata dingin dan penuh arti.


pada dasarnya,mencintai adalah melindungi dan menerima apa adanya pasangan kita,tak ada cinta yang menyakiti.hanya saja terkadang manusialah yang memang tidak tahu diri.setelah pergi baru akan menyadari apa arti dari perasaan diri.


*************🍁🍁🍁**************


sementara itu dilain tempat.


seorang pria tampan baru saja keluar menuju bandara tempat pesawat jet pribadinya telah menunggu membawanya kembali ke tanah Ratu Elizabeth.


berjalan angkuh memasuki area bandara dengan 2 orang pria tampan berjalan tegap disisi kanan dan kirinya,dibelakang mereka terlihat beberapa orang bodyguard mengikuti langkah tegas sang bos.


wajahnya yang rupawan dengan sorot mata dingin dan tajam membuat seketika perhatian menjadi berpusat padanya,Arkansas.pria dingin itu berjalan tak perduli akan tatapan memuja dari para wanita yang melihatnya.


"bos,bukankah kita akan berada di Indonesia selama 2 bulan?kenapa kembali cepat sekali,aku belum puas cuci mata akan wanita wanita indonesia"grutu Axel jengkel,pagi pagi sekali Ryu dengan rusuhnya menyuruhnya bersiap kembali ke Inggris tanpa bersiapan yang memadai mereka berangkat.


"alasan,sudahlah Axel kau jangan membuatku semakin ingin menebas kepalamu.tidak bisakah kau diam dan sedikit tenang,kepalaku pusing"kesal Ryu,pagi pagi sekali bahkan mimpinya masih menari dengan indahnya.namun bos pemaksanya itu sudah menariknya keluar dan bersiap untuk kembali pulang,bahkan masakan Maya saja belum ia makan.sungguh Bos nya ini benar benar keterlaluan.


"hei bodoh,kau pikir kau saja yang pusing.aku bahkan ingin pingsan sekarang ,enak saja kau mengomeliku"balas Axel jengkel.


"bisakah kalian diam"ucap Arkansas dingin menusuk.


"hem terserahlah"timpal Ryu jengkel.


"sial*n aku lapar dan mengantuk.tidak di Inggris bahkan di Indonesia sekalipun, tidak sekalipun aku bisa tidur dengan tenang"grutu Axel sembari menguap malas.

__ADS_1


Arkansas menatap bosan pada kekesalan kedua sahabatnya itu,yah dia bosan.hidupnya selalu monoton,datar dan tidak berwarna penuh kekerasan.baik dalam berbisnis maupun dalam organisasinya ,tidak ada tantangan semua terasa hambar.apa ayahnya dulu juga seperti ini,sampai pria Tirani itu bertemu dengan ibunya?Yah ,kedua orang tua Arkansas adalah pasangan terbaik yang pernah pria tampan itu lihat.Ayahnya yang Arogant bertemu dengan ibunya,wanita cantik berhati tegar namun lembut.


Arkansas melangkahkan kakinya menuju ke arah Area masuk VIP menuju jet pribadinya terparkir sempurna,namun saat ia melangkah semakin dekat .


Brukh..........


tanpa disengaja ,seorang gadis manis malah bertabrakan dengan tubuh tinggi tegapnya.tumpah,minuman milkshake yang dibawa oleh gadis itu tumpah mengotori kemeja berbalut rompi berwarna putih yang ia kenakan .


"ASTAGA,ya ampun kalau jalan itu lihat lihat kenapa.tapi tidak masalah juga yang kotorkan bajumu"ucap gadis manis itu terdengar lucu,ia yang menabrak malah ia juga yang terlihat kesal.tanpa sadar Arkansas terdiam dengan seulas senyum tipis sangat tipis.yah,gadis ini gadis yang Arkansas lihat duduk sendirian di taman sore itu,kini ia terlihat sangat manis dengan dress biru dan rambut coklat panjang dan bergelombang nya.


"manis kita bertemu lagi"batin Arkansas tanpa sadar bersorak bahagia.


mata tajam Arkansas terus menatap dalam pada gadis yang tengah asik menatap noda pada rompi nya.mata bulatnya terlihat bening teduh,hidung mancung mungil nya,bibir cerry yang begitu menarik perhatian seorang Arkansas dan kulit putih itu terlihat sangat halus dan bersinar.Arkansas terpaku diam menyimpan didalam memori otaknya akan sosok cantik bagai malaikat ini.


Ryu dan axel saling melempar tatapan heran.kedua pria itu sama terpesonanya dengan sosok gadis manis yang kini tengah membersihkan rompi sang bos dengan sebuah sapu tangan milik gadis itu.


Naya terdiam sedikit kesal,sudah lama ia berbicara namun pria tampan dihadapannya justru diam seribu bahasa.


"hei tuan,kenapa kau diam saja.jangan fikir karna kau lebih tua,kau tidak mau meminta maaf padaku.aku bahkan sudah berbaik hati membersihkan noda pada pakaianmu,yah meski tidak bisa hilang juga.tapi kau tetap harus minta maaf,minumanku tumpah karna dirimu"kesal naya sambil menatap tajam dengan mata bulatnya yang justru terlihat lucu dimata Arkansas.pria itu tertawa didalam hati.sungguh gadis ini sangat tidak biasa.


Grep......


sapu tangan digenggaman Naya direbut paksa oleh Arkansas,pria tampan itu menatapnya dalam penuh arti.


Glek......


seketika naya tersadar,betapa tampan dan dingin ya wajah pria itu.


"maaf nona manis,bisakah kau membiarkan kami lewat"goda Axel mengerling sebelah matanya jenaka.


"benar nona ,tolong jangan menghalangi jalan kami"tambah Ryu akhirnya tersadar akan pesona gadis itu.


"santai lah nona manis,tidak perlu berteriak kami tidak tuli"ucap Axel terkekeh.


"diam,aku tidak ada urusan denganmu rambut jagung.dan kau kembalikan sapu tanganku"sarkas Naya kesal,kini wajahnya sudah memerah antara kesal dan malu karna kini mereka menjadi pusat perhatian.Arkansas menatap wajah putih yang kini terlihat memerah itu,tanpa sadar pria itu mengeram menahan rasa ingin menyentuh pipi putih menggemaskan itu.


manis,menggemaskan?Arkansas tanpa sadar terkekeh pelan.


Ryu melongo.......


Axel melotot horor.....


sungguh ini bos mereka?pria kejam,dingin,berwajah datar dan diktator ini terkekeh.rasanya mereka kini bermimpi.selama ini Arkansas hanya akan tersenyum tipis jika ada sesuatu yang dianggap lucu,namun kini pria tampan itu terkekeh bahkan tertawa?camkan.


"bos,kau sakit?"celetuk Axel horor.


"tidak,kurasa bos salah minum obat"tambah Ryu nampak sedikit linglung.


naya semakin terlihat kesal,tanpa sadar bibir mungil itu mengerucut lucu.dan Arkansas,jangan tanya.betapa ia seakan bisa gila hanya dengan menatap bibir manis itu.


"tidak jangan hentikan ,keluarlah dari pikiranku.menjauh oh Arkansas what are you thingking about"batin Arkansas kemudian tanpa bicara sepatah katapun pergi begitu saja meninggalkan Naya yang menatapnya kesal.


"sudahlah,dasar pria aneh"ucap naya kemudian masuki area ruang tunggu penumpang.


"gadis itu manis,tapi sayang galak sekali "gumam Axel tertawa geli.


"begitu galaknya hingga bos kita tertawa seperti orang bodoh"timpal Ryu menatap wajah datar Arkansas yang sudah kembali seperti biasanya dingin dan datar.

__ADS_1


"tidak bisanya kau mengampuni orang yang mengusikmu bos,meski seorang gadis sekalipun?"Tanya heran Ryu.


"perlu ku cari informasi gadis itu bos?siapa tau kau butuh"tawaran dengan nada menggoda Axel membuat Arkansas mendengus malas.


"tidak perlu,jika jodoh mungkin akan bertemu lagi"jawab Arkan begitu datar.


"aku tidak percaya pria seperti mu akan diberikan jodoh oleh Tuhan"kelakar Axel .


"diamlah kau rambut jagung"ucap Ryu tertawa nista.


"sialan kau,kenapa kau malah ikut ikutan memanggilku rambut jagung"kesal Axel tidak terima.sungguh gadis itu menjatuhkan martabat nya sebagai playboy tanpa cacat.rambut jagung?sungguh mengelikan.ingatkan nanti untuk mengganti warna rambutnya.


"siapapun kamu,kau telah mengacaukan hatiku.kini kau adalah milikku target seorang Arkansas "batin Arkansas sembari mencium dalam aroma wangi lavender manis dari sapu tangan milik naya.


Β 


β™₯β™₯β™₯β™₯β™₯πŸ’πŸ’πŸ’β™₯β™₯β™₯β™₯β™₯*


Β 


"ada apa bi asih?"william bertanya heran melihat raut wajah gelisah asisten rumah tangganya itu.


"maaf tuan william,ada yang ingin saya katakan kepada anda"ucap Bi Asih hati hati saat melihat wajah lelah majikannya itu.


"katakan saja bik,ada apa?"ucap william berusaha baik baik saja.


"ini mengenai non Naya "bi Asih tak lama mengernyit heran melihat tanggapan majikannya itu.


"ada apa denganya,apa anak itu membuat masalah ?"sarkas William tiba tiba emosi.


Bi asih bukanya menjawab,namun memberikan sebuah tropi dan sebuah piala yang nampak berkilau kepada william.


"apa ini?"tanya william heran.


"ini untuk kesekian kalinya saya menemukan benda seperti ini di tempat sampah,jangan melihat hanya sekilas tuan.namun lihatlah jumlah dan perjuangan nya sebelum anda menyesal"ucap bi Asih terdengar nada kecewa didalamnya.


William melihat ke arah Piala bersinar diatas meja kerjanya,disana terdapat sebuah nama yang beberapa hari ini sudah mengganggu pikirannya.


William tercekat,naya putrinya itu bahkan tidak pernah sekalipun memberi tahu nya dan bodohnya seorang william yang justru semakin mengabaikan itu semua.


Naya putrinya yang terlihat cupu dan tidak menarik,monoton dan selalu dipandang sebelah mata.sangat berbeda dengan putrinya Stefani gadis modis dengan segala kelebihan ya.sedang naya bahkan untuk berbicara saja William seakan tidak perduli dan selalu mengusir gadis itu acuh.tanpa pernah mendengar atau melihat apa yang ingin disampaikan oleh putrinya itu,william sudah terlalu jauh membuat dinding pembatas antara mereka.


"maaf tuan,anda melamun"tegur bi asih menyadarkan William yang menatap nama naya diam.


"maaf bi,silahkan teruskan"ucap william menghela nafas berat.


"saya ingin berhenti dan pulang kampung tuan"ucap bi Asih yakin.


"kenapa bi,apa gaji yang saya berikan kurang?"william tentu saja terkejut ,wanita paruh baya ini sudah bekerja lama padanya bahkan sejak naya baru berusia 1 tahun .


"saya bekerja disini atas permintaan mendiang nyonya Alisya demi menjaga nona naya.sekarang non naya sudah pergi maka dari itu sudah tidak ada lagi alasan saya bekerja disini.uang yang diberikan nyonya alisya dulu sudah bisa saya gunakan membangun usaha kecil kecilan di kampung,jadi saya kemari mohon pamit pada tuan"ucap Bi Asih terlihat lega.wanita itu sebenarnya sudah lama ingin berhenti sejak monika menguasai rumah Alexander,namun melihat putri mendiang nyonya kesayangannya dulu semua ia urung dan bertahan demi Naya.


"baiklah bi,saya tidak bisa berkata apapun jika itu sudah keinginan bi Asih.ini terimalah uang dari saya ,anggap saja salam perpisahan"william menyerahkan sebuah amplop coklat yang berisi uang cukup tebal.


"terima kasih tuan,saya pamit"William mengangguk dan melihat kepergian Asisiten rumah tangganya itu miris.


"kau pergi Alisya,putriku pun pergi dan kini bahkan pekerja ku pun pergi.hahaha inilah hasil perbuatanmu William dan terima itu"ucap William miris,selama sebulan lebih ia benar benar tidak pernah lagi bertemu dengan putrinya semenjak pria bernama Mathew itu membawa naya pergi,dan kini entah sampai kapan ia bisa melihat wajah putrinya lagi.

__ADS_1


TBC........


__ADS_2