
hai all jangan lupa tinggalkan jejak vote,like dan komentar ya..........
selamat membaca...
๐ฟ๐ฟ๐ฟPrincess of darkness๐ฟ๐ฟ๐ฟ
seorang wanita dengan baju ketat dan make up tebal tengah bergelanyut manja pada lengan Steven,meski pria itu terlihat tidak nyaman dan jengkel.namun wanita itu tidak perduli dan seakan tidak punya rasa malu.
"steven,ayo makan siang bersamaku.sudah lama kita tidak berkencan"ucap Stefani mendesah manja.ya,wanita itu adalah Stefani.meski hubungannya sudah lama berakhir dengan steven,namun wanita itu tidak mau mundur dan melepas pria potensial seperti steven begitu saja.masa bodoh dengan tatapan jijik dari steven dan semua orang.
"Stefani,aku heran denganmu.apa kau tidak punya malu?dimana harga dirimu,sungguh menjijikkan"ucap robert pedas.kini bahkan beni sudah berusaha menarik lepas tangan Stefani dari lengan steven.sungguh wajah steven terlihat mengerikan dengan raut dipenuhi emosi.
"apa yang kalian lakukan? tidak lihat aku sedang berbicara dengan steven"desis Stefani jengkel.robert dan beni benar-benar menganggu usahanya.
pandangan tajam robert dan beni yang semula gelap dan seakan menghina,tiba-tiba menjadi seakan terhipnotis akan sesuatu.dan dengan percaya dirinya ,Stefani merasa bahwa kedua pria itu terdiam melihat kemolekan tubuh dan parasnya.diam-diam Stefani tersenyum congkak.
tapi tunggu,Stefani mengeryit bingung saat melihat rona merah pada wajah robert dan juga beni.tidak,bukan hanya mereka berdua.kini bahkan seluruh mata terarah pada pintu masuk Tirta Buana,sedangkan Steven nampak terpaku dengan wajah nampak memerah.
disana,disana berjalan seorang gadis cantik dengan Nixon yang berjalan dengan tenang dibelakangnya.
gadis itu nampak sangat cantik sekaligus terkesan mampu menarik tatapan lapar dari para lelaki.dress hitam dengan potongan bahu transparan serta memperlihatnya betapa putih dan mulusnya kulit leher hingga dadanya.wajah cantik dengan make up natural membuat para kaum adam menatapnya tanpa berkedip.
Queen berjalan dengan penuh percaya diri,tidak perduli tatapan mesum dari para lelaki untuk dirinya.sedang dibelakngnya berjalan Nixon dengan sorot mata tenang dan tajam membuat para wanita memekik kagum.
"jika begini,ku yakin kau gagal move on kawan"ucap beni terpesona.matanya tidak sedetikpun menjauh dari Queen,sungguh gadis ini sangat mempesona.dan robert ia hanya diam,namun manik matanya tidak mampu mengelak bahwa pesona seorang Queen benar-benar luar biasa.
terdiam,dan menghela nafas berat.Steven benar_benar frustasi sekarang.
"sial,beraninya kau membuat steven tidak melihat ku.dasar jal*ng"batin Stefani geram.
Queen menatap datar pada pemandangan dihadapannya.Stefani dengan pakaian ketatnya bergelanyut manja pada lengan steven.senyum sinis terpatri dari wajah cantik itu.
"dada silikon saja diobral kemana-mana"batin Queen ingin tertawa terbahak.
Nixon melirik Queen yang juga tengah melirik dirinya,keduanya nampak menahan tawa.sungguh Nixon ingin mengumpat sekarang,perutnya sakit dan keram menahan tawa melihat wajah penuh warna Stefani.
"Maaf nona Stefani,apa bibirmu baru saja terbentur tembok?"pertanyaan bernada hinaan itu membuat beni dan robert terkekeh pelan.
"bicara apa kau?ini disebut make up dasar bodoh"desis Stefani emosi.
"nonaku bahkan ber-make up ,namun wajahnya tidak mengerikan seperti mu"ucap Amber yang entah datang dari mana.
Queen sudah tidak mampu menahan tawanya.jika lebih lama lagi,entah bagaimana nanti tawanya akan terlepas dengan kerasnya.gadis itu berdehem pelan.
"khem...maaf tuan Steven,karna anda adalah pemegang saham terbesar di Tirta Buana,bisakah anda dan nona Stefani bersikap profesional dan mari mulai rapatnya"ucap Queen tenang .
"dan.....nona stefani,perusahaan ku bukan club malam.jadi jangan bersikap layaknya jal*ng disini"ucap Queen telak.semua orang tersentak kaget,sungguh gadis manis ini sangat pedas dalam berucap.
"BICARA APA KAU SIAL*N,KAU YANG JALA*G.BERANINYA KAU MENGHINA MANTAN MODEL SEPERTIKU"pekik geram Stefani.sebelah tangan ya terangkat hendak menampar wajah mulus Queen.
tangan kekar Nixon menangkap tangan Stefani dan menghempaskan nya keras,tubuh Stefani jatuh terhempas.
"jaga batasanmu nona Stefani,sudah kuperingatkan jangan coba-coba menyentuh nonaku"geram Nixon menatap sengit wajah pias Stefani.
Queen melenggang pergi mengabaikan Stefani,berdebat dengan wanita itu tidak ada untung nya bagi Queen.
"jadi tuan Steven,apa kau masih ingin bermain dengan kekasihmu?jika kau pergi tidak masalah bagiku.kehilangan satu client bukan masalah bagi kami,Dark Corp tidak akan jatuh hanya karna Rush inc mundur"ucap Queen santai.
steven menggeram menahan emosinya,Queen.gadis itu benar-benar menguji kesabarannya.tanpa banyak bicara steven menarik Queen menuju ruang rapat dan mengunci pintunya dengan kasar.
diruang rapat,Steven menatap Queen geram.tubuh indah itu sudah dilihat banyak orang,dan steven tidak suka itu.
"pakai pakaianamu dengan benar Q,apa kau begitu senangnya dilihat para pria dengan tatapan mesum mereka?!!"hardik Steven emosi.
__ADS_1
"hahah....pakaianku sudah benar tuan steven,atau kau Ingin aku berpakaian seperti kekasihmu itu Stefani?"balas Queen sengit .
"demi Tuhan Q,lelaki diluar sana menatapmu bagai singa kelaparan"geram steven,pria itu menjambak rambutnya frustasi akan reaksi Queen yang terlihat tidak perduli.
Queen melangkah dan mendudukkan tubuhnya disebuah kursi,manik coklatnya memutar jengah dan kaki jenjangnya menyilang angkuh.Steven meneguk ludahnya kasar,sungguh kini paha mulus dengan kaki jenjang itu benar-benar menguji dirinya.
"kau membuang waktuku Tuan Rush"ucap Queen sedikit emosi.bangkit dan melangkah pergi,jemari lentik itu menyentuh handle pintu dan menghela nafas melihat keterdiaman steven.
"jangan bersikap layaknya kau bagian penting dari hidupku.kau dan aku,kita hanya dua orang asing"ucap Queen dingin.
steven terdiam,dadanya terasa sesak dengan kesakitan luar biasa.
****๐๐๐****
siang hari yang cerah dengan terpaan sinar mentari terasa hangat menembus kulit.4 orang gadis cantik tengah berkumpul disalah satu cafe yang lumayan terkenal dipusat kota,tanpa mereka sadari meja yang mereka tempati menjadi pusat perhatian para pengunjung.khususnya kaum adam,gadis manis bersurai coklat caramel itu begitu mencolok diantara ke 3 gadis lainya.
"kau tahu Q,sebentar lagi aku akan lulus menjadi sarjana kedokteran hewan"ucap Jessy sembari tersenyum lebar.yah,semenjak perbincangan semalam mereka ber 3 sepakat tidak lagi menyebut nama naya.
"kok bisa kamu jadi dokter hewan jes?"tanya Queen dengan tanpa sadar menampilkan raut polos dan menggemaskannya.
para pengunjung cafe memekik gemas melihat mata bulat dengan wajah manis merona itu,bahkan ke tiga sahabat Queen tanpa sadar terpesona melihat wajah Queen yang semakin Cantik setelah 5 tahun.
"khem...ya bisa dong Queen ,coba bayangkan jika Jessy menjadi dokter manusia.bukannya sembuh,pasien ya malah tewas nanti hahahah........"tawa geli Daisy,seketika Jessy mendelik jengkel dan mencubit lengan Daisy keras.
"Awww...santai dong jes,bercanda ini malah ngamuk"tawa Daisy tanpa dosa menatap raut kesal Jessy.
Queen tersenyum lembut menatap sahabatnya itu,hatinya menghangat melihat mereka tertawa dan baik-baik saja tanpa dirinya.
"nah,kalau aku dan Daisy .kami sedang bekerja sama membangun restoran,kau tau Queen.Daisy itu lulusan tata boga terbaik"heboh Angel,matanya berbinar jenaka.
"wah.....benarkah?itu sangat luar biasa"pekik Queen bahagia.
tanpa mereka sadari,Steven dan kawan-kawannya tengah menatap Queen dari pojok cafe dengan raut wajah penuh arti .
"kau yakin akan melakukan ini Stev?"tanya Robert tidak yakin.
"ya,jika dia masih menolak.aku akan menyerah,mungkin tanpa diriku dia memang akan bahagia"jawab Steven sendu,manik matanya terus menatap wajah Queen lekat.meski hatinya serasa terbakar melihat tatapan mata para lelaki menatap tubuh Gadis itu seakan menelanjanginya.
"Q,TOLONG DENGARLAH SUARA HATIKU UNTUKMU.DAN INI YANG TERAKHIR KALINYA SETELAH ITU AKU AKAN MENYERAH DENGAN SEGALA KEPUTUSANMU"
suara canda tawa seketika berhenti saat Steven berdiri dengan suara tegas sambil menatap Queen yang kini juga menatapnya.
bagaimana mestinya....๐ถ
membuatmu jatuh hati kepadaku..๐ถ
telah kutulis sejuta puisi..๐ถ
meyakinkanmu membalas cintaku..๐ถ
haruskah ku mati karena mu..๐ถ
terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu..๐ถ
haruskah kurelakan hidupku..๐ถ
hanya demi cinta yang mungkin bisa membunuhku..๐ถ
hentikan denyut nadi jantungku..๐ถ
tanpa kau tahu betapa suci hatiku..๐ถ
untuk memilikimu..๐ถ
adakah keikhlasan..๐ถ
dalam palung jiwamu mengetukku..๐ถ
__ADS_1
ajarkan mu bahasa perasaan..๐ถ
hingga hatimu tak lagi membeku..๐ถ
haruskah ku mati karenamu..๐ถ
terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu..๐ถ
haruskah ku relakan hidupku..๐ถ
hanya demi cinta yang mungkin bisa membunuhku..๐ถ
hentikan denyut nadi jantungku..๐ถ
tanpa kau tahu betapa suci hatiku..๐ถ
untuk memilikimu..๐ถ
tiadakah ruang di hatimu untukku..๐ถ
yang mungkin bisa tuk kusinggahi..๐ถ
hanya sekedar penyejuk disaat ku layu..๐ถ
ku telah menanti mu hingga akhir masa..๐ถ
steven,pria itu menangis pelan dengan air mata telah jatuh membasahi wajah tampan nya.semua pengunjung merasakan betapa dalam cinta pria itu untuk gadis yang ia cintai,namun sayang Queen hanya menatap steven kosong.
sebenarnya Queen pun merasa sakit,perasaan ini ia juga merasakannya 5 tahun yang lalu,mungkin bahkan lebih sakit dari apa yang steven rasakan sekarang.namun sayang,hati Queen benar-benar sudah mati untuk steven.
Angel,Daisy dan Jessy terdiam tidak mampu berkata-kata.sahabat mereka benar-benar tersakiti dulu,dan kini apapun yang dilakukan steven sudah tidak ada artinya lagi.
berdiri,Queen bangkit dan berlalu pergi tanpa berbalik.Steven berlari dan mencoba mengejar Queen.
"hentikan Stev,sampai kapan kau menyakiti hatiku.aku sudah bisa menata hati dan juga hidupku,tolong jangan sakiti dirimu dan diriku.jalani hidupmu dan carilah kebahagiaan mu sendiri tanpa diriku"ucap Queen dengan mata berkaca-kaca.
"Nay"ucap steven lirih.hatinya serasa diremas,sakit itulah yang ia rasakan.
"kumohon bahagialah tanpa ku "Queen berbalik dan masuk kedalam mobilnya dan berlalu pergi melupakan keberadaan sahabat-sahabatnya.
"hiks.....maaf stev,hatiku sudah tidak ada namamu seperti dulu"isak Queen sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-ratanya.
hatinya kembali sakit melihat sikap steven.mati,perasaan itu sudah mati 5 tahun yang lalu.cinta,untuk saat ini kata-kata itu terasa menyakitkan untuk gadis itu.
di atas cafe lantai 2 ,seorang pria tampan dengan manik abu-abu kelamnya menatap semua yang terjadi dalam diam.pria itu menarik seulas senyum tipis.
"ada apa kawan?"tanya seorang pria yang duduk dihadapannya.
"tidak ada,hanya sesuatu yang menarik telah terjadi"jawab pria itu dengan senyum yang mampu melelehkan hati setiap wanita yang melihatnya.
"pria itu sungguh kasihan,cinta memang mengerikan"ucap pria yang duduk dihadapanya lagi.
"mungkin"jawabnya santai .
"gadis itu sungguh menarik"batin pria bermanik abu-abu itu dalam.sorot matanya tiada henti menatap Queen hingga hilang dan berlalu dengan mobilnya.
"jika wanita lain ,pasti akan memekik girang dengan perbuatan pria itu yang bernyanyi sampai menangis"ucap seorang wanita dengan rambut pirang sebahu.
"gadis itu sangat kejam"balas pria lainya.
"oh ia ,ada undangan dari salah satu kolega kita akan peresmian pengenalan dari keluarga pengusaha Benedict yang kini akan memperkenalkan cucu dari mendiang Fredrick dan adik dari CEO Mathew Anderson"
"kau urus saja aku ikut"ucapnya santai.matanya terus saja menatap ke lantai bawah.
"ayolah Leon,kita disini hanya 7 hari lalu kembali ke Sydney "suara dengan nada kesal itu membuat pria yang dipanggil Leon itu terkekeh.
__ADS_1
Leonardo Alaska Georgino CEO muda berwajah tampan dan tegas,pewaris pusat ritel dan mal-mal terbesar di seluruh Amerika.kini wajah tampan itu tersenyum setelah lama tidak merasakan hatinya berdesir.
TBC...........