Princess Of Darkness

Princess Of Darkness
Kedatangan Mathew


__ADS_3

hai all jangan lupa tinggalkan jejak vote,like dan komentar ya guys.........


ok cekidot.......


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸƒPrincess of darkness๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


"jadi bisa anda jelaskan,siapa kalian dan kemari mencari siapa?"tanya william yang kini telah duduk ditemani monika,fani dan juga lukas.mereka ber 4 memandang seorang pria tampan yang tengah berdiri tegap dan tenang dengan beberapa bodyguard berdiri diam dibelakang pria itu.



pria tampan itu berdiri dan sedikit membungkuk sopan sebagai basa basi kesopanan sebelum dipersilahkan duduk oleh william.


"baiklah,sebelum itu saya akan memperkenalkan diri dulu.saya adalah Aiden Winston,saya adalah tangan kanan dari Tuan muda Mathew Anderson dan saya kemari ingin membicarakan prihal cucu tunggal tuan besar Benedict"jelas pria bernama Aiden itu tenang.


Deg.............


nafas william tercekat,ia baru mengingat bahwa istrinya masih memiliki keluarga .meski william belum pernah sekalipun bertemu dengan keluarga istrinya karna keluarga Benedict dulu menolak hadir saat pernikahan ya,dan Alisya sama sekali enggan membicarakan keluarganya.


"maksud anda bagaimana tuan Aiden?dan siapa Mathew?"tanya monika penasaran.


"tuan Mathew Anderson adalah seseorang CEO dari Garden Luxurius jewelri.inc perusahaan yang bergerak di bidang perhiasan dan fashion.dia adalah orang yang diberi tanggung jawab untuk mengurus kehidupan nona Queen mulai sekarang"jelas Aiden tenang.


mata monika dan Stefani melotot syok,Garden Luxurius jewelry adalah sebuah perusahaan penghasil perhiasan perhiasan dengan model ternama didunia,bahkan tak jarang model perhiasan mereka memenangkan kontes perhiasan sedunia di paris .dan hal itu cukup membuat kedua wanita serakah itu syok berat.


"apa maksudmu,saya ayahnya masih ada.jadi tidak perlu orang lain mengurusi putri saya"ucap william tersinggung.apa apaan keluarga mendiang istrinya itu.


Aiden hanya tersenyum paksa.putrinya katanya?selama ini apa pernah mereka memperlakukan Queen Benedict layaknya seorang putri?.


"dan dimana orang yang bernama Mathew itu?"tanya Stefani tertarik.


"tuan muda sedang berada di Hotel dan kemari nanti hanya untuk menjemput nona kami"jelas Aiden sabar.


"siapa yang ingin kalian jemput.tidak seorangpun boleh membawa putriku"ucap william mulai emosi.


kembali Aiden tersenyum,namun kali ini senyum yang terlihat justru senyum dingin dan penuh ancaman.


"sekarang pergi dari sini.dan katakan pada tuan mudamu itu aku tidak akan membiarkan dia membawa putriku camkan itu"tekan william penuh amarah.enak saja orang asing itu ingin membawa putrinya l,bahkan wajahnya saja ia tidak tahu.


Klek........


suara kokangan senjata mengalihkan esistensi semua orang,tanpa sadar 4 buah pistol mengarah ke kepala william dan keluarganya.


"si...siapa kalian ini,me..mengapa membawa senjata kerumah kami"gagap monika ketakutan.wanita itu tidak tau bahwa seorang CEO dr GLJ .inc bisa berbuat sampai sajauh ini.


para bodyguard berwajah kaku itu menatap keluarga william datar,tugas mereka adalah memastikan Aiden berhasil membawa pulang nona muda mereka apapun caranya.


"kalian turunkan senjata keep calm"ucap Aiden terkekeh.


"asal anda tahu tuan william,saya tidak perlu izin anda membawa nona Queen pergi,ingat pastikan saja siapakan nona kami lusa.tuan Mathew akan datang menemui adiknya"ucap Aiden kemudian bangkit berlalu pergi dengan angkuh.Hanya keluarga Alexander saja berani sekali menghalangi tugasnya,Aiden terkekeh dengan pemikiran ya.


william menatap kosong pintu keluar saat sosok Aiden telah hilang,monika memandang terkejut.Adik?siapa?pemikiran pemikiranya terus melayang layang.Stefani mengeram pelan,pria tadi adalh utusan seseorang yang berpengaruh dan datang kemari mencari Naya,sial.kenapa gadis itu selalu dikelilingi orang orang berada?.


"BI....BI ASIH KEMARI"teriak william panik.


wanita paruh baya itu datang tergesa gesa.


"ya tuan ada yang anda butuhkan?"tanya Bi Asih mengwryit melihat raut cemas tuan nya itu.


"mana,dimana Naya.panggil dia cepat"ucap william gelisah.


"maaf tuan,nona Naya sudah pergi bersama nona Jessy sedari pagi"ucap Bi Asih .


"Jessy?siapa itu?"tanya william heran.yah,selamat ini pria itu bahkan tidak tau putrinya itu berteman dengan siapa saja.

__ADS_1


"itu,nona Jessy sahabat non Naya tuan"ungkap bi asih binggung,seorang ayah bisa tidak tahu sahabat putrinya sendiri.apakah majikannya itu buta?.


"siapa lagi teman teman anak itu bik,berani sekali dia keluar tanpa pamit pada orang tuanya"kesal william.


"nona naya memiliki 3 orang sahabat tuan.non angela,non Daisy dan terakhir non Jessy"ucap bi asih menjelaskan sopan.


"siapa lagi mereka itu?"ucap monika jengkel.


"ASTAGA sungguh papa dan mama bener tidak tau mereka?"pekik lukas tak percaya.


"ck,mereka hanya sekumpulan orang miskin lukas.kau tidak usah heboh begitu"kesal Stefani yang memang tidak tau apa apa soal teman teman naya,karna para gadis itu selalu berpenampilan sederhana tidak seperti orang kaya pada umumnya.


"hei,kau bodoh kak.angel itu anak tuan Holland,sedang Daisy itu putri keluarga pengusaha Dwikarta dan Jessy dia itu putri Tuan Atmaja.astaga kak fani kau benar benar bodoh"ungkap Lukas terkagum kagum,sungguh teman teman naya bukan anak anak orang biasa.


"kau...kau yang benar lukas?"gagap Stefani.


"jangan bohong lukas,mama tidak percaya"tambah monika cemas.


"dari mana kau tau lukas?"tanya william heran.


"kalau tidak percaya ya sudah,tentu saja aku tau pa.bahkan mereka sering masuk majalah bisnis keluarga pengusaha hanya saja tampilannya sedikit berbeda dari keseharian mereka yang memang lebih sederhana.maka dari itu kebanyakan orang akan tidak mengenali ke tiga gadis itu"terang lukas acuh.


"gawat"batin Stefani cemas.


"bisa bahaya kalau bakingan anak itu kuat"batin monika geram.


"baikalh kita tunggu naya pulang,papa akan bicarakan ini dwngannya"putus william beranjak menuju kamar nya.


**************


"Math,aku sudah laksanakan perintahmu mengunjungi rumah Queen"ucap aiden begitu memasuki kamar hotel tempat Mathew menginap.


"apa reaksi mereka?"tanya Mathew santai.


"gila!!keluarga Alexander itu gila,mereka malah mengusirku"jawab Aiden terkekeh.


"menarik,sungguh menarik.bagaimana reaksi mereka saat aku benar benar membawa Queen pergi hahah.....masih punya muka mereka menahan ku"tawa rendah penuh penghinaan terdengar jelas dari mulut pria tampan itu,Mathew sudah lama menantikan hari ini.


"kapan ujian sekolah queen selesai?"tanya Mathew pada Aiden yang melihatnya geli.


"1 bulan lagi,setelah itu tinggal menunggu pengumuman kelulusan"jawab Aiden cepat.


Mathew meneguk segelas wine berwarna pekat di hadapannya anggun.matanya terpejam.dengan senyum lebar menghiasi wajah tampannya.


"apa kau bertemu dengan adikku Aiden?bagaimana wajahnya,apa dia Cantik,manis atau terlihat lugu?"tanya Mathew menggebu.


Aiden tersenyum lemah.


"sorry brother.aku tidak melihatnya sepertinya queen tidak ada di rumah saat aku datang"sesal Aiden .


"its okey nanti juga kita bisa melihatnya"ucap Mathew bijak.


keduanya kembali terlarut dalam kegiatanya masing masing tanpa sadar waktu semakin bergulir cepat.


*****************


"Nay,kenapa bisa paman william menamparmu sampai seperti ini?"tanya angel sedih saat mengompres pipi Naya lembut.yah,ke 4 gadis itu sedang berada di sebuah gazebo dirumah mewah milik keluarga Holland,angel hanya sendiri sedangkan kedua orang tuanya semalam berangkat ke jepang,bulan madu lagi kata tuan Holland.sungguh orang tua angel adalah pasanganan yang harmonis.


"tega sekali papamu itu nay"kesal daisy.


"yah,palingan juga gara gara si rubah licik fani sama mamanya itu"tambah Jessy emosi.


"coba semalam kita datang,pasti udah aku ceburin beneran itu lampir"kesal Jessy lagi.

__ADS_1


"kamu tau Jessy?"tanya angel penasaran.


"kak jason kasih tau semalam"ucap Jessy santai.


"gila memang keluargamu itu Nay"desis Daisy emosi.


"ya udah kita tidur yuks,siang abis nonton drakor angel ngantuk nih"cengir angel sambil menguap pelan.


"ia nih,abis makan,nonton bawaanya pengen tidur"Daisy terkekeh pelan.


"emang kamukan badak makan tidur doang"kekeh Jessy,namun tak ayak gadis itu menguap juga.


Naya menggeleng lucu melihat tingkah teman temanya itu,tak berapa lama setelah semua masuk dan tertidur.Naya beranjak keluar dari kamar Angel menuju taman tak jauh dari rumah mewah Holland.waktu pukul 4 sore dengan cuaca sedikit mendung membuat naya ingin sedikit jalan jalan mencari udara segar.


"jalan ketaman mungkin menyenangkan sekalian menghilangkan bosan"monolog naya sambil berjalan pelan menyapa satpam yang berjaga di post depan rumah.


"pak samsul,kalau angel nyariin bilang aja naya ke taman"pamit naya pada pria ramah yang bertugas sebagai satpam dirumah angel.


"baik non"


************


"huft"naya duduk santai disebuah kursi panjang sambil menatap kerumunan anak anak yang sedang bermain riang.


"mereka bahagia,kapan naya kayak gitu ya"ucapnya sendu.


lama Naya duduk termenung sambil menengadah menatap langit sore,angin dingin menerpa wajah cantiknya lembut.


rambut coklat gelapnya terbang tertiup angin menari nari dengan indahnya.tak sadar seseorang menatapnya dalam tersenyum dengan tulus.


"apa itu adikku?"tanya pria itu bahagia,Mathew.yah itu Mathew,pria itu sedang menuju tempat dimana adiknya berada atas informasi dari orang suruhanya.tapi siapa sangka ditengah jalan matanya menatap seorang gadis duduk ditaman dengan sungguh kasihan.sendiri dan termenung.


"menurut fotonya sepertinya benar"jawab Aiden yang memperhatikan sebuah foto dari layar tbletnya.


"cantik sekali,tapi mengapa kesedihan itu harus menyapa dirinya Aiden?"ucap Mathew sendu.


"pergilah kawan,sapa adikmu itu"ucap Aiden menyemangati.


perlahan Mathew turun dan perjalan tegas menuju kursi tempat naya duduk.


nafasnya tercekat melihat sebuah kristal bening jatuh dari.mata indah milik adiknya.


"Queen"lirih Mathew pelan.


begitu tenggelamnya Naya dalam kesedihan ya,bahkan ia tidak sadar Mathew sudah duduk disampingnya menatap dalam diam.


"jangan menangis,itu tidak akan menghasilkan apapun"


Naya tersentak mendengar sebuah suara maskulin twrdenar lembut dan hangat menyapa gendang telinganya.


naya menoleh,seorang pria tampan tersenyum hangat menatapnya dengan sebuah sapu tangan terulur.


"Queennaya"ucap Mathew tersenyum lembut,tanpa sdar naya ikut tersenyum meski tipis.


"anda siapa dan terima kasih sapu tangan ya"ucap naya setelah menerima sapu tangan beraroma kayu manis menenangkan milik Mathew.


"kau akan segera tahu siapa aku Queen"ucap Mathew penuh arti meninggalkan Naya sendiri setelah mengusap pucuk kepala gadis itu lembut.


naya terbengong,pria itu tahu namanya?.


sampai mobil sedan itu menghilang,naya masih menatapnya tak berkedip,rasa hangat menyapa hatinya melihat untuk pertama kalinya seseorang berbuat tulus padanya.


"terima kasih kak"ucap Naya tersenyum cerah,bebannya sedikit terangkat.meski ia tidak tahu siapa pria berwajah ramah itu,namun senyum tulusnya mampu membuat perasaan nyaman dan hangat.setidaknya masih ada orang yang mau memberikannya seulas senyum.

__ADS_1


***********


TBC............


__ADS_2