
hai all jangan lupa tinggalkan jejak vote,like dan komentar ya.............
ok selamat membaca....π
πππPrincess of darknessπππ
manghela nafas,steven kini tengah berbaring menatap langit langit kamarnya dengan perasaan kacau dan penyesalan luar biasa.sedangkan Robert,Beni dan seno yang berada disana hanya bisa melihatnya prihatin.yah,mereka melihatnya.melihat saat Naya menatap sendu pada sekolah mereka dan para sahabat gadis itu,entah hendak kemana dia tidak ada seorangpun yang tahu.
Steven tersenyum miris,kembali ingatan ya berputar akan betapa luar biasanya seorang Naya.Hanya dengan senyumannya dapat membuat hati seorang steven menghangat dengan hal hal kecil yang gadis itu lakukan.
Namun steven sudah kalah,gadis baik itu telah pergi.pergi membawa luka dan kenangan buruk tentang hidupnya termasuk seorang steven yang merupakan salah satu penyebab kesedihan gadis itu.Steven sadar,Naya juga pantas bahagia dan pergi menjauh adalah pintu membuka kebahagiaan itu.
"Stev,apa kau sudah merelakannya?"tanya beni pelan,matanya mengawasi setiap perubahan ekspresi sahabatnya itu.
"aku tidak tahu ben,hatiku ingin melepaskannya namun juga tidak.aku menyesal sungguh menyesal"ucap Steven tanpa sadar menitikkan air matanya ,perih.sungguh hatinya terasa perih melihat senyuman naya saat itu.
Robert ingin bicara,namun lidahnya terasa kelu.menghela nafas dan mencoba mengambil sisi positif dari semua ini,setidaknya steven akan mulai berubah menjadi lebih baik.
"aku sedikit penasaran,naya pagi ini sebenarnya hendak kemana?terlihat sekali bahwa ia hendak pergi dengan gaun dan sepatu boot serta.....entahlah aku rasa begitu"ucap Seno mengingat kembali penampilan naya terakhir kali.
"dia bahkan tidak datang mendengar kelulusan"timpal beni sembari meneguk sekaleng soda yang diambil dari kulkas mini kamar steven.
"sudah lupakan,kau seperti ini juga tidak akan merubah apapun.sekarang mari pikirkan masa depan"putus Robert tidak ingin terus berlarut larut.
"hm"
"benar"
"aku ikut"
*************πππ**************
sementara itu......
Naya tengah memandang langit cerah dari balik kaca jendela pesawat,pikirannya jauh melayang akan kenangan ya bersama steven dulu .
#flasback on#
saat itu naya sedang bekerja di cafe milik Jason,hal yang membuat naya semakin kesal adalah Steven yang terus mengekori dirinya.pemuda itu begitu gigih dengan segala perhatiannya.
Kling......
__ADS_1
bel masuk pintu cafe berbunyi.
naya mendengus kesal saat melihat kedatangan steven dan ke 3 sahabat gilanya itu.nampak steven menyuruh teman temannya duduk terlebih dahulu dan terlihat jelas steven perjalan kearahnya dengan sebuket bunga mawar menatap naya lembut.
"kau masih suka mawar putih?"Steven berdiri tenang dihadapan naya yang kala itu tengah menjaga kasir,pemuda itu terlihat tampan dengan hanya berbalut kaos polos,celana jins dan sepatu snekeer putih.steven meletakkan buket bunganya diatas meja kasir naya.
naya masih memperhatikannya dalam diam,tidak lama steven mengeluarkan sebuah kotak beludru merah dan berisikan sebuah gelang emas dengan bentuk rantaian bunga sangat cantik.
"bisakah kau berhenti?aku lelah dengan semua ini"ucap naya sembari memijit keningnya yang terasa berdenyut.sekaligus menahan agar air matanya tidak kembali tumpah.
"tidak"tegas steven.
naya menghela nafas berat,bahkan gadis itu belum mengeluarkan apa yang ada dihatinya.diambilnya buket bunga pemberian steven dan meletakkan nya asal .
"jangan melihatmu seperti itu,jika kau tidak suka aku membuang pemberian mu maka berhentilah .lagipula aku tidak pernah memintamu melakukan semua ini"ketus Naya yang merasa risih akibat steven hanya diam menatapnya dengan sorot mata tidak dapat gadis itu baca.
steven perlahan memutari meja dan semakin berjalan mendekat ke arah naya duduk,naya nampak gelagapan dan mulai was was.
"stev,mau apa kau?"panik Naya saat steven menunduk dan menatapnya begitu dalam seakan hendak menelannya hidup hidup.
Steven terkekeh geli melihat reaksi naya yang terlihat lucu di mata nya.Naya semakin jengkel akan reksi Steven,kenapa pemuda itu tertawa?naya sedang serius disini dan pemuda itu justru menganggapnya lucu,apa dia fikir semua ini adalah lelucon?.
"tidak,kau lucu seperti ini"balas Steven masih dengan kekehan gelinya.
"kau fikir aku sedang melawak hah?"tekan naya jengkel.
"sudah bisa marah hem?"goda Steven sambil membelai halus pipi putih nan sedikit cabby naya.halus,steven sangat menyukai pipi naya.andaikan ia menyadarinya lebih cepat,sudah pasti hubungan mereka tidak berakhir seperti ini.
Plak................
naya menepis kasar tangan steven menjauh dari wajahnya.
"pergi dari sini,steven!aku muak dan membenci dirimu"ucap naya lirih terdengar tajam menghantam hati pemuda itu.
"TIDAK!jangan ucapkan kata itu,naya aku sungguh menyesal dan tidak bisakah kau memaafkanku?"lirih steven,wajahnya yang tadi cerah seketika menjadi suram.kata kata kasar dan tajam naya sungguh menjatuhkan harga diri dan harapannya.
"kenapa kau marah?aku bebas berkata apapun seperti dulu kau memperlakukan ku"naya terlihat tidak perduli meski ada sedikit penyesalan dihatinya.
"Naya aku memperingatkan dirimu sweetheart"desis Steven tajam.
__ADS_1
"jangan memanggilku dengan panggilan menjijikkan seperti kau memanggil Fani.dan camkan ini ,aku bukan Stefani yang dengan senang hati mendengar panggilan manis dari dirimu"naya menatap steven layaknya sebuah virus yang harus dihindari.
"kau kekasihku dan aku tidak akan pernah melepaskan mu"Steven berucap tegas tanpa perduli raut penuh amarah Naya.
"hentikan.itu.tuan.Rush"ucapan Naya penuh penekanan disetiap kalimatnya.
"baru saja kau memanggilku steven,mengapa sekarang kau memanggilku dengan marga keluargaku.kau, sungguh begitu besarkah kebencian mu?"lirih steven,rasanya putus asa membujuk seorang Naya.
"berhenti bersikap seolah tidak pernah terjadi apapun sebelumnya,kau menjijikkan dengan segala sikap dan ketidak tahu malunya dirimu!jangan pernah berfikir segala kesempurnaan yang kau bangun maka kau bisa mendapatkan semua yang kau mau dengan mudah,kau breng*ek dan tidak tahu malu"maki Naya tersulut emosi.
Steven terbungkam,lidahnya kelu dan otaknya seakan tidak mampu berfikir jernih .kosong,gelap dan hampa.sungguh ucapan penuh makian naya membuat hatinya tercubit dan menjatuhkan harga dirinya sebagai laki laki,membuatnya seakan terhempas kelautan terdalam.dadanya naik turun berusaha menenangkan hatinya yang kini dipenuhi akan kemarahan.
"kau benar.silahkan kau memaki diriku sepuas hatimu,bila perlu kau bisa memukulku aku akan terima semua rasa marah dihatimu.aku akui memang aku adalah pria yang breng*ek bajing*n tidak tahu diri"tekan Steven dengan perasaan hancur.
"benar,kau memang pria Breng*ek yang tidak tau malu.kau dulu memperlakukan ku layaknya sampah tidak bernilai,dan kini saat sampai itu telah berubah .kau dengan seenakmu ingin memunggutnya lagi karna sepertinya sampah itu masih berguna untukmu.sungguh kau sangat keterlaluan tidak tau malu dan bajing*n"cerca Naya dengan mata memerah dan dada terasa sesak .
"kau benar dan kemarahan mu ini aku pantas menerimanya"ucap steven tegar dan berusaha menghapus air mata di kedua pipi gadis manis itu.
"jangan sentuh aku"sentak Naya dingin.
"aku tidak pernah menganggapmu sampah nay,beri aku sebuah kesempatan dan aku berjanji tidak akan menyakitimu lagi"ucap steven benar benar tulus dari hati.
Naya menggeleng lemah,tidak.hati gadis itu sudah tiada lagi untuk steven ,semua sudah hilang bersamaan dengan redupnya sinar sang surya di bianglala dulu,kini hanya tersisa rasa iba dan kasihan.
"kumohon steven,carilah gadis lain kita tidak mungkin bisa bersama lagi"ucap naya lemah.
"maaf,maafkan aku kumohon "kini steven rasanya ingin menangis saja.
"aku akan memaafkanmu ,tapi tolong menjauhlah dariku untuk selamanya"putus naya kemudian bangkit dan berlalu pergi karna shift nya sudah berganti .
Steven memandang punggung naya lemah.
"apa semua sudah berakhir?"ucap beni iba.
"sudahlah stev,jangan menyakiti dirimu dan naya.ke keras kepalaan mu sudah menyakiti kalian berdua"tambah seno prihatin.
"huft......naya sudah terlalu hancur untuk bisa kau satukan kembali kawan,lupakan dia biarkan dia bahagia"Robert menepuk bahu steven pelan,semoga kawannya ini mengerti.
"kalian benar,tapi ingatan ini tidak sedetikpun akan hilang dari memoriku.rasa cinta dan penyesalan ku padanya selamanya akan ku pendam Sendiri"steven memandang cafe tempat naya bekerja sejenak kemudian berlalu bersama ke 3 sahabatnya .
#flasback off#
naya menghela nafas dan tak lama terlelap hingga pesawat mendarat nanti ditempat ia akan memulai hidup barunya.
__ADS_1
"lembar baru akan ku mulai dan Queen akan menulis takdirnya mulai kini"batin Naya kemudian terlelap.
TBC.......