Putra Naga

Putra Naga
Bab 1 Jurang Kematian


__ADS_3

Jurang kematian


Langit dipenuhi dengan awan hitam dan petir yang bergemuruh, dentingan dari pedang yang beradu terdengar menggema ke seluruh langit. Lubang lubang besar yang mengeluarkan asap bertebaran di mana mana, di sekitar lubang lubang besar itu tergeletak banyak mayat yang mengenakan


zirah perang yang dipenuhi dengan darah yang sudah mengering.


Di atas langit dimana lubang lubang besar itu berada, terlihat enam orang sedang mengepung satu orang sembari mengarahkan senjata mereka pada orang yang terkepung. "Yexiu, menyerahlah dan tunduk pada kerajaanku!" Ucap pria


berambut putih sambil mengacungkan pedangnya. "Lebih baik aku mati daripada harus tunduk pada orang seperti kalian, terlebih lagi pada orang seperti dirimu!" "Yexiu, pikirkan sekali lagi dengan baik pilihanmu. Kamu bisa ikut bersama kami dan menjadi salah satu jendral besar kerajaan." Bujuk salah satu


orang yang mengepung. "Cukup Lauhe! Kamu sudah mengkhianati ku, dan aku tidak akan mempercayai perkataan mu lagi!" Teriak


Yexiu dengan marah.


Sekeliling tubuh Yexiu mengeluarkan asap hitam dan melahap seluruh tubuhnya, asap hitam itu terus membesar dan membesar hingga membuat gumpalan yang sangat besar.


"Aku sudah mencapai batasku, sebelum aku mati, aku akan membawa kalian semua bersamaku!"


Asap hitam itu semakin besar dan semakin besar lagi, sampai energi yang terkandung dalam asap itu sangat besar dan tak terkendali, yang mana itu bisa meledak kapan saja.


Pria berambut putih merasakan ada yang aneh pada Yexiu dan


langsung terima, "Sial,


dia ingin meledakkan dirinya bersama kita.


Cepat lar!"


Ke enam orang yang mengepung Yexiu langsung bergegas terbang meninggalkannya, namun mereka sudah terlambat untuk lari dari ledakan yang akan dibuat oleh Yexiu,


BOOOM


Asap hitam yang menggumpal itu meledak dan daya ledakan itu mencakup area yang sangat luas, dua dari enam orang yang mengepung langsung menghilang karna ledakan, sedangkan empat orang lainnya masih bisa bertahan dengan tubuh terluka parah.


Kawah besar tercetak di atas tanah dimana ledakan


itu terjadi, ditengalh kawah


Besar itu terdapat pedang hitam yang digunakan oleh


Yexiu untuk bertaruh.


Ketiga orang yang terluka parah itu langsung bergegas meninggalkan kawah besar tersebut untuk mengobati luka di tubuh mereka. Sedangkan

__ADS_1


Wuji yang mencoba untuk membujuk Yexiu sebelumnya melihat ke arah kawah besar itu, dia


menggelengkan kepalanya dan berbalik mengejar tiga orang yang sudah pergi lebih dulu. 100 tahun kemudian..


Dua orang mengenakan pakaian hitam dan penutup wajah berlarian di tengah hutan, salah satu dari orang berpakaian hitam itu membawa karung besar yang tidak diketahui isi di dalamnya.


"Kakak, kita sudah masuk hutan terlalu dalam.


Bukankah di dalam hutan ini ada tempat terlarang, akan sangat berbahaya jika kita masuk ke dalam sana." Ucap orang yang membawa karung. "Kau benar, saat sampai jurang yang ada di depan sana, kita akan membuangnya di sana saja!"


Dua orang berpakaian


hitam itu terus berlari menyusuri hutan, dan setelah cukup lama berlari di dalam hutan, mereka berhenti di sebuah tepi jurang besar yang tidak diketahui kedalamannya.


Orang yang membawa karung itu menurunkan bawaannya itu ke tanah. "Kakak, apakah kita akan membuangnya di sini?" "Jurang ini sepertinya tidak terlalu buruk, buang


dia ke dalam jurang ini!"


Pria yang membawa karung itu mengangkat karung dan melemparkan nya ke jurang di depan mereka. Sekilas terlihat sebuah tangan keluar dari karung yang dilemparkan ke jurang itu. "Kak, apa semua ini akan baik baik saja? Jika kepala keluarga mengetahuinya, maka nasib kita akan dalam bahaya.


Bagaimanapun juga dia tetaplah seorang tuan muda!" Ucap pria yang membuangnya karung tadi dengan nada khawatir. "Tenanglah, tuan muda


Wuling akan melindungi kita." "Ya, jika ada tuan muda


Wuling kita bisa aman dari


dipikirkan oleh kepala keluarga. Baiklah, kita pulang saja." "Baik kak."


Kedua orang itu berbalik dan meninggalkan jurang yang gelap itu menuju hutan lebat.


Dalam jurang yang gelap dan dingin itu, tergeletak karung yang dilemparkan oleh berpakaian hitam sebelumnya. Tepat di


samping karung itu terdapat sebuah pedang hitam yang menusuk tanah. Tangan yang keluar dari dalam karung tanpa sengaja menyentuh pedang hitam itu, darah yang menempel di jari tangan terhisap ke dalam pedang hitam dan membuat pedang itu bergetar sesaat.


Setelah cukup lama pedang hitam itu kembali


bergetar dan mengeluarkan asap hitam seperti api yang membara, dengan cepat asap hitam itu menyebar dari tangan yang menyentuh pedang yang menjalar ke seluruh tubuh yang berada di dalam karung.


Setelah satu jam berlalu, asap hitam itu menghilang dan karung yang melapisi tubuh orang di dalamnya juga ikut menghilang,


karna asap hitam yang menjalar ke seluruh tubuh orang di dalam karung.


Seorang pemuda berambut hitam adalah sosok di dalam karung tersebut.

__ADS_1


Perlahan dirinya membuka dan melihat sekelilingnya, wajahnya nampak kebingungan karna disekelilingnya hanya ada kegelapan-kegelapan dan saat melihat ke atas hanya


dipenuhi langit malam rang penuh bintang. "Ada di mana aku ini? Apa aku sudah mati? Apakah tempat ini neraka?"


Kepala pemuda itu tiba tiba sakit dan seketika ingatan dari beberapa jam sebelumnya kembali memasuki pikirannya lagi. "Aku sudah mati oleh anak buah adikku sendiri. Tapi kenapa aku masih hidup


sekarang?"


Sebelumnya, dirinya sedang minum teh dan tiba tiba seseorang menyerang dirinya dari belakang dan membuat kesadarannya menghilang, saat berada di dalam karung dirinya bisa samar samar mendengar suara orang yang membawanya dan itu adalah suara dari anak buah adiknya sendiri.


Jingsy melihat kembali ke


sekelilingnya dan baru


Menyadari ada sebuah pedang hitam tepat disampingnya. Saat menatap pedang itu, Jingsy merasakan pikirannya terhisap ke dalam pedang.


Jingsy kembali sadar dan langsung merangkak mundur dari pedang itu. "P- pedang apa itu?"


Tiba tiba Jingsy merasakan tubuhnya menjadi aneh dan gumpalan asap hitam


keluar dari dalam tubuhnya seperti sebuah api yang membara. "Benda apa ini? Dia terlihat seperti api tapi tidak membakarku. Aku juga merasakan perasaan yang nyaman saat ini muncul,"


Jingsy tidak sengaja menyentuh batu di dekatnya dan seketika asap hitam itu menyelimutinya dan


mengubahnya menjadi 'abu dalam sekejap. "A- apa itu? Kenapa batu itu berubah menjadi abu?


Apa itu karna apin hitam ini?"


Jingsy melihat sekelilingnya dan menemukan batu lain, segera Jingsy mendekati batu itu dan menyentuhnya lagi dan dengan cepat asap hitam menyelimuti lagi dan membuatnya menjadi


debu. "Ini benar benar karna api hitam ini! Apa ini adalah kekuatan yang aku miliki?"


Jingsy langsung kembali merenung karna kehidupan sampah yang dirinya jalani benar benar mengerikan. Semua orang memandang rendah dirinya, bahkan keluarganya sendiri mengucilkannya sebagai


orang asing. Jingsy susah


Menjadi seperti angin malam, bahkan kematiannya tidak akan diketahui oleh keluarganya atau bahkan keluarganya tidak ingin tahu sama sekali tentang kehidupannya, semua itu terjadi padanya karna dirinya tidak memiliki elemen untuk menjadi seorang pendekar. "Setelah mereka


mengetahui aku tidak memiliki elemen untuk menjadi seorang pendekar, mereka langsung mengucilkan aku dan sekarang aku sudah memiiki elemen san ini bukan elemen biasa."


Panji melihat tubuhnya yang dipenuhi dengan asap hitam, alisnya menekuk ke bawah. "Tapi bagaimana caraku untuk menghilangkan


benda ini?"

__ADS_1


Jingsy mengibaskan tangannya terus menerus dan asap itu tetap menempel pada tangannya seperti sebuah lem.


...... BERSAMBUNG......


__ADS_2