
"Apa kamu belum mendapatkan pengetahuan umum, Jingsy? bisanya murid baru masuk pun sudah mengetahui hal seperti itu."
Jingsy menggaruk belakang kepalanya, seraya tersenyum canggung dan berkata, "Kau benar tetua Aji, aku terlalu banyak berlatih seni bal diri dan belum mendapatkan pengetahuan umum."
Tetua Aji melirik ke samping Jingsy di mana
Hanabi berada, lalu berkata, "Tidak apa apa, kamu bisa meminta bantuan dari murid Hanabi ini untuk mengajarimu pengetahuan umum, dia di sini sudah hampir dua tahun dan mengetahui semua tentang
pengetahuan umum bahkan sebelum ia datang ke lembah!" tetua Aji tersenyum ke arah Hanabi. Jingsy menoleh ke sampingnya dan melihat Hanabi, "Apa kamu bisa mengajariku, Hanabi?"
Hanabi melipat tangannya ke depan dan menghela nafas, "Baiklah, itu bukan hal yang sulit juga." "Hahaha, terima kasih!"
Jingsy kembali menghadap ke arah tetua Aji dan berkata, "Kalau begitu kami ingin pamit lebih dulu tetua Aji."
Jingsy dan Hanabi memberikan hormat pada tetua Aji, lalu berbalik dan meninggalkan aula lembah. Jingsy dan Hanabi langsung kembali menuju rumah tetua Ma untuk menaruh stok makanan yang mereka dapatkan dari tetua Aji.
Setelah kembali ke rumah tetua Ma untuk menaruh stok makanan mereka, Jingsy dan
Hanabi langsung menuju hutan di luar lembah teratai hitam untuk melakukan tugas mereka membunuh serigala abu abu.
Butuh waktu sekitar dua jam lebih untuk menuju lokasi di mana serigala abu abu biasanya muncul, namun Jingsy dan Hanabi sudah berjalan selama tiga jam lebih dan belum melihat satu pun
serigala abu abu yang mereka cari. "Jingsy, apa kamu yakin tempat ini terdapat serigala abu abu, kita sudah berjalan selama hampir empat jam tapi tidak juga melibat satu pun dari mereka." Hanabi sudah sangat malas untuk berjalan lebih jauh lagi.
Tiba tiba Jingsy menghentikan langkahnya dan menyuruh Hanabi untuk diam, Jingsy mengambil pedang yang ia ikat di pinggangnya. "Ada apa Jingsy?" Tanya Hanabi penasaran. "Aku merasakan banyak langkah kaki yang bergerak secara bersamaan!" Selama latihan metode pernapasan naga surgawi
Jingsy meningkatkan semua indra miliknya dan bisa mendengar langkah kaki dari jarak seratus meter darinya. Jingsy dan Hanabi bersembunyi di balik semak semak untuk mengintip sumber suara yang di dengar oleh Jingsy.
Jingsy melihat sekawanan besar serigala abu abu yang sedang beristirahat, Hanabi yang melihat kesempatan itu langsung keluar dari semak semak dan menarik senjatanya yang berupa pedang pendek satu tangan.
__ADS_1
Jingsy juga keluar dari semak semak, "Kenapa kau keluar begitu saja? Kita belum mengetahui berapa jumlah kawanan serigala yang akan kita lawan!" "Apa yang kau takutkan, mereka hanyalah sekawanan monster tingkat satu, bahkan aku seorang diri saja sudah lebih dari cukup untuk melawan mereka semua!"
Hanabi menggerakkan kakinya dengan telknik langkah kaki untuk mendekat serigala abu abu, lalu saat sudah dekat, Hanabi langsung menggunakan seni bela diri pedangnya. "Pedang teratai membara!"
Pedang Hanabi sedikit memancar cahaya merah dan mulai menebas serigala abu abu dengan gerakan yang sangat cepat.
Jingsy memperhatikan permainan pedang Hanabi dan sedikit kagum dengan keahliannya menggunakan pedang. "Aku tidak pernah melihat Hanabi berlatih pedang, tapi keahlian dan cara tubuhnya bergerak, sepertinya ia sudah berlatih sangat lama!"
Salah satu serigala abu abu lari dari Hanabi dan berlari menuju Jingsy. "Ho, tidak bisa melawan Hanabi, lalu mau menyerang ku?"
Jingsy menggenggam erat pedang miliknya dan menebas serigala itu menjadi dua bagian dengan mudah.
"Dulu aku sangat kesulitan untuk membunuh salah satu dari kalian, tapi sekarang itu sangat mudah!" Jingsy dan Hanabi yang sedang bertarung dengan banyak serigala abu abu dan melihat srigala yang ditebas pedang Hanabi mendapatkan luka bakar.
"Hanabi ternyata memiliki elemen api, seni bela diri nya juga sangat kuat!"
Jingsy berlari mendekati Hanabi dan ikut menebas serigala abu abu. Jingsy dengan pedang hitam miliknya hanya butuh satu kali ayunan untuk membelah seekor serigala abu abu menjadi dua bagian.
Hanabi berhenti dan melihat ke arah belakangnya, "Huh?" "Jangan mengendurkan penjagaan mu, mereka ada banyak dan salah langkah sedikit saja kau akan kesulitan!"
Hanabi tersenyum dan berkata, "Terima kasih!"
Hanabi kembali menghadap ke depan dan menebas serigala abu abu lagi. Hanabi sudah berhasil membunuh sembilan ekor serigala abu
abu, namun kekuatan mililknya sudah hampir habis dan serigala yang tersisa masih ada belasan.
Jingsy menepuk pundak Hanabi, "istirahatlah dulu, tenagamu sudah hampir habis, kan? Biar aku saja yang melawan mereka!" "Lalu bagaimana dengan serigala lainnya? Yang aku lawan masih ada belasan, jika ditambah dengan yang kamu lawan akan ada puluhan lagi!"
Jingsy tertawa kecil dan menunjuk ke arah belakangnya, "Mereka semua sudah aku selesaikan. Jadi biar aku saja yang menyelesaikan semua serigala ini!"
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban dari Hanabi, Jingsy langsung berlari ke arah belasan serigala, lalu mengayunkan pedang miliknya dan menebas para serigala menjadi dua bagian dengan mudah.
Hanabi yang melihat itu langsung tertegun, perbedaan kekuatan miliknya dengan Jingsy sudah sangat jauh. "Satu bulan! Hanya dengan satu bulan dia sudah
membuat perbedaan yang besar denganku. Aku dulu disebut sebagai seorang jenius oleh banyak orang, namun sekarang aku malu mendapatkan gelar itu setelah bertemu dengan Jingsy!"
Jingsy berjalan mendekati Hanabi, semua serigala sebelumnya sudah ia bunuh dalam sekejap. Pakaian putih milik Jingsy sudah memiliki banyak bercak darah dari puluhan serigala abu abu yang ia bunuh.
"Aura yang sangat kuat, dia menjadi sangat berbeda setelah bertarung dengan kawanan serigala itu!" Gumam Hanabi. "Mmm, Hanabi, lalu bagaimana cara kita mendapatkan inti dari serigala ini?"
Jingsy bertanya sambil menggaruk belakang kepalanya. "Huuh! Ternyata dia masih sama saja!" Gumam Hanabi menghela nafas.
Setelah itu Hanabi mengajari Jingsy untuk mengambil inti serigala di dada mereka.Jingsy awalnya panik karna dirinya membelah serigala dan takut inti serigala juga ikut terbelah, namun
untungnya semua inti serigala tidak ada yang terbelah dua. Jingsy dan hanabi sudah selesai mengambil semua inti serigala, mereka mendapatkan empat puluh
delapan inti serigala abu abu, itu semua sudah lebih dari cukup untuk menyelesaikan tugas mereka. "Hanabi, apa yang akan kita lakukan untuk
lebihan inti serigala ini?" "Kita akan gunakan untuk bahan meditasi!" Balas Hanabi. "Meditasi? Apa itu bisa dilaku,,,"
Jingsy baru ingat kalau dalam ingatan yang baru ia dapatkan terdapat meditasi yang menyerap inti monster, serta tumbuhan seperti gingseng biru yang pernah dirinya makan. "Hmm, kalau begitu apa aku bisa meminta sedikit inti serigala ini?" "Tentu saja,
bahkan semuanya juga tidak apa apa.
Lagi pula kamu yang sudah membunuh mereka semua!" "Ahh, Terima kasih!"
Jingsy dan Hanabi pun kembali ke lembah
teratai hitam dan langsung menuju aula lembah untuk menyelesaikan tugas mereka. Tetua Aji sangat senang mereka berdua bisa melakukan tugas dengan baik dan tanpa terluka.
__ADS_1
.......Bersambung.....