Putra Naga

Putra Naga
Bab 9 Keluar Dari Keluarga Zang


__ADS_3

"Apa kamu tidak akan apa?" Tanya Jingsy.


"Aku hanya mendapat sedikit luka dalam saja!" Balas Mei Mei sambil memegangi perutnya.


Jingsy kembali berbalik dan menghadap Wuling dan kepala keluarga Zang.


"Kalian semua sangat ingin aku keluar dari keluarga Zang, kan? Maka mulai detik ini aku bukan lagu anggota keluarga Zang kalian.


Namaku mulai sekarang hanya Jingsy dan tidak akan pernah memiliki hubungan apapun lagi dengan keluarga Zang untuk ke depannya.


"Wuling kembali berdiri sambil tertawa, "Kau berkata seolah dirimu adalah anggota keluarga Zang saja, dasar penipu!"


Jingsy menatap Wuling dengan dingin, "Aku tidak peduli kau berkata apa tentangku. Tapi bukankah ini yang kau inginkan, bukan? Membuatku keluar dari keluarga Zang dan membuatmu menjadi


kepala keluarga Zang selanjutnya!"


"Kau... "


Baru saja Wuling ingin berbicara, kepala keluarga


Zang mengangkat satu tangannya bermaksud untuk menyuruhnya diam.


"Aku tadinya masih sedikit berharap kalau kau adalah anakku, tapi setelah melihat yang baru saja terjadi membuatku mengerti. Kau memang bukan anakku, karna anakku tidak memiliki kekuatan seperti itu dan juga elemen di dalam tubuhnya!"


"Baiklah, terserah kalian ingin menganggapku sebagai keluarga atau bukan, karna mulai sekarang, aku bukan lagi anggota keluarga Zang!"


Jingsy menarik tangan Mei Mei dan berjalan meninggalkan halaman tersebut.


"Tunggu! Siapa yang mengizinkanmu keluar dari sini?" teriak kepala keluarga Zang.


Belasan penjaga dari luar halaman masuk dan menghadang jalan Jingsy dan Mei mei. Namun sebuah bayangan hitam bergerak dengan cepat


dari atap dan mendarat di dekat Jingsy. Bayangan hitam itu tidak lain dan tidak bukan adalah tetua


Ma.


"Aku tidak terlalu suka ikut campur dalam masalah keluarga orang, tapi demi muridmu, aku akan ikut campur kali ini!"


Kedatangan tetua Ma secara tiba tiba untuk melindungi Jingsy membuat semua orang menjadi waspada, terutama kepala keluarga Zang atau ayahnya Jingsy. Hanya dengan hawa kehadiran tetua Ma saja sudah membuat beberapa penjaga keluarga Zang mundur beberapa langkah.


"Siapa kau? Kenapa masuk ke dalam kediaman keluargaku?" tanya kepala keluarga Zang.


Tetua Ma meletakan tangan kirinya ke pundak Jingsy.


"Aku datang hanya untuk membawa muridku kembali!" ucap tetua Ma.

__ADS_1


"Murid? apa pemuda itu muridmu?" kepala keluarga Zang kembali bertanya. "Benar, tapi sepertinya dia memiliki masalah


denganmu dan semua orang yang ada di sini." Tetua Ma melirik ke arah Wuling.


"Kau sudah mengetahuinya dan masih ingin kami melepaskan kalian begitu saja?"


Tetua Ma menghela nafas panjang, lalu mengeluarkan sesuatu dari balik pakaian miliknya dan menunjukkan ke kepala keluarga Zang dan yang lainnya


. "Sebagai kepala keluarga Zang, kau pasti bisa mengenali lencana ini bukan?"


Kepala keluarga Zang melihat lebih dekat lencana itu dan beberapa saat wajahnya langsung berubah menjadi pucat, karna dia mengetahui arti dari lencana tersebut.


Lencana yang ditunjukkan oleh tetua Ma adalah lencana perak dengan gambar tiga garis lurus.


Lencana itu adalah identitas dari anggota lembah teratai hitam, dan lencana perak adalah milik dari seorang tetua lembah.


Walaupun lembah Teratai hitam hanya sekte tingkat bawah, tapi mereka masih tetaplah sebuah sekte yang memiliki banyak anggota yang


kuat dan tidak mungkin bagi keluarga Zang menyinggung mereka.


Segera kepala keluarga Zang langsung membungkukan sedikit tubuhnya dan memberikan hormat pada tetua Ma.


"Maafkan saya karna tidak bisa mengenali senior tetua Lembah Teratai hitam!" ucap kepala keluarga Zang dengan penuh hormat.


"Hoo, kau berubah dengan sangat cepat, ke mana perginya keberanianmu sebelumnya?" sindir tetua Ma.


Tetua Ma memegang kepalanya satu tangan dan menghela nafas panjang.


"Ini sudah tidak menjadi seru lagi. Kalau begitu aku akan pergi dengan membawa kedua anak ini, apa kau keberatan?"


"Silahkan senior, saya tidak keberatan sama sekali!" jawab kepala keluarga Zang.


"Baiklah, kalau sudah begini kita akan pergi dari sini!"


Tetua Ma berbalik dan berjalan meninggalkan halaman itu bersama dengan Jingsy dan Mei Mei. Para penjaga yang tadinya menutup jalan keluar langsung menyingkir dan membiarkan mereka bertiga lewat dengan mudah.


Setelah tetua Ma tidak terlihat lagi, Wuling langsung berjalan mendekati kepala keluarga Zang dengan tatapan bingung di wajahnya.


"Ayah, kenapa kamu membiarkan mereka bertiga pergi dengan mudah begitu saja? Dengan kekuatan ayah dan semua penjaga pasti bisa melumpuhkan mereka bertiga dengan mudah!" Protes Wuling.


Kepala keluarga menghela nafas panjang lalu berbalik menghadap Wuling.


"Apa yang kamu katakan itu benar, tapi orang berpakaian hitam itu bukanlah orang biasa, dia adalah seorang tetua dari lembah teratai hitam, hanya dengan itu saja membuatku tidak ingin terlibat lebih dalam lagi!"


Selepas itu kepala keluarga Zang membubarkan

__ADS_1


Penjaga dan menyuruh mereka memeriksa sekeliling kediaman agar tidak ada penyusup lagi.


.....


Jingsy berhasil keluar dari kediaman keluarga


Zang bersama dengan Mei Mei dan tetua Ma. Walaupun kediaman itu adalah milik keluarganya sendiri, Jingsy sangat lega bisa keluar dari tempat itu tanpa mendapatkan luka.


"Mmmm, Jingsy, kenapa kamu membawaku juga?


Walaupun kamu meninggalkan aku, mereka pasti tidak akan melukaiku."


"Benarkah? Lalu kenapa sekarang tubuhmu terluka?"


"Itu..." Mei Mei menundukkan kepalanya tidak bisa menjawab pertanyaan Jingsy.


"Aku tahu kamu mendapatkan luka dalam karna melindungi aku, karna kamu berusaha melindungi aku mereka pasti akan melakukan sesuatu padamu!"


Jingsy memegang tangan Mei Mei dan


menariknya, "Aku akan mengantarmu membiarkan ke keluarga Mei!"


Mei Mei tersipu malu dan berjalan mengikuti


Jinhsy, sedangkan tetua Ma menggelengkan kepalanya dengan sedikit tersenyum.


Sesampainya di depan gerbang keluarga Mei, Jingsy langsung mengucapkan kata perpisahan pada Mei Mei karna dirinya mungkin tidak akan bisa bertemu lagi dengannya, karna ia akan meninggalkan kota Bawang putih.


Mei Mei mengerti dengan keputusan Jingsy karna tidak mungkin dirinya bisa tinggal di kota Bawang putih lagi, selama dirinya masih bermusuhan dengan keluarga Zang yang memiliki pengaruh terbesar di kota.


Mei Mei pun bertanya ke mana Jingsy akan pergi, namun Jingsy tidak bisa menjawabnya karna dirinya belum pernah pergi ke kota lain dan belum memiliki tempat yang akan dia tuju.


Setelah itu Jingsy dan tetua Ma berpisah dengan Mei Mei dan keluar dari kota Bawang putih. Jingsy tidak menyangka kalau perjalanan panjangnya untuk kembali ke


rumah akan membuahkan


pengalaman pahit yang tidak akan pernah bisa ia lupakan seumur hidupnya.


Namun, Jingsy mengetahui kalau ini akan menjadi titik awal dari perjalanan hidupnya yang panjang.


Di saat dalam perjalanan, tetua Ma kembali menanyai Jingsy tentang menjadi muridnya dan ingin mendengar jawaban dari Jingsy.


"Maaf tetua Ma, apa tetua bisa memberi waktu untukku berpikir, aku masih sedikit kesulitan berpikir karna apa yang terjadi sebelumya."


"Baiklah, aku akan menunggu jawabanmu besok, jika kamu menerima menjadi muridku, aku akan membawa kamu menuju lembah teratai hitam dengan segera dan saat perjalanan menuju ke lembah aku akan mengajarimu dasar seni bela diri!"

__ADS_1


Jingsy menganggukkan kepalanya bermaksud mengerti dengan perkataan yang disampaikan oleh tetua Ma.


.......Bersambung......


__ADS_2