
"Sialan! Kenapa harus sesakit ini saat menerima ingatan dari orang lain. Jingsy melihat pedang hitan yang berdiri di samping tempat tidurnya.
"Tapi, ingatan kali ini sangat luar biasa, beberapa seni bela diri kuat sudah berada di dalam kepalaku, dan dengan pedang ini aku bisa melakukannya!" Jingsy mengatur nafas miliknya, lalu kembali berdiri lagi, setelah itu ia mengambil pedang hitam miliknya dan keluar dari rumah.
Di luar Jingsy melihat Hanabi yang sedang bermain dengan Oyen si kucing oren miliknya. Jingsy sedikit tersenyum lalu berjalan ke tengah halaman. "Apa kamu mau latihan lagi?"
"Yah, aku sudah terbiasa berlatih dan sangat tidak nyaman rasanya jika hanya diam saja di atas tempat tidur!" "Tapi kan tubuhmu belum pulih sepenuhnya?" "Aku lebibh tahu kondisi tubuhku daripada orang lain." jawb Jingsy.
"Huuh, baiklah terserah kau saja!" Hanabi membalasnya dengan nada sedikit kesal.
Jingsy hanya tersenyum, lalu melakukan latihan seni bela dirinya, namun kali ini Jingsy tidak melakukan gerakan dasar seperti biasanya, melainkan gerakan yang jauh lebih sulit dan lebih kuat.
Hanabi yang melihat itu sangat terkejut dengan gerakan yang diperagakan oleh Jingsy. "Dari mana dia mempelajari seni bela diri sekuat itu? Tetua Ma tidak mungkin yang mengajarinya, apa dia memiliki guru lain?"
Jingsy menghentikan gerakan seni bela dirinya
dan menghirup napas panjang, dirinya sudah sangat kelelahan setelah mepraktikan 10 gerakan dari dalam ingatan miliknya. Semua gerakan yang dia peragakan itu masih sangat tidak beraturan dan sangat jauh dari kata sempurna dalam ingatan miliknya.
"Sebelum menggunakan seni bela diri ini aku harus melatih pernapasanku lebih dulu, untung saja dalam ingatan yang aku dapat kali ini berisikan banyak seni bela diri dan meditasi, serta cara penapasan yang sangat berguna bagiku!"
Jingsy menusuk pedangnya ke tanah, lalu ia langsung duduk dan mengatur napasnya menjadi normal kembali. "Ada begiu banyak metode pernapasan dalam kepalaku saat ini, namun yang paling cocok untukku sekarang hanya satu, yaitu pernapasan
Naga surgawi. Dengan menggunakan metode pernapasan ini aku bisa menggunakan seni bela diri tadi serta membuatku lebih cepat membuka jalur meridian!" Jingsy duduk bersila dan menggunakan metode
pernapasan naga surgawi yang ada di dalam kepalanya. Saat pertama kali menggunakannya, Jingsy merasa rongga dada miliknya menjadi lebih besar dan merasa seluruh darah dalam tubuhnya mengalir lebih cepat.
__ADS_1
"Metode pernapasan tingkat tinggi memang bukan sebuah omong kosong saja!" batin Jingsy. menarik napas lagi dan menghembuskannya, setiap hembusan napas Jingsy membawa sedikit asap putih.
Mata Hanabi yang melihat itu hampir jatuh ke atas tanah karna sangat terkejut, ia juga mengetahui metode pernapasan dan juga menggunakannya. Namun, apa yang digunakan oleh Jingsy sangatlah berbeda dengan miliknya dan jauh lebih kuat.
"Sebenarnya siapa anak ini, metode pernapasan miliknya bahkan jauh lebih kuat daripada milik kerajaan Hu dan seni bela dirinya juga sangat kuat. Apa dia berasal dari Kekaisaran seribu bintang?"
Hanabi menjadi sangat penasaran dengan latar belakang yang dimiliki oleh Jingsy, dan dari mana dia mendapatkan semua hal itu, karna apa yang dilakukan oleh Jingsy membutuhkan latihan yang sangat lama, bahkan dirinya sendiri membutuhkan waktu satu tahun agar bisa memahami metode pernapasan.
Dan untuk apa yang digunakan oleh Jingsy, pasti membutuhkan waktu yang lebih lama lagi daripada dirinya. Namun Hanabi tidak mengetahui kalau Jingsy baru pertama kali menggunakannya dan mengetahuinya beberapa menit yang lalu.
Jika Hanabi mengetahui itu, pasti dirinya akan langsung muntah darah dan mengutuk langit. Jingsy membuka matanya, dirinya sudah melakukan metode pernapasan naga surgawi selama satu jam lebih.
Setelah melakukan metode pernapasan selama itu Jingsy bisa merasakan tububnya menjadi sedikit lebih ringan dan juga tubuhnya kembali dipenuhi kekuatan. "Aku baru menggunakannya kurang lebih selama
satu jam dan aku sudah bisa merasakan tubuhku menjadi lebih kuat. Jika aku terus melakukan ini, maka tubuhku akan menjadi semakin kuat!" Jingsy kemlbali berdiri dan
Jingsy menghentikan latihannya dan kembali mengatur napas. "Luar biasa, aku bisa merasakan gerakan ku sedikit lebih baik dari pada sebelumnya. Metode pernapasan memang sangat mengagumkan!"
Jingsy mengepalkan kedua tangannya dengan wajah sangat senang.
"Gerakan Jingsy menjadi lebih baik dari pada sebelumnya. Jika aku bandingkan kekuatan miliknya setara dengan pendekar tubuh lapisan ke delapan, mungkin bisa bersaing dengan lapisan ke sembilan!"
Hanabi melihat Jingsy yang berada di halaman itu, sedikit senyuman terukir di wajah Hanabi. "Mungkin dia adalah orang yang tepat untuk melakukan hal itu!"
Satu bulan kemudian, semenjak kepergian tetua Ma dan tetua Han yang pergi menjalankan tugas, Jingsy dan Hanabi sedang berjalan menuju ke aula lembah, mereka berdua harus mendapatkan stok makanan dan beberapa pakaian untuk dikenakan oleh Jingsy.
__ADS_1
Selama satu bulan ini tubuh Jingsy menjadi lebih tinggi dengan beberapa otot di tubuhnya yang membesar, kecepatan pertumbuhan tubuhnya itu karna metode pernapasan naga surgawi yang ia gunakan.
Jingsy sendiri sangat terkejut dengan pertumbuhan tubuhnya yang sangat cepat, tinggi awalnya yang hanya 170 cm bertambah menjadi 185 cm dengan tubuh yang terbentuk dengan otot yang kuat.
Jingsy dan Hanabi memasuki daerah bangunan
pusat lembah dan banyak murid lembah yang berkeliaran di sana, namun hampir semua murid lembah yang ada melihat ke arah Hanabi dan Jingsy.
Mereka semua terlihat sangat hormat dan terpesona saat melihat Hanabi, sedangkan Jingsy hanya mendapat tatapan dingin dari semua murid pria dan beberapa tatapan dari murid wanita yang tertarik padanya.
"Hanabi, kenapa semua murid melihat kita, apa ada sesuatu yang aneh pada kita?" Tanya Jingsy. "Abaikan saja mereka!" Balas Hanabi singkat. "Ya baiklah, aku juga tidak terlalu suka diperhatikan oleh banyak orang!"
Jingsy menuruti perkataan Hanabi untuk mengabaikan semua murid yang menatap mereka, tapi saat mereka sudah hampir sampai ke aula lembah, seorang murid berpakaian hijau dan beberapa murid berpakaian biru menghadang jalan mereka.
"Nona Han, sudah lama kita tidak bertemu, apa kamu sudah memikirkan perkataanku sebelumnya?" Murid berpakaian hijau berjalan mendekati Hanabi.
"Murid ini mengenakan pakaian hijau, berarti dia sudah berada di lembah selama lebih dari lima tahun!" Gumam Jingsy.
Murid itu berhenti dan menatap Jingsy yang
berada di samping Hanabi. Murid itu langsung menatap Jingsy dengan dingin. "Nona Han, siapa orang bodoh di samping mu ini?" Alis Jingsy langsung berkedut mendengar dirinya dikatakan bodoh oleh orang di depannya.
Hanabi mengangkat tangannya ke samping untuk menahan Jingsy agar tidak bergerak, "Bopak, aku sudah mengatakan akan menolak semua hal tentang dirinya, jadi segera pergi dari hadapanku. "Hah, bopak? Namanya sangat aneh!" Gumam
Jingsy tanpa di dengar oleh orang lain sembari menahan tawanya.
__ADS_1
.......Bersambung.....