Putra Naga

Putra Naga
Bab 11 Menjadi Murid Ketua Lembah TeratayHitam


__ADS_3

Jingsy pun langsung bertanya pada tetua Ma tentang apa yang terjadi pada dirinya, tapi tetua Ma malah tertawa mendengar penjelasan dari Jingsy.


"Kenapa guru malah tertawa?" tanya Jingsy dengan mengerutkan dahinya kebingungan.


Tetua Ma segera menggelengan kepalanya seraya berkata, "Tidak ada apa apa, aku


hanya sempat berpikir kalau kamu tidak akan membutuhkan pelajaran dariku lagi, tapi sepertinya aku salah." "Lalu, bagaimana cara untuk aku melanjutkan meditasi guru?" "'Setiap pendekar pemula pasti akan


melakukan kesalahan yang sama seperti yang kamu lakukan. Setelah mereka berhasil membuka jalur meridian di dada mereka, pasti mereka akan langsung mencoba membuka jalur meridian di bagian


tubuh yang lain!" "Bukankah memang seperti itu, guru?" tanya Jingsy tidak mengerti. "Tidak, justru itu adalah kesalahannya! Sebelum membuka jalur meridian pada anggota tubuh yang lain, kamu harus


menstabilkan meridian di dadanmu dan membesarkannya. Di dalam tubuh manusia itu memiliki 4000 titik meridian, dan sebagian bear titik itu berada di dada. Jadi, sebelum membuka jalur meridian lain, perbesar dulu jalur meridian di dadamu!"


"Oh, jadi seperti itu ya. Baik guru, terima kasih sarannya!" "Baiklah, kamu bisa kembali berlatibh lagi!" Setelah mendapatkan pencerahan dari tetua Ma,


Jingsy kembali melakukan meditasi dan memperbesar jalur meridian di dadanya. Jingsy melakukannya di sepanjang malam, dan saat sinar matahari pagi mengenai tubuhnya, Jingsy membua matanya dan merasakan tubuhnya kembali segar lagi.


"Aku sudah melakukan meditasi sepanjang malam, tapi hanya sedikit memperbesar jalur meridian di dadaku. Sepertinya akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memperbcsar jalur meridian dari pada membukanya!"


Jingsy berdiri dan melihat sekitarnya tapi tidak melihat adanya tetua Ma di sana. "Tidak biasanya guru pergi sepagi ini, tapi terserahlah, guru pasti sedang berburu. Lebih baik aku melakukan latihan seni bela diri dan fisik saja!"


Sebelum melakukan latihan seni bela diri, Jingsy memakan buah buahan untuk mengisi perut dan energinya, dan setelah selesai, baru ia melakukan latihan.


Setelah sore hari, tetua Ma pun kembali dengan membawa seekor rusa besar hasil buruannya. "Apa kamu sudah melakukan latihan seni bela diri?" tanya tetua Ma.


"Aku hanya sedang istirahat sebentar guru." balas Jingsy. "Hentikan dulu latihanmu, kita akan makan malam, juga aku mau mengatakan sesuatu padamu!" "Apa itu guru?"

__ADS_1


"Besok kita akan ke lembah teratai hitam." "Bukankah ini terlalu cepat guru? Kamu mengatakan akan membawaku ke sana setelah aku berada di ranah pendekar tubuh lapisan ketiga?" "Ya, ada perubahan rencana! Aku harus melakukan sesuatu untuk waktu yang cukup lama. Jadi sebelum aku pergi, aku mau kamu tinggal di lembah teratai hitam!"


Lembah teratai hitam merupakan sebuah sekte tingkat bawah yang tersembunyi di tengah bukit besar. Selain anggota lembah, akan kesulitan untuk masuk ke tempat itu karna jalannya yang memiliki banyak cabang.


Jingsy dan tetua Ma sedang berdiri di depan gerbang masuk lembah teratai hitam, mereka berdua sudah melakukan perjalanan selama dua hari untuk sampai ke lembah teratai hitam dari tempat berlatih sebelumnya.


Di depan gerbang itu ada dua orang yang menjaga dan saat kedua penjaga itu melihat tetua Ma, mereka langsung memberikan hormat. Ketika sudah masuk ke dalam kawasan lembah teratai hitam, Jingsy berpikir


kalau lembah teratai hitam hanya memiliki beberapa bangunan dan sedikit orang saja. Namun, Jingsy langsung dikejutkan dengan apa yang ia lihat, karna di dalam lembah itu terdapat banyak bangunan besar dan


menara yang cukup tinggi serta banyak orang yang berkeliaran dengan pakaian yang sama. "Guru, tempat ini sangat mengagumi!"


Jingsy yang hanya mengetahui kota Bawang putih saja dibuat terpukau oleh keindahan lembah teratai hitam. Untuk pertama kali dirinya melihat tempat yang ramai selain kota Bawang putih.


"Aku akan membawamu ke tempat tinggal mu, ikuti aku dari belakang dan jangan sampai menghilangkan!"


Setelah berjalan cukup lama, tetua Ma membawanya ke hutan bambu dan terlihat sebuah rumah di tengah banyaknya pohon bambu. Tetua Ma berhenti di depan rumah itu dan berbalik menghadap Jingsy.


"Ini adalah tempat tinggal ku, dan mulai sekarang kamu juga akan tinggal di sini."


Tetua Ma berjalan masuk ke rumah itu dikuti oleh Jingsy dari belakang. Saat berada di dalam rumah, Jingsy melihat banyak sekali tumpukan buku yang tersusun rapih, juga ada beberapa senjata tangan pendek yang seperti sebuah belati. Jingsy melihat sekeliling rumah itu dan merasa


rumah ini sangat bersih. "Guru, rumah ini sangat bersih, padahal kan guru sudah meninggalkannya dalam waktu yang cukup lama?" "Mungkin ada seseorang yang membersihkannya." Jawab tetua Ma.


Tetua Ma pun menunjukkan semua yang ada di dalam rumah itu dan kamar yang akan digunakan oleh Jingsy nanti. Setelah itu tetua Ma mengajak


Jingsy pergi lagi ke aula lembah teratai hitam untuk melaporkan kepulangannya dan juga mendaftarkan Jingsy sebagai muridnya.

__ADS_1


Seperti sebelumnya, semua perhatian langsung tertuju pada Jingsy saat berjalan mengikuti tetua


Ma menuju aula, mereka semua menatap tidak percaya ke arah Jingsy. Jingsy yang awalnya mengabaikan semua itu la.


Kelamaan mulai risih juga. "Guru, kenapa semua orang melihatku dengan tatapan aneh?"


"Itu kana kamu adalah muridku, sebelumnya aku tidak pernah menerima seorang murid!" "Jadi, aku adalah murid pertama guru?" "Ya, jadi jangan membuat aku kecewa nanti!"


Balas tetua Ma.


Kedua orang itu terus berjalan melewati beberapa bangunan hingga sampai di sebuah bangunan besar, kedua orang itu berhenti berjalan di depan bangunan itu.


"Ini adalah aula lembah teratai hitam, di sini kamu bisa mendapatkan tugas dan menukarkan barang. Baiklah, kita akan masuk ke dalam!"


Tetua Ma mengajak Jingsy masuk, dan saat berada di dalam Jingsy dikejutkan dengan banyaknya orang yang ada di ruangan itu. Aula tersebut di penuhi dengan murid lembah teratai hitam.


Jingsy mengikuti tetua Ma menuju lebih dalam dan tidak lama. Kemudian tetua Ma berhenti di sebuah meja.


Tetua Ma berbicara sedikit dengan orang yang menjaga meja itu lalu memanggil Jingsy untuk mendekati nya. Jingsy mendekat dan memberikan hormat pada orang yang menjaga meja itu.


"Hohoo, jadi pemuda ini yang akan menjadi muridmu? Sepertinya dia lumayan menarik!"


Ucap pria yang menjaga meja. "Tentu saja, aku tidak menerima orang biasa sebagai muridku!" "Baiklah baiklah! Sebelum itu, aku mau muridmu terdaftar dulu di lembah teratai hitam."


Setelah itu, Jingsy didaftarkan ke dalam lembah teratai hitam sebagai murid, Panji diberikan identitas seperti yang pernah diperlihatkan oleh tetua Ma, namun miliknya terbuat dari kayu.


.,....BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2