Putra Naga

Putra Naga
Bab 14 Tingkatan Pusaka dan Tiga jenis Pendekar


__ADS_3

"Jingsy, kekuatan ayunan pedangmu sangat kuat, sampai bisa membuat pohon itu hampir terpotong setengah. Apa kau sudah berada di ranah pendekar tubuh lapisan kelima?" tanya


Hanabi dengan penasaran. "Hahaha, kau bercanda, aku baru saja menjadi seorang pendekar, kekuatanku hanya berada di ranah pendekar tubuh lapisan kedua saja!" jawab


Jingsy seraya tertawa.


Hanabi menekuk dahinya, "Apa kamu mau membodohiku? sudah jelas kamu menunjukan kekuata sebesar itu, tapi hanya mengaku lapisan kedua? Kamu pikir aku akan percaya dengan ucapanmu itu?"


Jingsy menggaruk belakang kepalanya sambil tertawa kecil.


"Aku tidak berbohong, memang itulah kenyataannya! Kekuatan ayunan ku yang besar itu karna aku menggunakan pedang hitam ini.


Penampilan pedang ini memang terlihat usang, namun ketajamannya sangat luar biasa!" Jingsy melihat ranting pohon di dekatnya lalu memotongnya dengan


menggunakan pedang, ranting itu terpotonng oleh pedang seperti memotong sebuah tahu. "Kau lihat, kan? Aku tidak menggunakan sedikitpun tenaga untuk memotong ranting itu, namun ranting itu bisa terpotong dengan mudah!"


Hanabi melebarkan mata dan mulutnya seraya menatap pedang hitam di tangan Jingsy dengan tatapan tidak percaya.


Tetua Han sedikit tertarik dan menatap pedang hitam di tangan Jingsy, setelah memperhatikan cukup lama, tetua Han mengerutkan dahinya. "Nak, di mana kamu mendapatkan pedang hitam itu?"


Hanabi melihat ke arah Jingsy yang masih terkejut, namun tatapan matanya lebih ke arah orang yang kebingungan. "Jingsy, apa kamu tahu apa itu pusaka?" tanya


Hanabi. "Aku tidak tahu apa itu pusaka, tapi dari melihat ekspresi kalian sepertinya itu benda yang berharga!" "Ya, bisa juga dikatakan seperti itu, namun biasanya pengguna pusaka itu berasal dari pendekar Roh atau keluarga besar dan sekte besar.

__ADS_1


Pusaka sendiri memiliki kekuatan di dalamnya yang memungkinkan penggunanya menjadi lebih kuat, oleh karna itu banyak para pendekar yang mulai mencari pusaka untuk mereka gunakan, namun sayangnya mendapatkan sebuah


pusaka tidak semudah yang mereka bayangkan. Tapi kamu berhasil mendapatkan sebuah pusaka secara tidak sengaja, aku rasa keberuntungan mu sangat besar!" Hanabi menepis atas kepalanya, merasa belum bisa percaya semua yang ia dengar.


"Apa yang Hanabi katakan itu benar, kau sangat beruntung nak, untuk mendapatkan sebuah pusaka, biasanya para pendekar harus membeli dengan harga mahal, itu pun hanya bisa mendapatkan pusaka biasa yang hanya sedikit level di atas senjata biasa.


Tapi pusaka milikmu cukup kuat, sepertinya itu pusaka tingkat tiga!" Panji menatap pedang di tangannya, "Tingkat tiga?" "Ya, pusaka memiliki sembilan tingkatan, yang mana tingkat terlemah adalah tingkat satu, dan yang terkuat adalah tingkat sembilan.


Namun pusaka terkuat yang dimiliki benua Bintang Timur hanya berada di tingkat ke tujuh saja dan itu dimiliki oleh kaisar seribu bintang sebagai harta kekaisaran. Bagimu untuk memiliki sebuah pusaka tingkat tiga itu sudah luar biasa!"


Jingsy menatap pedang hitam di tangannya dan melihatnya dengan tatapan takjub, dirinya tidak menyangka kalau pedang usang ini merupakan sebuah pusaka yang bernilai. "Aku akan menjaganya dan memperbaikinya


menjadi lebih baik lagi, bagaimanapun juga, pedang inilah yang menyelamatkan nyawaku berulang kali!" gumam Jingsy. ***


Terlihat tetua Ma sedang berdiri di depan rumah sambil melihat ke arah Jingsy, lalu beralih melihat ke belakangnya di mana ada tetua Han dan Hanabi, tetua Ma kembali melihat ke arah Jingsy. "Dari mana saja kamu ini?" teriak tetua Ma.


Jingsy duduk di depan rumah tetua Ma sambil menundukan kepalanya ke bawah, di samping dirinya ada Hanabi yang terus memperbatikannya tanpa mengeluarkan


satu kata pun dari mulutnya. "Apa guru marah padaku?" anya Jingsy. "Huh? Mm, aku rasa tetua Ma hanya khawatir padamu, karna sudah menghilang semalaman."


balas Hanabi.


Wajah Jingsy yang menunduk ke bawah sedikit tersenyum, "Yah, aku harap juga seperti itu. Tapi kenapa guru langsung pergi bersama tetua Han

__ADS_1


setelah mereka bertemu?" "Entahlah, mungkin mereka sedang membicarakan sebuah tugas dari lembah!"


Jingsy mengangkat kepalanya menghadap ke atas langit yang cerah, "Hari ini cuacanya sangat bagus, rasanya aku mau melakukan latihan lagi!" "Latihan? apa kamu mau melakukan meditasi lagi?" tanya Hanabi.


"Tidak, aku melakukan meditasi saat malam saja, dan saat siang hari aku melakukan latihan seni bela diri serta beberapa latihan fisik lain!" jawab Jingsy.


"Hanabi melihat tubuh remaja Jingsy yang terlihat kurus, tanpa sadar membuat dirinya tertawa. "Aku berpikir kalau kamu seoang pendekar yang memperkuat diri dengan elemen karna tubuhmu yang terlihat lemah,


tapi ternyata kamu seorang pengguna pedang yang meningkatkan kemampuan fisik. Aku benar benar tidak menyadari hal itu!" "Tunggu! Pendekar yang memperkuat diri dengan elemen? apa itu ada?" tanya Jingsy bingung.


Hanabi melihat Jingsy dan melihat wajah Panji yang polos. Hanabi berdecak sambil menggaruk belakang kepalanya. "Apa kamu ini benar seorang pendekar? bagaimana kau bisa menanyakan hal seperti itu? padahal itu adalah dasar pengetahuan seorang pendekar!"


Jingsy hanya membalasa perkataan Hanabi dengan senyuman canggung. "Huuh, baiklah! Aku akan beritahu. Pendekar itu terbagi menjadi tiga jalan, yang pertama adalah pengguna elemen, kedua peningkatan fisik,


dan ketiga adalah gabungan dari kekuatan fisik dan elemen. Pengguna elemen biasanya memperkuat diri mereka dengan meningkatkan kekuatan elemen dalam tubuh mereka, untuk pengguna peningkatan fisik, mereka memperkuat diri dengan pelatihan


fisik yang sangat keras dan tidak terlalu meningkatkan kekuatan elemen mereka, sedangkan yang ketiga adalah menggunakan kedua kekuatan dengan seimbang untuk memperkuat diri mereka, pengguna ketiga memang sering ditemui, namun mereka semua


banyak yang gagal dan akhirnya harus memperkuat salah satu untuk menjadi lebih kuat lagi!" Jingsy memegang dagunya dan mulai mencerna perkataan Hanabi, setelah beberapa saat Jingsy bertanya. "Hanabi, apa ada orang kuat yang menggunakan cara


ketiga?" "Tentu saja ada!" jawab Hanabi. "Apa kau mengenalnya? seberapa kuat dia?" tanya Jingsy penasaran. "Semua orang mengetahui dia siapa, dia adalah kaisar seribu bintang dan orang terkuat di benua bintang timur ini. Kau pasti mengetahui seberapa kuat dia.


.....Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2