Putra Naga

Putra Naga
Bab 16 Menyelam Kedalam Danau


__ADS_3

Men16 yelam ke dalam danau


Jingsy langsung melepas semua pakaian miliknya agar tidak menghilang terkena asap hitam miliknya. Setelah melepas semua pakaian miliknya, Jingsy langsung melapisi seluruh tubuhnya dengan asap hitam dan langsung melompat ke dalam danau.


Saat berada di dalam air, Jingsy hanya bisa sedikit melihat karna kurangnya pencahayaan di dalam air. Jingsy terus berenang ke bawah dan penglihatannya semakin gelap karna cahaya yang semakin menipis. Setelah ia menyelam lima belas meteran, Jingsy akhirnya sampai di dasar danau dan tidak bisa melihat apapun karna gelap. "Sial, nafasku hampir habis!" batin Jingsy.


Jingsy merasakan ada sesuatu yang berada di bawah kakinya, segera Jingsy menarik benda itu dan berenang menuju ke permukaan dengan cepat.Setelah sampai di permukaan danau, Jingsy


langsung naik ke darat dan berguling di atas rumput. Jingsy merasakan tangannya membeku karna tidak ia lapisi asap hitam agar bisa membawa benda yang berada di dasar danau sebelumnya. "Aku ingin tahu benda seperti apa yang aku dapatkan dari dasar danau?"


Jingsy mengangkat tubuhnya untuk duduk dan melihat benda yang ada di tangannya adalah sebuah tanaman yang memiliki banyak akar dan mengeluarkan hawa dingin. "Aku sepertinya pernah melihat tumbuhan seperti ini, tapi di mana ya?"


Jingsy mencoba mengingat ingat kembali, setelah beberapa waktu akhirnya ia kembali ingat. "Benar, tumbuhan ini adalah tumbuhan yang pernah ditunjukan oleh Wuling beberapa tahun yang lalu. Kalau tidak salah namanya ginseng biru.


Tapi bagaimana bisa ini tumbuh di dasar danau ini? Bukankah ginseng biru ini sangat langka, tapi saat berada di dasar danau aku merasakan tumbuhan ini ada banyak!"


Jingsy kembali melihat ginseng biru di tangannya dan merasakan sesuatu yang dingin memasuki pori pori kulitnya secara perlahan. "Jadi tumbuhan ini yang membawa hawa dingin dan aroma yang sangat familiar untuk hidungku itu.


Tapi harus aku apakah ginseng biru ini? dulu aku hanya melihat saja dan tidak tahu cara menggunakannya. Apa langsung dimakan saja seperti buah yang tumbuh di dasar jurang?"


Jingsy menggigit ginseng biru dengan satu gigitan besar lalu mengunyahnya seperti memakan buah, setelah itu Jingsy menelannya. "Huh! tidak ada yang terjadi, apa ini hanya tumbuhan biasa?"


Saat akan menggigit ginseng biru lagi, hawa dingin yang luar biasa mengalir di dalam tubuhnya seperti membekukan seluruh organ dalam tubuhnya. "Arghh! Apa yang terjadi pada tubuhku!"


Jingsy merasakan seluruh isi di dalam tubuhnya seperti ditusuk oleh ribuan jarum es. Jingsy berteriak kesakitan karna tidak kuat menahan

__ADS_1


rasa dingin yang sangat menyakitkan itu.


Jingsy yang tidak sanggup lagi menahan rasa sakit yang menjalar di tubuhnya akhirnya kehilangan kesadaran dengan reaksi ginseng air yang masih terus berjalan pada tubuhnya.


Setelah beberapa detik setelah Jingsy pingsan, asap hitam dalam tubuhnya keluar dan menyebar ke seluruh tubuhnya dan menyerap semua hawa dingin dari ginseng biru, hanya dalam waktu sekejap mata energi dari ginseng biru menghilang.


Tidak lama setelah itu, terdengar suara langkah kaki dari dalam hutan yang mendekati Jingsy. "Ke mana perginya anak itu? Seharusnya ia ada di sekitar sini."


Hanabi berjalan keluar dari hutan bambu dan melihat di depannya ada sebuah danau dengan air biru kehijauan. "Danau ini sangat dingin seperti biasanya!" Hanabi berjalan mendekati danau itu.Setelah sampai di pinggir danau, Hanabi


langsung menghirup nafas panjang dan menghembuskannya. "Haah! udara di sini sangat menyegarkan walau sedikit lebih dingin. Tapi ke mana perginya Jingsy, seharusnya dia berada di sekitar sini!"


Hanabi menoleh ke samping dan melihat seseorang tergeletak dengan tubuh telanjang, seketika itu juga Hanabi langsung berteriak dengan keras. "Astaga siapa itu? kenapa dia tidak mengenakan pakaian!, Tunggu! Pakaian?"


Hanabi melihat pakaian yang tidak jauh dari orang itu dan ia mengenali pakaian itu. "Itu pakaian milik Jingsy, lalu itu," Hanabi melihat wajah orang yang tergeletak dan melihat itu memang Jingsy.


membiarkannya tetap di sini?"


Hanabi melihat kembali wajah Jingsy yang tidak sadarkan diri dan menghela nafas panjang. "Huh! Tidak aku sangka akan melakukan hal ini kepada seseorang. Kau harus ingat dengan kebaikan tuan putri ini, huh!" Hanabi melihat ginseng biru yang masih berada di tangan Jingsy.


"Ginseng biru?" Hanabi mengambil ginseng itu seraya mengerutkan keningnya.


Jingsy membuka matanya dan melihat langit langit kamar miliknya, segera ia bangkit dan melihat sekitarnya yang memang merupakan kamar miliknya. "Kenapa aku bisa ada di sini?"


Jingsy melihat ke jendela dan melihat di uar sudah terang yang menandakan siang hari. "Siapa yang membawaku kembali?"

__ADS_1


Terdengar suara langkah kaki dan Hanabi masuk


ke dalam kamar, Hanabi membawa mangkuk yang berisikan sup sayur yang ia buat. "Kamu sudah bangun? makanlah sup yang aku buat ini!" Hanabi memberikan mangkuk sup di tangannya kepada Jingsy.


Panji mengambil sup itu dan memakannya dengan lahap. Hanabi memperhatikan Jingsy yang sedang memakan sup yang ia buat, "Jingsy, kenapa kau bisa ada di pinggir danau tanpa mengenakan pakaian?"


"Aku sedang berlatih dan tiba tiba aku kelelahan dan pingsan." Jawab Jingsy. "Hmm, lalu kenapa kau bisa memiliki benda ini?" Hanabi menunjukan ginseng biru yang dimakan oleh Jingsy sebelumnya.


Jingsy langsung sedikit panik saat melihat ginseng biru di tangan Hanabi, namun Jingsy menyembunyikan kepanikannya dan memenangkan dirinya agar tidak terlalu membuat Hanabi curiga.


"Itu adalah pemberian dari guru sebelumnya, beberapa waktu ini aku belum sempat mengonsumsinya, tadi malam aku mencobanya.'


Jingsy mengarang dengan menggunakan nama tetua Ma. "Hmm, ya itu masuk akal untuk tetua Ma memberikanmu sumber daya. Lalu kenapa kamu tidak mengenakan pakaianmu?" Hanabi bertanya dengan wajah yang memerah.


"Mm, apa aku perlu menjawab pertanyaan itu?" tanya Jingsy dengan ragu. "Huh, sudahlah! Lupakan semua ini dan jangan lakukan lagi hal seperti itu ke depannya!" Hanabi melemparkan ginseng air ke arah Jingsy dan berjalan meninggalkannya dengan wajah yang masih memerah.


Jingsy mengambil gingseng air yang dilemparkan Hanabi, lalu berdiri dari tempat tidurnya, dirinya tidak mengenakan baju, namun mengenakan celana yang ia kenakan tadi malam. "Aku sudah memakai celana? Apa Hanabi yang memakaikannya?"


Sebagai orang yang tinggal seorang diri dan dikucolkan oleh keluarganya, Jingsy tidak terlalu peduli dengan rasa malunya dan menganggapnya sebagai hal biasa.


Saat Jingsy akan melangkahkan kakinya, kepalanya tiba tiba berdenyut dan ingatan dari orang asing mengalir masuk ke dalam kepalanya. Arhggg!


Jingsy berjongkok sambil memegangi kepalanya yang serasa mau meledak. "Kenapa ini sangat menyakitkan?!"


Jingsy menahan rasa sakitnya agar dirinya tidak berteriak dan membuat Hanabi kesusahan lagi.

__ADS_1


Setelah belasan menit rasa sakit di kepalanya menghilang dan ingatan yang masuk berhenti mengalir. Jingsy tergeletak di atas lantai dengan nafas yang tidak teratur.


........Bersambung....


__ADS_2