Putri Raja Yang Mencintai Pria Sederhana

Putri Raja Yang Mencintai Pria Sederhana
Putri Via dan Anton ada di hutan


__ADS_3

Putri Via dan Anton berjalan sambil menikmati pemandangan hutan. Sepi asri suara burung bersautan suara angin indah sejuk.


"Ini hawa-hawa enak berduaan seperti pasangan suami istri yang beradu cinta" Kata Anton.


"Tumben kamu ngomong seperti itu, tidak biasanya" Tanya Putri Via.


"Karena Raja, aku menjadi kayak begini" Jawab Anton.


"Kita harus memperjuangkan cinta kita" Kata Anton.


"Kalau kamu masih mencintaiku" Kata Anton.


"Iya aku mencintaimu" Kata Putri Via.


"Lantas apa yang kamu berbuat untuk memperjuangkan cintamu" Tanya Anton.


"Kita akan menikah" Jawab Putri Via.


"Tetapi Raja dan Ibu Ratu tidak menyetujui hubungan kita" Tanya Anton.


"Iya mereka tidak merestui, karena aku dan Pangeran Bryan teman semasa kecil. Dan Ibu Ratu berniat menjodohkan Aku dengan Pangeran Bryan" Kata Putri Via.


"Oh hanya begitu saja" Kata Anton.

__ADS_1


Di saat tengah malam mereka ada di atas pohon untuk beristirahat. Putri Via tertidur pulas. Sedangkan Anton tidak bisa tidur. Memandang langit yang terang cahaya bulan yang menerangi alam semesta.


Pagi harinya mereka sudah turun dari atas pohon. Mencari sungai untuk berbenaph diri.


Sungai yang mengalir itu airnya jernih tidak kotor.


"Mengapa sulit untuk berburu, kamu biasanya sendirian atau ditemani temanmu" Tanya Putri Via.


"Aku selalu sendiri, ada kamu ya berdua denganmu"Jawab Anton.


"Kenapa tak satupun tidak ada hewan yang berkeliaran disini" Tanya Putri Via.


"Diam ayo sembunyi ada orang disana" Kata Anton.


"Itu ada Pangeran Bryan, ngapain ada disini" Tanya Anton.


"Mungkin dia sudah tahu kalau aku kabur dari Istana dan menemanimu disini" Jawab Putri Via.


"Pangeran Bryan tidak capek-capeknya membuntuti kita, mengawasi kita" Kata Anton.


"Kita ini seperti penjahat saja" Kata Anton.


Ayo-ayo teriak Pangeran Bryan...

__ADS_1


"Kita ke hutan disana itu yang banyak binatang buas kemungkinan mereka ada disana" Ajak Pangeran Bryan.


Orang-orang itu menuju ke hutan belantara. Senjata mereka banyak sekali. Sehingga aman untuk kesana.


Lalu Anton dan Putri Via keluar dari persembunyiannya.


"Mereka kesana ngapain juga, disana malah berbahaya" Kata Anton.


"Biarin salahnya sendiri kesana" Jawab Putri Via.


"Mending kamu pulang saja ke Istana pasti Raja dan Ibu Ratu khawatir" Kata Anton.


"Tidak, aku tidak ingin pulang biar mereka tahu. Apa keinginanku" Jawab Putri Via.


Mereka berjalan setapak demi setapak melewati pohon ke pohon sungai ke sungai. Pemandangan yang membuat mereka semakin mesra. Sekawanan burung menyambut mereka. Sepertinya burung-burung itu sudah tahu kalau mereka pasangan yang serasi.


Anton sambil menyanyi riang gembira, sedangkan Putri Via tersenyum parasnya yang cantik hingga Anton selalu tergoda.


"Kamu cantik sekali Putri Via, ingin aku semakin dekat dan dekat lagi denganmu, wajahmu yang cantik, wangimu yang menggoda Jiwa-jiwa ini. Serasa ingin memilikimu seutuhnya. Sayangnya terhalang oleh restu. Kenapa kita tidak lari dari semua ini. Agar kita bahagia. Kita hidup disini. Tidak di Istana.


Selama kita dekat, aku tak pernah menyentuhmu. Kemaren waktu di pintu merah bata. Kamu kelihatan aduhai tetapi kita tidak melakukan apapun. Ada hasrat dalam jiwa kalau teringat tentang kejadian itu. Entah kenapa sebelumnya mataku berbinar-binar lalu melihatmu itu aku cinta banget dan ingin beradu cinta.


"Waktu itu aku sebelum pergi kepintu merah bata diberi segelas minuman oleh pelayan, dari mana minuman itu aku sendiri tidak tahu. Lalu mata berbinar-binar" Kata Anton.

__ADS_1


"Berarti ada yang membuatmu diusir dari Istana" Kata Putri Via.


__ADS_2