
"Kenapa kamu menatapku seperti itu" Tanya Putri Via.
"Kamu cantik sekali, aku tidak menyangka kamu adalah orang Istana. Aku jatuh cinta denganmu" Jawab Anton.
Anton langsung mengatakan cinta tidak perlu ditutup-tutupi malah bikin sakit hati.
Putri Via kaget mendengar apa yang dikatakan Anton.
"Tetapi aku ini orang biasa aku rakyatmu, mungkin kamu tidak mempunyai perasaan yang sama denganku" Kata Anton.
"Aku kagum padamu, kamu tinggal di rumahku yang jelek ya mau saja. Biasanya orang yang kaya tidak mungkin mau tinggal di rumahku apalagi menginap" Kata Anton.
"Kamu seorang Putri biasanya tidak suka ada di dapur, tetapi kamu memasak untuk Ibu dan aku. Dan lagi masakanmu enak sekali" Kata Anton.
"Andai kamu bukan Putri Raja, aku berani melamarmu atau menikahi kamu" Kata Anton.
"Kamu baik hati, cantiknya minta ampun paras wajahmu selalu ceria membuat orang melihatmu kagum" Kata Anton.
"Apakah kamu mempunyai pacar, orang istana kah" Tanya Anton.
"Aku tidak punya pacar"Jawab Putri Via.
"Apakah kamu mau menjadi pacarku" Tanya Anton.
Putri Via hanya terdiam beberapa saat.
"Kamu memang orang Istana, kalau kamu tidak suka denganku tidak apa-apa tidak usah memikirkan apa yang aku katakan" Kata Anton.
"Aku tidak menghina dan menolakmu" Kata Putri Via.
"Lantas" Kata Anton.
"Iya aku tahu kamu mencintaiku, tetapi hubungan ini harus di sembunyikan tidak boleh ada yang tahu kalau kita jadian"Jawab Putri Via.
"Berarti kamu malu, kenapa harus disembunyikan hubungan ini. Apakah aku pria sederhana lantas jadian sama Putri Istana" Kata Anton.
"Bukan begitu, karena kalau ada yang dekat dengan Putri Raja, beritanya kemana-kemana. Lalu kamu di datangin ke rumahmu" Kata Putri Via.
"Oh iya" Jawab Anton.
"Kalau kamu ingin kita jadian harus sembunyi-sembunyi tidak boleh ada yang mengetahuinya" Kata Putri Via.
"Berarti kamu tidak menolak aku" Tanya Anton.
"Tidak, karena kamu baik hati orangnya" Jawab Putri Via.
"Terus aku nanti malam mau kembali ke Istana" Kata Putri Via.
"Kita kapan ketemunya kalau kamu kembali ke Istana" Tanya Anton.
__ADS_1
"Mending kamu jadi prajurit di Istana, aku daftarkan dulu terus aku kasih pakaian prajurit" Jawab Putri Via.
"Nanti malam kamu ikut aku ya" Kata Putri Via.
"Oke" Jawab Anton.
Mereka pun beristirahat agar nanti malam kembali ke Istana.
Beberapa jam kemudian. Sekitar jam 00.00 Putri Via dan Anton. Menuju ke Istana. Berjalan kaki. Sampailah di Istana.
"Prajurit, ini ada saudaraku yang ingin menjadi prajurit" Kata Pelayan itu.
"Oke masuk saja, besok memakai pakaian prajurit dan harus latihan" Kata Prajurit itu.
Lalu mereka berdua masuk ke Istana. Anton melihat ke kanan dan ke kiri sungguh megah mewah gedung Istana yang menjulang tinggi.
Lalu Putri Via menujukan tempat istirahat untuk Anton.
Besoknya. Anton memakai pakaian prajurit dan berlatih dengan prajurit-prajurit lainnya.
Putri Via mencari-mencari Anton.
Anton yang kelelahan habis latihan, duduk bersandar di tembok. Lalu Putri Via menarik tangannya Anton.
"Putri, ada apa" Tanya Anton.
" Ayo ikut aku" Ajak Putri Via.
"Ini tempat apa" Tanya Anton.
"Ini tempat agar kita tidak diketahui orang-orang"Jawab Putri Via.
Mereka pun berjalan sambil melihat-melihat pemandangan alam. Suasana sunyi, hening, syahdu.
"Ini sebenarnya tempatnya Raja dengan para selir" Kata Putri Via.
"Raja kenapa mempunyai Selir, dulu hanya Ibu Ratu. Kemanakah Ibu Ratu" Tanya Anton.
"Ibu Ratu sedang sakit"Jawab Putri Via.
"Kasihan Ibu Ratu itu orangnya baik, dulu aku pernah ngobrol sama beliau" Kata Anton.
"Bagaimana rasanya tinggal di Istana" Tanya Putri Via.
"Iya enak iya gak enak"Jawab Anton.
"Enaknya makanan gratis ada uang saku kalau jadi prajurit, sedangkan gak enaknya disuruh latihan perang pokok latihan banyak buat capek" Kata Anton.
Anton memegang tangan Putri Via, tangannya yang halus dan lembut. Membawa suasana hati anton berbeda. Serta menatap wajah Putri Via. Sebegitunya tatapan Anton. Sehingga Putri Via malu.
__ADS_1
Anton mendekati Putri Via, memegang wajahnya mau mencium Putri Via lalu Putri Via menghindar.
"Kenapa menghindar dariku" Tanya Anton.
"Ya aku belum siap" Jawab Putri Via.
"Memangnya harus ada latihannya sampai ada persiapan juga"Kata Anton.
Putri Via tertawa...
"Kayak prajurit saja latihan melulu" Kata Anton.
"Kamu memang Putri Raja yang mencintaiku Pria sederhana" Kata Anton.
"Sampai-sampai ciuman butuh persiapan" Kata Anton.
"Kamu belum pernah mendekati pria lain Putri Via" Tanya Anton.
"Iya belum pernah" Jawab Putri Via.
"Kalau aku juga belum pernah mendekati wanita siapapun" Kata Anton.
"Berarti kita sama dong sama-sama harus latihan pendekatan" Kata Anton sambil tertawa.
Mereka pun keluar dari pintu merah bata. Lalu Anton kembali ke markas prajurit sedangkan Putri Via kembali ke kamarnya.
Ada-ada saja Anton, kenapa juga aku bisa mencintai Anton kata hatinya Putri Via sambil senyum-senyum sendiri.
Memang jatuh cinta itu membuat hati jadi gila, ini aku senyum-senyum sendiri.
Andai tidak tinggal di Istana pastinya aku sudah menikah dengan Anton, mempunyai anak tinggal bersama bahagianya kata hatinya Putri Via membayangkan dengan Pria yang dicintai.
Ayah mempunyai banyak Selir, kalau seperti aku Putri Raja memang boleh punya banyak suami, dikira apaan ya punya suami banyak. Wah ngeri kata hatinya Putri Via.
Apakah Raja merestui hubunganku dengan Anton, kalau Ibu Ratu pasti merestui tetapi Raja bagaimana kata hatinya Putri Via.
Oh iya Raja kan baru-baru saja memiliki Selir-selir atau itu saja jadi alasan agar hubunganku dengan Anton direstui.
Ayahkan punya banyak Selir-selir lalu memilih sendiri dari kalangan biasa, tetapi Selir Reina masih saudara Ibu Ratu. Kata hatinya Putri Via.
Kalau hubungan ini sembunyi-sembunyi bisa-bisa ketahuan.
Situasi di markas Anton.
Anton yang ingin tidur tidak bisa tidur malah memikirkan Putri Via. Apakah hubungan ini direstui oleh Raja ya, Raja kalau marah dengan Putri Via bagaimana apalagi aku rakyat biasa kata hatinya Anton.
Biasanya orang Istana menikah harus dengan orang Istana, bisa-bisa aku diusir dari sini. Kenapa takdir mempertemukan aku dengan Putri Via. Apalagi Putri Via mencintaiku. Kata hatinya Anton.
Kalau Putri Via dijodohkan dengan orang Istana lainnya bagaimana denganku, aku bukan apa-apa disini hanya prajurit rakyat biasa tidak sederajat denganmu Putri Via.
__ADS_1
Anton tidak bisa tidur malah memikirkan hal-hal itu. Besok itu harus latihan dan sekarang aku harus tidur. Kata hatinya Anton.