
Clara bersiap-siap menuju ke Istana. Clara yang penasaran kenapa Raja mengundangnya. Pastinya Istananya mewah besar makanannya enak-enak. Kata hati Clara sambil membayangkan Istana. Karena Clara belum pernah masuk ke dalam Istana.
Clara wanita janda yang ditinggalkan suaminya meninggal dunia. Dia hidup sendiri disini tidak ada sanak saudara.
Sampailah Clara di Istana.
Lina dari tadi menunggu siapa tamunya Raja yang akan dinikahin oleh Raja. Clara menunjukkan kartu tamu agar dapat masuk ke dalam Istana.
"Anda siapa nona" Tanya Prajurit.
"Aku diundang oleh Raja" Jawab Clara.
Clara sambil menunjukkan kartunya.
Lina yang melihatnya. Oh itu wanitanya. Memang cantik dia. Sempurna. Aku kalah dengan dia. Kata hatinya Lina.
Lalu Clara di suruh masuk ke dalam Istana oleh Prajurit.
Clara menuju ke ruangan Raja. Raja melihat Clara begitu terpesona akan kecantikan yang alami tanpa polesan make up Clara cantik sekali.
Lina yang mengintip dari bilik jendela. Agar mengetahui situasi tempat Raja.
"Selamat datang Clara, ini adalah Istanaku. Semoga kamu betah disini" Kata Raja.
"Kamu beristirahatlah dulu, nanti ngobrolnya. Ini diantar pelayan untuk ke tempat istirahat" Kata Raja.
Clara menuju tempat istirahatnya.
Membuka pintu, kamar sebesar ini ruangannya. Bagus banget luas lagi. Kata hatinya Clara.
Andai aku jadi istrinya Raja, wah pastinya keinginan dikabulkan semuanya. Kata hatinya Clara.
Clara berbenah diri lalu beristirahat karena perjalanannya jauh.
Situasi di tempat Pangeran Bryan.
"Lina, siapa wanita itu" Tanya Pangeran Bryan.
"Itu calon Selirnya Raja, sedangkan aku bukan pilihan Raja" Jawab Lina.
"Aku ditawarin kawin siri oleh Raja" Kata Lina.
"Apa kawin siri" Kata Pangeran Bryan.
"Katamu Raja tertarik denganmu, sekarang mana Putri Via" Tanya Pangeran Bryan.
"Kamu memang tidak berguna kenapa duluan wanita itu yang menjadi selirnya Raja" Kata Pangeran Bryan.
"Wanita itu adalah saudara dari Raja" Jawab Lina.
"Makanya duluan wanita itu" Kata Pangeran Bryan.
"Kamu harus menggagalkan pernikahan mereka" Kata Pangeran Bryan.
"Iya" Jawab Lina.
__ADS_1
"Selir Lisa pandai dia, dia selalu yang menggagalkan rencanaku" Kata Lina.
"Biarin dia, yang penting nanti malam kamu harus bisa merayu Raja. Pokoknya rayu Raja" Kata Pangeran Bryan.
"Oke" Jawab Lina.
"Sepertinya nanti malam Raja ketemu sama wanita itu, paling membicarakan pernikahan mereka" Kata Lina.
"Kamu rayu saja dekati sebelum wanita itu mendekati Raja" Kata Pangeran Bryan.
"Kemana Putri Via" Tanya Pangeran Bryan.
"Ada di rumah sakit, pingsan. Paling sekarang sudah pulang. Jangan-jangan kabur" Jawab Lina.
"Lagian kamu ngapain menculik Putri Via" Kata Pangeran Bryan.
"Wanita yang cantik itu lebih cantikkan mana dengan Putri Via" Tanya Pangeran Bryan.
"Cantikkan Putri Via, wanita itu agak tua kok" Jawab Lina.
"Oh, katanya para prajurit memang cantik" Kata Pangeran Bryan.
"Iya dibandingkan Selir Lisa" Jawab Lina.
"Pokoknya dipantau terus mereka semua" Kata Pangeran Bryan.
"Aku sebenarnya ingin menikahi Putri Via" Kata Pangeran Bryan.
"Tetapi Putri Via tidak suka denganmu" Jawab Lina.
"Begini saja kamu fokus pada Raja, aku akan mengusahakan agar Putri Via suka denganku" Kata Pangeran Bryan.
"Oke, pasti hari ini Putri Via kembali ke Istana" Kata Pangeran Bryan.
"Aku tidak tahu soal Putri Via, sudah ada di rumah sakit" Jawab Lina.
Lina diam-diam memata-matai Clara. Melihat situasi di tempat Clara dari kejauhan.
Mana wanita itu, pastinya tidur dia. Lina menyelinap di sekitar tempat Clara beristirahat. Mengintip dari bilik jendela.
Clara masih terlelap tidurnya. Aku akan ke tempat Raja mumpung wanita itu tidur pulas. Lina menuju ke tempat Raja.
"Ada apa kamu kesini" Tanya Raja.
"Aku kangen sama Raja, aku mau deh kawin siri dengan Raja" Kata Lina.
"Oke nanti aku kabari, dan akan ku beritahu Selir Lisa" Jawab Raja.
"Apa Raja nanti malam mau aku temanin" Kata Lina.
"Tidak, aku ada perlu dengan wanita itu" Jawab Raja.
"Oh wanita itu temanku waktu dulu Raja" Kata Lina.
"Teman apa" Tanya Raja.
__ADS_1
"Teman di kampung, mungkin dia lupa sama aku. Dia itu jahat sama suaminya. Makanya suaminya cepat meninggal dunia gara-gara dia" Kata Lina.
"Suaminya itu diterlantarkan oleh dia tidak diurus oleh dia" Kata Lina.
"Masa, aku tidak percaya. Mana mungkin wanita secantik itu. Seperti itu" Tanya Raja keheranan.
"Kalau tidak percaya ya sudah Raja, aku hanya inginkan yang terbaik buat Raja" Kata Lina.
Lina tersenyum dalam hati. Kasihan Raja pasti masih berpikir untuk menikah dengan wanita itu. Kata hatinya Lina.
"Raja, berpikirlah kalau mau menikahi wanita itu" Kata Lina.
"Oke, terimakasih kamu selalu perhatian denganku" Jawab Raja sambil tersenyum.
Lalu Lina meninggalkan Raja. Raja yang duduk termenung memikirkan omongannya Lina.
Situasi di tempat Clara. Clara yang baru bangun bergegas berbenah diri untuk menemui Raja. Selesai semuanya Clara menuju ke tempat Raja.
Lina yang sedari tadi menunggu Clara, melihat situasi Clara dengan Raja.
Clara mengetuk pintu tempat Raja.
"Masuklah" Kata Raja.
Raja yang melihat Clara dengan biasa. Tidak seperti kemaren waktu berjumpa pertama dengan Clara. Ini ulah Lina yang membuat semuanya menjadi berantakan. Lina yang menguping pembicaraannya Raja dengan Clara.
"Apakah kamu dulu mempunyai suami" Tanya Raja.
"Iya Raja" Jawab Clara.
"Kemana suamiku sekarang" Tanya Raja.
"Sudah meninggal dunia" Jawab Clara.
"Kamu kan yang menyebabkan suamimu meninggalkan" Kata Raja.
"Maksudnya Raja apa" Tanya Clara.
"Suamiku meninggal dunia karena kecelakaan" Kata Clara.
"Iya itu kan penyebabnya ada di kamu, aku sebenarnya ingin menikahimu. Akan ku jadikan selir disini. Berhubung ada masalah yang lalu tentang suamimu. Jadi aku membatalkan ini semuanya" Kata Raja.
Lina yang mendengar pembicaraannya mereka. Tersenyum puas. Karena berhasil mengelabui Raja.
"Tidak Raja, aku tidak sekejam yang Raja pikirkan. Siapa yang ngomong seperti itu ke Raja" Tanya Clara.
"Tidak ada yang ngomong seperti itu, aku hanya bertanya kepadamu" Jawab Raja.
"Pertanyaan Raja sangat tidak menyenangkan bagiku" Kata Clara.
"Kamu kalau ingin bekerja disini menjadi pelayan tidak apa-apa bekerjalah" Kata Raja.
"Clara pun berpamitan ke Raja".
Lina yang menguping. Tersenyum senang melihat apa yang dilakukan Raja terhadap Clara yang cantik itu. Mereka tidak jadi menikah. Kabar ini harus diketahui Pangeran Bryan. Kata hatinya Lina.
__ADS_1
Clara pun bergegas menuju ke tempatnya.
Apakah aku yang keterlaluan berkata dengan Clara seperti itu, apakah menyinggung perasaannya. Kenapa tidak aku selidiki dulu apa yang dikatakan oleh Lina tadi. Kalau tidak benar bagaimana perasaannya Clara terhadapku, mungkin dia pikir aku jahat. Kata hatinya Raja.