
Selir Lisa menghampiri tempat Putri Via.
"Putri Via, Raja mengundang Lina" Kata Selir Lisa.
"Biarinlah, Raja sudah ingin memiliki Lina" Kata Putri Via.
"Kamu tidak menanyakan tentang minuman yang diberikan ke Anton" Kata Selir Lisa.
"Nanti saja waktu berkumpul di tempat Raja" Kata Putri Via.
"Aku mau mencari Anton dulu, dia kan yang tahu siapa pelayan yang memberi dia minum hingga dia setengah sadar apa yang dilakuin dia" Kata Putri Via.
Putri Via bergegas meninggalkan Istana. Putri Via menuju ke rumahnya Anton.
"Ibu, Anton kemana" Tanya Putri Via.
"Dia ada di gunung dekat sekitar sini" Kata Ibu Anton.
Lalu Putri Via mencari Anton di gunung.
Anton... Anton.... Anton... Teriak Putri Via.
Lalu Anton menghampiri Putri Via.
"Ayo ke Istana, ada Lina disana" Kata Putri Via.
"Ngapain Lina kembali ke Istana" Tanya Anton.
"Ini kan Raja yang mengundang Lina, mau dijadikan Selir Istana" Kata Putri Via.
"Wah jangan, Lina itu jahat" Kata Anton.
Yuk lekas ke Istana.
Situasi di Istana
Mereka semua diundang oleh Raja. Berkumpul di tempat Raja.
"Apa kabar Lina" Tanya Raja.
__ADS_1
"Baik-baik saja Raja" Jawab Lina.
"Aku mau mengumumkan Lina ini akan aku jadikan Selir di Istana ini. Agar dapat membantu aku disini" Kata Raja.
Anton yang menghentikan pembicaraan Raja.
"Ini Lina yang telah memberiku minuman yang berisi obat yang aku setengah sadar sampai mata berbinar-binar" Kata Anton.
"Apakah benar apa yang dikatakan Anton" Tanya Raja.
Lina yang terdiam. Sambil membayangkan menjadi Selir Raja itu mempunyai segala-galanya. Kalau aku mengaku tidak bisa menjadi Selir tetapi kalau tidak mengaku, waduh bagaimana ya. Kata hatinya Lina.
"Kalau kamu tidak mengaku, aku akan membawa Lili ke Istana. Dia juga saksi dari kejahatanmu" Kata Putri Via.
Ngapain Lili tahu tentang minuman itu, ini pasti asal-asalan Putri Via. Kata hatinya Lina.
Lalu Lili ada disitu dan menjawab.
"Mengaku sajalah dibandingkan kamu menyesal di kemudian hari" Kata Lili.
Lina melirik Lili... Kenapa dia ada disini. Kata hatinya Lina.
"Iya aku yang memberi minuman ke Anton. Dan aku tidak tahu kalau minuman itu telah dimasukkan obat. Karena aku dikasih sama prajurit yang lain. Aku sendiri tidak tahu nama prajurit tersebut" Kata Lina.
Pangeran Bryan tersenyum, pandai sekali kamu Lina berpura-pura demi kebaikanku. Kata hatinya Pangeran Bryan.
Anton semakin bingung. Sedangkan Selir Lisa melihat gerak-gerik Pangeran Bryan.
Nikmatilah sebentar keberhasilanmu Pangeran Bryan. Kata hatinya Selir Lisa.
"Raja masih mau memilih Lina untuk dijadikan Selir" Tanya Putri Via.
Raja terdiam dan melihat mereka.
"Kita tunda dulu saja" Kata Raja.
Mereka semua meninggalkan ruangan Raja.
"Anton, kamu mau kemana" Tanya Putri Via.
__ADS_1
"Aku mau pulang" Jawab Anton.
"Mending kamu bantu-bantu disini balik lagi menjadi prajurit, tidak apa-apa" Kata Putri Via.
"Oke deh" Kata Anton.
Anton menuju ke markas prajurit.
Pangeran Bryan yang melihat dari jauh.
Ngapain Anton kembali. Sialan. Kata hatinya Pangeran Bryan.
Ini gara-gara Selir Lisa, dia yang tahu semuanya. Aku harus mempunyai rencana untuk menyingkirkan Selir Lisa. Kata hatinya Pangeran Bryan.
Ada Lina yang keluar dari ruangannya. Pangeran Bryan pun menghampiri Lina.
"Kamu pandai Lina" Kata Pangeran Bryan.
"Tetapi Raja tidak memilihku lagi" Jawab Lina.
"Ini gara-gara Selir Lina, dia yang tahu semuanya makanya Putri Via juga membenciku" Kata Pangeran Bryan.
"Terus rencana selanjutnya apa Pangeran Bryan" Kata Lina.
"Aku akan menyuruh preman untuk menculik Selir Lisa, karena kalau dia ada disini pasti tahu semuanya" Kata Pangeran Bryan.
"Selir Lisa sedang hamil, jangan dulu" Kata Lina.
"Selir Lisa diculik biar kamu jadi Selir Raja" Kata Pangeran Bryan.
"Iya juga ya" Kata Lina.
"Bagaimana" Tanya Pangeran Bryan.
"Iya karena menjadi Selir itu enak bisa punya segalanya. Selir Lisa itu mau melahirkan. Apa tidak susah kalau menculik orang hamil" Kata Lina.
"Tidak, tidak susah. Kalau melahirkan langsung saja dibawa ke rumah sakit. Yang penting kamu harus menjadi Selir" Kata Pangeran Bryan.
"Masalah Putri Via dan Anton bagaimana" Tanya Lina.
__ADS_1
"Mereka itu urusanku, kamu jangan ikut campur urusan ini" Jawab Pangeran Bryan.
"Tetapi Putri Via Dan Anton pandai juga lho" Kata Lina.