
Lina yang dari tadi malam tidak bisa tidur sampai menjelang pagi hari. Memikirkan ulah Putri Via.
Apakah Putri Via, aku culik ya agar tidak menganggu rencanaku. Kata hatinya Lina.
Lina menyelinap menemui Pangeran Bryan.
"Ada apa kamu kesini pagi-pagi" Tanya Pangeran Bryan.
"Aku gagal dengan Raja. Karena ulah Putri Via. Apakah Putri Via harus diculik juga" Kata Lina.
"Hey ngapain menculik Putri Via, dia itu milikku. Kamu jangan gangguin dia" Kata Pangeran Bryan.
"Oke, tetapi ya gagal terus kalau ada Putri Via. Hanya sebentar saja menculik Putri Via" Kata Lina.
"Kamu diberitahu tidak percaya, tidak usah menculik Putri Via" Jawab Pangeran Bryan.
"Maksudnya" Tanya Lina, atau Pangeran Bryan yang memberi minuman ini ke Putri Via. Kelamaan kalau menunggu Putri Via. Karena Putri Via tidak mau menikah dengan Pangeran Bryan " Kata Lina.
" Iya juga idemu, diberi minuman ini pasti mau denganku hanya sehari saja" Kata Pangeran Bryan.
"Tetapi itu tidak enak, Putri Via malah membenciku" Kata Pangeran Bryan.
"Oke terserah Pangeran Bryan" Jawab Lina.
Lina pun meninggalkan Pangeran Bryan.
Lina berencana akan menculik Putri Via tanpa sepengetahuan Pangeran Bryan.
Malam harinya...
Diam-diam Lina menyelinap ke kamar Putri Via, membuka pintu kamar Putri Via. Berlahan-lahan menghampiri Putri Via yang sedang tidur. Lalu Lina membisunya agar Putri Via tidak sadarkan diri. Lina membawa Putri Via ke suatu tempat. Mengikat tangan Putri Via agar tidak kabur. Membungkam mulutnya agar tidak berteriak dan meminta tolong. Lina senang sekali karena sudah berhasil menculik Putri Via.
Pagi harinya Putri Via tersadar.
Ada dimana ya aku, ini dimana. Tanganku terikat. Dasar Pangeran Bryan ini pasti perbuatannya. Kata hatinya Putri Via.
Lina menghampiri Raja. Raja yang sedang duduk di teras sambil minum teh.
"Ada apa Lina" Tanya Raja.
"Nanti malam apakah Raja mau mengundangku ke tempat Raja" Tanya Lina.
"Oke boleh saja" Jawab Raja.
__ADS_1
Lina tersenyum sambil berpamitan pergi meninggalkan Raja.
Asyik. Tidak ada yang mengganggu nanti malam aku dengan Raja. Semua diculik yang perempuan-perempuan itu. Kata hatinya Lina.
"Hey, tersenyum sendiri kenapa kamu" Tanya Pangeran Bryan.
"Aku nanti disuruh Raja ke ruangannya" Jawab Lina.
"Bagus itu" Jawab Pangeran Bryan.
"Pangeran Bryan mau kemana" Tanya Lina.
"Aku akan menjemput dan menggoda Putri Via agar jatuh ke pelukanku" Kata Pangeran Bryan.
Gawat Putri Via aku sekap di tempat itu. Kalau ketahuan Pangeran Bryan pasti marah. Mending aku langsung ke kamar saja.
"Aku balik dulu Pangeran Bryan" Pamit Lina.
Lina bergegas pergi meninggalkan Pangeran Bryan.
Aku harus berhasil malam ini tidak boleh gagal. Kata hatinya Lina. Lina yang begitu bahagia membayangkan berduaan dengan Raja. Lina beristirahat agar nanti malam tidak ketiduran.
Anton yang bingung mencari Putri Via. Di kamarnya tidak ada. Mencari dimana-mana tidak ada.
"Pangeran Bryan, kamu tahu dimana Putri Via. Dia menghilang tidak ada di kamarnya untuk beberapa hari yang lalu" Kata Anton.
"Aku tidak tahu apa maksudmu menuduh aku menghilangkan Putri Via, apa untungnya buat aku" Tanya Pangeran Bryan.
"Pandai sekali kamu menjawab Pangeran Bryan, kemana tolong lepaskan dia" Kata Anton.
"Aku bantu mencari Putri Via" Jawab Pangeran Bryan.
"Kamu membantuku mencarinya, padahal kamu sendiri tahu keberadaannya Putri Via" Kata Anton.
"Kamu jangan buat aku marah, aku benar-benar tidak tahu Putri Via. Barangkali Putri Via keluar dari Istana untuk menemui Ibumu atau siapa" Kata Pangeran Bryan.
"Kalau ada apa-apa dengan Putri Via, aku akan membalasmu Pangeran Bryan" Kata Anton.
Anton pun pergi meninggalkan Pangeran Bryan.
Ini pasti ulah Lina yang menyembunyikan Putri Via. Lina dari tadi melihat Pangeran Bryan dan Anton, lalu Lina cepat-cepat pergi dan siap-siap ke tempat Raja.
Lina berpakaian seksi, agak terbuka agar menarik perhatian Raja. Bergegas ke tempat Raja meskipun waktunya masih sore takut ketahuan Pangeran Bryan. Sampailah di ruangan Raja. Raja kagum melihat Lina yang sangat cantik dan seksi.
__ADS_1
"Kamu cantik sekali Lina, kamu cocok jadi Selirku" Kata Raja.
"Iya Raja, cepat nikahi aku" Jawab Lina.
Pangeran Bryan yang ada di tempat Lina. Tidak ada Lina. Ini pasti ke tempat Raja. Kurang ajar Lina sudah dibilangin jangan menculik Putri Via. Dimana Lina menyembunyikan Putri Via. Kata hatinya Pangeran Bryan dengan wajah yang marah karena Lina sembarangan menculik orang.
Situasi di tempat Raja, Lina yang telah siap duduk di tempat tidurnya Raja.
"Lina, kamu tunggu saja disini. Aku mau ke kamar mandi dulu. Raja pun bergegas ke kamar mandi untuk berbenah diri agar bersih dan wangi.
Letak ruang kamar mandi di luar kamarnya Raja. Lina yang sendirian di kamarnya Raja lalu pintu kamar dikunci oleh Lina. Lina mengintip dari celah jendela. Terlihat Pangeran Bryan mondar-mandir. Matanya tertuju kamar Raja.
Gawat Pangeran Bryan pasti mencariku gara-gara Anton ini. Aku harus bersembunyi didalam sini ruangan kamar Raja. Lina berusaha mencari ruangan rahasia. Lalu didalam lemari ada ruangan kosong. Tetapi pintu kamar dibuka agar Raja bisa masuk ke dalam kamarnya. Lina pun masuk ke persembunyian di dalam lemari.
Tok! Tok! Tok! Tok!
Ada suara orang yang mengetuk pintu, itu pasti Pangeran Bryan. Waduh mana Raja lama banget. Raja lagi apa ya. Pasti masih luluran makanya lama. Kata hatinya Lina.
Lina di dalam persembunyian resah gelisah karena Pangeran Bryan marah sekali. Bingung aku begini. Kata hatinya Lina.
"Ada apa kamu Pangeran Bryan" Tanya Raja.
"Kamu mencari siapa" Tanya Raja.
Raja membuka pintu kamarnya, pangeran Bryan melirik ke dalam kamar Raja. Tidak ada Lina. Kemana Lina. Kata hatinya Pangeran Bryan.
"Maaf Raja, aku mengganggu. Aku balik dulu" Kata Pangeran Bryan.
Awas kamu Lina kalau ketemu aku, pasti kamu bersembunyi di dalam kamarnya Raja. Aku tahu kamu tadi di dalam situ. Kata hatinya Pangeran Bryan.
"Sayang, sayang" Panggil Raja.
Lina mau keluar dari persembunyian itu, tiba-tiba tangannya Lina kena cermin yang ada di dalam lemari.
"Waduh sakitnya" Kata Lina merintih kesakitan.
Raja menolong Lina. Lina yang kesakitan tidak tahan. Ini gara-gara Pangeran Bryan. Tanganku menjadi begini. Kata hatinya Lina.
"Sayang, kenapa kamu ada didalam situ" Tanya Raja.
"Disitu tempat cermin bukan tempat untuk santai dan berdiam diri" Kata Raja.
Tidak jadi lagi menggoda Raja. Kata hatinya Lina dengan merintih kesakitan.
__ADS_1