
Suasana di Istana. Setelah pembicaraan Raja dengan Clara. Raja memutuskan tidak jadi memilih Selir.
Tiba-tiba ada Putri Via yang muncul di hadapan Raja yang sedang melamun memikirkan Clara.
"Raja bagaimana kabarnya" Tanya Putri Via.
"Hai sayang lama tidak bertemu, aku baik-baik saja" Jawab Raja.
"Kenapa Raja melamun, sepertinya ada yang dipikirkan oleh Raja" Tanya Putri Via.
"Tidak aku tidak memikirkan, kamu aku berpikir kamu sayang kapan menikah dengan Pangeran Bryan" Jawab Raja.
"Waduh, Pangeran Bryan lagi. Apa tidak ada topik pembicaraan yang lain Raja" Kata Putri Via.
"Aku sebenarnya ingin menikah dengan wanita cantik dia. Akan ku jadikan dia Selir tetapi dia wanita yang jahat dengan suaminya makanya suaminya meninggalkan dunia" Kata Raja.
"Siapa wanita itu Raja, terus kenapa Raja bisa tahu kalau wanita itu jahat. Apakah tidak diselidiki dulu. Karena di sekelilingnya Raja hati-hati banyak yang ingin tahta Raja, mendekati ada maunya seperti Lina" Kata Putri Via.
"Lina baik denganku" Jawab Raja.
"Terus kenapa Raja mau menikah dengan wanita itu siapa" Tanya Putri Via.
"Aku tidak jadi menikah dengan dia, kamu segeralah menikah" Kata Raja.
"Aku ingin menikah dengan Anton, Raja harus merestuinya karena Anton orang yang baik hati. Di Istana ini harus ada orang yang seperti Anton. Bukan Pangeran Bryan dia itu serakah, licik, kejam, jahat" Kata Putri Via.
"Raja tidak suka dengan Anton" Jawab Raja.
"Kalau Raja tidak suka, aku akan menikah di luar Istana" Kata Putri Via.
"Terus siapa penerus tahta Istana ini, aku sudah tua. Yang cocok itu Pangeran Bryan menjadi Raja disini" Kata Raja.
"Silakan saja uji Pangeran Bryan menjadi Raja sementara lihat dia sombong, angkuh, serakah" Kata Putri Via.
"Sudahlah Raja, aku ingin menemui Selir Lisa dulu" Kata Putri Via berpamitan.
Putri Via menuju ke tempat Selir Lisa. Tiba-tiba ada Clara.
"Lho Clara" Sapa Putri Via.
"Putri Via" Jawab Clara.
"Kenapa kamu ada disini" Tanya Putri Via.
"Aku disini diundang sama Raja" Kata Clara.
"Oh kamu berarti yang mau menikah sama Raja" Kata Putri Via.
"Iya, tetapi Raja mengatakan aku wanita jahat" Jawab Clara.
"Kenapa Raja mengatakan seperti itu ke kamu, paling ada yang iri sama kamu akhirnya mengatakan hal-hal jahat tentangmu" Kata Putri Via.
"Raja tadi mengatakan seperti itu ke aku" Kata Putri Via.
__ADS_1
"Kamu yang sabar ya, berada disini. Banyak musuh dalam selimut" Kata Putri Via.
"Iya" Jawab Clara.
"Aku tinggal dulu ya Putri Via" Pamit Clara.
"Iya" Jawab Putri Via.
Ini pasti ulahnya Lina yang memberitahu hal tidak benar kepada Raja, agar Raja tidak jadi menikah dengan Clara. Kata hatinya Putri Via.
Putri Via mencari Anton. Rindu dengan Anton yang lama tidak pernah berjumpa. Putri Via menuju ke markas prajurit.
Anton melihat Putri Via kaget dan tersenyum.
"Hai Putri Via, bagaimana kabarmu" Tanya Anton.
"Aku baik-baik saja" Jawab Putri Via.
"Aku rindu denganmu Putri Via" Kata Anton.
"Begitu juga aku Anton" Jawab Putri Via.
"Bagaimana situasi di Istana, kamu pernah bertemu dengan Selir Lisa" Tanya Putri Via.
"Iya Selir Lisa juga tidak apa-apa, mungkin Selir Lisa ada di tempatnya" Jawab Anton
"Terus musuh dalam selimut Pangeran Bryan apakah sudah keluar dari Istana ini" Tanya Putri Via.
"Dia masih disini menunggumu" Jawab Putri Via.
"Raja kan suka dengan Pangeran Bryan, jadi dia tidak diusir oleh Raja" Kata Anton.
"Biar aku yang mengusirnya" Jawab Putri Via.
"Kita harus punya rencana agar Pangeran Bryan tidak mengejar-ngejar kamu" Kata Anton.
"Rencana Pura-pura hamil" Jawab Putri Via.
"Iya begitu saja" Kata Anton.
"Nanti disuruh periksa benaran" Kata Putri Via.
"Mending kita benaran saja, lalu hamil benaran lalu menikah" Jawab Anton.
"Maksudmu apa Anton" Tanya Putri Via.
"Biar hubungan kita tidak dirumitkan oleh orang-orang" Jawab Anton.
"Oke kalau itu maumu" Kata Putri Via.
"Terus kapan kita beradu cintanya" Tanya Anton.
"Maksudmu" Jawab Putri Via.
__ADS_1
"Lho kan hamil benaran" Kata Anton.
"Sudahlah jangan pikir yang aneh-aneh" Jawab Putri Via.
"Apakah nanti malam kita ke pintu merah bata" Kata Anton.
"Waduh kamu jangan keras-keras kalau berkata entar ada yang menguping" Kata Putri Via.
"Oke nanti sajalah" Kata Putri Via.
"Aku mau menemui Selir Lisa dulu ya" Kata Putri Via berpamitan dan meninggalkan Anton.
"Iya hati-hati sayang" Jawab Anton dengan tersenyum.
Putri Via mencari keberadaaannya Selir Lisa.
Mereka bertemu di depan teras kamarnya Raja. Mereka berpelukan seperti tidak pernah ketemu.
"Putri Via, kemana saja kamu" Tanya Selir Lisa.
"Aku disegap sama orang suruhannya Pangeran Bryan" Jawab Putri Via.
"Aku juga sama, tetapi aku melarikan diri" Kata Selir Lisa.
Dari kejauhan ada Lina yang diam-diam melihat gerak-gerik Putri Via.
"Bagaimana kamu dengan Anton" Tanya Selir Lisa.
"Raja inginkan aku segera menikah dengan Pangeran Bryan" Jawab Putri Via.
"Wah bagaimana ya kalau sudah tidak mendukung kamu" Kata Selir Lisa.
"Iya" Jawab Putri Via.
"Selir Lisa tahu tidak yang bernama Clara, aku kenal sama dia" Kata Putri Via.
"Iya Clara juga tidak jadi menikah dengan Raja. Entah apa yang terjadi tiba-tiba Raja begitu tidak suka dengan Clara. Melihat dan menatapnya saja sinis. Padahal dulu pertama bertemu Raja tertarik sama Clara" Kata Selir Lisa.
"Ini pasti ulahnya Lina dan Pangeran Bryan agar Clara tidak jadi menikah dengan Raja" Kata Putri Via.
"Iya mereka selalu berbuat licik, jahat. Raja tetap saja mendukung mereka" Kata Selir Lisa.
"Sekarang kemana Clara" Tanya Selir Lisa.
"Dia jadi pelayan di Istana ini" Jawab Putri Via.
"Kayaknya dia ingin membuktikan bahwa berita itu tidak benar" Kata Putri Via.
"Tetapi dia hanya diam saja ke aku" Kata Selir Lisa.
"Iya karena Clara tidak kenal dengan Selir Lisa, aku kasihan sama dia" Jawab Putri Via.
"Clara itu wanita yang baik ditinggal suaminya sudah lama. Dia menjadi janda lalu jualan di pasar untuk menyambung hidup. Waktu Raja berkeliling di pasar ya itu ketemu sama Clara. Lalu Raja suka dengan Clara" Kata Putri Via.
__ADS_1
"Aku sendiri sebagai Selirnya Raja tidak tahu maksudnya Raja apa ke Clara, Raja suka digoda dengan Lina. Biasanya Lina yang memakai pakaian seksi lalu mendekati Raja. Lina hanya ingin hartanya Raja" Kata Putri Via.