
Putri Via yang sedang berjalan-jalan mengelilingi Istana. Karena kangen dengan suasana Istana.
Pangeran Bryan yang sedari tadi melihat Putri Via dari kejauhan.
Lalu Putri Via berjalan di sekitar taman Istana. Disengaja oleh Pangeran Bryan berpapasan dengan Putri Via, sehingga Putri Via hampir terjatuh lalu Pangeran Bryan yang menolong Putri Via.
"Kamu lagi, aku kira sudah keluar dari Istana" Tanya Putri Via.
"Tidak, aku tidak akan keluar dari Istana" Kata Pangeran Bryan.
"Aku akan menikahimu segera" Kata Pangeran Bryan.
Putri Via tidak menghiraukan Pangeran Bryan. Lalu meninggalkannya.
"Hey, aku belum selesai berbicara denganmu" Kata Pangeran Bryan.
Putri Via melihat Anton yang sedang berlatih di lapangan Istana. Anton yang serius sekali berlatih Sampai-sampai tidak tahu kalau Putri Via melihatnya.
Anton keren cocok jadi Raja. Katanya Putri Via sambil tersenyum.
Lalu Putri Via berjalan menuju ke pintu merah bata. Dari belakang ada Pangeran Bryan yang membuntuti Putri Via.
Mereka pun masuk bersama.
"Ada apa kamu mengikutiku" Tanya Putri Via.
"Ini tempat apa bagus dan indah sekali pemandangan disini. Oh kamu selalu berduaan dengan Anton itu ya" Kata Pangeran Bryan.
"Kamu ngapain mengikutiku" Tanya Putri Via.
Pangeran Bryan mendekati Putri Via dan semakin dekat.
"Pergi kamu" Teriak Putri Via.
"Disini sepi tidak ada orang disini. Hanya ada kamu dan aku. Kamu berteriak saja tidak ada yang dengar" Kata Pangeran Bryan.
"Kamu sadar tidak. Aku tidak suka denganmu" Kata Putri Via.
"Justru aku sadar makanya aku inginkan kamu sekarang" Kata Pangeran Bryan.
"Dasar tidak waras" Kata Putri Via.
Tiba-tiba Selir Lisa datang.
"Hey, Pangeran Bryan lepaskan Putri Via" Kata Selir Lisa.
"Ini lagi ikut campur urusan orang" Jawab Pangeran Bryan.
Pangeran Bryan pergi meninggalkan mereka.
"Untung ada Selir Lisa, terimakasih Selir Lisa" Kata Putri Via.
__ADS_1
"Kenapa Pangeran Bryan bisa ada disini" Tanya Selir Lisa.
"Dari tadi Pangeran Bryan membuntutiku" Jawab Putri Via.
"Dasar Pangeran gila itu maunya, kalau tadi kamu diapa-apain bagaimana nasib Istana ini" Kata Selir Lisa.
"Cepatlah kamu menikah dengan Anton, gawat Pangeran Bryan nekat denganmu" Kata Selir Lisa.
"Aku alasan pura-pura hamil di depan Raja, agar aku dengan Anton direstui" Kata Putri Via.
"Tidak kalau pura-pura hamil, pasti dicek secara akurat" Jawab Selir Lisa.
"Yuk kita pergi dari sini" Kata Putri Via.
Mereka pun pergi ke tempat masing-masing.
Malam harinya. Putri Via mau menemui Anton di markas prajurit. Putri Via menuju ke markas Anton. Terlihat di markas sepi sekali tidak ada satupun orang. Lalu Putri Via masuk ke dalam markas. Tidak ada orang sama sekali.
Ini kemana Anton Katanya janjian ini sudah jam berapa. Kata hatinya Putri Via.
Lalu Putri Via kembali ke kamarnya. Mending tidur saja dibandingkan menunggu Anton yang tidak pasti.
Ini ulah Pangeran Bryan ngapain ngajak prajurit-prajuritnya bergadang di luar Istana.
Beberapa prajurit termasuk Anton diajak Pangeran Bryan keluar Istana di sekitar Istana.
Pangeran Bryan yang ingin menggagalkan rencana Anton dan Putri Via.
"Anton berada di luar Istana, para prajurit-prajuritnya berada disana yang mengajak musuh dalam selimut Pangeran Bryan. Dia tahu kalau kamu janjian dengan Anton. Kata Selir Lisa.
"Oh Pangeran Bryan dia berarti menguping pembicaraan kita kemaren" Jawab Putri Via.
"Kenapa Selir Lisa tahu" Tanya Putri Via.
"Aku diberitahu sama Clara waktu Clara memberi minuman ke aku" Jawab Selir Lisa.
"Selir Lisa minta tolong suruh Anton menemuiku" Kata Putri Via.
"Oke kamu tunggu di markasnya Anton, aku akan ke Anton" Kata Selir Lisa.
Selir Lisa menuju ke luar Istana.
"Para prajurit-prajurit ngapain kalian semua ada disini, aku laporkan ke Raja kalau tidak berjaga-jaga malah disini semua" Kata Selir Lisa.
Mereka semua pun bubar termasuk Pangeran Bryan. Anton pun menuju ke markas. Lalu Putri Via menghampiri Anton.
"Anton" Kata Putri Via.
"Sayang, maaf aku tadi sama kepala prajurit disuruh menemani" Jawab Anton.
"Ini sudah mau pagi, kamu lama sekali. Ini akal-akalannya Pangeran Bryan agar kita tidak bertemu. Kata Putri Via.
__ADS_1
" Ayo sekarang saja tidak apa-apa, kan masih jam 3 dini hari" Kata Anton.
"Nanti kalau tiba-tiba Raja datang ke tempat itu bagaimana. Kata Putri Via.
" Mana mungkin Raja sepagi itu lagian Selir Lisa sedang hamil" Jawab Anton.
"Oke sekarang saja, karena tadi Pangeran Bryan mau berbuat yang tidak baik terhadapku" Kata Putri Via.
"Kenapa aku tidak tahu" Jawab Anton.
"Untung saja aku di tolongi sama Selir Lisa, kalau tidak ada Selir Lisa. Bisa-bisa besok terpaksa menikah dengan Pangeran Bryan" Kata Putri Via.
Mereka pun menuju ke pintu merah bata. Hawa dingin di dalam pintu merah bata.
"Ya ampun disini dingin sekali ya" Kata Putri Via.
Anton memeluk erat Putri Via, mereka menuju ke suatu tempat.
"Jangan disini, ini tempatnya Raja dengan Selir Lisa" Kata Anton.
"Yuk kita kesana saja, agar tidak diketahui orang" Kata Anton.
Mereka pun bergegas berjalan sambil melihat gelapnya dini hari yang dingin banget.
Disana seperti berada di hutan belantara asli tetapi sepi. Itu ada ruangan. Yuk kita kesana ajak Anton. Mereka menuju ruangan tersebut. Sampailah diruangan itu. Mereka masuk ke dalam. Ternyata ruangan itu begitu indah, mewah, seperti ruangan bagi penganten baru. Banyak bunga-bunga harum wangi, lampu-lampu, tempat tidur yang bagus berhiaskan kain sutra yang indah. Seperti tempat Raja dan Ratu yang menikah.
"Indah banget tempat ini" Kata Putri Via.
"Iya seperti kamu cantik" Jawab Anton.
Anton pun mendekati Putri Via, mencium Putri Via. Berlahan-lahan mereka keasyikan sampai menjelang pagi. Suasana disana begitu hangat namun dingin.
Anton yang sudah tidak sabaran, tiba-tiba.
Tunggu aku mau ke kamar mandi pamit Putri Via.
" Oke, silakan yang cepat ya. Aku tidak sabaran" Kata Anton.
Putri Via menuju ke kamar mandi.
Anton yang menunggu lama sekali. Waduh kemana Putri Via, Jangan-jangan aku ditinggal sama Putri Via. Kata hatinya Anton.
Anton menuju ke kamar mandi.
"Sayang, kamu masih disitu" Tanya Anton.
"Iya. Aku sakit perut" Jawab Putri Via.
"Iya-iya. Aku tunggu kamu" Kata Anton.
Bisa-bisa tidak jadi beradu cinta ini. Sekarang saja sudah pagi. Nanti kepala prajurit itu mencariku bagaimana. Ini gara-gara musuh dalam selimut membuang-membuang waktuku saja. Kata hatinya Anton. Dari tadi Putri Via masih belum muncul juga.
__ADS_1