Rahasia Alana

Rahasia Alana
29


__ADS_3

Mobil Aldo berhenti tidak jauh dari tempat kejadian , setelah Bik sum menelpon Tina mereka bergegas pulang.


Tina , kok didepan rumah kamu ramai sekali ? Ucap Aldo kebingungan


Berhenti disini saja Al , ujar Tina


Tina dan Aldo segera berjalan mendekati kerumunan didepan rumah mereka , ketika mendengar suara tangisan Gana , perasaan Tina semakin tidak enak dia segera mempercepat langkahnya .


Ada apa ini pak ?? tanya Aldo sedangkan Tina segera menerobos ke kerumunan itu .


Bundaaa kenapa ? Pekik Tina melihat Tiwi sedang menangis tersedu - sedu


Alana nak , Alanaaa !!! Seru Tiwi ratapan tangisnya begitu memilukan


Tina mengalihkan pandangannya pada Kakaknya Gana yang sedang memeluk seseorang , badannya bergetar kenapa dia seperti mengenali sosok yang sedang dipeluk kakaknya itu dengan perasaan tak menentu dia mendekat dan jantung nya berdegup kencang kenapa dia seperti ...


Alanaaa ....Alanaaa ... Alana kenapa kak ?? kenapa ?? Teriak Tina histeris .


***


Mereka semua sudah berada di depan ruangan IGD menunggu Alana didalam yang sedang bertaruh nyawa , sedangkan Gunawan sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah sakit tadi dia langsung memutuskan pulang ketika Gana mengabari insiden yang telah terjadi di rumah.


Tak ada perbincangan apapun hanya suara Isak tangis yang menambah suasana semakin mencekam .


Ayah , panggil Tina melihat Gunawan yang berlari mendekati mereka


Ya Allah nak , kenapa sampai terjadi seperti ini ?? Ujar Gunawan sambil memeluk Tina


Gunawan melihat ke arah Tiwi yang duduk di sebelah Gana, dia memang belum tau cerita semua nya tapi dia yakin kalau ini semua ada kaitannya dengan istrinya


Ayah , ucap Tiwi lirih


Bun , apa yang terjadi dengan Alana ? Ucap Gunawan menatap tajam ke arah istrinya .

__ADS_1


Maafkan Bunda ya yah , tadi Alana mau menyelamatkan Bunda . Tetapi malah Alana yang menjadi korban , maafkan Bunda yah ?? ucap Tiwi sambil menangis sesenggukan


Kamu yang menyebabkan ini semua kan ?? kamu yang membuat Alana seperti ini kan ? Kamu apakan Alana sebelumnya Tiwi !!! Hardik Gunawan yang mulai tidak bisa menahan emosinya .


Maafkan Bunda , Tiwi bersujud didepan Gunawan sambil menangis meraung - Raung


Mau sampai kapan kamu siksa Alana ?? Salah apa Alana sama kamu Tiwi ?? Dia hanya anak yang tak berdosa yang dipaksa untuk menerima segala kebencian kamu yang tak beralasan !!! Mau sampai kapan Tiwi !!! ucap Gunawan dengan badan yang gemetar dia sudah tidak tau harus berkata apalagi pada istrinya itu.


Bunda salah Ayah ... Bunda salah ... Ucap Tiwi sambil menangis tersedu - sedu.


Bun, Alana itu sudah bertahun - tahun menerima perlakuan jahat Bunda tetapi sedikitpun dia tidak membenci Bunda. Tetapi kenapa Bunda masih ingin menyakitinya ?? bahkan sampai fatal seperti ini Bun??? Bagaimana kalau sampai Alana tidak bisa diselamatkan ??? sahut Tina kesal


Jangan katakan itu sayang ? Bunda mohon . Bunda akan sangat menyesal kalau sampai Bunda tidak diberi kesempatan meminta maaf pada Alana , ujar Tiwi yang terlihat sangat menyesal dengan apa yang sudah terjadi.


Bunda udah bisa sebut Alana ? Biasanya Bunda panggil dia anak setan !!! Sindir Gana sinis


Tiwi hanya diam mendengar kata - kata yang dilontarkan Gana , karena memang itu semua benar adanya . tangisannya semakin kencang setelah mengingat semua yang dia lakukan pada Alana selama ini.


" klakkk " bunyi suara pintu dibuka seorang Dokter dan dua perawatnya keluar dari ruangan segera saja semuanya mendekati Dokter itu untuk mengetahui keadaan Alana .


Semuanya sabar ya ? Keadaan Alana masih kritis , benturan di kepalanya mengakibatkan dia mengalami cedera kepala yang cukup serius , jadi saya minta pada semua keluarganya untuk mendoakan nak Alana agar segera melewati masa kritisnya dan segera pulih , ucap Dokter itu sambil berlalu meninggalkan mereka .


Alanaaa maafkan Bunda Nak. Maafkan Bunda ... Pekik Tiwi histeris


Sementara itu ditempat lain Adrian merasa gelisah karena panggilan atau pesan yang dikirimkan pada Alana tak satupun yang dibalas . Entah kenapa hatinya merasa ada sesuatu yang tidak beres pada kekasihnya.


Tut... Tut...


Adrian memutuskan untuk menghubungi Tina .


(Hallo Tina , maaf aku mau tanya ? Apa Alana baik - baik saja ? )


( Ya Allah Adrian , kenapa aku lupa kabarin kamu ya ? Ujar Tina di sela Isak tangisnya )

__ADS_1


( Tina memang ada apa ? Kok kamu nangis?)


(Alana ... Alana kecelakaan Adrian !! )


( Apaaa !!! dimana Alana sekarang Tin ?)


( di RS permata sehat.)


Adrian langsung menutup Telponnya , dia merasa bodoh sekali kenapa tidak dari tadi menghubungi Tina dan menanyakan kabar Alana dia bergegas menuju rumah sakit dimana tempat Alana berada.


Tina , panggil Adrian


Adrian , Tina langsung menghambur ke pelukan nya dan menumpahkan semua tangisnya.


Bagaiman keadaan Alana ? Ucap Adrian lirih


Alana masih kritis ! Huhuhu tangisan Tina makin kencang.


Adrian tidak bisa berkata apa - apa dia juga belum mau menanyakan bagaimana kronologi nya , saat ini yang terpenting Alana sembuh dan sehat dulu .


***


Sudah satu Minggu berlalu dari sejak kejadian naas itu dan dari sejak saat itu kondisi Alana belum sadarkan diri , matanya masih tertutup rapat terkadang ada tetesan air mata yang meleleh ketika diajak berbicara oleh Gunawan , Tina , Gana ataupun Adrian yang setiap hari selalu mendampinginya walaupun sampai saat ini matanya masih tertutup rapat dan mulutnya terbungkam rapi .


Alana , aku kangen kamu ? Guman Adrian dia begitu merindukan kebersamaanya dengan Alana tak terasa air mata nya menetes bagaimana kalau sampai Alana tidak membuka matanya lagi .


Suasana dirumah pun terasa berbeda sekali , tak ada canda dan tawa diantara mereka ,Gunawan lebih banyak diam Gana dan Tina yang selalu menyempatkan waktu untuk menjaga Alana setelah aktifitas mereka, Bik sum yang selalu menangis karena tidak ada lagi celoteh Alana sebelum mereka tertidur dan tentu saja Tiwi yang selalu menangis dihantui perasaan bersalah .


Pagi ini Gunawan berniat mengunjungi Alana karena hari ini dia banyak kegiatan jadi lebih baik dia mengunjungi Alana dulu daripada nanti dia tidak sempat melihat Alana , Gunawan berjalan Lunglai di lorong rumah sakit yang seminggu ini selalu dilewatinya .


" Selamat pagi Nak ? " kenapa kamu masih betah tertidur ? Apa kamu tidak kangen Ayah , kak Gana , kak Tina , dan tentu saja Adrian ? Apa kamu gak kasihan sama Bik sum yang selalu memeluk boneka mu tiap malam ? bangun nak ? ucap Gunawan sambil memegang tangan Alana memandangi wajahnya yang pucat dengan berbagai selang dan alat medis yang menghiasi tubuhnya .


Tetapi Alana masih terdiam tak bergeming Gunawan menghapus air matanya yang meleleh , dia merasa berdosa dengan Alana yang tak semestinya mendapat perlakuan seperti ini ,

__ADS_1


Bangun Nak , Ayah mohon Bangun ? ucap Gunawan lagi sambil mencium tangan mungil Alana ,


Air mata mengalir di sudut mata Alana , di dasar hati Alana dia pun ingin segera bangun dan menemui orang - orang yang dia sayangi tetapi Raga nya belum sanggup untuk melakukan semua itu .


__ADS_2