
Alana hanya menghela nafas panjang mendengar pertanyaan Gunawan , dan itu sebetulnya sama dengan mengiyakan karena memang siapa lagi yang akan tega melakukan semua itu kecuali Tiwi.
Ayah sakit...rintih Alana
Sabar ya Nak , ucap Gunawan sambil mengusap pipi Lana yang mulai basah karena tetesan air matanya.
Maaf apa bisa bicara dengan keluarga dari Nona Alana ? tanya suster yang baru masuk ruangan .
Iya sus , saya Ayahnya sahut Gunawan .
Bisa ikut keruangan Dokter sekarang Pak ? ucap suster itu
Bisa sus , Bik Sum tolong jaga Alana dulu ya jawab Gunawan yang langsung mengikuti langkah Suster itu .
Gunawan memasuki ruangan didalam ada tiga dokter yang sudah menunggunya , dalam hati Gunawan kenapa begitu banyak Dokter yang menangani Alana Jangan-Jangan kondisi Alana dalam keadaan parah batin Gunawan karena takut membayangkan semua itu terjadi.
Silahkan duduk Pak , ucap salah satu Dokter dengan ramah.
Iya Dokter , bagaimana kondisi anak saya Alana Dok ? dia baik-baik saja Khan ? tanya Gunawan penuh was-was .
Maaf sebelumnya pak ,sebetulnya kondisi Alana sudah baik-baik saja , cuman Kami menemukan banyak luka lebam yang tidak wajar dan mengarah ke penganiayaan . Jadi kami ingin memastikan ke Bapak kalau tidak terjadi apa-apa pada anak Bapak , kata Dokter itu panjang lebar .
Ohh Alana tidak ada masalah dirumah Dokter , dan saya rasa kecurigaan Dokter tidak betul saya bisa jamin itu . jawab Gunawan meyakinkan hatinya berdebar-debar karena kalau Dokter ini melanjutkan ke pihak yang berwajib pasti Tiwi akan kena masalah besar .
Setelah menemui Dokter, Gunawan kembali ke ruangan menemui Alana dan Bik Sum dia berpamitan akan pulang dulu , dan menitipkan Alana pada Bik sum .
***
Rumah terlihat sepi mobil Tiwi pun tidak ada di garasi sepertinya dia tidak ada dirumah , hanya terlihat Mang Karman sedang mencabuti rumput , dia adalah suami dari Bik sum yang Gunawan suruh agar sekalian bekerja disini.
__ADS_1
Gana ... Tina ... panggil Gunawan sepertinya mereka semua ada dirumah.
Ada apa Ayah ? sahut Gana yang keluar dari kamar dan langsung turun menemui ayah nya .
Loh dimana Tina Nak ? tanya Gunawan
Tina sama Bunda lagi keluar , gimana Kondisi Alana ayah ? jawab Gana yang ingin sekali tahu kondisi Alana ..
Alana sudah baik-baik saja cuman ya butuh waktu untuk pemulihan , Oiya Gana apa kemarin pas kejadian Bunda memarahi Lana kamu melihatnya ?
Iya Ayah ,hanya sekilas ucap Gana Lirih
Ayah bingung harus bagaimana bilang ke
Bunda agar tidak lagi menyiksa Alana , Bahkan tadi pihak Rumah sakit sempat curiga pada Ayah karena luka-luka di tubuh Alana itu luka penganiayaan untung saja mereka tidak langsung lapor ke polisi , keluh Gunawan .
Hemphhh ... Gana kadang juga bingung yah , semakin hari malah Bunda semakin benci pada Alana dan sepertinya apa saja yang dilakukan Alana itu selalu salah Dimata Bunda yah , ujar Gana pelan .
Diluar terdengar suara deru mesin mobil Tiwi pulang , Gunawan dan Gana masih rebahan di sofa depan tivi ,
Ayah ... seru Tina yang langsung memeluk dan mencium Gunawan... "ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuan mereka"
Darimana kamu Nak ? tanya Gunawan
Aku dari rumah Tante Catarina , Oiya Ayah Alana dirawat di ruangan apa ? coba Ayah tulis disini soalnya tadi Adrian tanya , bisik Tina lirih karena takut terdengar oleh Tiwi , Gunawan meminta handphone Alana dan dengan cepat menuliskan ruangan dimana Alana dirawat .
Kamu sudah pulang Ayah ? aku pikir kamu bakal menunggu anak setan itu di Rumah sakit . Gimana keadaan anak setan itu ,mudah-mudahan segera cepat mati !!! tandas Tiwi
Gunawan yang sebetulnya emosinya sudah mereda jadi tersulut lagi mendengar ocehan Istrinya Tiwi.
__ADS_1
Cukuppp Tiwi !!! Bentak Gunawan keras bahkan Gana Sampai kaget mendengar teriakan Ayahnya .
Tiwi yang sedang minum seketika tersentak kaget dan hampir tersedak mendengar teriakan suaminya .
Kamu kasar sekali siy Mas ??? apa bisa Tahan emosi kamu apalagi ada anak-anak !! ucap Tiwi tak kalah keras.
Justru kamu yang harus tahan emosi kamu !! sikap kamu dan perilaku jahat kamu terhadap Alana Tiwi !!! sampai kapan kamu akan menyiksa anak yang tidak tau apa-apa itu hah !!! dengar ya dari pihak Rumah sakit sudah mencurigai luka lebam pada tubuh Alana dan bila sampai kamu melakukan lagi aku tak akan bertanggung jawab apapun bila sampai Polisi menangkap kamu !!! ucap Gunawan masih dengan nada tinggi .
Tiwi kaget mendengar kata-kata Gunawan , dia tidak menyangka apabila perilakunya sampai membuat pihak Rumah sakit mencurigai kondisi Alana .
Ingat-ingat saja perkataan ku hari ini, kalau kamu memang ingin mencoba Hukum silahkan kamu lakukan lagi tetapi jangan harap aku akan membebaskan kamu !!! ucap Gunawan dan langsung meninggalkan Tiwi yang masih mematung kaku dia pun sebetulnya takut mendengar ancaman Gunawan .
Bunda tau gak ? Alana itu sayang sekali sama Bunda tapi kasih sayang tulus nya selalu saja Bunda abaikan , Bunda berbuat seperti itu Gana yakin suatu saat Bunda akan menyesal . ucap Gana yang memandang keheranan pada Tiwi lalu segera berlalu dari hadapannya.
Huhhh gak Bapak gak Anak sama sajaa selalu saja membela Anak setan itu , rutuk Tiwi yang kesal karena Gunawan dan Gana yang kompak memarahi segala kecerobohannya .
***
Bik Sum , kalau Bibik mau pulang gak papa , biar Alana ajaa disini sendirian , ucap Alana yang merasa kasihan melihat tubuh renta itu yang terlihat sudah sangat lelah.
Terdengar suara ketukan pintu Alana pikir adalah suster yang akan memeriksa nya tetapi ternyata itu adalah "Adrian "yang sudah tersenyum manis memandang Alana.
Hallo Alana ... sapa Adrian .
Hallo Kak Adrian kok bisa tau aku disini ? pasti ini ulah Tina , tebak ku yang langsung di balas senyum oleh Adrian .
Kamu sudah sehat Lana ? kamu baru masuk belum lama di sekolah tetapi kamu sepertinya tertekan di situ , tanya Adrian
Yaa aku memang tertekan karena semua yang aku lakukan selalu salah ,salah ,dan salah , jawab Alana yang tidak bisa lagi menyembunyikan Isak tangisnya .
__ADS_1
Sabar ya Alana , ucap Adrian yang langsung memeluk Alana , entah kenapa Alana merasa sangat nyaman berada di pelukan Adrian .sesak di dadanya hilang seketika ketika bersama Adrian .
Adrian lama di rumah sakit karena Alana menahannya agar tidak pulang sebetulnya Adrian ya bahagia sekali karena dia bisa berdekatan dengan Alana lebih lama dan lebih bebas , saat petang menjelang dia pamit pada Alana dan berjanji besok akan kembali lagi di Rumah sakit menemaninya .