
Seperti biasa pagi ini keluarga Gunawan sedang sarapan pagi , walaupun hari mereka masih terasa hambar tanpa keberadaan Alana tetapi mereka tetap bersemangat untuk mengupayakan kesehatan Alana.
Bunda , hari ini ke RS ? Tanya Gana sambil menyantap nasi goreng buatan Bik sum
Iyaa donk , kenapa nak ? jawab Tiwi
Nanti Gana kesana ya ? Ujar Gana
Mau bareng Bunda ? ucap Tiwi menawarkan
Enggak Bunda , nanti aku baru bisa siang kesana. Ucap Gana lagi
Ohh ya sudah , Bunda biasa Kan diantar Ayah ? Tiwi berucap sambil memalingkan wajahnya pada Gunawan
Iya donk , Ayah gak semangat kalau belum menengok Alana .timpal Gunawan .
Seperti biasa Gunawan selalu menyempatkan waktu untuk mengajak berbicara Alana sebelum dia berangkat kerja ,walau cuman sebentar tetapi Gunawan yakin itu akan menambah semangat Alana agar terus berjuang untuk sembuh.
Nak , kapan kamu membuka matamu nak ? Liat apa kamu gak kasihan sama Bunda yang udah kangen sekali sama es jeruk bikinan kamu ?? Bisik Gunawan menggoda Alana ditelinga nya dan yang membuat bahagia pasti tangan Alana langsung bergerak merespon .
Iya loh sayang ? tau gak sayang ? kamar kamu udah jadi banyak boneka dikamar kamu , apa kamu gak ingin segera menempatinya ?? Bisik Tiwi tidak mau kalah. Tiwi memang menyulap kamar kosong di lantai atas Menjadi kamar Alana yang sudah didesain sedemikian rupa .
Gunawan menghela nafas panjang memandang wajah Alana yang pucat dan tubuh yang semakin kurus.
Ayah , berangkat kerja dulu ya Bun ? Pamit Gunawan
Iya Ayah , hati - hati dijalan , ucap Tiwi .
***
Hallo Tante ? Sapa Adrian siang itu
Hallo Adrian ? Jawab Tiwi sambil memandang lelaki tampan yang setiap hari selalu mengunjungi Alana walaupun sebentar.
Tante Tiwi , ini ada titipan dari Mami ? ucap Adrian sambil menyerahkan bungkusan makanan pada Tiwi.
__ADS_1
Ya ampun repot - repot aja, sampaikan Terimakasih pada Mami kamu ya ? ujar Tiwi sejak Alana sakit memang Tiwi sudah tak pernah berkumpul lagi dengan geng sosialitanya itu karena dia fokus menjaga Alana.
" Kak Gana belum sampai sini Bun ? Tanya Adrian sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan .
Belum , memang Gana bilang ke Nak Adrian kalau mau kesini sekarang ? ucap Tiwi
Iyaa , tadi bilang mau kesini sama ...
"Assalamualaikum" terdengar ucapan salam dari balik pintu sebelum Adrian melanjutkan ucapannya .
Hallo Bun ? Sapa Gana dibelakangnya ada Titania yang mengekor dirinya.
Hallo nak ? Loh bareng nak Titan juga ? Timpal Tiwi
Iya Tante , jawab Titan singkat .
Bun , katanya Bunda udah pengen cucu kan ?doain ya mudah - mudahan wanita cantik ini bisa langgeng jadi pacar Gana jadi dia bisa segera memberi Bunda Cucu !! Ujar Gana sambil menunjuk Titania yang tersipu malu apalagi ketika Gana menarik nya ke dalam pelukannya.
Loh ... Loh... Maksudnya Gimana ini ? Bunda gak paham ?? Ucap Tiwi kebingungan
Benarkah ??? Ucap Tiwi antusias
Benar donk Bun !!! Ucap Gana sambil memeluk Bundanya.
" Ya Allah " Bunda bahagia sekali apalagi calon menantu Bunda secantik ini !!! Ucap Tiwi yang terdengar bersemangat sekali dia lalu mendekati Titania lalu memeluk dan menciumnya.
Adrian menatap kebahagiaan mereka dengan tatapan sedih , seandainya Alana sekarang sudah kembali sehat seperti sedia kala pasti dia akan bahagia sekali melihat kebahagiaan kakaknya. Gana yang menyadari kesedihan Adrian segera memeluknya .
Kita kasih tau Alana yuk ? ajak Gana
Ayo nak !! Biar Alana bersemangat !!! ucap Tiwi bersemangat .
Adrian segera mendekati ranjang dimana Alana berbaring selama kurang lebih empat bulan disini , sampai ruangan ini seperti menjadi rumah kedua bagi keluarga mereka.
" Sayang " Bunda mau kasih kabar gembira ? Alana itu yang paling sedih Kan karena kak Gana gak punya Pacar ? Lah sekarang Kaka udah punya pacar , ayo sayang bangun !! Ucap Tiwi ditelinga Alana
__ADS_1
Alana ! lihat ini kakak sekarang udah punya pacar ? pacar kakak cantik sekali dan dia juga udah kamu kenal ? Coba lihat dia siapa " Titania " ucap Gana sambil menarik Titania ke depan dengan gaya menunjukan pada Alana.
Tittt...tittt...bunyi alat medis nyaring memenuhi semua ruangan , terlihat Alana tersengal - senggal seperti kehabisan nafas matanya terbuka tetapi melihat keatas seperti orang yang menahan kesakitan , semua yang ada disitu kaget melihat keadaan Alana yang tiba - tiba kondisinya seperti itu .adrian segera berlari keluar memanggil dokter di ikuti oleh Gana, sedangkan Tiwi hanya menangis di sisi Titania yang ikut menitikkan air matanya .
Gunawan dan Tina sudah berada di rumah sakit , dari sejak mereka mendengar kabar tentang kondisi Alana. Sudah satu jam mereka menunggu didepan ruangan semenjak Alana ditangani oleh tim Dokter .
" klakk " suara pintu ruangan dibuka . Semua mata tertuju kearah pintu terlihat seorang Dokter yang keluar dari ruangan diikuti oleh perawat .
Dokter , bagaimana keadaan anak saya ? Ucap Gunawan yang bergegas mendekati dokter tersebut di ikuti yang lainya.
Tenang saja pak ? Kondisi Alana hanya mengalami " Shock" dan itu malah membuat kesadarannya kembali , sekarang ini dia masih dalam posisi tertidur saya harap semua keluarganya menunggu sampai dia terbangun ! Ucapan Dokter itu menenangkan semuanya karena walau sempat membuat panik tetapi mereka bahagia mendengar kabar kalau Alana sudah tersadar dari tidur panjangnya .
Pasti karena Alana itu sangat bahagia mendengar kabar Gana Sudah memiliki kekasih, batin Tiwi sambil tersenyum
Mereka semua tidak tau sebenarnya itu adalah kode alam dari semesta kalau sebenarnya hubungan mereka tidak direstui oleh " penguasa bumi "
***
Sepercik sinar yang pertama dilihat oleh mata Alana saat membuka mata sedikit demi sedikit , seraut wajah yang sangat dikenalnya sedang menangis haru melihat nya , dia adalah Gunawan , disampingnya ada Kakak lelakinya yang selalu menjaganya kak Gana dan disebelahnya lagi ada kak Tina yang juga sedang menangis haru dan disebelahnya lagi ada Adrian lelaki yang sangat dicintainya setelah Ayahnya.
" Aku dimana ? " ucap Alana lirih
Kamu dirumah sakit sayang ? Jawab Gunawan sambil mencium kening Alana air matanya menetes Karena sangat bahagia bisa melihat Alana membuka mata kembali
Kenapa Ayah ? Ucap Alana yang masih terlihat bingung dengan keadaanya .
" Alana " panggil Adrian ingin sekali dia memeluknya tetapi dia tahan karena malu ada keluarga Alana .
Adrian ... Kak Gana...kak Tina panggil Alana lirih dia melihat sekeliling ruangan seperti mencari sesuatu, sebenarnya ada Tiwi ditemani Titania dibelakang duduk dia belum berani menampakan dirinya saat pertama Alana sadar .
Alana sejenak memejamkan mata mengingat apa yang telah terjadi pada dirinya , dan dia segera mengingat peristiwa malam naas itu , tetapi kenapa Bunda tidak ada , jangan - jangan Bunda , ucap Alana dalam hati .
Alana kembali membuka matanya dia melihat kembali sekeliling ruangan itu air matanya menetes .
Kenapa sayang ?? Tanya Gunawan yang merasa khawatir melihat Alana menangis .
__ADS_1