Rahasia Alana

Rahasia Alana
53


__ADS_3

Bima dan Sarah menatap Gunawan dengan tatapan tak percaya , berharap apapun yang dikatakan oleh Gunawan adalah omong kosong ,


Omong kosong apa lagi ini ?? tolong jangan permainkan keluarga saya pak !! Sudah cukup Titania yang harus berbaring disana , apa anda mau saya dan istri saya juga ikut menjadi pasien disini ?? Ucap Bima dengan suara tertahan ingin rasanya dia berteriak , memaki bahkan kalau perlu menghajar Gunawan dan Gana sampai babak belur tetapi dia sadar saat ini dia berada di rumah sakit dan anaknya butuh ketenangan .


Ini bukan omong kosong ataupun candaan pak Bima , semua yang saya bilang ini kenyataan !! bila Bapak kurang yakin silahkan lakukan tes DNA pada Alana . Ucap Gunawan lirih hatinya terasa sakit sekali ketika menyebut nama Alana .


Kurang ajar !!! Bila memang benar masalah ini tak akan saya biarkan , B****** kamu !! Umpat Bima yang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.


Maafkan suami saya pak Bima , dia hanya berusaha yang terbaik untuk anaknya , ucap Tiwi sambil menangis dan memeluk Gunawan .


Terbaik untuk anaknya , lalu apa kalian tidak memikirkan sama sekali hak anak kandung kami ?? Bahkan kami tidak tau apa yang telah terjadi selama bertahun - tahun dia tinggal dengan Anda sekeluarga !! Melihat pak Gunawan senekat itu menukar anaknya dengan anak kami itu jelas terlihat bagaimana sikap Jenk Tiwi dengan anak kami !! ucapan Sarah menukik tajam ke hati Tiwi membuatnya dia diam seribu bahasa tak bisa berkata apapun.


Maaf semuanya , apa tidak lebih baik kita fokus pada kesembuhan Titania dulu . Masalah lainya lebih baik di bicarakan setelah Titania sembuh kasihan dia . Ucap Tina mencoba meredam semua kemarahan disitu .


Semua terdiam hanya Isak tangis yang sesekali terdengar menambah suasana semakin mencekam , apalagi Titania masih belum melewati masa kritisnya .


Hendra ... Ucap Bima memecah keheningan yang tercipta .


Iya pak , ucap Hendra orang kepercayaan keluarga Bima .


Kamu tolong urus tes DNA untuk anak saya , titah nya pada Hendra dan saya mau segera mungkin hasilnya .


Baik Pak Bima , segera saya lakukan . Ucap Hendra yang lalu meminta ijin pada Gunawan untuk mengambil sample rambut Alana .


***


Ting ... Tong ...


Bik sum segera membuka pintu terlihat olehnya lelaki berbadan tegap yang tersenyum lebar padanya .


Saya bisa ketemu dengan Nona Alana ? Ucap nya sopan


Ohh , tunggu sebentar saya panggilkan . silahkan duduk ? Ucap Bik sum mempersilahkan Hendra .

__ADS_1


Non , itu sepertinya orang yang akan ketemu non Alana sudah di depan , Tiwi memang sudah mengabari Adrian bahwa akan ada orang suruhan Bima untuk mengambil sample rambut Alana .


Adrian dan Alana berjalan pelan menuju ruang tamu , tangan Alana menggenggam erat tangan Adrian .


Kenapa sayank ? Kamu gugup ? Tanya Adrian pada kekasihnya itu


Emm sedikit , ucap Alana sambil tersenyum.


Tenang ada aku , bisik Adrian sambil merengkuh badan Alana.


Maaf menunggu lama om , sapa Adrian pada Hendra yang jelas sudah dikenalnya karena sering bertemu dengan papi nya dirumah


Gak papa nak Adrian , Non Alana maaf saya Gunting rambut nya sedikit ya ? Ucap Hendra meminta ijin .


Silahkan , ujar Alana


Hendra memasukan rambut Alana ke plastik yang sudah disiapkan .


Kalau gitu Om permisi dulu ya ? Pamit Hendra pada Adrian dan Alana .


Non Alana sangat mirip dengan pak Bima , sedangkan senyumnya mirip dengan Ibu Sarah , celetuk Hendra yang menatap Alana kagum


Adrian yang mendengarnya hanya tersenyum lalu mengusap - usap punggung Alana karena dia sangat tau Alana kurang nyaman dengan kata - kata itu .


Emm Om , apa Om habis dari rumah sakit ? Ucap Alana


Iyaa betul dari tadi saya disana dan ini akan kembali lagi kesana , ada apa non ?


Bagaimana kondisi Titania Om ? Apakah dia baik - baik saja ? Ucap Alana khawatir .


Non Titan masih dalam kondisi kritis , doakan saja agar segera melewati masa kritisnya non . Ucap Hendra dengan wajah sendu .


" Pasti saya doakan Om " , ucap Alana tulus

__ADS_1


Kalau gitu saya permisi dulu , pamit Hendra


kak Adrian , aku ingin melihat Titania kakak mau antarkan Alana kesana ? Ucap Alana memohon pada Adrian .


aku tanya ke Bunda kamu dulu ya ? sahut Adrian sambil mengambil HP nya , Alana tersenyum dia tidak ingin menyesal kalau sekarang tidak menengok Titania .


Tiwi mengijinkan Alana ke rumah sakit tapi dengan syarat harus makan dan minum obat terlebih dahulu dan memastikan badannya sudah sehat .


***


Koridor rumah sakit ini terasa lebih panjang dari biasanya , entah kenapa itu yang dirasakan Alana ditambah dada nya yang berdegup kencang karena akan bertemu dengan kedua orang tua kandungnya.


Sayank , kamu gak papa Khan ? Tegur Adrian melihat wajah Alana yang sedikit pucat


Alana baik - baik saja kok kak , ha - hanya sedikit gugup . ucap nya tergagap


Wajar sayank , ucap Adrian sambil menggenggam tangan Alana erat memberinya kenyamanan.


Bunda , panggil Alana lirih melihat Tiwi yang sedang duduk berdampingan dengan Tina dan Gunawan .


Sini sayang , ucap Tiwi sambil memeluk Alana


Sejenak suasana menjadi kaku , Bima dan Sarah menatap Alana , entah kenapa Sarah merasa apa yang dikatakan Gunawan benar wajah Alana sangatlah mirip dengan Bima suaminya, tetapi dia diam saja tidak berkata apapun hanya sesekali mencuri - curi pandang pada Alana karena yang dia pikirkan hanyalah kesehatan Titania sekarang .


Tiwi melihat ke arah Bima apa yang dirasakan Sarah pun sama dalam hatinya dia berkata " Alana ternyata sangatlah mirip dengan Papinya " ingatannya kembali pada saat pertama kali bertemu dengan Titania dia merasa sangat tidak asing dengan wajah Titania yang belakangan dia sadari kalau wajah Titania sangatlah mirip dengan wajah " Hana " wanita yang pernah menjadi selingkuhan suaminya . Tiwi menghela nafas panjang , andaikan semua itu bisa di ulang dan Gunawan tidak melakukan kesalahan fatal yang telah membuat begitu banyak hati terluka .


Panggil Dokter cepat !! Suara teriakan dari suster yang menjaga Alana di ruangannya membuyarkan Lamunan Tiwi .


Anak saya baik - baik saja Khan sus ?? Ucap Sarah yang langsung menghampiri perawat itu dengan wajah cemas


Pasien kondisinya semakin memburuk , doakan saja yang terbaik untuk anak Ibu . Ucap Perawat itu .


Sarah dan Bima menangis , memikirkan kondisi anak mereka walaupun kenyataan nanti berkata lain tetapi Titania sudah menjadi bagian dalam hidup mereka selama bertahun - tahun .

__ADS_1


" Ya Allah " Ijinkan hamba bertemu dan memeluk anak hamba dengan keadaan dia sudah mengetahui hamba adalah Ayahnya , Hana jangan ambil anak mu dulu , doa Gunawan dalam hati .


Gana tak bisa berkata apa - apa dia betul - betul tidak tau harus berbuat apa , air matanya pun tak henti - hentinya mengalir .


__ADS_2