Rahasia Alana

Rahasia Alana
46


__ADS_3

Ayah , bangun Ayah ... Gunawan mencoba membuka matanya walau terasa sangat berat , tetapi suara Tiwi istrinya membuat dia tetap berusaha .


Bun , dimana Ayah ? terdengar suara parau Gunawan


Ayah , pelan-pelan aja jangan dipaksakan kalau Ayah merasa pusing , Sekarang Ayah sedang di Rumah sakit . Bunda panggil Dokter dulu ya ? ujar Tiwi yang segera beranjak pergi meninggalkan Gunawan untuk memanggil Dokter.


Selang berapa menit Tiwi dan Dokter datang untuk melihat kondisi Gunawan .


Keadaan Bapak Gunawan sudah mulai membaik tetapi tetap harus dijaga ya Bu ? Jangan terlalu mikir yang berlebihan dulu ? ucap Dokter .


Baik Dokter . Ucap Tiwi


Dimana anak - anak Bun ? tanya Gunawan lemah


Alana dan Tina menunggu diluar yah , kalau Gana sedang mengantar Titania Pulang . Nanti tunggu Dokter mengijinkan yaa ? Soalnya tidak boleh semua masuk ruangan Ayah . Ucap Tiwi menjelaskan sambil memegang tangan Suaminya.


Mendengar nama Gana dan Titania disebut dada Gunawan berdesir , " Ya Allah " apa yang harus aku katakan pada mereka ? kenapa semua ini harus terbongkar diwaktu sekarang ? Kenapa tidak dari dulu setelah bertahun - tahun ??? Ucap Gunawan dalam hatinya bertanya - tanya , tak terasa air matanya mengalir.


Ayah kenapa ? Ucap Tiwi khawatir melihat keadaan Gunawan .


Gunawan tak bisa menjawab pertanyaan Tiwi , air matanya terus mengalir isakan tangisnya mulai terdengar lirih , Tiwi yang melihat keadaan Suaminya semakin khawatir .


Ayah ada apa sebetulnya ? cerita sama Bunda ada apa ?? cecar Tiwi .


Ini semua salah ayah , Bun !!! kalau saja Ayah dulu tidak melakukan kesalahan pasti tidak akan terjadi masalah seperti sekarang yang nantinya akan menyakiti anak - anak kita , ujar Gunawan sambil menangis tersedu - sedu .


Ayah , ceritakan pada Bunda Ayah ??? Apa yang sebenarnya membuat Ayah menjadi seperti ini !! ucap Tiwi yang makin bingung melihat kelakuan Suaminya .


Pernikahan Gana dan Titania harus dibatalkan Bun !!! Ucap Gunawan sambil memegang tangan Tiwi erat.

__ADS_1


Apaaa maksud Ayah ?? Dibatalkan bagaimana ? Ada apa sebenarnya Ayah ? Ada apa !!! Ucap Tiwi dengan suara tertahan dadanya berdebar - debar perasaanya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres dan ada masalah besar dibalik semua ini .


Mereka kakak beradik Bun !! mereka gak boleh menikah Bun ?? Gak boleh !!! Pekik Gunawan lalu menangis tersedu - sedu .


Apa maksud Ayah ??? Kakak beradik gimana yah ?? Ujar Tiwi sambil menggelengkan kepala nya .


Dengan Terbata - bata Gunawan menceritakan semua yang terjadi saat kelahiran Titania dan Alana hingga berakhir dengan suatu kesalahan fatal yaitu menukar Titania dengan Alana , mungkin Tuhan memang memberikan kesempatan Gunawan bertemu dengan putri kandung nya lagi , tetapi dengan keadaan yang tidak di inginkan seperti sekarang ini .


Tiwi terdiam dia tak bisa berkata apapun setelah mendengar pengakuan dari suaminya , luka yang sudah mengering kembali basah karena ingatannya kembali dipaksa dengan kejadian menyakitkan dahulu atas pengkhianatan Gunawan dengan Hana . Dan sekarang harus dihadapkan dengan kenyataan anak kandung nya Gana mencintai Titania yang ternyata adalah adik kandungnya sendiri walaupun berbeda ibu bahkan pernikahan mereka sudah di depan mata , apa yang harus aku lakukan ?? Guman Tiwi lirih .


Bunda maafkan Ayah ya Bun ?? Sekarang apa yang harus kita lakukan Bun ? ucap Gunawan disela Isak tangisnya yang tak kunjung mereda .


Bunda gak tau Ayah , pikiran Bunda saat ini betul - betul berantakan kosong dan tak terbentuk !! masih jelas di ingatan Bunda bagaimana terpukulnya Gana ketika ditinggal Ayu menikah dan sekarang bagaimana hancur hatinya ketika tau orang yang menjadi obat luka hatinya bahkan dia rela menunggu Titania selama bertahun - tahun pun juga harus dilepaskan nya !!! ucap Tiwi tangisnya pun sudah pecah mengingat apa yang akan terjadi dengan kondisi anak lelakinya .


Gunawan tidak menjawab perkataan istrinya pikirannya pun Sama kacau balau bagaimana hati Gana saat sudah mengetahui semuanya ?? Dan bagaimana reaksi keluarga Titania ?? Dan pastinya bagaimana dengan hati Alana dan Titania .


Kok Bunda gak keluar - keluar ya kak ? Tanya Alana pada Tina


Iya aku juga heran , ujar Tina yang menyandar pada Aldo


Apa kita gak tanyain ke Dokter aja ya ? Sahut Aldo .


Kita tunggu aja dulu sebentar Al ,sambil tunggu kak Gana . Ucap Tina


Setelah beberapa menit terdengar suara pintu dibuka , terlihat wajah Tiwi yang sembab dan mencoba menahan tangisnya .


Bun ,gimana kondisi Ayah ?? tanya Alana yang langsung berdiri mendekati Tiwi .


Tiwi menatap Alana dada nya berdebar perasaan berdosa makin menyerbu nya , anak ini anak yang tidak berdosa sama sekali , anak ini harusnya bahagia bersama keluarganya yang bisa dikatakan seorang konglomerat , tetapi anak ini harus menanggung derita selama beberapa tahun sebelum kejadian kemarin menyadarkan dirinya . " ya Allah " batin Tiwi bergejolak dia bahkan berharap ini semua adalah mimpi tetapi ternyata kekecewaan yang dia dapat karena ini semua adalah nyata.

__ADS_1


Bun , kok ngelamun sie ?? Bunda baik - baik aja Khan ?? ucap Tina sambil menyentuh lengan Bundanya .


Ehh ...iya Bunda baik - baik saja , lebih baik kita sekarang pulang dulu nak , biar Ayah istirahat dulu disini . Ujar Tiwi


Loh kita gak boleh lihat Ayah dulu Bun ?? sahut Alana yang memang begitu mengkhawatirkan Ayah nya .


Ayah sedang tidur nak , kalau kalian masuk nanti Ayah pasti bangun , sedangkan tadi dokter bilang Ayah harus banyak istirahat jadi lebih baik kita pulang dulu . ucap Tiwi mencoba memberi penjelasan pada kedua anaknya.


Ohh begitu , ucap Tina


Kita gak nunggu kak Gana , Bun ? Nanti takutnya kak Gana kesini . ucap Alana


Kamu tolong kirim pesan pada kakakmu ya sayang agar langsung pulang kerumah saja . Ucap Tiwi yang langsung menggandeng tangan Alana mengajak nya beranjak dari situ , akhirnya Alana dan Tina mengalah untuk meninggalkan rumah sakit tanpa melihat keadaan Ayah mereka .


Aldo , tolong antar kami pulang ya ? Ucap Tiwi


Ohh iya Tante , sahut Aldo cepat .


ketika mereka sampai di pintu keluar rumah sakit terlihat Gana yang berlari - lari kecil menghampiri mereka .


Lohh kok pulang sie ? Ayah bagaimana ?? Tanya Gana nafasnya masih tak beraturan


Kita pulang dulu kak , Ayah butuh istirahat dan sementara ini kata Dokter Ayah gak boleh di ganggu , ucap Alana menjelaskan sepintas tadi dia melihat mata Bunda nya berkaca - kaca dan tangisnya seperti akan pecah tetapi berusaha ditahannya .


Ohh gitu , ya udah Bunda sama Alana ikut mobil kak Gana aja . Ajak Gana mengajak adik dan Bundanya .


Ohh ya udah kak , kebetulan juga Tina harus balik ke kantor karena sore ini Tina ada meeting dengan karyawan Tina . ucap Tina dia memang membangun usaha sendiri walau tidak besar tetapi pendapatan nya sudah lumayan besar dan sudah mempunyai karyawan 10 orang.


didalam mobil Alana berkali - kali melirik ke Tiwi , wanita cantik itu berusaha mati - Matian menyembunyikan tangisnya dibalik kaca mata hitam nya . Ada apa sebetulnya ? Ada Masalah apa dengan Bunda ?? ucap Alana dalam hati bertanya - tanya.

__ADS_1


__ADS_2