
Hari demi Hari dilalui tanpa terasa waktu sudah berjalan satu bulan setelah kejadian yang menimpa Alana , dan sejak itu pula Alana masih belum sadarkan diri. Matanya masih tertutup rapat .
Entah sudah berapa banyak air mata yang dikeluarkan oleh keluarga Gunawan, semua mengharap kesadaran Alana .
Ayah , hari ini mau jenguk Alana jam berapa ? Tanya Tiwi memecah keheningan di meja makan pagi itu.
Pagi ini Ayah akan ke RS kenapa ? Tanya Gunawan datar
Bunda ikut boleh ? Bunda ingin meminta maaf Lansung ke Alana , ucap Tiwi lirih memang dari sejak kejadian itu terakhir dia hanya melihat Alana diruang IGD setelahnya dia belum berani mengunjungi Alana lagi.
Boleh , asal tidak membuat keributan disana ? Karena Ayah yakin walaupun mata Alana terpejam dia tetap mendengar suara yang berada di sekelilingnya. Ucap Gunawan lagi dengan penuh penekanan karena dia sendiri belum yakin kalau istrinya sudah betul - betul menyesal atas segala perbuatan nya .
Bunda Janji , ujar Tiwi
Ayah , Tina ikut ya ? Hari ini Tina gak ada kuliah , timpal Alana .
Iya nak , setelah sarapan selesai kita kesana .
Setelah menyelesaikan sarapan mereka bertiga menuju rumah sakit , dengan harapan akan ada perubahan pada Alana.
Hallo Alana , liat siapa yang datang ? Ada Ayah dan Bunda , tau gak Alana? Bunda mau minta maaf ke kamu ? Bunda udah janji sama kak Tina kalau Bunda akan sayang sama kamu , makanya kamu bangun ya ? Sapa Tina membisikkan kata - katanya di telinga Alana .
Gunawan menoleh kearah Tiwi sambil memberikan kode untuk menyapa Alana , walau ragu - ragu tapi Tiwi tetap mendekat ke Alana.
Alana , lihat Bunda sudah panggil kamu Alana ini kan yang Alana mau ? Bunda janji akan selalu memanggil kamu " Alana " tapi kamu juga harus bangun ya ? Bunda minta maaf sayang karena Bunda sudah sering menyakiti kamu ? Bunda menyesal nak ! Ayo bangun nak ! Maafkan Bunda , ucap Tiwi yang tangisnya seketika pecah setelah mengungkapkan apa yang dirasakan nya pada Alana .
Gunawan mengusap punggung Tiwi istrinya dia melihat kesungguhan pada kata - katanya , air matanya ikut menetes melihat nya .
Alana , ayok bangun ! gak ada yang bikinkan Es jeruk buat Bunda ?? Bikinan Bik Sum gak enak !!! Bunda gak doyan ?? Bisik Tiwi lagi sambil menggenggam tangan Alana .
Tiba - tiba tangan Alana bergerak dan balas menggenggam tangan Tiwi dengan erat , Tiwi yang menyadari itu berteriak kegirangan .
__ADS_1
Ayah lihat Ayahh ??? Tangan Alana bergerak !!! pekik Tiwi
Iya Ayahh , tangan Alana bergerak !!! Teriak Tina tak mau kalah.
Ayah panggil dokter dulu ya !! Ujar Gunawan yang segera berlari keluar ruangan
Ayah , ada apa dengan Alana ? Tanya Gana yang baru saja tiba .
Gana segera melangkah masuk dia takut terjadi apa - apa pada Alana ,
Tina , kenapa Alana ? apa Bunda buat ulah lagi !!! Hardik Gana sambil menatap tajam ke arah Tiwi .
Enggak Kak , Justru karena Bunda mengajak bicara Alana dia langsung kasih respon !! Tangan Alana bergerak liat kak tanganya genggam Tangan Bunda !!! Ucap Tina antusias .
" Alhamdulillah Ya Allah " ayo sayang bangun !! Bisik Gana ditelinga Alana sambil mencium kening Alana.
Dokter bergegas keruangan setelah dipanggil Gunawan dan memeriksa kondisi Alana ,
" Alhamdulillah Dokter " ucap Gunawan yang diiringi ucapan syukur yang lainya
Maaf kalau boleh tau dengan siapa Alana berinteraksi ? Saya ingin tau apa yang membuat semangat nya kembali hidup ? Tanya Dokter itu heran .
Bunda saya dok , perkataan Bunda yang membuat Alana menggerakkan tanganya , ucap Tina menjelaskan sambil memeluk Bundanya .
Kalau gitu , coba setiap hari Ibu kesini ? Sepertinya Ibu yang di inginkan Alana berada di sampingnya . timpal Dokter tersebut
Baik Dok , saya tiap hari akan kesini mudah - mudah an itu membuat anak saya segera sadar dan pulih , ucap Tiwi lagi sambil mengusap air matanya yang tak ada henti - hentinya menetes .
***
" Makasih ya Bun " kamu sudah bersedia menjaga Alana ? Ucap Gunawan matanya berkaca - kaca karena dia sangat senang dengan perubahan istrinya .
__ADS_1
Maafkan Bunda ya ? Bunda janji akan berubah segalanya ? ucap Tiwi sambil memeluk Gunawan
Setiap pagi Tiwi akan mengunjungi Alana , mengajak bercerita walaupun Alana belum juga membuka matanya tetapi sudah banyak respon yang ditunjukannya.
Pagi Tante Tiwi ? Sapa Adrian yang pagi ini menjenguk Alana terlihat Tiwi sedang membersihkan badan Alana.
Pagi Adrian , jawab Tiwi sambil tersenyum .
Boleh saya lihat Alana Tan ? Tanya Adrian ragu walaupun Tina sudah menceritakan perubahan Bundanya tetapi Adrian masih takut untuk langsung mendekati Alana.
Tentu saja Boleh Nak ? ujar Tiwi yang sedang menyisir rambut Alana .
" Hai sayang , hari ini kamu cantik sekali ? " puji Adrian sambil mengelus pipi Alana
Alana ayo bangun sayang ? Lihat ada Adrian dia bawa bunga buat kamu ? cantik sekali bunganya seperti kamu ? ucap Tiwi yang mengambil salah satu kuntum Bunga dan mendekatkan bunga itu pada hidung Alana ,
" ini mawar putih " kesukaanmu sayang ? bisik Adrian di telinga Alana
Air mata kembali menetes di sudut mata Yang masih tertutup itu , segera Tiwi mengambil tisu dan mengelap tetesan air mata Alana .
Kamu pasti kangen Adrian kan Sayang ? ayok sayang bangun ! Bunda tau pasti Alana ingin segera bangun , lawan semuanya yang membuat mu diam sayang , Bunda mohon ? ijinkan Bunda untuk menebus semua kesalahan Bunda kepada kamu Nak ? Ucap Tiwi lagi pelan
Jemari Alana bergerak lebih cepat dan matanya seperti ingin membuka cuman dia belum mampu , Adrian dan Tiwi melihat dengan bahagia karena Alana merespon mereka .
Adrian menatap dalam - dalam wanita yang begitu di cintai nya , kapan kamu membuka mata indah kamu Alana ? Kapan kamu menampakan senyum manis kamu Alana ? Aku begitu merindukan semua itu , apa kamu tau aku hancur Alana melihatmu seperti ini , batin Adrian berbicara.
Sabar ya Nak ? percaya sama Tante pasti Alana akan segera sehat . ucap Tiwi sambil mengelus lengan Adrian .
Iya Tante , oiya Tante ada salam dari Mami , cuman Mami belum bisa datang langsung kemari . Ujar Adrian menyampaikan pesan Maminya
Iyaa gak papa salam kembali untuk Mami kamu , katakan yang penting doanya saja . Timpal Tiwi
__ADS_1