Rahasia Alana

Rahasia Alana
39


__ADS_3

Malam itu Titania terlihat sangatlah cantik , badanya yang tinggi semampai dipadukan dengan dress warna putih yang semakin membuatnya elegan .


Malem ... Om , Tante , sapa Titania yang langsung memeluk Tiwi dan menyalami Gunawan dengan penuh hormat ,


Malem sayang , cantik sekali hari ini kamu ? Puji Tiwi memandang Titania dari ujung kepala hingga kaki .


Tante Juga , sahut Titania pandanganya menyapu ke arah sekeliling rumah yang hanya terlihat ada pasangan suami istri ini yang menyambutnya .


Tina dan Alana sedang membeli pizza bersama Aldo , kalau Gana paling sebentar lagi turun. Ucap Tiwi yang seakan mengerti apa yang dipikirkan Titania.


Ohh iya Tante , timpal Titania cepat .


" Hai sayang " sapa Gana yang sudah turun dari tangga menuju ke arah mereka, malam ini dia terlihat tampan sekali walaupun hanya menggunakan kaos berkerah .


Titania tersenyum memandang Gana dan langsung menggeser badanya berharap Gana duduk disampingnya , sementara dari luar terdengar suara berisik Alana dan Tina yang bersenda gurau ,


Ehh , Titan udah Dateng ? Sapa Tina sambil melambaikan tangan nya


Tina , Titan ini kan calon kakak ipar kamu ada baiknya mulai sekarang kamu panggil dia kak !! Tegur Gana melirik adiknya


Hum iyaa iyaa !!! Ucap Tina sambil membongkar pizza yang dibelinya .


Tina , kita makan malam dulu !! pizza nya buat nanti , ayok semua kita makan ajak Tiwi sambil melangkah menuju meja makan dengan berbagai hidangan yang disediakan .


Alana , kok kak Adrian gak kesini ? Tanya Titania heran


Iyaa , Kak Adrian lagi gak enak badan jadi gak bisa ikut makan malam bersama , ucap Alana menjelaskan .


Wahh sayang sekali , guman Titania


Suasana begitu hangat dan akrab candaan mereka membuat kedekatan mereka semakin terjaga , setelah makan malam mereka melanjutkan dengan makan buah dan Pizza yang dibeli Tina yang tentunya membuat mereka tidak sanggup memakan nya karena kenyang.


Ayah , Bunda , sebetulnya ada yang ingin Gana dan Titan bicarakan ? Ucap Gana membuka pembicaraan yang serius.

__ADS_1


Katakan Nak , kami siap mendengarkan , ujar Gunawan yang memberi kode pada Tina dan Alana untuk diam


Emm... Gana mau melamar Titania Ayah ? Ucap Gana bicara terbata - bata karena malu dan grogi .


Cieeee , ada yang mau lamaran nich , goda Tina


Apa Titania dan keluarga sudah setuju dengan niat dari Gana nak ? Ujar Gunawan sambil melihat ke arah Titania


Iyaa Om, Titania juga sudah bilang ke Mami dan Papi ,ucap Titania yang juga tersipu malu .


Mereka gak keberatan nak ? Lalu bagaimana dengan kuliah kamu ?? Lanjut Gunawan yang memastikan kalau memang tidak ad keberatan dari kedua belah pihak .


Ayah , kita tunangan dulu. Dan untuk pernikahan nanti menunggu Titania selesai kuliahnya . Ucap Gana menjelaskan kepada orang tuanya yang langsung mengangguk setuju .


Baiklah , kita akan selalu mendukung niat baik kalian , iya kan Bun ? Tanya Gunawan pada Tiwi agar lebih mantap .


Iyaa Ayah , Bunda setuju dengan pendapat Ayah. Ucap Tiwi mendukung suaminya .


Baiklah nanti tinggal Gana yang akan berbicara dengan keluarga Titania untuk menentukan waktu dan tempatnya .ucap Gana sambil tersenyum puas karena sudah mengantongi restu dari orang tuanya .


***


Semilir angin membuat tempat yang dihiasi dengan berbagai macam bunga itu bergerak menambah suasana estetik dan romantis ,tempat yang sudah di dekor sedemikian rupa dan makanan lezat yang telah tersedia menjadi pemandangan indah yang tersaji di tamu undangan .


Hari ini adalah hari pertunangan Gana dan Titania , tergambar wajah penuh dengan kebahagiaan di tempat itu , terlihat sepasang wanita dan lelaki yang terlihat begitu cantik dan tampan tak henti nya menebar senyum di hari bahagia mereka untuk menuju ke langkah yang lebih serius .


Mudah - mudahan impian anak kita berdua berjalan lancar tanpa hambatan. Apapun ya. Jenk , ucap Tiwi pada Sarah


" Amin " ingin rasanya waktu itu segera tiba Jenk , karena sejujurnya sudah ingin menggendong cucu , ujar Sarah tersipu malu


Ternyata keinginan kita sama Jenk , ujar Tiwi yang memang merindukan semua itu segera terwujud .


Acara berlangsung dengan megah dan meriah , walaupun acara ini baru pertunangan tetapi orang tua Titania yang memang dari keluarga terpandang alias konglomerat sudah mengundang banyak kolega nya untuk menghadiri acara putrinya itu .

__ADS_1


Mudah - mudahan kita cepat nyusul ya ? Celetuk Adrian sambil memandangi Alana yang terlihat begitu sangat cantik


Nyusul kemana kak ? Tanya Alana dengan polosnya .


Hem , ke pasar !!! Ya nyusul kayak kak Gana dan Titania lahh !! ucap Adrian sewot yang langsung disambut dengan gelak tawa Alana


Wew , aku harus nunggu kak Tina dulu baru nanti giliran kita kak , timpal Alana


Yaa nanti aku akan bilang ke Tina agar jangan terlalu lama pacaran dengan Aldo , ucap Adrian yang tidak mau kalah .


Alana hanya tersenyum menanggapi kata kata kekasihnya itu , dalam hatinya dia mengaminkan keinginan Adrian .


***


Alana ? panggil Nanda yang berlari - lari kecil menyusulnya di koridor kampus mereka


Hai Nanda , aku pikir kamu udah duluan di kelas ucap Alana


Aku kesiangan , gara - gara nungguin Romi tau gitu aku tadi berangkat sendiri . Ucap Nanda bersungut -sungut menceritakan kebiasaan pacarnya yang selalu telat bangun itu.


Alana tersenyum kecil sambil mengusap bahu Nanda.


Hari ini hanya ada kuliah dua jam saja Alana memberi kabar pada Adrian untuk segera menjemputnya karena memang mereka ingin berjalan - jalan di mall .


Alana berdiri di tempat dia biasa menunggu Adrian , terlihat suasana kampus yang sudah agak sepi .


" Hallo cantik " sapaan yang amat sangat dikenal oleh telinga Alana membuat jantungnya berdetak kencang .


Amadeo !!! Sahut Alana


Yaa , lagi menunggu pangeran kamu ya ??? Tatapan tajam Amadeo membuat Alana bergidik ngeri sedangkan mobil Adrian belum juga kelihatan menyesal dia tadi menolak Nanda yang akan menemaninya .


Maaf Amadeo ,aku duluan !! Alana bergegas pergi menuju tempat yang agak ramai

__ADS_1


Tiba - tiba tangan Alana ditarik oleh Amadeo dan tangan satunya membekap mulut Alana secepat kilat dia menggendong Alana dan memasukan tubuh mungil itu ke dalam mobil , mobil segera melaju kencang membawa Alana yang meronta - ronta berteriak minta tolong tetapi malang teriakannya tidak ada yang mendengar dan tubuh kecilnya tetap kalah dengan tenaga seorang lelaki dia hanya bisa menangis dan berdoa meminta pertolongan pada Tuhan untuk mengirim seseorang yang mungkin bisa menyelamatkannya .


__ADS_2