
Sore itu Gunawan mengunjungi Hana untuk membicarakan perihal anak yang dikandungnya ,walaupun sebetulnya Gunawan tidak tega mengatakan langsung tapi Ibu nya menyuruh untuk tetap menemui Hana.
Assalamualaikum Hana , tok ...tok...
seraut muka pucat menyembul di balik pintu tubuhnya makin kurus tapi perutnya makin buncit matanya cekung dengan lingkaran hitam di area matanya "Ya Allah " Hana semenderita ini dirimu akibat ulahku ada semburat perih dihatinya melihat orang yang pernah mewarnai harinya dengan keadaan sekarang .
Masuk Gun ...ucap Hana mempersilahkan
Aku masuk mengikuti langkah nya duduk berhadapan dengannya entah kenapa lidahku terasa kelu Bahkan untuk menanyakan kabar Hana pun aku tidak mampu untuk mengucapkannya .
Ada apa kamu kemari ? ucap Hana lirih
Aku...Aku...kataku tergagap
Kenapa Gun ? katakan saja apa Tujuan mu kemari apa sudah ada kesepakatan antara kamu dan Tiwi ??? ujar Hana Tegas
Maafkan aku Hann, ucapku kaku
Sudah aku maafkan !!! tapi aku butuh kejelasan untuk anak'ku dia berhak mendapat pengakuan dari Ayahnya . terlihat air mata Hana yang mulai menetes sekuat2nya dia keadaan sekarang adalah hal paling menyakitkan di hidupnya .
Yaa aku akan merawat anak kita , ujarku hampir tak terdengar aku merasa berdosa sekali andaikan tidak ada pertemuan ku dengan Hana Tak akan kubuat kesalahan sebesar ini.
Terimakasih , kalau sudah tidak ada yang dibicarakan lagi silahkan kamu pulang , usir Hana Yang langsung berjalan ke arah pintu dan membuka lebar pintunya.
Aku segera bangkit dari duduk ku sudah tak kutemui senyum manis Hana , sapaan manjanya dan belaian Hangatnya , sudah tak ada lagi semangat hidup di matanya .
Hana maafkan aku , kamu harus tau bila keadaanku tidak ada Tiwi dan kedua anakku aku tidak akan sejahat ini Han ...segala yang pernah terjadi diantara kita itu tulus Hann.ucapku memegang lengannya dan akan menarik tubuhnya ke pelukanku tapi dia segera menghindar seakan2 dia sudah jijik sekali denganku .
Cukupp Gun !!! jangan kau tambahi perihh lagi dalam lukaku dengan segala omongan busuk mu itu . teriak Hana air matanya sudah mengalir deras tubuhnya bergetar hebat segara dia mendorong badan Gunawan dan menutup pintunya dengan keras .
Aku tau Hana sudah hancur akibat perbuatan ku dan segala janji manisku tapi akupun sudah menghancurkan hati Tiwi ..."Ya Allah" kenapa aku di hadapkan dengan ini semua inilah yang selalu dikatakan penyesalan akan selalu datang di akhir , aku hanya bisa tertunduk lesu dan meninggalkan rumah Hana.
***
Gana kok sendirian ? dimana Bunda dan Tina adikmu ? tanya ku
Bunda dan Tina lagi kedokter yah , Tina sakit jawab Gana pendek
Hahh Tina sakit ? kok Bunda gak kabari Ayah ya ? ucap ku yang merasa khawatir dengan keadaan Tina anak perempuanku.
gak tau Ayah , kata Gana sambil mengedikan bahunya .
Aku mencoba menelpon Tiwi tetapi tidak tersambung ,disaat aku sedang mondar mandir kebingungan terdengar suara deru mobil Tiwi ,
hhmmpp syukurlah mereka sudah pulang , aku bergegas kedepan untuk menyongsong mereka.
__ADS_1
Tina anak ayah sakit apaa ? kataku yang langsung memeluk anak perempuan ku
Badan Tina panas Yah terus diare nya gak sembuh2 ,ucap Tina sambil menggelendot manja ke ayah nya .
Bun, kok gak telpon Ayah Khan bisa kita anter bareng , ujarku tetapi tidak ada jawaban dari Tiwi dia langsung masuk ke kamarnya aku mengikutinya .
Bun, kenapa siy kamu masih diam ke Ayah ? kamu belum memaafkan Ayah ?? tanyaku yang memaksa dia untuk menghadapku.
Kamu pikir segampang itu hah memaafkan !!! mungkin aku bisa memaafkan kamu tapi seumur hidup aku gak bakal melupakan semua yang kamu perbuat kepadaku !!! dan selamanya perempuan gatal itu akan menjadi duri dalam rumah tangga kita .teriak Tiwi tatapan matanya begitu sinis tubuhnya bergetar menahan amarah yang sudah memuncak .
Terus Ayah mesti gimana Bun ? ucap ku lemah .
Terserah kamu !!! teriak Tiwi mendorong tubuhku dan akan pergi dari kamar tapi aku segera menahanya .
Bun ,dengarkan dulu .Ayah sudah meninggalkan Hana kita perbaiki lagi rumah tangga kita Bun , memang susah merangkai kembali puing2 kepercayaan yang Bunda berikan ke Ayah tapi Ayah janji akan memperbaiki segalanya , ucapku bersimpuh di kaki istriku.
Lalu gimana dengan Anak setan itu hah !!?? Ucap Tiwi , aku betul2 sudah tidak mengenalnya Tiwi sudah berubah tidak ada kelembutan sama sekali padanya semua telah berubah .
Ibu yang akan merawatnya Bun... kamu tidak perlu khawatir , ucapku pelan aku tau dia pun pasti tak akan ikhlas menerima keputusan Ibu.
Apaaaa!! dirawat Ibu ??? bearti aku akan tetap melihat anak setan itu , dengar ya mas bila memang itu keputusan ibumu dan aku tidak bisa merubah keputusan itu , silahkan !!! tapi ingat aku " Bersumpahhh" akan kubuat anak itu hidupnya menderita dan hancur seperti yang telah kamu dan perempuan sundal itu menghancurkan hati dan hidupku !!! Camkan itu !!! Teriak Tiwi lebih keras lalu mendorongku dan dia segera beranjak keluar dari kamar .
hhhmmmpp aku menghela nafas kasar entah bagaimana lagi aku memperbaiki semua ini Maafkan aku Tiwi maafkan aku juga Hana gumanku lirih.
***
Derrtttt ... Dertttt ... ponsel Gunawan berbunyi terlihat nomer Ibunya yang menghubunginya .
Gun, kamu segera ke rumah sakit ya Hana akan melahirkan nanti siang ibu menyusul ,ucap Ibuku .
Iya Bu , jawabku pendek
Perempuan sundal itu sudah mau melahirkan yaa ??? aku sumpahin dia dan anak setan itu mati pada saat melahirkan !!! sumpah serapah Tiwi setiap hari selalu dilontarkan dan itu sudah menjadi hal biasa bagi Gunawan maka itu dia tidak mempedulikan segala omongan Tiwi .
Sampai di rumah sakit terlihat Hana terbaring lemah wajahnya pucat pasi dan menahan sakit .
Gun ... panggilnya lirih ketika melihatku
Hana kamu harus kuat yaaa ... ucapku ku genggam tanganya menyemangati nya terlihat tetesan air matanya
Maaf pak , anda suaminya ? tanya suster yang datang sekalian memeriksa kondisi Hana
Iya betul sus , ucapku pendek
Sepertinya istri anda harus segera di Operasi karena ketubanya sudah pecah kami takut nanti akan berpengaruh di janinya , silahkan di tanda tangani untuk persetujuan operasinya .terang suster itu.
__ADS_1
Baik Sus, aku hendak pergi tapi genggaman Hana ditanganku semakin kencang
Hana aku keluar sebentar ya , ucapku ku elus pipinya .
Jangan tinggalin aku Gun, ujarnya lirih
Tak akan lama aku akan segera kembali kesini ,
Akhirnya Operasi dilaksanakan, karena memang keadaanya sudah tidak baik bila dibiarkan ,aku menunggu di ruang operasi sendirian Ibu tadi menelponku kalau dia tiba2 tidak enak badan jadi aku menyuruhnya untuk menyusul nanti saja ketika sudah baikan
Eaaaa ....Eaaaaa ...terdengar tangis Bayi dari dalam ruangan aku segera berdiri mendekat pintu , suster dalam ruangan lalu keluar membuka pintu aku dipersilahkan masuk .
Kupandangi wajah mungil anakku dia begitu cantikk , kulitnya bersih putih bagaikan pualan perpaduan yang sangat indah karena diambil yang bagus2nya antara aku dan Hana .segera ku gendong dan ku adzani anakku.sekilas kulihat di kakinya ternyata anakku mempunyai tanda lahir di dekat mata kakinya .
Setelah Ku adzani anakku dibawa suster untuk di bawa keruangan Bayi .
Gun , panggil Hana lirih
Ya Hana , anak kita cantik sekali yaa , ucapku yang reflek langsung mencium keningnya
Hana hanya tersenyum dan menangis haru .
Gun , maukah kamu berjanji padaku ? tanya Hana sambil tetap menangis
Janji apaa Hana ? tanyaku .
Lindungi Anakku , jangan pernah dia hidup dengan Tiwi , kamu harus tau Tiwi sebetulnya berkali2 kerumahku dia selalu bilang padaku akan membunuh anakku bagaimanapun caranya aku tidak yakin kalau Ibu akan selalu melindungi Anakku Gun , maka itu aku mohon bawa pergi jauh anakku jangan kau dekatkan dengan Tiwi aku mohon Gun ,ratap Hana yang masih dengan tangisanya.
Degg !! ternyata selama ini Tiwi sering menemui Hana , "Ya Allah " sekarang ini aku harus benar2 menyelamatkan anakku aku Tau Tiwi gak akan main2 dengan ucapanya .tapi bagaimana caranya ...
Iyaa aku Janji Hana ,... kupegang tangan Hana dingin , mukanya pucat , matanya terpejam .
Hana ...Hana...Han...kutepuk2 pipinya tetapi dia tetap gak bergeming , segera kupanggil suster untuk memeriksa Hana
Suster ...suster ... tolong Istri saya sus ... aku berteriak2 sungguh aku takut sekali kalau Hana pergi .
Suster dan Dokter segera menyuruhku keluar aku berdoa memohon ampun aku betul2 minta agar Hana segera di beri kesembuhan ,kesehatan, maafkan aku Hana Isak tangisku tak terbendung lagi .
ceklek ...pintu terbuka aku bergegas mendekat ke dokter ...
Maafkan kami pak ...kami sudah berusaha tetapi ternyata takdir berkata Lain , ibu Hana tidak bisa kami selamatkan , ucap Dokter lirih tapi bagiku seperti petir yang menyambar jantung ku .segera aku berlari mendekati jasad Hana .
Hanaaa ...Hanaaa....huhuhu...kenapa kamu pergi Hana, anak kita masih membutuhkan kamu Han ...Hanaaaaa, kugoncang2kan tubuhnya berharap masih ada keajaiban tetapi tubuh ya sudah dingin dan tetap tidak bergerak Hana telah pergi membawa lukanya ... Maafkan aku Hana ...
Aku berjalan pelan menuju ruangan bayi terngiang2 ucapan Hana sebelum dia meninggal Hana telah pergi aku harus selamatkan anakku aku tidak mau dia menyusul ibunya aku akan terus merasa bersalah bila sampai itu terjadi .
__ADS_1
Sampai diruangan Bayi kupandangi anakku tiba2 terlintas pikiran untuk menyelamatkan anakku dari Tiwi diam2 aku menyelinap masuk kedalam ruangan Bayi itu yang dijaga oleh seorang suster ... dia berjalan menuju toilet segera Gunawan memasuki ruangan bayi itu dan menukar gelang identitas bayinya dengan bayi di sebelah nya..." Maafkan Ayah Nak ...ini semua demi kebaikanmu "