Rahasia Gadis Bermasker

Rahasia Gadis Bermasker
22. Pengakuan


__ADS_3

Darren segera di tangani oleh dokter. Saat melakukan Biopsi. Darren didiagnosa menderita penyakit tumor otak.


"Apakah tumornya bisa diangkat dokter?"


"Kami bisa mengangkat tumor yang bersarang ke kepalanya tapi, resikonya terlalu berat untuk pasien." Ucap Dokter Bella.


"Apa resikonya dokter?"


"Kelumpuhan, koma, lupa ingatan dan meninggal." Ucap dokter Bella.


Degggg...


"Apa jalan terbaiknya?"


"Menjalani kemo dan operasi di luar negeri. Mengingat kondisi nona saat ini sedang hamil besar dan tidak bisa mendampingi pasien, sebaiknya jalani kemo secara rutin. Baru setelah anda melahirkan bayi anda, anda bisa membawa suamimu ke luar negeri." Ucap Dokter Bella.


"Kemo akan membuatnya tersiksa menghadapi mual dan itu juga akan berdampak padaku yang harus mengurusnya dalam keadaan hamil seperti ini.


Persiapkan dokumennya dan kami siap berangkat ke luar negeri sesuai dengan rumah sakit yang akan anda rekomendasikan dokter Bella."


Ucap Elma yang tidak ingin melihat suaminya lebih menderita.


"Apakah anda siap melakukan perjalanan ke Amerika dengan kondisi seperti ini?"


"Aku akan meminta dokter kandungan untuk mendampingi aku selama perjalanan."


"Apakah anda mau aku yang merekomendasikan dokter kandungan terbaik di rumah sakit ini untuk mendampingi Anda dalam perjalanan ke luar negeri?"


"Itu lebih baik sebelum saya mencarikan dokter lainnya di Jakarta."


"Baiklah."


"Tapi saya juga berharap dokter Bella juga mau ikut kami ke luar negeri untuk mendampingi suami saya."


"Ini suatu kehormatan untuk saya. Saya akan minta ijin pada pimpinan saya nona Elma."


"Terimakasih!"


Keesokan harinya Darren dibawa oleh ambulans ke bandara di dampingi dokter Bela dan istrinya. assisten Kia juga ikut serta dalam rombongan itu menuju Bandara untuk terbang langsung ke luar negeri.


Darren yang sudah mulai sadar tidak begitu banyak bicara. Ia hanya merasa sangat terharu dengan pengorbanan istrinya.


"Kamu akan segera sembuh. Kamu harus mendampingi aku saat aku bersalin nanti. Aku juga mau melahirkan putri kita di Amerika."


Ucap Elma sambil mengusap air mata suaminya.


"Aku ingin melihat anak-anakku tumbuh dewasa. Tapi jika terjadi sesuatu kepadaku tolong berjuanglah demi mereka."


Pinta Darren.


"Jangan menyerah dan jangan berkata hal-hal yang membuat aku sangat sakit. Aku tidak ingin mendengar hal terburuk darimu." Ucap Elma mencium bibir suaminya.


Setiap dua jam sekali, Darren selalu di periksa oleh dokter Bella. Mereka berharap Darren tidak mengalami lagi kejang-kejang selama perjalanan.

__ADS_1


Begitu pula dengan keadaan Elma yang juga sama rentannya. Beruntungnya putra mereka tidak begitu rewel karena sudah bisa di ajak bicara membuat baby Darren mengerti kondisi kedua orangtuanya.


"Darren main sama om KIA aja ya."


"Tapi Darren bosan main sama om KIA. Om KIA nggak asyik. Om KIA tidak sepintar Daddy. "


Ucap baby Darren mendekati ayahnya yang terbaring lemah.


"Sayang! Ini masih di dalam pesawat jadi tidak bebas bermain. Kamu bisa bermain dengan Tante Bella kalau bosan bermain dengan om KIA."


Ucap Bella sambil melirik KIA yang juga menatapnya.


Keduanya sama-sama risih dan saling membuang muka ke mana saja.


"Kenapa wajah Tante Bella tiba-tiba merah? Tante Bella sakit?"


Baby Darren menempelkan tangannya di pipi Bella yang sedang salah tingkah pada KIA.


"Dingin pipinya."


Ucap baby Darren lalu duduk lagi di kursinya.


"Tante Bella lagi sakit cinta karena jatuh cinta."


Canda KIA makin membuat Bella merona.


"Sakit cinta itu apa..?"


Tanya baby Darren sambil mengernyitkan dahinya.


Pinta KIA membuat dokter Bella menatap tajam wajahnya KIA yang saat ini sedang senang menggoda dokter Bella.


"Daddyyyyy...!" Baby Darren masuk ke kamar orangtuanya yang sedang ngobrol berdua.


"Apa sayang?"


"Daddy! Apakah ada orang sakit karena cinta. Maksud Darren sakit cinta itu apa? Apakah ada cinta yang sakit?"


Tanya baby Darren dengan lugunya membuat kedua orangtuanya cekikikan.


"Siapa yang sakit cinta sayang?"


Tanya Elma sambil tersenyum.


"Tante Bella. Itu kata om KIA."


"Oh, itu namanya, om KIA sayang sama Tante Bella. Jadinya Tante Bella sakit. Nanti juga sembuh kalau om KIA menikah dengan Tante Bella seperti mami dan Daddy."


Sahut Elma diangguki putranya yang berusaha memahami penjelasan ibunya.


"Darren Mau bobo mami!"


"Iya sayang!"

__ADS_1


Elma menidurkan putranya sambil memberikan susu botol putranya untuk di pegang sendiri.


...----------------...


Di rumah sakit yang sama di mana baby Darren pernah melakukan operasi jantung, kini ayahnya akan menjalani operasi tumor otak.


Segala macam tes pemeriksaan terhadap Darren di lakukan oleh tim dokter untuk melihat letak tumor yang bersarang di otaknya.


"Tuan DARREN! Kita bertemu lagi dan anda pasti masih mengingat saya."


"Anda adalah dokter Melendez. Dokter bedah. Anda yang telah menyelamatkan putra saya."


Ucap Tuan Darren.


"Baik. Saya dan tim saya akan melakukan operasi kepada anda dalam waktu yang cukup lama. Anda pasti sudah mengetahui resiko kegagalan itu seperti apa. Itu tergantung pada ketahanan tubuh anda." Ucap dokter Melendez.


"Apakah memori saya akan terganggu nantinya dokter?"


"Apa yang Tuan Darren kuatirkan?"


"Aku takut melupakan seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Aku takut kenangan tentangnya akan lenyap dalam memori ku."


Ucap Darren menahan kesedihannya.


"Apakah anda takut tidak bisa mengingat lagi wajah istri anda, Elma ?"


"Iya dokter!"


"Berarti anda di berikan kesempatan yang sama untuk kembali jatuh cinta lagi kepadanya. Dan itulah cinta sejati yang kamu miliki untuknya."


"Semoga saja hatiku yang mengenalnya walaupun sebagian memori ku melupakan cintaku yang ingin aku bawa mati. Aku ingin di beri lagi kehidupan yang baru untuk mencintainya tanpa membuatnya sakit, dokter Melendez."


Ucap Darren membuat dokter Melendez tidak mengerti ucapannya Tuan Darren.


"Baiklah. Sebaiknya anda menyampaikan perasaan anda kepada istri anda secara langsung. Nyatakan apapun yang kamu rasakan padanya dengan begitu ia merasa menjadi wanita yang paling berharga untukmu."


"Dokter! Jika aku menjelang sakrat dan kalian menyerah saat tidak bisa menyelamatkan aku, ijin aku melihat wajah istriku sebelum aku menutup mataku untuk selamanya."


Ucap Tuan Darren membuat dokter Melendez meremang bulu kuduknya.


"Kami akan menyelamatkanmu dan permintaan anda itu tidak akan terjadi sampai kami berhasil mengangkat tumor di otak anda." Ucap dokter Melendez ikut terharu.


Keesokan harinya, Darren di keluarkan dari ruang ICU menuju kamar operasi. Wajah tegang Elma yang tidak sanggup melihat suaminya yang sedang berhadapan dengan maut sesaat lagi.


Suster dan dokter yang mendorong brangkar DARREN diikuti Elma yang tetap menggenggam tangan suaminya sambil tersenyum pada suaminya.


"Aku ingin mengingat wajahmu untuk terakhir kalinya sebelum aku melupakan wajahmu sayang." Ucap Darren.


"Kamu tetap mengingat semuanya. Aku akan menunggumu di sini sampai operasi mu berhasil." Ucap Elma penuh keyakinan.


Keduanya saling berciuman di hadapan tim dokter. Darren meminta waktu sebentar kepada dokter Melendez untuk menyampaikan sesuatu kepada Elma tepat di depan pintu masuk kamar operasi.


"Elma! Aku sangat mencintaimu, sayang. Apakah kamu akan tetap mencintaiku kalau aku mengatakan bahwa aku adalah pria yang telah memperkosamu di kamar 177 di hotel milikku di Bandung. Maafkan aku istriku karena aku telah merahasiakan rahasia menyakitkan itu darimu selama ini. Tolong bawa aku masuk dokter!"

__ADS_1


Duarrrr...


Elma tercengang mendengar pengakuan suaminya dan membernarkan dalam hatinya bahwa nomor kamar itulah tempat kegadisannya di renggut.


__ADS_2