Rahasia Gadis Bermasker

Rahasia Gadis Bermasker
24. Penjelasan Yang Sulit


__ADS_3

Elma menarik nafas lebih dalam sebelum menjelaskan kepada sang suami tentang kelahiran putra pertama mereka.


"Saat itu hubungan kita kurang baik. Aku melahirkan sendirian putraku tanpa kamu di sampingku." Ucap Elma apa adanya.


"Apakah aku dulu sangat jahat padamu, sayang? Apakah aku yang telah membuat kamu pergi?"


"Tidak ada yang penting dari kisah itu, Darren. Semua sudah berlalu dan aku tidak perlu menjelaskan semuanya. Aku hanya minta kamu fokus dengan kesehatanmu supaya kita bisa mempersiapkan kelahiran putri kita."


"Apakah calon bayiku seorang perempuan?"


"Hmm!"


"Pasti dia sangat cantik sepertimu."


"Insyaallah. Semoga lebih cantik dariku." Balas Elma.


"Bagaimana kita bisa kenalan dan akhirnya menikah?"


"Aku tidak ingin menjelaskan apapun padamu. Aku hanya ingin kamu bertanya untuk hari ini dan yang akan datang."


"Baiklah. Aku tidak akan bertanya lagi. Mungkin itu adalah bagian cerita yang menyakitkan bagimu. Mungkin aku bukan suami yang baik untukmu dulu. Aku setuju lebih baik memikirkan untuk hari ini dan merencanakan hal baik untuk masa depan keluarga kita.


Terlepas aku ini adalah lelaki bajingan sebelumnya, tapi aku ingin mengucapkan terimakasih banyak atas kesetiaan dan cintamu Elma."


Ucap Darren laku mengecup perut besar istrinya.


Beberapa hari kemudian, mereka menempati lagi apartemen yang sama yang pernah mereka sewa saat berada di Amerika setahun yang lalu.


Karena sudah hafal seluk beluk kamar apartemen itu, membuat Elma tidak kesulitan melakukan aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga.


Kelahirannya akan diperkirakan di akhir tahun. Itu berarti mereka juga merasakan lagi musim salju.


Elma tersenyum sendiri bisa kembali lagi ke tempat yang sama di mana benihnya tumbuh di negara ini dan akan melahirkan di negara yang sama.


"Sepertinya kamu senang berada di udara dingin, sayang. Semoga kamu tidak menikah dengan orang bule suatu saat nanti."


Gumam Elma bicara sendiri dengan bayinya.


"Tapi, setelah mengetahui siapa ayahmu bagiku, apakah aku harus membencinya? Tapi, aku tidak berhasil membencinya. Cinta yang dimiliki ayahmu untukku lebih besar dari pada kesalahannya yang dia lakukan kepadaku. Dia jatuh cinta lagi pada mami, sayang."


"Siapa yang jatuh cinta lagi pada kamu Elma...?"


Tanya Darren yang sudah berada di balik punggung istrinya membuat Elma tersentak spontan membalikkan tubuhnya.


"Aissh..! Tidak bisakah kamu memanggilku tanpa mengagetkan aku seperti ini?" Sungut Elma yang sedang memasak di dapur.


"Maaf sayang! Tadi aku berniat memeluk tubuhmu dari belakang, tapi aku mendengar kamu bicara bahwa ada yang jatuh cinta lagi padamu , siapa dia? Aku akan mencekik lehernya karena berani jatuh cinta padamu."

__ADS_1


"Benarkah kamu ingin mencekiknya?"


"Tentu saja. Aku tidak suka melihat ada lelaki lain yang sudah membuat istriku terkesan kepadanya."


"Baiklah. Kalau kamu ingin mencekiknya, aku akan memberi tahukan siapa lelaki itu."


"Katakan siapa dia..?" Tanya Darren dengan wajah memerah


"Dirimu sendiri."


Glekkk...


"Sekarang cekik lah dirimu sendiri, apakah kamu berani?"


Tantang Elma membuat Darren tercekat.


"Bagaimana aku mencekik diriku sendiri jika aku adalah lelaki istimewa untukmu sayang...?"


Ucap Darren sambil merambah tangannya naik di antara paha istrinya.


"Sayang kita belum sarapan dan kamu harus minum obat tepat waktu."


Ucap Elma lalu mematikan kompor.


"Nanti saja sarapannya. Sepertinya tubuhmu adalah obat mujarab untukku lebih cepat sembuh. Aku ingin kita bercinta di atas meja makan ini. Mumpung putra kita belum bangun."


Awal pagi dimulai dengan percintaan panas usai dokter melendez membolehkan Darren melakukan tugasnya sebagai suami untuk memberikan nafkah batin untuk istrinya.


...----------------...


Salju tebal menyelimuti bumi hingga setiap atap rumah dan gedung-gedung tinggi itu berubah warna menjadi putih.


Seperti sudah menjadi ciri khas sifat salju yang senang bermuara di tempat ia ingin menetap lebih lama tidak peduli di mana ia jatuh.


Darren dan putranya bermain salju di taman apartemen. Elma hanya bisa mengawasi keduanya sambil menikmati minuman hangatnya.


Usai membantu putranya membuat manusia salju, Darren meninggalkan putranya bermain sendiri dengan hamparan salju dan ia segera menghampiri Elma yang duduk tidak jauh dari mereka bermain.


Elma memberikan kopi panas buatannya sendiri untuk suaminya. Daren yang baru merasakan kembali kopi buatan istrinya pasca sembuh dari sakitnya, merasakan ada kenangan dengan kopi itu.


Sekilas bayangan wajah gadis bermasker di hadapannya dengan mengenakan seragam OB.


Darren menyeruput lagi kopinya.


Bayangan tatapan mata gadis bermasker itu kembali melintas di benaknya. Darren melirik ke arah istrinya yang saat ini tetap menggunakan hijab sejak mereka tiba di Amerika.


"Siapa gadis bermasker itu? Apakah dia adalah Istriku sendiri? Apakah Elma dulu adalah seorang OB di perusahaan ku?"

__ADS_1


Gumam Darren lalu meneguk lagi kopinya itu hingga tandas.


"Apakah kamu baik-baik saja sayang?"


Tanya Elma membuyarkan lamunannya Darren.


"Aku sedang menikmati kopi buatanmu. Sangat nikmat dan tidak ada duanya."


"Karena kopi itu yang membuat kita menjadi dekat Darren."


"Bagaimana bisa dengan kopi ini, membuat kita menjadi lebih dekat?"


Pancing Darren ingin memastikan bahwa gadis bermasker itu adalah istrinya sendiri.


"Aku bekerja di perusahaanmu sebagai OB dan aku yang ditugaskan untuk membuatkan kopi untukmu. Sejak saat itu aku tidak boleh lagi membuat kopi untuk orang lain selain untukmu."


"Apakah kamu masih punya foto dengan seragam OB?"


"Aku masih menyimpannya. Tunggu sebentar!"


Elma mencari Foto-foto saat ia pertama kali bekerja di perusahaan suaminya.


Darren memperhatikan wajah Elma yang mengenakan masker dan benar saja, gadis bermasker itu adalah istrinya sendiri.


"Berarti aku punya kesempatan untuk mengingat kembali masalalu ku dengan hal-hal yang berkesan di alam bawah sadar ku. Salah satunya adalah dengan kopi buatan Elma." Batin Darren.


Ia ingin mengetahui lebih banyak dengan cara mendapatkan hal yang berkesan dari istrinya. Tapi sayang, sekelumit kisah yang terlintas di benaknya tidak ia ceritakan kepada Elma.


"Mami! Kenapa kita tidak tinggal di sini saja? Ini sangat menyenangkan bisa bermain salju dan membuat banyak manusia salju."


Ucap putranya mengambil botol minumannya lalu meneguknya beberapa kali.


Di sini hanya berlangsung musim saljunya sebentar saja sayang dan akan berganti musim panas dan hampir membuat kulitmu terbakar dan itu sangat tidak nyaman." Ucap Darren.


"Berarti setiap kali ada musim salju kita bisa bermain di sini, Daddy."


"Kita bisa mendapatkan musim salju di negara Korea Selatan dan Negara Asia lainnya seperti Jepang yang juga ada saljunya.


Dan masih banyak negara lain yang akan kita kunjungi seperti Swiss, Prancis, Canada dan masih banyak negara yang bisa kita datangi, sayang." Timpal Darren.


"Auhhght...! Darren! Perutku sakit sekali."


Pekik Elma menahan sesuatu yang merembes dari pintu rahimnya.


"Sayang! Apakah kamu mau melahirkan..?"


Tanya Darren panik.

__ADS_1


Elma mengangguk sambil meremas mantelnya kuat.


__ADS_2