Rahasia Gadis Bermasker

Rahasia Gadis Bermasker
29. Permohonan Maaf


__ADS_3

Darren menempuh perjalanan jauh dari Jakarta ke Bandung membawa mobilnya sendirian dengan kalap. Bahkan ia tidak lagi memperhatikan keselamatannya saat mengetahui Elma ingin menggugat cerai dirinya.


Memasuki jalan tol yang cukup lengang membuat Darren makin menambah kecepatannya seperti sedang balapan dengan waktu.


"Elma ! Jika aku harus mati di jalan tol ini, itu lebih aku sukai daripada harus kehilanganmu. Aku kadang bersyukur bahwa kamulah wanita yang aku perkosa malam itu dan melahirkan putraku seorang diri dengan berani tanpa ingin membuangnya. Itu berarti ketulusan cintamu lebih besar dibandingkan kemurkaanmu kepadaku." Ucap Darren sendirian di mobil.


Ketika sudah memasuki wilayah kota Bandung, Darren memperlambat laju kendaraannya karena harus berjibaku dengan pengendara lain yang rela bermacet-macetan saat ini.


Seperti biasa setiap kali memasuki wilayah kota Bandung, pasti akan di sambut dengan hujan deras. Sejak pulang kerja, Darren belum sempat makan maupun minum.


Keinginan terbesarnya adalah bertemu dengan Elma dan menjelaskan semuanya agar Elma tidak salah paham atas kebohongannya.


Rasa lapar itu makin mengigit perutnya hingga Darren tidak kuat lagi menahannya. Iapun mengambil roti yang biasa ia simpan untuk perbekalan di jalan jika jalanan macet seperti ini.


Walaupun sudah pukul sepuluh malam, kota Bandung tidak pernah sepi dengan manusia dan para pedagang. Makin malam malah makin tambah ramai.


Setelah berjuang hampir satu jam, akhirnya mobil Darren bisa lolos juga dari kemacetan. Walaupun begitu, hati Darren sudah kembang kempis membayangkan apa yang terjadi pada dirinya dan sang istri.


"Ya Allah, tolong aku! Aku mohon kepadamu karena tidak ada daya upaya di dunia ini selain kekuatanmu. Ya Allah, sesungguhnya Engkau tidak suka dengan hamba-Mu yang melakukan perceraian walaupun jalan itu Engkau ridhoi. Maka, tolonglah hamba-Mu yang hina ini."


Pinta Darren sepanjang jalan hingga memasuki kediaman rumah mertuanya.


Hujan mulai deras kembali setelah berhenti beberapa menit tadi. Mungkin hujan ini akan membawa berkah untuk keluarga Darren diambang kehancuran.


Darren masuk ke rumah itu disambut oleh pelayan. Sementara Elma saat ini sudah terlelap tidur dengan dua bayinya di tempat tidur mereka masing-masing.


"Apakah Elma sudah tidur, BI?" Tanya Darren sambil mengusap wajah dengan handuk kecil.


"Non Elma baru saja tidur."


"Apakah kamarnya di kunci?"

__ADS_1


"Sepertinya tidak Tuan Darren, karena barusan bibi mengambil piring kotor dan botol susu bekas tuan kecil."


"Baiklah. Terimakasih Bibi!"


Darren menyeringai licik. Ia ingin memberi pelajaran untuk istrinya yang sangat keras kepala itu. Ia membuka pintu kamar Elma secara perlahan agar wanita itu tidak mudah terbangun.


Gaun tidur Elma yang tersingkap hingga memperlihatkan kaki jenjang nan mulus menggoda Darren untuk menjamah tubuh istrinya.


Darren segera melepaskan bajunya dan menyisakan boxer untuk menutupi senjata laras panjangnya yang sudah mulai bangkit di bawah sana.


Kaki jenjang itu dikecupnya dengan perlahan hingga tiba di pangkal paha tempat ia akan melabuhkan ciumannya.


Perut mulus yang kembali ramping tak terlewatkan oleh kecupannya. Elma yang terbuai dalam tidurnya merasa sedang bermimpi jika saat ini, ia sedang bercinta dengan suaminya.


Panggilan sayang terkesan manja itu terlontar dari bibir sensual menawarkan rasa untuk ikut di kecup.


"Darren...sayang!" Sebut Elma dalam alam bawa sadarnya yang tersenyum manis kala wajah suaminya sudah terbenam dibawah sana.


Merasa ini bukan lagi sebuah mimpi karena rasa itu begitu nyata saat cairan kenikmatan mulai merembes di bawah sana yang langsung disedot oleh Darren membuat Elma tersadar dan mengerjapkan matanya.


Benar saja saat ia melihat suaminya benar-benar memberikan sensasi rasa yang luar biasa untuknya.


"Kau...!" Elma segera bangkit namun, tangan Tuan Darren lebih cepat menekan dua pahanya dan mendudukinya hingga ia tidak bisa bergerak.


"Daren! Lepaskan, aku tidak mau disentuh olehmu..!" Pinta Elma setengah berbisik karena takut kedua anaknya akan bangun.


Alih-alih mendengarkan pinta istrinya Darren malah mendorong masuk benda pusaka nya yang sudah tidak bisa lagi dibujuk untuk tidur.


"Auhhght...! Darren lepaskan! Elma mendorong tubuh Darren namun tenaganya tidak cukup kuat untuk bisa membebaskan tubuhnya yang sudah dalam kungkungan suaminya.


Darren terus memacu tubuhnya sambil memagut bibir sang istri dengan rakus. Permainan itu berubah kasar untuk mengingatkan kembali Elma bagaimana ia memperkosa gadis yang saat ini sudah memberinya dua anak.

__ADS_1


Elma pasrah dengan permainan suaminya yang makin brutal hingga tidak memberinya ruang untuk bernafas.


"Kau ingin tahu bagaimana aku memperkosamu, sayang? Seperti ini Aku memperlakukan tubuhmu. Malam itu kau sangat menggairahkan hingga aku tidak bisa berhenti untuk terus menyiksamu hingga aku puas.


Walaupun begitu aku sadar diri bahwa kamu akan mengandung putraku suatu saat nanti makanya aku meninggalkan black card milik ku agar aku bisa mengetahui keberadaanmu suatu hari nanti.


Akhirnya aku mendapatkanmu, tapi saat hatiku merasa penasaran dengan wanita yang telah aku nodai, ternyata kau adalah wanita itu.


Kamu hanya pelayanku nyatanya kau ada di sampingku, setiap saat melayani kebutuhanku dan sialnya aku ngidam berat karena menghamili wanita lain yang ternyata adalah kamu sendiri Elma dan ironisnya kita tidak kenal satu sama lain karena wajahmu yang terus tertutup oleh masker.


Kau merahasiakan wajahmu, hingga akhirnya aku bisa melihatmu dengan jelas bagaimana kau yang seorang pelayan adalah wanita yang sama yang aku perkosa. Sekarang apa yang bisa aku katakan saat itu karena kamu lebih dulu mengenalku sebagai bosmu bukan sebagai pria yang telah memperkosa dirimu. Bagaimana caranya Elma ...?"


Teriak Darren sambil terus memacu tubuhnya pada istrinya yang tidak lagi merasakan kenikmatan.


"Sudah Darren ! Ini sangat sakit aku tidak kuat lagi."


"Ini semua salahmu karena rasa penasaran mu yang terus memaksakan keegoisan mu untuk menuntutku atas apa yang telah aku lakukan kepadamu.


Betapa takutnya aku kehilangan dirimu hingga aku terus saja berbohong bukan sebagai pengecut tapi lebih kepada perasaan cintaku yang begitu besar kepadamu. Apakah kamu tidak mengerti juga Elma ?"


Tuan Darren mempercepat pacuannya hingga akhirnya ia melepaskan cairan benihnya yang langsung menyembur ke dalam rahim istrinya..


Usai mencapai kepuasan, tubuh Elma dirangkul dalam pelukannya hingga gadis ini tidak bisa lagi berkutik..


"Jangan pernah berpikir untuk meninggalkan Aku, Elma atau anak-anak kita akan menjadi yatim sebelum mereka tumbuh besar?" Ancam Darren membuat Elma langsung membungkam mulut suaminya dengan ciuman hingga keduanya terus berciuman untuk menyampaikan perasaan yang tidak siap untuk saling kehilangan satu sama lain.


Kedua akhirnya sama-sama menangis dan meminta maaf.


"Aku sangat mencintaimu Darren!"


"Perasaan ku melampaui semua kata cinta itu sendiri sayang." Ucap Darren lembut.

__ADS_1


__ADS_2