
Darren dan keluarganya mengantarkan KIA berobat di rumah sakit yang sama, tempat di mana, tuan DARREN dan putranya pernah dirawat di sana.
Dalam perjalanan itu, dokter Bella tidak ikut serta atas kemauan KIA yang tidak ingin merepotkan wanitanya apa lagi memberikan harapan pada Bella untuk menunggunya.
Kia hanya mengirim pesan singkat sebagai bentuk pamit pada dokter Bella dengan kalimat yang sangat menyakitkan bagi dokter Bella.
"Aku mohon jangan menunggu pulang, apalagi berharap aku akan kembali untukmu karena aku tidak tahu bagaimana nasibku ke depannya nanti.
Aku membebaskanmu dari keterikatan cinta kita yang belum begitu serius terjalin.
Lanjutkan hidupmu dan pilihlah pria yang kamu sukai. Maafkan aku." Tulis KIA dalam pesan itu.
Bella memejamkan matanya, menahan bulir bening itu agar tidak jatuh di pipinya. Berulang kali ia menarik nafasnya dan menghembusnya dengan lembut untuk mengendalikan gejolak perasaannya.
Dalam beberapa menit kemudian, ia masuk ke kamar operasi dengan memantapkan hati, mengingat lagi tujuan utamanya adalah menyelamatkan nyawa pasiennya.
"Ya Allah. Kuatkan hatiku agar aku bisa menerima ketentuan dariMu kalau dia bukan jodohku."
Ucap dokter Bella lalu meminta pisau sepuluh pada perawatnya.
Beberapa saat kemudian, dokter Bella melupakan kesedihannya dan fokus kepada pasiennya.
Dalam delapan jam, operasi pasien yang menderita sakit jantung itu akhirnya berhasil dilakukan oleh dokter Bella.
Keluarga pasien begitu bahagia dengan apa yang dilakukan oleh dokter Bella.
Dokter Bella menemui keluarga pasien di ruang tunggu. Diantara keluarga itu ada seorang ibu dan dua orang anak perempuannya.
"Bagaimana dengan ayah kami dokter?"
"Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar. Sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke kamar inap." Ucap dokter Bella.
Seorang pria tampan yang berdiri di belakang dokter Bella begitu bahagia saat tahu ayahnya selamat dari operasi itu.
"Terimakasih dokter! Anda sudah menyelamatkan jantung rumah kami, ayah kami adalah segalanya begi kami."
Ucap Kamal yang merupakan pengusaha pemuda yang bergerak di real estate.
"Dengan senang hati Tuan." Ucap dokter Bella dengan senyum samar.
Tuan Kamal menatap wajah dokter Bella begitu intens. Dokter Bella merasa agak risih dan segera pamit pada keluarga Pak Kusno.
__ADS_1
Sampai dokter Bella berlalu, tuan Kamal masih setia menatap punggung dokter Bella.
"Kenapa bang? Naksir ya sama dokter Bella?" Tanya Nina sambil menyenggol pundak Abangnya.
"Apakah dia sudah punya suami atau kekasih Nin..?"
"Yang tahu hanya dokter Bella bang, kenapa nggak langsung melakukan pendekatan?" Sindir Naya.
"Iya juga. Sepertinya aku harus mendapatkan gadis itu sebelum direbut oleh orang lain." Ucap Kamal penuh percaya diri.
"Makanya buruan bang. Biar kami yang ngurus ayah." Ucap gadis kembar ini menyemangati Abang mereka yang masih betah menjomblo.
Beberapa menit kemudian, dokter Bella sudah keluar dari ruang kerjanya menuju tempat parkir mobilnya. Tuan Kamal buru-buru mendekati gadis itu sebelum masuk ke mobilnya.
"Dokter Bella...!" Sapa Kamal.
"Iya Tuan ...! Apakah ada yang bisa saya bantu?"
"Begini. Saya hanya ingin mengajak anda minum kopi di cafe sebrang rumah sakit ini. Apakah anda bersedia...?" Tanya tuan Kamal.
Dokter Bella merenung sebentar, sepertinya dia butuh hiburan untuk mengusir kesedihannya saat ini.
"Kalau aku pulang sampai rumah hanya akan membuatku makin terpuruk. Apakah salahnya menerima tawaran tuan tampan ini." Ucap Bella.
"Baiklah. Aku terima tawaran Tuan." Ucap dokter Bella.
"Terimakasih sebelumnya dokter. Oh iya .. kenalkan namaku Kamal."
Ucap tuan Kamal sambil menyodorkan tangannya pada dokter Bella.
"Aku Bella. Panggil saja namaku Bella." Ucap Bella sambil tersenyum.
Keduanya melangkah ke mobil Tuan Kamal. Dari mobilnya saja, dokter Bella bisa tahu kalau tuan Kamal adalah pengusaha.
Asistennya Lino membuka pintu mobil untuk keduanya.
"Bukankah tadi kita mau minum kopi di cafe seberang rumah sakit?"
"Aku tidak mau, anda mendapatkan gosip dari kolega Anda dokter. Lebih baik sedikit jauh dari rumah sakit ini." Ucap Kamal.
"Ok. No problem." Ucap dokter Bella.
__ADS_1
Dalam beberapa menit keduanya sudah tiba di restoran. Dokter Bella memilih menu kesukaannya, begitu pula tuan Kamal.
Keduanya saling ngobrol tentang pekerjaan mereka masing-masing. Sesekali di selingi tawa canda mereka yang terdengar renyah.
Walaupun tuan Kamal pintar membuat humor untuk bisa menghibur dokter Bella, namun hatinya tidak bisa melupakan wajah kekasihnya KIA.
...----------------...
Sementara itu, keluarga DARREN sudah tiba di California Amerika serikat. KIA langsung dibawa oleh mobil ambulans menuju rumah sakit. Darren mengantarkan keluarganya di apartemen.
"Aku akan segera menyusulmu ke rumah sakit. Aku sudah bicarakan kasus mu pada dokter melendez dan dia akan membantumu agar cepat sembuh." Ucap Darren.
"Tidak usah pikirkan saya Tuan karena saya akan terhibur dengan para dokter cantik di rumah sakit itu." Ucap KIA seperti sedang menghibur dirinya.
Dalam beberapa menit kemudian Darren segera ditangani oleh dokter melendez dan timnya.
Mereka juga melihat keadaan KIA yang sudah melalui operasi pertamanya sangat bagus.
Dokter Melendez mempertanyakan lagi permasalahan apa yang membuat KIA mau berobat di California.
"Setelah kami melihat hasil operasi pertama pada Anda tidak ada masalah. Kenapa anda mau berobat lagi di sini padahal dokter sebelumnya sudah bertindak lebih baik dari yang kami pikirkan." Ucap dokter Melendez.
"Saya hanya ingin cepat berjalan dan kembali beraktivitas. Saya tidak suka terkurung lama di brangkar ini dokter." Keluh KIA.
"Tidak ada yang instan dalam pengobatan. Semua butuh proses dan selebihnya pasrahkan kepada Tuhan menurut keyakinan anda." Timpal dokter Melendez.
"Apa salahnya kalau saya ke sini, proses pengobatannya lebih cepat, dokter."
"Anda hanya membuang-buang waktu. Jika anda bertahan di rumah sakit pertama, mungkin kesembuhan akan anda rasakan lebih cepat. Masalahnya anda tidak sabar dan terkesan egois." Ucap dokter Melendez sedikit kesal dengan KIA..
Kia terlihat diam dan tidak ingin berdebat lagi dengan dokter Melendez.
"Sepertinya dokter yang melakukan operasi pertama pada kasus Anda ini sangat jenius. Apakah dia lulusan dari negara ini juga? Sepertinya aku mengenal nama ini, bukankah dia pernah ke rumah sakit ini saat mengantar tuan DARREN?" Tanya dokter Melendez.
"Benar dokter, dia pernah ke sini setahun yang lalu." Ucap KIA.
"Apakah kalian punyaku hubungan istimewa?"
"Sedang berlangsung." Ucap KIA malu-malu.
"Anda sangat beruntung mendapatkan gadis sebaik dan secantik dokter Bella. Jangan sia-siakan gadis seperti dirinya karena dokter Bella akan menjadi rebutan para kaum Adam." Goda dokter Melendez.
__ADS_1
Kia cukup terganggu dengan pernyataan dokter Melendez tentang kekasihnya dokter Bella. Hatinya kembali terusik kala mengingat dirinya terlalu keras pada gadis itu.