Rahasia Gadis Bermasker

Rahasia Gadis Bermasker
39. Kehamilan Bareng


__ADS_3

Enam bulan berlalu, pernikahan Bella dan KIA, kini diberikan kepercayaan oleh Allah untuk mendapatkan keturunan. Usia kandungan Bella sudah memasuki empat bulan.


Bukan hanya hanya Bella saja yang hamil anak pertama mereka, Elma juga hamil anak yang ke tiga.


Kedua pasangan ini begitu bahagia karena umur p0ukehamilan mereka sama.


Saat ini keduanya sudah berada di depan poli kandungan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan mereka masing-masing dengan dokter yang berbeda.


Bella tiba-tiba celetuk pada Elma dengan kata-kata candaan tapi penuh harapan.


"Teteh ...! Nanti kalau bayi kita lahir beda jenis kelamin, kita jodohkan mereka ya...!" Pinta Bella.


"Apakah kamu tidak takut kalau mereka akan menentang perjodohan ini karena tidak saling suka?"


"Tapi aku ingin kita jadi besanan teteh." Pinta Bella.


"Tapi tidak dengan cara kuno seperti ini. Biarkan mereka memilih yang terbaik diantara mereka.


Jika memang mereka berjodoh, biarkan waktu yang akan menentukan takdir mereka, bukan kita yang atur, Bella." Ucap Elma.


"Tapi apa salahnya teteh, kalau kita coba. Kali berhasil." Ucap Bella dengan bibir mengerucut.


"Serahkan semua urusanmu pada Allah! Sepertinya doa lebih kuat daripada menjodohkan mereka." Ucap Elma.


"Maksud teteh kekuatan doa itu yang akan mendekatkan mereka?" Memastikan pernyataan Elma.


"Hmm! Jika kamu minta sama Allah agar menyatukan hati kedua anak kita, maka Allah yang akan membolak-balikkan hati keduanya untuk saling mencintai. Jadi, kalau kamu mau minta, langsung pada pencipta hati mereka." Ucap Elma.


"Hebat pemikiran teteh. hanya kekuatan doa yang mampu menembus pintu langit."


ucap Bella yang mulai paham maksud pembicaraan Elma padanya.


"Terimakasih teteh......! Bella akan selalu berdoa Jika suatu hari nanti mereka akan menjadi suami istri. Dengan begitu kita akan menjadi besanan." Ucap Bella.


Tidak lama keduanya di panggil dokter mereka masing-masing untuk melakukan konsultasi.


Bella dan KIA sangat antusias memperkenalkan diri sebagai kedua orangtua dari calon bayi pertama mereka.

__ADS_1


Dokter tidak menjelaskan banyak hal pada pasangan ini, karena usia kandungan Bella baru empat bulan di mana roh baru saja ditiupkan kepada pemilik calon bayi mereka.


"Pertumbuhan bayi kalian sangat baik sesuai dengan usia kandungannya. Saat ini belum bisa melihat jenis kelamin karena baru berusia empat bulan.


Mungkin usia kandungan tujuh bulan baru bisa mengintip jenis kelaminnya melalui USG tiga dimensi untuk lebih jelasnya." Ucap dokter Alzena.


"Terimakasih Dokter...!" Ucap Bella yang juga tahu bagaimana perkembangan bayi di dalam kandungannya karena dia juga seorang dokter.


Saking rajinnya Bella ia sudah semangat untuk berbelanja keperluan si bayi walaupun belum tahu walaupun si bayi tidak terlihat jenis kelaminnya.


"Aku juga beli tidak berdasarkan jender warna tertentu. Aku beli warna natural saja entah itu buat cowok maupun buat cewek." Ucap Bella.


"Tidak apa sayang. Aku tidak melarangmu. Aku hanya merasa lucu saja pada kamu karena terlalu antusias untuk setiap hal padahal baru menjadi nama muda." Ucap KIA sambil mengusap perut istrinya yang belum berapa kelihatan.


"Perut kamu kenapa masih ramping saja sayang? Padahal aku ingin melihat perut besar kamu dengan begitu kamu berjalan seperti bebek sambil membawa perut besar kamu. Pasti sangat lucu." Ucap KIA menggoda istrinya.


"Mau lihat istrinya jelek ya sayang?" Ucap Bella geram juga dengan tingkah suaminya.


"Aku hanya ingin melihatmu tetap tampil cantik dan seksi saat perutmu makin membesar nantinya." Ucap KIA lalu mencium bibir Bella lebih dalam.


"Terimakasih, sayang! Aku harap kamu tetap bersamaku walaupun tubuhku nanti semakin melar dan tidak terurus saat sudah merawat anak-anakmu." Ucap Bella.


Tetaplah rawat dirimu walaupun nanti kamu sudah berusia lanjut. Aku senang Bella ku tetap awet muda dan bersaing dengan anak gadisnya agar terlihat seperti adik dan kakak." Pinta KIA.


"Apakah kamu tidak takut, om-om di luar sana iseng pada istrimu?"


"Aku akan membunuh mereka kalau ada yang berani menggoda mu." Balas KIA.


Keduanya sudah berada di mobil dan siap kembali ke apartemen milik KIA di Jakarta. Kia memang tinggal di apartemen dan dua berniat membeli rumah kecuali sudah memiliki banyak anak. Ia menginginkan lima orang anak dari Bella.


...---------------- ...


Saat menjelang persalinan kedua wanita beda usia terpaut dua tahun ini, keduanya sama- sama di perkirakan akan melahirkan anak mereka di hari yang sama.


Apa yang di prediksi oleh dokter, ternyata benar. Bella dan Elma melahirkan bayi mereka di waktu yang sama.


Bella melahirkan bayi perempuan dan Elma melahirkan bayi laki-laki. Elma memberikan nama bayinya

__ADS_1


Uwais dan Bella memberi nama bayinya Umam. Keduanya tumbuh bersama dalam pengawasan kedua orangtuanya mereka.


Gibran dan Dafiya yang sekarang sudah berusia enam tahun dan empat tahun tampak bahagia dengan kehadiran adik mereka Uwais. Di tambah lagi putri kecil dari paman mereka KIA.


Kia dan Bella saat ini sedang mengunjungi kediaman Elma untuk menghabiskan weekend mereka.


Melihat wajah cantik putrinya KIA yang saat ini sudah berusia dua tahun, Gibran meminta kepada orangtuanya.


"Daddy dan mommy, kalau baby Umam sudah besar, nanti jadi pacarnya Gibran, boleh tidak?" Tanya Gibran dengan polosnya.


"Emang Gibran suka sama Baby Umam?" Tanya Elma.


"Lihatlah baby Umam sangat cantik. Aku ingin dia menjadi pacar ku." Ucap Gibran membuat Bella menjadi bingung.


"Teteh, setiap hari aku berdoa agar baby Umam berjodoh dengan baby Uwais. Mengapa yang naksir malah Gibran?" Tanya Bella tidak mengerti.


"Kalian ini apaan sih? Biarkan saja anak-anak tumbuh besar dengan pemikiran mereka masing-masing.


Jangan terlalu mengatur mereka sesuai dengan keinginan kalian. Lagi pula Gibran masih kecil. Jangan terlalu memakai ucapannya sebagai acuan bahwa suatu saat nanti dia akan memilih Umam jadi kekasihnya.


Kita serahkan semuanya kepada Tuhan apa yang menjadi pilihan mereka suatu saat nanti." Ucap Darren menasehati Elma dan Bella.


"Maafkan kami Darren! Ini hanya kemauan kami saja bukan berusaha menjodohkan mereka dengan cara memaksakan kehendak kami pada mereka." Timpal Elma.


Tidak lama, pelayan menghidangkan makan siang untuk mereka. Kedua keluarga itu sudah duduk di kursi mereka masing-masing.


Bella menyuapkan makanan untuk putrinya terlebih dahulu begitu juga Elma.


Gibran tidak berhenti menatap wajah cantik Umam yang sangat membuatnya gemas.


"Baby Umam...! Kalau sudah besar, mau tidak jadi pacarnya Abang Gibran? Tanya Gibran yang duduk di sebelah Umam.


"Mauuu...!" Jawab Umam yang tidak mengerti ucapan Gibran yang dikiranya Gibran menawarkannya makanan.


Keluarga itu terkekeh melihat kelucuan baby Umam.


.....

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2