Rahasia Gadis Bermasker

Rahasia Gadis Bermasker
35. Penolakan Bella


__ADS_3

Tidak terasa, tiga bulan berlalu, pengobatan asisten KIA di rumah sakit California, membuahkan hasil.


Kekasih dari dokter Bella ini sudah bisa berjalan lagi dan benar-benar sangat sehat secara fisik.


Darren dan keluarganya, tidak pernah meninggalkan KIA selama melakukan rawat jalan di rumah sakit tersebut.


Hari itu dokter Melendez sudah mengijinkan KIA untuk kembali lagi ke Indonesia dan melanjutkan lagi hidupnya.


Hanya ada satu harapan KIA, ia ingin meminang kekasihnya dokter Bella walaupun sebelumnya, ia sudah memutuskan Bella secara sepihak.


Dua hari lagi mereka akan bertolak ke Indonesia. Tuan DARREN membawa istrinya untuk berbelanja barang-barang yang disukai oleh Elma.


Kia meminta pendapat Elma tentang perhiasan yang akan ia beli untuk Bella.


Sejujurnya Elma enggan memberikan sarannya untuk KIA yang menurutnya terlalu egois, namun Darren membujuk istrinya untuk membantu saja apa yang diinginkan KIA karena dia baru sembuh.


"Sayang...! Tugas kita hanya membahagiakan KIA dan kita tidak perlu ikut campur dalam urusan hati mereka.


Kita lihat saja nanti, apakah Dokter Bella masih mau menerimanya setelah gadis itu diusir dan diputuskan begitu saja oleh KIA tanpa membernya kesempatan untuk menyampaikan perasaannya." Ucap Darren pada Elma.


"Baiklah. Aku ingin melihat bagaimana KIA merasakan apa yang dirasakan oleh Bella. Kamu benar suamiku. Menjadi penonton itu lebih menyenangkan daripada ikut berperan di dalamnya walaupun hanya sebagai figuran." Ucap Elma.


Elma memberikan sarannya saat memilih cincin berlian untuk mengikat Bella.


"Nona Elma...! Aku mohon doanya agar Bella masih mau menerima aku dan setia menungguku pulang dari Amerika." Harap KIA.


Elma hanya mengangkat kedua bahunya dan menipiskan bibirnya. Seakan mengatakan, "entahlah..! semoga kamu beruntung." Ucap Elma membatin.


Setibanya di tanah air, Darren memberi saran kepada KIA, untuk tidak buru-buru ke Bandung karena baru saja sembuh. Jika mau ke Bandung, harus mau di antar sopir pribadi Tuan Darren.


Kia setuju dan berjanji tiga hari lagi dia akan bertolak ke Bandung dan langsung ke rumah sakit.


Elma juga tidak ingin mengabarkan kepada Bella tentang kepulangan mereka. Ia sebenarnya sangat rindu kepada gadis cantik itu, namun perbuatan KIA yang membuat Elma mengurungkan niatnya hingga status Bella bisa diperjelas.

__ADS_1


Ia mendekati suaminya Darren saat keduanya di tempat tidur.


"Apakah kamu yakin Bella akan terima pinangan KIA...?" Tanya Elma sambil mengusap dada bidang suaminya.


"Jujur sayang...! Aku sangat sangsi dengan perubahan mood Bella setelah KIA memutuskannya. Mungkin gadis itu sedang berbenah dirinya melupakan prianya." Ucap Darren sambil mengusap punggung istrinya.


"Sayang....!"


"Hmmm..!"


"Jika kamu menjadi KIA, apakah kamu akan memperlakukan aku seperti kita pada Bella?"


"Apakah kamu mau aku menjadi lelaki tega yang membiarkan kekasihnya menangis seharian karena memikirkan ulah sang kekasih. Bagaimana dengan dirimu....?"


"Kalau aku jadi Bella, mencari pengganti KIA secepatnya agar hatinya tidak terbagi dengan mantan pacarnya dulu." Ucap Elma enteng.


"Ternyata kamu sangat kejam sayang karena sudah membuat aku patah hati. Tapi menurutku sih kadang laki-laki begitu berharap pada pria lain agar bisa membahagiakan kekasihnya untuk mencari pasangan lain." Ucap Darren apa adanya.


"Emang nggak nyesel, tahu-tahu sang kekasih sudah di lamar orang lain dan tidak peduli lagi dengan hati kekasihnya." Ucap Elma pada DARREN.


Saat setiap laki-laki berharap agar bisa mendapatkan lagi kesempatan di saat ia kembali siap untuk merajut cinta dengan wanita yang sama, tiba-tiba cinta itu tidak sama lagi untuknya." Dan itu malah membuat hidupnya kembali tertekan." Ucap Darren.


"Oh, jadi kamu mau bilang, keputusan dalam hubungan hanya berlaku pada satu pihak saja. Jangan sampai berlanjut pada yang lain, tapi tetap menjadi miliknya sendiri. Itu sama saja menuntut keadilan tidak pada tempatnya. Semoga saja Bella menolak KIA. Untung bukan aku dalam dilemanya KIA." Ucap Elma menjadi sentimentil dengan hubungan KIA dan Bella.


"Sayang....! Kenapa kamu jadi sesedih ini? Aku tidak pernah membencimu, menolakmu dan bahkan memintamu pergi dari hidupku. Aku malah sangat mencintaimu, mau melakukan apa saja asalkan tetap bersamamu." Ucap Darren.


"Setiap wanita selalu terbawa perasaan mereka jika mengetahui kaumnya sedang ditindas oleh laki-laki seperti KIA.


Aku tidak suka, KIA datang dan pergi seenak hatinya pada Bella. Aku benci sangat membencinya. Harusnya, KIA bisa menahan dirinya sampai ia mendapatkan kesempatan lagi untuk bisa sembuh. Dan tidak usah kirim pesan perpisahan yang menyakitkan seperti itu." Ucap Elma.


"Elma...! Sini sayang. Aku sangat bersyukur tidak memperlakukan kamu seperti KIA. Melihat reaksi kamu seperti ini saja, membuatku sangat sedih. Kita doakan saja yang terbaik dari hubungan mereka.


Tolong jangan hakimi cinta mereka. Yang berhak menentukan nasib cinta mereka, adalah mereka sendiri." Ucap Darren memeluk istrinya.

__ADS_1


"Kia jahat...hiks ..hiks ..! Aku tidak rela KIA menyakiti hati Bella. Aku sudah menganggap Bella seperti saudara kita sendiri."


Ucap Elma lirih dengan tangis kesedihan yang tak terbendung lagi.


"Ya Allah sayang ... Kamu benar-benar sangat menggemaskan. Tolong jangan sedih lagi ..! Kita bercinta saja yuk..!" Ajak Darren lalu menggendong istrinya menuju tempat tidur mereka.


Sementara itu KIA dengan semangat empat lima, tidak menemui dokter Bella di rumah sakit.


Ketika mengetahui kalau saat ini Bella sedang menjalani, operasi pada pasiennya, KIA reka menunggu bersama keluarga pasien, hanya untuk bertemu dengan dokter Bella.


Saking terlalu lamanya menunggu, KIA akhirnya ketiduran di sofa panjang di ruang tunggu.


Beberapa jam kemudian, dokter Bella sudah menyelesaikan operasinya pada pasiennya. Ia melepaskan semua perlengkapan pakaian operasinya lalu keluar menemui keluarga pasiennya di ruang tunggu.


Keluarga pasien, langsung menyambut Bella dengan perasaan cemas.


"Bagaimana dengan keadaan putriku dokter...?" Tanya ibu pasien dengan wajah sendu.


Bella tidak langsung menjawab pertanyaan Keluarga pasien, matanya sempat menangkap sosok laki-laki yang sangat dikenalinya nampak tertidur pulas dengan buket bunga mawar ada di sebelahnya.


Bella kembali fokus pada keluarga pasien dan menyampaikan kabar baik itu pada ibunya pasien.


"Alhamdulillah nyonya, operasi putri Anda berjalan lancar. Sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke kamar inapnya lagi." Ucap dokter Bella.


"Alhamdulillah...! Terimakasih dokter."


"Dengan senang hati." Ucap dokter Bella membuat mata KIA langsung terbuka dan spontan duduk melihat wajah cantik kekasihnya yang sedang tersenyum pada keluarga pasien.


"Bella . ..!" Panggil KIA pada Bella yang buru-buru menghindar dari KIA.


Pria tampan itu mengejar Bella hingga ke tempat ruang ganti dokter.


"Bella...aku merindukanmu." Ucap KIA seraya menyerahkan buket bunga pada Bella.

__ADS_1


"Maafkan saya...! Kita tidak punya hubungan apa-apa lagi." Tolak Bella sinis.


Duaaarrr...


__ADS_2