Rahasia Gadis Bermasker

Rahasia Gadis Bermasker
31. Kisah Cinta KIA Dan Bella


__ADS_3

Dokter memeriksa keadaan Elma yang hanya demam tinggi karena masuk angin. Ia juga kelelahan mengurus kedua anaknya.


Mungkin pendapat dokter berbeda dengan pendapat Darren yang semalaman menyiksa istrinya hingga tidak memakai baju. Jelas saja saat ini Elma masuk angin dan demam.


"Sayang..! Kamu istirahat saja, biar kedua anaknya aku yang urus. Lagian baby Dafiya tidak begitu rewel." Ucap Darren menemani Elma tidur karena semalaman mereka nggak tidur.


"Daddy ..! Mami kenapa?" Tanya Gibran melihat wajah ibunya sangat pucat.


"Mami lagi sakit. Kita main di luar saja ya sayang."


Ajak Darren sambil gendong Dafiya yang minum susu botolnya.


Elma merasa bisa tidur tenang setelah kedua anaknya dibawa pergi suaminya bermain di taman rumahnya.


Tidak lama KIA datang membawa pacarnya dokter Bella. Gibran menyambut keduanya dengan senang hati. Gibran mengajak KIA bermain bola dengannya, sementara Bella mengambil Dafiya dari tangan Darren.


"Apakah dokter Bella tidak keberatan aku menitipkan putriku?" Tanya Darren.


"Emangnya teteh Elma ke mana?"


"Istriku sedang sakit dan sekarang lagi istirahat. Aku tidak ingin meninggalkannya sendirian. Kebetulan kalian di sini, jadi aku mau menemaninya sebentar." Sahut Darren.


"Baiklah. Biar kami mengurus mereka." Ucap dokter Bella.


Kia mengajak Bella dan anak-anak beli es krim di supermarket terdekat. Keduanya sengaja membawa anak-anak bermain di luar rumah supaya Darren bisa mengurus Elma.


Kia membawa mobil sementara Bella duduk berdua dengan anak-anak dibelakang.


"Sayang! Sepertinya kita sudah cocok jadi suami istri."


"Kalau sudah cocok, tunggu apa lagi?" Sindir Bella agar Kia segera melamarnya.


"Apakah kamu sudah siap jadi istriku?"


"Siap selalu tuan KIA. Kalau kamu kelamaan meminang aku, justru ada orang lain yang akan duluan mengikatku." Ucap Bella.


"Apakah orangtuamu sudah menjodohkan kamu, sayang?" Tanya KIA sambil melihat wajah cantik Bella dari spion dalam mobil.


"Bukan menjodohkan, lebih tepatnya dari pihak sahabat bundaku yang ingin melamar aku untuk putranya." Kata Bella.


"Apakah orangtuamu menerimanya dan kamu menyukai pria itu?" Tanya KIA cemas.


"Bundaku tergantung akunya. Kalau aku menolak, mereka juga nggak memaksa. Hanya saja aku harus punya alasan tepat untuk menolaknya.


Kalau hanya bilang mikirin karir dulu, mereka tidak akan menerimanya karena posisiku di rumah sakit sudah memiliki jabatan sebagai pemimpin bedah." Ucap dokter Bella.


"Baiklah. Aku akan segera melamarmu. Aku tidak punya keluarga karena aku tumbuh sebagai anak yatim-piatu. Keluargaku hanya Tuan Darren dan istrinya." Ucap KIA.


"Tidak apa. Orangtuaku bakalan mengerti. Yang penting status hubungan anaknya jelas. Tidak di gantung terus." Sindir dokter Bella.


"Iya Bu dokter! Nanti aku melamarmu dengan sebongkah berlian." Canda KIA.

__ADS_1


Keduanya terkekeh. Setibanya di supermarket, KIA dan dokter Bella membelikan anak-anak jajanan. Hanya baby Dafiya yang tidak bisa diberi makanan sembarangan. Tapi bayi imut ini sangat ngiler melihat abangnya makan es krim.


"Baby Dafi mau es krim?" Tanya dokter Bella.


"Mmm..!" Ucap baby Dafiya ingin merebut es krim abangnya.


"Ambilkan dia es krim cup, KIA. Komposisinya ada susu segarnya." Ucap Bella sambil menyuapkan es krim pada Baby Dafi milik Gibran.


"Kamu memang sudah pantas jadi seorang ibu. Kenapa tidak mau menikah sejak dulu, Bella?"


"Aku cukup trauma dengan pernikahan adikku hanya bertahan dua tahun karena suaminya ketahuan selingkuh.


Ia menjadi depresi berat hingga saat ini masih dalam perawatan. Untuk itulah aku ingin mencari suami yang benar-benar mencintaiku apa adanya." Ucap Bella.


"Jangan samakan setiap pria seperti adik ipar mu itu. Semua pria punya karakter yang berbeda-beda. Semua itu tergantung pada pribadi orang masing-masing."


"Iya aku mengerti. Tapi saat bertemu denganmu pertama kali, aku yakin kamu adalah pria yang bertanggungjawab dan penyayang. Kamu sangat sayang dengan baby Gibran.


Kalau anak orang saja kamu sayang, berarti tidak menutup kemungkinan kamu tipikal seorang penyayang keluarga."


"Apakah hanya itu yang membuat kamu tertarik kepadaku?"


"Tentu saja yang lainnya ada."


"Apa...?"


"Rahasia...!"


"Nanti saja kalau kita sudah menikah."


"Apakah sangat tabu kalau dikatakan sekarang?"


Bella mengangguk sambil tersipu malu.


"Baiklah. Kamu berhutang kepadaku."


Ucap KIA lalu mengajak kekasihnya pulang karena baby Dafiya sudah terlelap setelah menghabiskan satu cup es krim. Begitu juga dengan baby Gibran.


Darren sedang tidur menemani sang istri yang sedang terlelap. Dari semalam mereka berdua memang tidak tidur sampai pagi. Dan sekarang benar-benar tepar.


Kia dan Bella sudah pulang. Anak-anak di baringkan di kamar tamu sementara keduanya pacaran di ruang keluarga sambil nonton film berdua di sofa.


...----------------...


Setelah cukup sehat, Elma bangun mencari anak-anaknya. Darren memberitahukan kalau kedua anaknya sedang bersama Bella dan KIA.


"Pasangan itu lagi pacaran, kenapa kamu malah membebani mereka menjaga anak-anak, Darren?"


"Biar sekalian mereka belajar untuk mengurus anak-anak." Ucap Darren.


"Cobalah tengok anak-anak sayang..!"

__ADS_1


"Baiklah. Aku turun dulu. Semoga aku tidak menganggu yang sedang pacaran." Imbuh Darren.


Benar saja, saat Darren melangkah menuruni tangga, ia melihat asistennya KIA sedang berciuman dengan Bella. Karena tidak enak, ia kembali lagi ke atas karena tidak dengar anak-anaknya menangis.


"Mana anak-anak, Darren ?"


"Mereka sedang tidur di kamar tamu sayang."


"Apa Bella dan KIA masih ada di lantai bawah?"


"Keduanya sedang asyik nonton film." Ucap Darren.


"Aku ingin melihat anak-anak."


"Sayang...! Bisakah kamu istirahat dulu dan tidak begitu mencemaskan anak-anak?"


"Baiklah. Aku juga masih merasa pusing. Tapi jangan terlalu lama menitipkan anak-anak pada pasangan itu. Kasihan mereka." Ucap Elma tak enak hati.


"Hmm."


...----------------...


Kia mengantar lagi Bella ke rumah sakit karena gadis ini harus kembali bekerja.


"Apakah hari ini kamu ada jadwal operasi?"


"Nanti malam."


"Nanti malam..? Sementara kamu sama sekali belum tidur siang sayang."


"Tidak apa. Aku sudah terlatih untuk tidak tidur selama dua puluh empat jam."


"Apa...? Apakah matamu terbuat dari mata ikan? Atau kebanyakan makan ikan?" Tanya KIA syok.


"Itulah resiko menjadi seorang dokter. Itulah sebabnya aku tidak punya waktu untuk mencari kekasih."


"Apakah dari sekian banyak pasien mu tidak ada yang kamu suka?"


"Aku tidak suka pria penyakitan. Itu akan menyusahkan aku." Ucap Bella apa adanya.


"Bagaimana kalau aku yang penyakitan, apakah kamu akan meninggalkan aku?"


"Semoga kamu adalah pria yang sehat dan energik. Dan aku yakin kamu tidak memiliki penyakit karena pola hidupmu terlihat sehat. Apa lagi kamu tidak merokok dan minum-minuman alkohol." Sahut Bella.


"Baiklah. Kamu hati-hati sayang dan cobalah tidur sebentar sebelum melakukan operasi." Pinta Kia.


Keduanya kembali berciuman dan dokter Bella segera masuk. Mobil KIA meninggalkan rumah sakit itu.


Sekitar setengah jam kemudian, dokter Bella mendapatkan pasien kecelakaan lalu lintas. Ketika ia melihat pasien itu, dokter Bella langsung berteriak.


"Tidakkkkkkkk...!"

__ADS_1


__ADS_2